Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 37


__ADS_3

Nathan berjalan mendekat dan berdiri di samping Aira yang sudah tampak menahan tangisannya,,


Nathan melirik Aira dia sudah mendengar semuanya dan dia sengaja bertahan untuk mendengar semua yang akan Bratama katakan.


" Tuan Nathan " Kaget Bratama..


Dia khawatir jika Nathan akan berbuat sesuatu kepada nya,,


" Bukannya saya sudah mengatakan jika jangan Pernah kembali mengganggu Aira"


" Tuan, Anda salah paham,,


Saya kemari hanya ingin bertemu Aira, membelikan nya makanan kesukaan. bagaimana pun Aira keponakan Saya, dan dia tidak kembali ke rumah membuta Saya khawatir. Iya Kan Aira ."


Aira terdiam,,


Namun terlihat jelas jika Aira menahan kesedihannya, mendengar semua ucapan Bratama membuat nya tidak lagi percaya.


Semua yang dia pikirkan salah, dia mengira jika Bratama sudah menyesal dan berubah namun ternyata tidak.


" Saya ingatkan kembali, Jika Anda kembali mengganggu Aira, Maka Anda akan berurusan dengan Saya. "


" Sebenarnya di sini siapa yang Keluarga Aira, Saya atau Anda Tuan..??


Seharusnya Aira tinggal bersama Saya sebagai Paman sekaligus pengganti Orang tuanya, Namun kenapa Anda seakan terus menahan nya dan menghalangi Saya untuk bertemu Dengan nya.


Aira seorang perempuan, dan apa benar jika dia tinggal di tempat laki laki lain sementara mereka tidak ada hubungan sama sekali."


Bratama terus menyudutkan mereka membuat Aira semakin emosi,


Air matanya menetes di wajah Ayu nya, selalu saja dirinya di buat sakit hati oleh ucapan Pamannya.


" Paman, Apa sebegitu bencinya Paman terhadap Aku.. apa yang sudah aku lakukan hingga membuat Paman membenci Aku."


Akhirnya Aira kembali bicara, dia sangat ingin tau apa yang membuat mereka begitu membencinya.


" Baiklah jika kamu ingin tau,, Semua itu Karena Papah Kamu Aira, Dia selalu saja merebut semua yang Saya inginkan, Sukses dengan bisnisnya, di Sayang oleh Opa juga Oma Kamu hingga semua warisan di berikan kepadanya, sementara saya, Saya hanya mendapatkan sebagian dari warisan itu dan harus bersusah Payah membangun Perusahaan ini."


Aira menggeleng,,


ternyata semua karena kecemburuan sosial yang di rasakan oleh Bratama.


" Dan sekarang, Karena kamu pula Saya kehilangan kerja sama dengan Perusahaan Permana."


" Jangan salahkan Aira karena Kerjasama itu , Dia tidak tau soal Itu."


" Sekarang Saya Tau, pasti Dia lah yang meminta Anda bukan untuk membatalkan Kerjasama kita,, Dasar Gadis tidak tau malu."


" Saya Tegaskan kepada Anda, Jangan Pernah sekali kali menyakiti Aira atau Anda akan menyesal."


Nathan mengandeng tangan Aira pergi, dia tidak mau Aira semakin bersedih jika terus berada di sana.


" Bagaimana jika semua Orang tau kalau Seorang Nathan Adi Permana melindungi seorang Wanita yang tidak ada hubungan sesuatu, Apa yang akan mereka katakan dengan status kalian yang bukan siapa siap." Ucap Bratama membuat Nathan menghentikan Langkahnya.


" Saya Tidak akan pernah takut untuk Hal semacam itu, Karena Saya akan menikahi Aira secepatnya."


Deg..

__ADS_1


Aira kaget dengan apa yang dia dengar, Nathan akan menikahinya.


" Ayo Aira " Ajak Nathan membawa Aira menuju Mobilnya.


Sementara Bratama,,


Dia mengacak wajahnya kesal, Jika Aira menikah dengan Nathan bagaimana dengan dirinya, bagaimana dengan Semua hutang hutang nya , Bagaimana dengan nasibnya bersama Hendra.


Tidak berbeda dengan Adi yang mengepalkan tangannya, dia mendengar jika Nathan mengatakan semua itu.


Nathan akan menikahi Aira..


tidak,, semua itu tidak bisa di biarkan..


Aku tidak sanggup melihat Aira menikah dengan laki laki lain.


Adi berjalan masuk dengan perasaan campur aduk,,


_____


Aira sudah bersama Nathan,


Mereka berada dalam satu mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.


Aira sudah tidak lagi menangis karena masih Bingung campur kaget dengan apa yang Nathan katakan jika dirinya akan menikahi Aira.


Apa semua itu benar, Apa yang Nathan katakan serius.


Dan kenapa Nathan akan menikahi nya.


" Apa ada yang ingin kamu tanyakan " Ucapnya melirik Aira yang tampak diam.


Aira menoleh antara ingin menanyakan nya atau tidak, atau itu hanya Nathan Lakukan agar Pamannya tidak lagi mengganggu dirinya.


" Tidak " Ucap Aira menggeleng dengan kembali menatap lurus.


Nathan mengangguk dan melajukan mobilnya menuju suatu tempat, dan itu sama sekali tidak Aira tau hingga mereka sampai di depan sebuah Universitas Ternama.


Aira menautkan Alisnya heran,,


" Apa kamu ingat sesuatu ?"


Aira terdiam dan mengangguk,,


" Dulu Aku kuliah di sini, Namun harus keluar karena Aku tidak bisa membayarnya. "


Aira tersenyum namun terlihat jelas kesedihan dalam matanya.


" Besok kamu bisa kembali kuliah seperti biasanya."


" Ma- Maksud Anda ?"


Nathan menghela napasnya,,


" Apa selama ini Saya pernah berbohong ?" Ucapannya dan Aira menggeleng.


" Juga tentang Saya yang akan menikahi Kamu."

__ADS_1


Deg..


Jantung Aira seakan terhenti sejenak dengan Ucapan yang baru dia dengar.


" Saya tidak mau melihat kamu kembali bersedih, Saya ingin melindungi kamu Dari orang orang yang selalu berusaha mencelakai kamu."


" Ta- tapi Aku ,-


" Apa kamu keberatan?"


Aira menggeleng,,


Dia hanya kaget dengan semua yang sudah terjadi dengannya, semua berlalu begitu saja.


Tiba tiba dirinya bertemu Nathan, dan Nathan melindungi nya, menolong nya bahkan Nathan kini akan menikahinya, Apa semua itu hanya mimpi buruk dan mimpi indah saja.


" Boy akan menyiapkan semuanya."


Nathan melajukan mobilnya kembali, sementara Aira meremas tangannya.


Mereka sampai di sebuah restoran,,


Sebenarnya Nathan sengaja datang untuk mengajak Aira makan siang, Namun dia malah melihat dimana Bratama yang kembali mengganggu Aira.


" Kamu pasti belum makan , Sekarang kita makan dulu" Ajak Nathan dan Aira mengangguk.


mereka berjalan masuk dan mencari salah satu kursi kosong,,


Beberapa pengunjung khusunya kaum Hawa yang menatap Nathan tidak berkedip, mereka mengagumi ketampanan yang di miliki olehnya..


Tubuh Atletis tinggi dengan Jas yang melekat di tubuh nya sungguh sangat menggoda mereka.


" Pesan lah apa yang kamu inginkan, Beberapa makanan di sini termasuk makanan kesukaan kamu."


Aira menatap buku menu di tangannya,


Benar saja, hampir semua makanan di sana merupakan makana kesukaannya.


Nathan terus menatap Aira,,


Apa yang dia katakan benar, jika akan menikahi Aira.


Dia tidak mau melihatnya terus menangis karena siksaan juga perlakuan yang Paman dan Bibi nya lakukan kepadanya.


Setelah bertemu Aira tanpa sengaja malam itu, entah kenapa dirinya sangat ingin melindungi Aira karena apa yang sudah Aira dapatkan selama ini.


" Nathan Anda,, -


" Terserah kamu, Saya akan makan apapun yang kamu pesan."


Aira tersenyum dan memesankan kembali makanan untuk Nathan.


" Baik,, Sebentar di tunggu " Ucap salah seorang pelayan.


" Katakan apapun yang ingin kamu katakan Aira, jangan pernah kamu pendam sendiri. Saya akan menjawabnya jika memang Saya tau jawabannya." Ucap Nathan melihat Aira yang tampak memikirkan sesuatu.


Aira terdiam dan menatap Nathan yang juga tengah menatapnya,,

__ADS_1


__ADS_2