Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 49


__ADS_3

Aira membuka Matanya merasakan sinar matahari yang sudah terpancar masuk ke dalam kamarnya.


Dia pun mengerjap, Namun dia merasakan sesuatu yang berat berada di perutnya.


Tangganya mulai meraba,dan matanya membulat saat melihat sebuah tangan melingkar di perutnya, tangan yang begitu kekar.


Dengan Perlahan Aira membalikan tubuhnya dan terlihat wajah tampan Nathan yang masih terlelap menghadapnya.


Aira menatapnya ,, Benar benar sangat tampan hingga membuat nya terpesona tanpa bisa berkedip melihatnya.


Aira tersenyum karena mulai hari ini dia sudah menjadi istri sah Nathan, laki laki yang begitu baik kepadanya, Malaikat tak bersayap baginya.


Kruyukk,,


Aira menyentuh perutnya yang mulai terasa lapar, dia pun mengangkat tangan Nathan dengan pelan untuk tidak membangun kan nya,, dia pun beranjak bangun.


Dengan berjalan keluar, dia menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia masak.


dan terlihat beberapa bahan masakan di sana, seperti nya memang Seno sengaja membawa semuanya ke sana karena Nathan juga Aira yang akan tinggal di sana.


Aira mengambil dan mulai memotong, menyiapkan semua nya .


untuk pertama kalinya dia akan memasak untuk suaminya,,


Dengan tangan lihainya ,,Aira tampak terambil memotong sayur juga Bahan lainnya.


Sedangkan Nathan yang masih berada di kamar, meraba raba dan tidak menemukan Aira di sana hingga membuatnya terbangun.


" Aira" Ucap Nathan langsung berangsur bangun.


Hingga dia mencium bau masakan dari lantai bawah, Nathan berjalan turun dan menuju dapur.


Aira yang masih memasak membuat Nathan menatapnya, rasa kagum terhadap Aira Nathan rasakan, bukan hanya cantik namun Aira pintar memasak.


sungguh memang menjadi istri idaman bagi laki laki.


Nathan berjalan mendekat dan memeluk pinggangnya membuat Aira kaget.


" Masak Apa Hem " Ucap Nathan dengan menumpu wajahnya pada bahu Aira.


Aira tersenyum dengan masih melanjutkan masaknya,,


" Tunggu di sana, Ini sudah hampir selesai"


Nathan mengangguk dan berjalan menuju kursi menunggu Aira di sana.


" Selesai" Ucap Aira membawa mangkuk berisi Sup dan meletakkannya di atas meja.


" Awas hati hati panas Aira " Ucap Nathan


" Semua ini kamu semua yang masak ?" Lanjutnya saat melihat beberapa masakan di meja.

__ADS_1


Aira mengangguk,,


" Memangnya kamu bangun jam berapa, Ingat jangan kelelahan , saya tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu. "


" iya,, ini hanya masak karena aku lapar"


" Kenapa tidak membangunkan aku, Jadi aku bisa bantu kamu masak."


" Memang bisa ?"


" Sedikit "


Aira menggeleng dan mengangguk piring juga sendok serta mengambilkan sarapan untuk suaminya.


" Selamat Makan " Ucap Aira dan Nathan mengangguk.


Nathan mulai mencicipi nya,


Rasa yang begitu lezat juga enak Nathan rasakan.


Aira memang sangat pintar memasak, dulu saat di Apartemen memang Aira sempat memasaknya.


" Kenapa, tidak enak ya " Ucap Aira saat melihat ekspresi Nathan.


Namun Nathan malah menggeleng,,


" Ini sangat Enak,, Kamu makan bukannya lapar"


" Buka mulut kamu,, aku suapi "


Aira menatap Nathan yang malah akan menguapi nya, bahkan Nathan bukan mengambilkan makan di piring lain melainkan di piring yang sama dengannya.


Aira tersenyum dan membuka mulutnya,,


mereka menikmati sarapan berdua dengan satu piring.


****


Sementara di Mention,,


semua merasakan kebahagiaan atas pernikahan Nathan dan Aira.


Walau Aira baru tinggal di sana, namun sikap baik juga ramah Aira membuat semua menyayangi nya bahkan mereka sangat setuju saat mereka menikah terutama Seno ,,


Seno tau bagaimana Nathan jika sudah mencintai seseorang, dia akan sayang dan menjaga sama seperti saat bersama Jessica dulu, Nathan sangat memperhatikan Jessica hingga tidak bisa memberi celah bagi siapa saja yang berniat melukai nya.


Namun Tuhan mentakdirkan mereka tidak bersama, Jessica meninggalkan Nathan di saat mereka akan menikah karena sebuah kecelakaan.


Namun kini,


Aira datang dalam kehidupan Nathan dan membuat nya kembali bangkit dan membuka dirinya.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Santi yang terlihat hanya diam di saat semua saling bercerita tentang pernikahan Tuan nya.


Santi yang memang sudah menyukai Nathan dari pertama dia bekerja di sana pun tidak terima dengan pernikahan yang di bilang singkat, Nathan membawa Aira ke rumahnya saat itu dimana Aira pingsan, hingga Aira tinggal di sana beberapa hari.


Dirinya yang sudah lama tinggal di sana, sengaja bekerja baik hanya untuk bisa selalu melihat Nathan dan berniat menempati hatinya namun usahanya sia sia.


Nathan bahkan sama sekali menganggapnya bahkan sama sekali menatapnya ada.


" Menurut kamu gimana Nona Aira San, kamu diem terus dari tadi kita cerita" Ucap Salah satu pelayan.


" Mana Aku tau, sedangkan Non Aira saja baru di sini jadi aku tidak tau bagaimana sifat aslinya, bisa saja dia sengaja mendekati Tuan untuk alasan tertentu."


" Huss,, Santi jaga ucapan kamu.


Awas saja kalau Tuan mendengar nya, kamu bisa di pecat dari sini."


" Memang benar,, Berapa lama Tuan mengenal Non Aira, baru berapa hari tinggal di sini sudah bisa membuat Tuan menikahi nya." Ucap Santi berjalan meninggalkan mereka.


" Kenapa Santi, Kenapa dia bisa bicara seperti itu."


" Entahlah,, asal jangan sampai Tuan Mendengarnya."


Santi berjalan menuju taman samping rumah, dia semakin kesal karena semua orang menyukai Aira dan terus menyanjungnya,,


Semua orang menyukai nya, menyanjung nya, apa sih kelebihan nya,,


wajah cantik itu pasti di bantu skincare.


Tunggu saja sampai Tuan tidak membutuhkan nya, dia bisa bakal di keluarkan dari rumah dan kembali hidup di jalanan.


Seno yang terus menatap Santi dari kejauhan pun tau apa yang sedang Santi pikirkan, Seno sebenarnya sudah tau jika Santi tidak menyukai Aira di rumah itu namun selama Santi tidak melakukan sesuatu Seno akan terus mengawasinya.


Santi kembali berjalan masuk, dia ingin menceritakan semua ini kepada Nathan namun saat ini tidak mungkin dia menghubungi nya karena mereka sedang liburan.


Tidak berbeda jauh dengan Seno,


Boy di Perusahaan pun terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


untuk beberapa hari Nathan tidak datang ke Kantor karena masih berlibur bersama Istrinya dan Boy tidak akan menghubungi nya karena takut mengganggu nya.


Beberapa berkas terlihat menumpuk di atas meja,,


Namun beberapa karyawan di Perusahaan tidak ada yang tau akan pernikahan Nathan karena Nathan sendiri yang meminta untuk merahasiakan pernikahan nya.


Beberapa karyawan khusus perempuan terlihat tidak semangat bekerja karena tidak adanya penyemangat bagi mereka.


Nathan lah yang selalu membuat mereka semangat bekerja, bahkan mereka selalu lembur hanya untuk bisa menatap Ketampanan bos mereka.


Namun hari ini, mereka tidak begitu semangat karena Bos nya yang tidak datang bahkan untuk beberapa hari ke depan dan sukses membuat mereka malas.


Walau pun Nathan sangat tegas namun di balik semua itu Nathan selalu memperhatikan semua karyawan nya, dia selalu memberikan bonus jika mereka bekerja sangat baik.

__ADS_1


dan itu pun salah satu alasan semua karyawan betah bekerja di sana.


__ADS_2