Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 51


__ADS_3

Aira berjalan menuju Ruang kerja Nathan, dia mengetuk pintunya.


Tok,,


tok,,


tok,,


" Masuk " Ucap Nathan dari dalam.


Aira membuka pintu dan melihat suaminya yang sangat serius dengan layar Laptop nya, Aira berjalan mendekat.


" Maaf Tuan, Makan malam sudah siap " Ucap Aira.


Nathan mengernyit,,


Apa dia tidak salah mendengar, seperti suara Aira.


Dia pun mendongak dan ternyata benar, istrinya lah yang berdiri menatapnya dengan senyuman di wajahnya.


" Kamu ini,, " Ucap Nathan menggeleng.


" Lagian Kamu terlalu fokus tadi, " Ucap Aira berjalan mendekat dan berdiri di samping Nathan.


Entah apa yang sedang di kerjakan oleh suaminya, dia sendiri sama sekali tidak tau.


Nathan menatap nya dan tersenyum..


" Mau belajar, Biar Saya yang jadi gurunya"


Aira menatap nya,,


" Tidak, itu terlihat sangat sulit " Ucap Aira menggeleng.


" Oya, Pak Seno bilang jika makan malam sudah siap, kita turun untuk makan dulu."


" Baiklah "


Nathan menutup Laptopnya dan beranjak, Dia langsung menggandeng tangan Aira seperti setiap apa yang dia selalu lakukan.


Mereka berjalan turun,


Seperti hal nya sepasang pengantin baru mereka selalu terlihat romantis.


Apalagi Nathan yang selalu romantis terhadap Aira.


" Nathan biar,-


" Tidak,, Biar kali ini Saya yang akan melayani kamu."


Aira tersenyum dan melihat suaminya saat mengambilkan nasi juga lauk di piring nya.


" Buka Mulut kamu, "


Aira menautkan alisnya,,


namun kini dia sudah paham apa yang selalu suaminya lakukan setiap makan.


Nathan akan menyuapinya.


Seno yang berada di sana pun hanya tersenyum dan membiarkan sepasang pengantin baru menikmati makan Malam nya


Dia berjalan pergi.


_____


Malam pun tiba,,


Nathan masih sibuk dengan Laptopnya, sementara Aira sudah berada di dalam kamar.


Namun dia melirik jam yang sudah hampir tengah malam.


Dia pun berniat untuk membuatkannya teh hangat.


Aira bejalan turun, mention sudah terlihat sepi, semua penghuni pasti sudah terlelap karena aktifitasnya seharian.


Aira menuju dapur dan mengambil cangkir untuk menyeduh teh hangat.

__ADS_1


Sementara Nathan,,


Dia menatap semua Laporan yang Boy kirim melalui Email, bahkan bukan hanya Laporan perusahaannya namun juga beberapa Laporan dari Perusahaan nya yang berada di Luar Negeri.


Semua laporan yang sangat detail, Karena Nathan sendiri selalu meminta seluruh karyawan nya untuk bekerja teliti.


Ceklek,,


Pintu terbuka membuat Nathan menoleh, terlihat istrinya berjalan masuk.


" Kenapa belum tidur Hem " Ucapnya memutar duduknya.


" Bagaimana aku bisa tidur sementara masih ada suami aku yang bekerja."


Nathan tersenyum,,


" Minum dulu aku buatkan teh hangat "


" Terima kasih " Ucap Nathan menerima dan meneguknya,


Aira masih berdiri di sana menatap suaminya,,


Walau belum adanya cinta di hati keduanya, namun Baik Nathan ataupun Aira tidak pernah saling menyakiti, mereka hidup layaknya sepasang suami istri dan selalu romantis dimana saja mereka berada.


Nathan yang selalu memperlakukan Aira bak seorang ratu, begitu pun dengan Aira yang selalu melayani nya sebagai seorang istri terhadap suami.


" Em,, Aku temani kamu di sini ya " Ucap Aira dan Nathan pun mengangguk.


" Sebentar " Ucap Nathan beranjak dan menarik sebuah kursi untuk istri nya duduk.


Aira tersenyum dan duduk di samping suaminya yang kembali bekerja,,


Dia pun hanya bermain ponselnya, membiarkan suaminya bekerja tanpa menggangu nya.


Hingga malam semakin Larut,


Nathan melirik Aira yang malah terlelap di sana,,


" Kenapa kamu selalu tertidur di mana saja, awas saja Jika kamu tidur di sembarang tempat tanpa adanya saya di samping kamu."


Sesampainya di Kamar, Nathan merebahkan tubuh Aira perlahan, tangannya pun mulai menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Dia pun beranjak dan berbaring di samping Aira.


*******


Keesokan Harinya,,


Nathan terbangun lebih dulu karena Ponsel nya yang terus berdering,


Dia menatap Aira yang masih terlelap, takut jika membangunkannya akhirnya dia pun berjalan menjauh untuk menerimanya.


" Selamat Pagi Tuan, Maaf jika Saya menelpon Anda pagi pagi " Ucap Boy dari seberang


" Ada Apa "


" Sampai saat ini Saya belum bisa menemukan keberadaan Tuan Bratama juga Keluarganya, bahkan orang suruhan Saya melaporkan jika Hendra pun masih terus mencarinya."


" Terus cari mereka hingga ketemu, Karena Pasti Aira akan menanyakan dimana mereka."


" Baik Tuan "


Nathan menutup telponnya,


dan menatap suasana pagi dari balik balkon kamarnya.


Aira membuka matanya dan mencari keberadaan suaminya yang sudah tidak ada di sampingnya, namun terlihat pintu balkon yang terbuka.


Aira pun beranjak bangun,,


dan berjalan mendekat, terlihat Nathan berdiri di sana dengan ponsel yang tergeletak di meja.


" Ngapain di sini " Ucap Aira membuat Nathan menoleh dan tersenyum.


" Boy menelpon Jadi Saya keluar takut mengganggu kamu tidur."


Aira terdiam namun dia merebahkan kepalanya pada dada Nathan membuat Nathan mengusapnya lembur.

__ADS_1


" Hari ini mulai kuliah apa masih mau di rumah"


" Aku sudah sangat lama tidak kuliah " Ucap Aira mendongak.


Nathan tersenyum..


" Baiklah, sekarang kita bersiap Saya antar kamu kuliah baru ke Kantor."


" Eum "


Nathan menatap Aira yang berjalan masuk, dia pun kembali menatap suasana luar.


Memikirkan bagaimana jika nantinya Aira menanyakan kembali masalah perusahaan milik Pamannya, dan keberadaan Pamannya sekarang.


Kini mereka sudah bersiap,,


Aira beranjak menghampiri Nathan yang masih belum memakai dasi.


Dia mengambil dan memasangnya, cukup sulit karena Nathan yang lebih tinggi darinya membuat dirinya harus berjinjit.


" Kenapa tidak dari tadi jadi aku tidak perlu berjinjit" Kesal Aira namun malah membuat Nathan terkekeh.


" Terima kasih Sayang " Bisik nya membuat Aira terdiam mematung seakan tersihir oleh ucapan suaminya.


Apa dia tidak salah mendengar nya, Nathan memanggil nya Sayang.


" Kita berangkat sekarang" Ucapan Nathan berhasil membuatnya tersadar dan mengangguk.


Dia pun mengambil tas nya dan mereka berjalan turun.


Santi menatapnya kesal,


Dia masih membersihkan lantai atas dan melihat bagaimana keromantisan Nathan juga Aira.


Dia tidak terima, Aira yang baru saja di kenalnya berhasil membuat Nathan jatuh hati kepadanya.


Mobil sudah siap di depan rumah,


kedua pengawal pun sudah menunggu mereka , sudah pasti mereka akan mengawasi istri Bosnya selama berada di kampus.


" Kalian tetap ikut saya dari belakang" Ucap Nathan


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk dan berjalan masuk ke dalam mobilnya,,


" Kita jalan sekarang,, " Ucapnya menatap Aira yang sudah lebih dulu duduk.


" Eum "


Nathan mengusap wajah Aira, namun dia kembali melirik dimana istrinya belum memakai sealbeth, dia pun segera mendekat membuat Aira kaget dan menatapnya.


Jantungnya berdetak lebih cepat, baru saja dia mengatur jantung nya saat Nathan memanggilnya sayang dan kini wajah Nathan sangat dekat dengannya.


Fiuhh..


Aira mengerjap saat Nathan meniup wajahnya,,


" Ma- maaf aku lupa memasangnya " gugur Aira kembali menatap lurus.


Nathan melajukan mobilnya meninggalkan mention mewah di ikuti oleh mobil yang akan mengawal Keduanya.


"""""""""


To Be Continue 😁😁


Guys,, Guys,,


gimana menurut kalian perlakuan Nathan terhadap Aira, sudah mampu buat kalian super Baper belum nih..


kalo belum akuh buat lebih baper lagi deh..😁😁


btw,,


bantu like, juga tinggalin jejak dong di kolom komentar.


aku tunggu yaa.. 😅😅

__ADS_1


__ADS_2