
Hendra melempar semua barang di ruangnya, bahkan beberapa orang bawahannya tampang memegang perutnya yang terasa nyeri akibat hantaman tangan kekarnya.
" Bodoh Kalian, hanya satu orang saja kalian bisa kalah ?" Ucap Hendra emosi.
Mereka adalah orang orang yang dia perintahkan mencelakai Boy, Orang kepercayaan Nathan.
Hendra akan lebih dulu mencela orang orang dekat Nathan dulu, dengan seperti itu Nathan akan lengah hingga dia bisa menculik Aira dan membawanya.
" Tiba tiba mereka datang dan langsung menghajar kami Tuan " Bela mereka membuat Hendra terdiam dan duduk di kursinya.
Pasti Nathan sudah menyiapkan banyak orang untuk penjagaan, apalagi mereka sudah menyandra satu pengawalnya.
_____
Nathan menghampiri Aira yang tengah menata buku bukunya, seperti biasa dia akan kuliah pagi ini.
Nathan yang baru saja masuk menghela napasnya dan berjalan menghampirinya..
" Untuk sementara kamu jangan Kuliah dulu " Ucapnya lembut membuat Aira mendongak.
" Tapi aku sudah sering ijin, Bagaimana bisa lulus nantinya Mas "
Nathan tau jika istrinya memiliki cita cita, dan sebelum nya dia sudah berjanji untuk tidak menghalangi mengejar cita cita nya.
Tapi di saat genting seperti ini, dia pun tidak mau ambil resiko jika Istrinya nanti malah celaka.
" Di luar masih banyak orang suruhan Hendra, mereka pasti tidak akan diam apalagi satu dari mereka berhasil Boy tangkap, Aku tidak mau jika mereka menemukan kamu."
Aira menatap Nathan yang tampak khawatir, dia pun hanya tersenyum dan mengangguk.
" Aku akan menurut ucapan kamu Mas "
Nathan tersenyum dan memeluk Aira,,
Dia tidak akan tinggal diam dengan apa yang sudah Hendra lakukan, mencelakai Boy orang kepercayaan nya, hingga dia terus meneror Mention.
" Sekarang aku berangkat dulu, Kamu di rumah dan ingat jangan keluar tanpa pengawalan dari orang orang di luar."
" Iya,, Mas juga hati hati "
Nathan mengecup kening, hidup juga bibir Aira sebelum dia berjalan keluar.
Sementara Aira kembali menyimpan buku bukunya, dia berjalan menuju Balko kamar dan terlihat Nathan yang tengah berbicara dengan semua pengawalan.
Namun, Aira mengernyit saat malah melihat Santi berada tidak jauh dari mereka dengan memainkan ponselnya.
Santi,,
dia sedang apa di sana.
Aira segera berjalan keluar,,
Namun mobil Nathan sudah melaju keluar ,,
" Mas Nathan " Teriak Aira namun mobil terus melaju.
" Ada apa Nyonya " Ucap Seno yang langsung menghampiri.
" Tidak Pak Seno. " Ucap Aira tersenyum dan kembali berjalan masuk.
Dia terus memikirkan keadaan Nathan, bahkan Nathan berangkat sendiri tanpa pengawalan dari Mereka.
Rasanya Aira sangat khawatir dengan keadaan nya.
__ADS_1
Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota.
Seperti biasanya jalan yang sama selalu Nathan lewati karena dia tidak menyukai jalan yang ramai.
ciiit..
Tiba tiba sebuah Mobil menghadangnya,,
****..
siapa mereka.. Umpat Nathan Keluar saat seseorang menggedor jendela kaca mobilnya.
" Cepat Keluar "
Nathan membuka pintu mobilnya dan keluar, dilihatnya orang orang dengan tubuh kekar menatapnya tajam.
" Siapa Kalian, atau Kalian pasti Orang suruhan Hendra " Ucap Nathan yang langsung di serang.
Nathan berhasil menampisnya, dan berlari menjauh.
Mereka terus menyerangnya, namun Nathan yang memang memiliki bela diri pun mampu melawan mereka hingga mereka tersungkur di tanah.
" Bangun Kalian " Ucapnya namun mereka langsung berlari masuk ke dalam mobilnya.
Nathan membenarkan jas nya dan kembali masuk ke dalam mobil.
Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Halo Tuan "
" Siapkan lebih banyak orang untuk penjagaan di Mention terutama Istri Saya."
" Baik Tuan "
Nathan menutup ponselnya dan melajukan mobilnya.
Aira terus berusaha menghubungi Nathan namun tidak ada jawaban semakin membuat nya khawatir.
" masuk " Ucap Aira dan terlihat Seno yang berjalan masuk.
" Nyonya memanggil Saya ?" Ucapnya dan Aira mengangguk.
" Ada yang ingin saya tanyakan "
" Silahkan Nyonya "
Aira menatap pintu yang masih terbuka,
dia pun berjalan mendekat dan memastikan jika tidak ada seorang pun yang melihat atau mendengar pembicaraan nya.
" Apa Santi sudah lama bekerja di sini ":
Seno kaget mendengar ucapan Aira,,
" Sudah sekitar 5tahun Nyonya, Memangnya ada apa Nyonya Menayakan Santi."
" Tidak,, Hanya Saya merasa jika Sikap Santi aneh Ahir akhir ini, Saya bahkan baru saja melihat Santi merekam apa yang Nathan bicarakan bersama Orang orang di bawah."
" Baik Nyonya, Saya akan langsung menegurnya"
" Tunggu Pak Seno, Jangan dulu menegurnya lebih baik kita waspada dengan nya dan terus mengawasi nya, Apalagi saat ini keadaan yang sedang tidak baik."
Seno mengangguk..
__ADS_1
" Baik Nyonya "
" Terima Kasih Pak Seno, dan Maaf Sudah merepotkan."
" Sudah menjadi tugas Saya Nyonya, Saya permisi."
Aira mengangguk dan menghela napas nya,,
Derrtt..
Derrtt..
Aira menatap ponselnya yang bergetar, dia segera mengambilnya.
" Astaga Mas, Kamu dari mana Coba aku terus menghubungi tapi tidak bisa " Ucap Aira saat Nathan lah yang menghubunginya.
Terdengar suara kekehan di seberang membuat Aira bingung.
" Ini Mas Nathan suami aku kan ?" Ulangnya karena takut jika bukan suaminya lah yang menghubunginya.
" Memangnya siapa lagi Sayang, Ini Aku suami kamu.
Maaf aku baru sempat menghubungi kamu, aku baru sampai di Kantor."
Aira menatap jam,,
Tidak mungkin suaminya baru sampai, ini sudah satu jam dari kepergian nya,,
" Satu jam, Apa Jalanan Macet ?"
" tidak Sayang , sebenarnya pas di jalan aku di hadang Beberapa orang dan mereka menyerang. "
" Astaga,, Terus kamu gimana Mas, baik baik saja kan, tidak ada yang terluka."
" Bagaimana aku bisa terluka Sayang, Ada doa istri yang menjaga ku dari rumah."
" Mas Nathan,, Aku sedang khawatir"
" Maaf Sayang,, Aku baik baik saja.. "
" Syukur lah,, Tapi lebih baik tetap ada pengawalan buat Kamu Mas, Kamu menyuruh orang selalu mengawasi aku, sementara kamu sendiri tidak ada penjaga an. "
" Karena yang terpenting adalah keselamatan kamu, Aku tidak mau jika kamu terluka sedikit pun, jika aku bisa menjaga diri aku sendiri. "
" Jangan Sombong,, Pokoknya Aku mau tetap ada pengawalan untuk Kamu."
" Baik Tuan Putri,, Aku bakal bicara dengan Boy mencari orang untuk pengawalan."
" Eum,, "
" Sekarang kamu baik baik di rumah, ingat pesan aku jangan keluar tanpa pengawalan."
" Iya Mas Nathan,, Aku bakal selalu ingat."
" Ya Sudah,, Aku mulai bekerja karena harus terus mencari uang untuk menafkahi istri ku ini."
" Baiklah suamiku,, Cari lah uang banyak, karena istri kamu tidak mau kembali hidup miskin " Ucap Aira terkekeh.
" Siap Istriku. ":
Aira menutup telponnya dan tersenyum dengan ucapan Suaminya.
sejak kapan Nathan bisa seperti ini, padahal dulu Nathan sangat dingin bahkan irit dalam bicara namun kini benar benar berubah.
__ADS_1
Seno memikirkan ucapan Aira,.bahkan bukan hanya dirinya saja yang merasa kejanggalan sikap Santi, bahkan Istri Bos nya pun sudah merasa aneh .
Dia pun harus mengawasi gerak gerik dan tingkah Santi.