
Aira sampai di rumahnya dan langsung masuk dengan masih terlihat menangis.
Seno yang berada di sana pun bingung apa yang terjadi dengan Istri Bosnya itu.
" Boy, Apa yang terjadi kenapa Nyonya terlihat Menangis."
Boy menghela napas nya,,
" Nyonya salah paham karena Anggita datang ke Kantor dan memfitnah Tuan Nathan."
" Nona Anggita benar benar keterlaluan, Sampai kapan dia akan terus mengganggu Rumah tangga Tuan Nathan."
" Ya sudah Pak Seno, Saya kembali ke Kantor dulu"
" Hati hati "
Seno berjalan masuk,,
Dia menatap pintu kamar yang tertutup rapat.
Bukan hanya Aira yang dia khawatir kan namun juga kondisi Anak dalam perut nya.
Derrt,,
Seno mengambil ponselnya dan terlihat Nathan yang menghubunginya.
" Halo Tuan "
" Apa Aira sudah sampai di rumah "
" Sudah Tuan, NyoNya baru saja sampai dan langsung masuk ke dalam kamar"
" Apa dia baik baik saja "
" Maaf Tuan, Nyonya terlihat menangis."
" Jaga Istri Saya, Ingatkan makan juga minum Vitaminnya"
" Baik Tuan "
Seno menghela napas nya untuk pertama kalinya ada keributan diantara Bos dan istrinya itu namun semua itu karena ulah orang lain.
Di dalam kamar nya,,
Aira menangis, dia tidak menyangka Suami yang selama ini dia percayai bisa bersikap seperti itu.
Bahkan yang membuat dia semakin sakit hati Nathan melakukan semua itu terhadap Adik tirinya.
Kenapa kamu bisa melakukan semua itu Mas,
Aku sedang hamil anak kamu.
Aira terus menangis,,
Bahkan panggilan Seno dari luar pun sama sekali tidak dia hiraukan.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Nyonya,, Anda baik baik saja ? Tuan meminta saya membawa makan juga Susu untuk Anda "
Seno terus mencoba memanggil Aira namun tidak ada jawaban.
Sementara Nathan sendiri mengusap wajahnya, Dia sangat marah dengan tindakan Anggita .
" Dimana Kamu "
" Saya baru saja kembali mengantar Nyonya Tuan"
" Ke ruang Saya sekarang."
Nathan melempar Ponselnya dan menyandarkan kepadanya..
" Permisi Tuan " Ucap Boy yang sudah berada di dalam ruangan.
" Kenapa kamu bisa mengijinkan wanita itu masuk ke dalam ruangan Saya."
" Maaf Tuan, Saya sudah mencegah nya namun Nona Anggita terus menerobos masuk "
Brak..
" Apa kamu tidak bisa menahan seorang Wanita."
__ADS_1
" saya Minta Maaf Tuan "
Nathan menghela napasnya kasar,,
" Selidiki apa yang Anggita lakukan hari ini juga "
" Baik Tuan "
Boy keluar dan langsung teringat dengan sikap Anggita yang aneh saat tadi dia akan mengantarkan Aira pulang.
" Bos ada di dalam Pak Seno " Ucap Amelia
" Ada apa "
" Em,, Saya mau bicara sesuatu."
" Lebih baik nanti saja, Tuan sedang tidak baik "
" Oh Baiklah Pak,, Saya permisi "
Boy mengangguk dan kembali menuju ruang nya,,
Nathan sudah tidak bisa lagi menahan seperti ini, Dia tidak mau jika Aira lama salah paham dengan nya.
dia pun beranjak bangun.
Semua menatap Nathan yang terlihat menahan Emosi.
Bahkan wajahnya sangat menyeramkan.
Mobil melaju dengan kecepatan Tinggi berharap dia segera sampai di rumahnya dan bertemu dengan Aira.
Seno terus bingung karena Aira tidak membuka pintu kamar nya, bahkan sedari tadi Aira sama sekali tidak makan dan minum.
" Dimana Aira " Ucap Nathan sampai di rumah nya.
" Masih di dalam kamarnya Tuan "
Nathan segera menuju kamar,,
Dia mengetuk pintu Kamar nya namun ternyata tidak terkunci.
" Sayang " Ucap Nathan berjalan masuk dan terlihat Aira yang menangis di atas tempat tidurnya.
Wajahnya sangat pucat,,
" Kamu dengarkan dulu, Semua hanya salah paham Anggita sengaja menjebak aku Sayang."
Aira menggeleng,,
" Seharusnya kamu bisa menghindar Mas, tapi nyatanya "
" Sayang,, Pliss Percaya sama aku "
" Lepas Mas "
Aira akan beranjak namun dia merasakan sakit di perutnya.
" Aw,, " Rintih Aira menahan sakit yang teramat dalam perut nya.
" Astaga Sayang"
Aira menghempaskan tangan Nathan ,,
" Lepasin aku Mas "
" Oke,, Kamu boleh marah dengan aku tapi tolong Kita harus ke rumah sakit demi anak kita "
Aira terdiam dan membiarkan Nathan membopong tubuh nya.
" Seno,, siapkan Mobil cepat " Ucap Nathan berteriak.
Seno segera berlari keluar dan menyiapkan mobil nya,,
Nathan terus memeluk Aira yang terus kesakitan, wajahnya sangat pucat bahkan keringat dingin mulai keluar dari tubuh nya.
Nathan masuk ke dalam mobil dengan masih memeluk Aira yang sangat lemah..
" Sakit " Rintih Aira.
" Aira ,, Sayang "
Nathan semakin khawatir saat Aira malah tidak sadar,
" Seno cepat "
__ADS_1
" Baik Tuan "
Seno melajukan mobilnya dengan kecepatan Tinggi, melihat Nathan yang sangat khawatir apalagi kondisi Aira kini membuat Seno ingin segera sampai di Rumah Sakit.
Nathan terus memeluk Aira,,
Dia berdoa agar tidak terjadi sesuatu dengan istri atau anaknya hingga mereka sampai di Rumah sakit.
Nathan langsung masuk dengan membopong tubuh Aira..
Semua dokter dan Suster segera berlari saat melihat Pemilik Rumah sakit datang apalagi melihatnya saat ini.
" Maaf tuan silahkan Anda tunggu di luar "
" Saya Suaminya, Saya mau menemani istri saya "
" Biarkan Dokter yang memeriksa Nyonya Tuan "
" Tuan,, yang di bilang Suster benar..
biar Dokter yang akan memeriksa Nyonya " Ucap Seno berusaha menenangkan Nathan.
Nathan kalut,,
Dia memukul Dinding Rumah Sakit.
Seno hanya diam melihat nya, sudah sangat lama Nathan tidak seperti ini.
Di dalam Aira langsung di periksa Dokter, Tangannya pun telah terpasang selang infus.
**********
Di tempat Lain Anggita tersenyum senang melihat keributan antara Aira dan Nathan.
Aira benar benar masuk ke dalam jebakan nya kali ini.
Hem,,
Aira Lo memang bodoh,, Bisa bisanya Lo percaya sama gue dengan hanya mengirimkan Pesan seperti itu.
Dan Nathan,, gue yakin Aira bakal meninggalkan Lo..
Gue gak bisa jauhin Nathan dari Aira tapi gue bakal buat Aira yang jauhin Lo Nathan.
Anggita tersenyum senang di dalam kamarnya.
Setelah pergi dari Perusahaan, Anggita Langsung pulang ke rumah nya.
" Gita,, Kamu dari mana saja Nak .. Mama Cari kamu tapi tidak ada di kamar " Ucap Melisa masuk
" Oh, tadi Gita pergi sebentar Ma "
" Ya Sudah,, Bagaimana Kepala kamu apa masih sakit, Kamu sudah minum Obatnya "
" Sudah Ma,, Oya Ma gimana Papa *
" Papa sudah istirahat,, Lusa masih harus cek Up "
Anggita mengangguk,,
" Mama tinggal keluar, kamu istirahat ya "
" Iya Ma "
Melisa mengusap pucuk rambut Anggita dan berjalan keluar.
Melisa sama sekali tidak tau apa yang sudah di lakukan Anggita terhadap Aira dan Nathan.
Sabar Anggita,,
kita tinggal menunggu waktu yang pas dan di saat itu Lo masuk dalam kehidupan Nathan.
Sudah pasti Nathan akan bisa menjadi Milik kamu sepenuh nya.
Anggita memejamkan matanya membayangkan saat bisa bersama Nathan.
mereka hidup bahagia dengan Nathan yang menyayangi nya.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Melisa mendengar suara ketukan dari depan,,
__ADS_1
Dia pun mematikan kompor nya dan berjalan keluar.
" Iya Sebentar" Ucap Melisa membuka pintu rumah nya.