Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 72


__ADS_3

Setelah memastikan Aira tertidur di kamar nya, Nathan berjalan keluar menuju ruang kerjanya. sudah ada Boy juga Seno di sana menunggu.


" Tuan " Ucap Keduanya yang langsung berdiri menatap kedatangan Nathan.


Nathan mengangguk dan duduk di hadapan Mereka.


" Saya minta kalian cari tau semua tentang Santi, juga apa yang sudah dia katakan kepada istri Saya. "


" Baik Tuan,, "


" Kalian keluar lah,,


Segera mungkin laporkan semua kepada Saya "


Nathan masih berada di ruangan, dia membuka laci meja kerjanya dan mengambil selembar foto yang berada di sana.


Jessica,, itulah Foto yang sedang dia tatap.


Nathan masih menyimpan nya di ruang Kerjanya,,


Nathan berniat untuk menceritakannya semuanya kepada Aira tentang Jessica juga ruangan yang selalu Aira ingin tau.


Namun dia masih menunggu waktu yang pas, hatinya pun masih bimbang untuk menceritakannya.


Dia pun kembali menyimpan nya dan berjalan keluar.


Aira yang masih pulas terus di tatapnya,,


Kini seluruh hatinya sudah di miliki Aira, bahkan Jessica sudah mulai bisa Nathan lupakan.


Maaf Sayang karena aku belum bisa menceritakan semuanya.


tapi aku janji akan menceritakan semua itu di waktu yang tepat.


Nathan membaringkan tubuhnya yang sangat lelah setelah kejadian yang mereka alami, Mulai dari Bratama, Hendra dan kini Santi.


Aira sudah bisa hidup tenang dan tidak adanya gangguan dari semua orang.


*******


Sementara di Penjara,,


Santi terus berteriak bahkan dia terus mengamuk,, Rasa sakit di kepalanya tidak dia hiraukan.


Beberapa Polisi mencoba untuk menenangkan nya, namun Santi terus berontak hingga tubuhnya terjatuh dan Kepala nya terbentur lantai dengan keras.


Darah segar mulai mengalir membuatnya jatuh pingsan dan segera di bopong ke Rumah Sakit.


Namun sayang,,


belum sampai di Rumah Sakit, Santi menghembuskan napas terakhirnya membuat Polisi menghela napasnya.


" Kabari ke Tuan Nathan segera "


" Baik "


_____


Nathan baru saja memejamkan matanya, namun getaran ponsel membuat nya kembali bangun.


Di tatapnya Aira yang seperti terganggu membuat nya segera menyambar ponselnya dan segera beranjak.


" Ada Apa " Ucap Nathan berjalan menjauh.


" Maaf Tuan sudah mengganggu istirahat Anda, Baru saja Polisi memberitahu jika Santi Sudah meninggal saat perjalanan ke Rumah Sakit."


" Apa, Santi Mati bagaimana bisa terjadi."

__ADS_1


" Santi terus berontak hingga Kepala nya terbentur lantai dan saat di bawa Ke rumah sakit nyawanya tidak tertolong."


Nathan memijat pelipisnya,,


Sebenarnya apa yang Santi lakukan, hingga dia memilih untuk mengakhiri hidupnya.


" Kamu urus semuanya, Saya tidak mungkin keluar karena Aira masih tertidur."


" Baik Tuan "


Nathan menutup telponnya dan menatap ke luar jendela..


Aira mengejapkan matanya saat dia tidak menemukan suaminya di samping nya..


" Mas, kamu ngapain?" Ucapnya beranjak saat melihat Nathan berdiri menatap jendela.


Nathan menoleh .


dia pun tersenyum, meletakan ponselnya dan berjalan menghampiri Aira yang kini sudah duduk.


" Tidak Sayang,, " Ucapan duduk di samping Aira yang mengangguk.


Aira langsung memeluknya dan kembali memejamkan matanya, berbeda dengan Nathan yang masih tidak bisa tidur memikirkan apa yang sudah terjadi.


Boy yang sudah sampai di Kantor Polisi pun segera mengurus semuanya,,


Walaupun tengah malam namun Boy tetap melakukan semua perintah Tuan nya.


Kamu benar benar gadis bodoh,,


usia kamu masih muda, tapi kamu salah memilih jalan hidup kamu Santi.


membantu Hendra yang hanya memanfaatkan kamu saja demi keuntungan nya sendiri dan kini kamu malah mengakhiri hidup kamu sendiri.


Boy menggeleng saat melihat Tubuh Santi yang sudah terbungkus kain kafan.


Keesokan Harinya,,


Nathan sudah bersiap dengan pakaian kerjanya, dia harus mengurus semua di Kantor polisi hari ini.


Aira yang baru saja bangun pun terus menatap suaminya.


" Kenapa tidak membangunkan aku " Ucapnya membuat Nathan tersenyum dan berjalan mendekat.


" Kamu terlalu pulas, Aku tidak tega membangunkannya."


" Tapi tetap harus bangun in aku dong Mas, kan aku mesti siapin baju juga semua nya."


Nathan tersenyum,,


Aira yang tampak kesal memalingkan wajahnya membuat Nathan gemas dan menariknya.


Aira membulatkan matanya saat Nathan malah mencium bibirnya,,


" Mas " Ucap Aira Mendorong tubuh Nathan dan memalingkan wajahnya karena malu.


Nathan lagi lagi tersenyum dengan tingkah Istri nya, Aira benar benar sangat menggemaskan.


" Oya, Santi sudah meninggal "


Deg..


" Maninggal,, "


" Santi berontak hingga Kepala nya terbentur lantai dan pendarahan. "


" Astaga,, Kasihan dia padahal dia masih sangat muda "

__ADS_1


Nathan tersenyum dan mengusap pucuk rambutnya,,


" Makanya aku harus ke Kantor Polisi urus semuanya, Kamu istirahat di rumah dan tetap dengan penjagaan kalau keluar rumah."


" Eum "


Nathan mengecup kening Aira dan mengusap lembut wajah Ayu nya..


" Hati hati " Ucap Aira dan Nathan mengangguk.


Aira menghela napasnya,,


Dia tidak percaya dengan kematian Santi yang begitu cepat bahkan dengan cara yang seperti ini.


Dia pun beranjak bangun,,


Nathan menghampiri Seno yang sedang bersama beberapa anak buah Boy ,,


" Selamat Pagi Tuan" Sapa mereka dan Nathan mengangguk.


" Kalian tetap jaga rumah terutama istri Saya, Karena tidak mungkin anak buah Hendra tidak berkeliaran di luaran."


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk dan menuju mobilnya,, dia akan menyusul Boy yang sudah lebih dulu berada di Kantor Polisi.


_____


Aira terlihat segar dengan balutan dres putih di tubuhnya, rambut panjangnya dia gerai dan hanya terlihat Poni yang membuatnya terlihat cantik.


Namun langkahnya terhenti saat dia melihat ruang kamar pojok,,


Ucapan Santi kembali teringat, jika kamu itu adalah kamar pengantin Nathan dan Jessica dan semua kenangan mereka berada di dalam sana.


rasanya sangat ingin masuk dan melihat isi dalam kamar tersebut, namun dia teringat dengan ucapan Nathan yang mengatakan jika tidak ada sesuatu di dalam sana.


Aira pun menggeleng dan kembali berjalan keluar, namun dia kembali menatapnya..


Sebenarnya apa isi dalam kamar itu, apa yang di katakan Santi benar jika di dalam kamar itu adalah kenangan Mas Nathan dengan Jessica, dan Siapa Jessica.


Kenapa Mas Nathan sama sekali tidak menceritakan nya kepada ku.


Apa dia begitu spesial dan benar cinta pertama Mas Nathan.


Lebih baik aku mencari tau semuanya sendiri dari pada aku terus menduga duga.


Aira melangkah kan kakinya menuju kamar yang terletak di ujung.


Jantungnya berdebar cepat saat sudah berada tepat di depan pintu.


Tangannya mulai terangkat untuk memegang handle pintu.


Aira menghela napasnya sebelum membukanya.


Ceklek,,


Lagi lagi dia terhenti kala pintu tidak terkunci,


dia pun membuka pintunya lebar dan melangkah masuk.


Ruangan yang sama luasnya dengan kamar dirinya juga Nathan yang saat ini mereka tempati.


Matanya coba mencari tau apa isi dalam kamar tersebut.


Namun,, Langkahnya berhenti saat matanya mulai menatap beberapa isi dalam kamar itu.


Astaga,,

__ADS_1


Aira menutup mulutnya dan menggeleng,,


__ADS_2