Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 07


__ADS_3

Aira sudah bersiap untuk kembali bekerja di Cafe setelah membersihkan seluruh rumah bahkan menyiapkan sarapan untuk seluruh orang di sana.


Hampir setiap hari Aira bangun sangat pagi, semenjak kepergian orang tuanya dia sudah tidak lagi kuliah.


Tidak ada biaya,karena memang Paman atau Bibi nya tidak mau membiayai nya.


Sementara Anggita,


Dia tetap kuliah, Perusahaan yang sekarang di ambil alih oleh Keluarga Pamannya.


Langkah Aira terhenti saat terlihat Paman juga Bibinya duduk di ruang tengah dengan menatap ke arahnya.


" Paman, Bibi ,, Aira pamit Berangkat dulu " Ucap Aira


" Tunggu. "


Aira berhenti,,


Jantung nya berdetak hebat, Kali ini Pamannya sudah pasti akan marah bahkan bisa menyiksanya.


Bratama berjalan mendekati Aira dengan tatapan benci,,


" Kemana saja kamu saat itu, Siapa laki laki itu dan apa hubungan kalian."


" Ma- Maksud Paman ?"


" Aira,, Kamu tidak usah pura pura bodo* , Semua orang Tuan Hendra sudah menceritakan semuanya, Jika Kamu di tolong oleh laki laki dan membawa kamu, Atau jangan jangan dia pacar kamu?" Lanjut Melisa


Aira terdiam,,


Tidak mungkin dia menceritakan jika Nathan lah yang membantunya,,


" Bu- bukan siapa siapa "


" Dasar anak tidak tau diri, seharusnya sekarang kamu bisa hidup enak, Tidak perlu kerja, menjadi istri Tuan Hendra sudah menjadi impian semua wanita."


" Tapi dia sudah tua Paman dan,-


" Tapi dia laki laki Kaya, pengusaha sukses dan kamu pasti tau bagaimana jika kamu menikah dengannya Aira,, Kamu memang gadis yang bodo*."


" Paman, Bibi,, Kalian boleh menyiksa Aira, kalian boleh meminta Aira untuk melakukan apapun, asal jangan itu Aira mohon.. Aira masih punya impian."


" Impian kamu bilang, Menjadi istri laki laki kaya baru impian semua wanita."


Aira menggeleng..


percuma saja dia berdebat dengan mereka , yang ada hanya sakit hati yang dia rasakan.


" Baiklah jika kamu menolak, Asal kamu tau Aira Tuan Hendra menjanjikan uang 100juta dan itu hilang begitu saja karena ulah kamu, sekarang Kamu harus mengganti semua itu."


Tes..


Butiran bening menetes di wajah Aira, Setega itu Paman dan Bibinya.


Menjual dirinya hanya demi uang, bahkan dia adalah keponakan kandung mereka.


Dengan kembali melangkah keluar Aira menahan air matanya, sesak, sakit, perih hatinya.


Andai saja orang tuanya belum meninggal, sudah pasti dia tidak akan menderita seperti ini.


Sementara Nathan,,


Dia melajukan mobilnya menuju Perusahaan seperti biasanya,,


" Itu bukannya ,-


Ucapan Nathan terhenti saat melihat Aira yang berjalan, bahkan terlihat mengusap wajahnya.


" Dia seperti menangis,, sebenarnya bagaimana kehidupan nya selama ini. tubuh yang begitu kurus bahkan wajah yang terlihat memikirkan banyak masalah. "


Nathan mencoba mengikuti Aira hingga sampai di sebuah Cafe yang belum Buka.

__ADS_1


" Mandala Cafe " Lirihnya dengan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Cari tau untuk apa Aira datang ke Mandala Cafe dan secepat nya laporan kepada Saya."


Nathan kembali melajukan mobilnya,,


Aira sampai di Cafe,,


Sudah ada Adi di sana, Adi memang pemilik Cafe.


" Kak Adi " Sapa Aira


Adi menoleh,,


senyuman terukir di wajahnya, setelah beberapa hari mereka tidak bertemu membuatnya sangat khawatir.


" Astaga Aira,, Kamu baik baik saja kan, dari mana kamu selama ini Ra."


Aira tersenyum,,


Adi memang sangat baik kepadanya, membantu nya bahkan selalu membelanya jika Paman, Bibi atau bahkan Anggita menyiksanya.


" Ceritanya Panjang Ka, Yang penting sekarang aku ada di sini bukan."


Adi mengangguk dan tersenyum..


melihat Aira kembali membuatnya lega,,


" Terima kasih Kak Adi masih mengijinkan Aku buat kerja di sini."


" Aira,, Sudah lah lagian kalau kamu tidak kerja, siapa yang bantu Saya mengolah Cafe ini."


Aira tersenyum dan mengangguk..


" Ya Sudah,, Aku siap siap dulu "


Adi mengangguk dan menatap Aira yang mulai membantu nya,


Namun, Adi tidak mau merusak hubungan mereka, Aira menganggap nya sebagai Kakak laki laki nya dan dia mau membuat Aira malah menjauh.


Seno,,


Dia mendapat perintah dari Nathan untuk mencari tau semua tentang Aira juga keluarganya,,


Mandala Cafe..


Ya, ini Cafe yang Tuan bilang namun Cafe belum buka terus untuk apa Nona Aira ke sana.


Seno terus berada di sana,,


Tidak lama terlihat Aira keluar dengan memakai seragam,,


Itu bukannya Non Aira..


jadi dia bekerja di Cafe ini,,


Seno membuka pintu mobilnya dan berjalan mendekati Aira yang masih membersihkan Kaca.


" Nona Aira "


Aira menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya,,


" Pak Seno,,, Anda kenapa bisa di sini ?" Kaget Aira saat melihatnya.


Seno tersenyum,,


" Saya kebetulan lewat Nona, dan melihat Nona Aira jadi Saya mendekat."


Aira mengangguk,,


Bisa saja memang Seno berada di sana,,

__ADS_1


" Ra,, Siapa ?*


Seno menatap Laki laki yang berjalan keluar menghampiri mereka.


" Oh,, Ini Pak Seno yang sudah membantu aku kemarin Kak."


" Adi,, Terima kasih Sudah menolong Aira kemarin " Ucap Adi menjulurkan tangannya.


Seno tersenyum dan menerimanya..


" Oya Pak Seno apa kabar ?"


" Saya baik, Nona sendiri bagaimana."


" Aku juga baik,, "


" Jadi Nona bekerja di sini ?"


" Selama ini Aku bekerja di sini, Dan ini Kak Adi pemilik Cafenya "


Seno mengangguk,,


" Kalau begitu Saya permisi,, "


" Hati hati Pak Seno."


Aira menatap Seno yang menuju mobil dan melaju mobil nya,,


" Ra, Kacanya sudah di lap ?"


" Oya,, sudah Semua kak."


" Kita buka Cafe nya."


Aira mengangguk,,


Adi tersenyum melihat semangat Aira dalam bekerja, dia sangat rajin selama bekerja di sana bahkan banyak pengunjung Cafe yang menyukai sikap Aira saat melayani pelanggan.


Nathan sudah sampai di Perusahaan,,


Sudah pasti dia akan di sibukkan dengan berkas berkas di mejanya,, Layar Laptop yang tidak henti hentinya dia pandang.


Mengurus banyak perusahaan bukan hal yang mudah, namun selama ini Nathan selalu bisa bahkan semua Perusahaan nya menjadi salah satu Perusahaan Nomor satu.


Banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama Dengan nya, kepintaran nya dalam bisnis bahkan ketegasan nya dalam mengambil keputusan membuat banyak orang merasa kagum.


Di usai yang masih muda, menjadi pengusaha Muda sangat sulit bisa di dapatkan oleh banyak orang namun berbeda dengan Nathan yang memang sudah sangat ahli.


Derrt..


Ponselnya bergetar,,


Satu tangannya menyambar benda pipih yang tergeletak tidak jauh darinya,


" Bagaimana "


" Saya sudah mendatangi Mandala Cafe dan ternyata Nona Aira bekerja di sana selama ini. "


" Tentang Keluarganya apa kamu sudah mendapatkan semua informasi nya."


" Sudah saya email semua ke Email Anda Tuan."


Nathan menutup panggilannya secara sepihak dan langsung membuka Email yang sudah Seno kirimkan kepadanya.


Semua Informasi tentang Aira tertera di sana, Indentitas nya pun sangat lengkap dari mulai Nama, tanggal lahir hingga semua riwayat hidupnya Seno kirimkan.


Matanya mengernyit saat salah satu Informasi jika ternyata Aira adalah keponakan dari Bratama.


Jadi benar,,


selama Gadis itu hidup dengan menderita dan Paman juga Bibinya sendiri lah yang akan menjual nya kepada laki laki Tua saat itu.

__ADS_1


__ADS_2