Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 92


__ADS_3

Mobil masuk ke dalam Halaman Luas , Seno keluar dan langsung membuka pintu Mobilnya.


" Silahkan Nyonya " Ucap Seno.


Aira keluar namun dengan wajah yang berbeda, terlihat seakan memikirkan sesuatu membuat Seno menautkan kedua alisnya.


Setelah pulang dari rumah Bratama dan juga selama dalam perjalanan Aira hanya terus diam dan menatap keluar jendela.


Apa yang terjadi dengan Nyonya, apa yang sudah di katakan Nona Anggita hingga membuat Nyonya bersikap seperti ini.


Seno menghela napas nya dan berjalan masuk, dia tetap harus memastikan istri Bosnya baik baik saja.


Aira masuk ke dalam kamarnya, meletakan tas juga melepas sepatu yang dia pakai berganti dengan sandal.


Dia berjalan menuju tempat tidur dan menatap ponselnya.


Tidak ada pesan masuk ataupun Telpon dari suaminya bahkan pesan yang dia Kirimkan dari pagi pun sama sekali belum di baca.


Aira menghela napasnya,,


Sesibuk apa suaminya hingga tidak membaca pesan Darinya.


Tok,,


Tok,,


Tok,,


" Masuk " Ucap Aira meletakan ponselnya.


" Permisi Nyonya ,, Teh hangat untuk Anda " Ucap Seno masuk dengan membawa Teh Hangat.


" Letakan di meja saja Pak Seno."


" Baik Nyonya "


Seno meletakan nya dan kembali keluar, namun dia masih menatap sikap Aira yang masih berbeda bahkan tidak banyak bicara.


Aira merebahkan tubuhnya,, dia sangat merindukan suami nya.


Untuk pertama kalinya Nathan meninggalkan nya setelah pernikahan mereka.


Kemana pun Pasti Nathan akan selalu mengajak nya namun kali ini, Pergi pun Nathan tidak ijin dengannya, tidak ada kabar apapun.


Kamu kemana sih Mas,,


Apa kamu terlalu sibuk sampai Lupa dengan istri kamu, Lupa dengan Anak kamu,,


Biasanya kamu selalu cerewet untuk aku makan, minum susu, minum vitamin.


Tapi hari ini, Kamu bahkan melupakan semuanya.


Aira menyeka pucuk matanya, Butiran bening kembali menetes.


Kehamilan nya pun membuat dirinya selalu sensitif.


______


Di Surabaya..


Nathan dan Boy benar benar terlihat sangat sibuk dengan mencari tahu masalah yang sedang mereka hadapi di Cabang Perusahaan mereka.


Bahkan Cctv pun rusak di saat bersamaan nya, semua benar benar seperti di rencanakan oleh seseorang.


" Semua ini sangat Aneh Tuan, bahkan di Jam itu semua Cctv rusak dan tidak ada satu pun yang merekam semua kegiatan Perusahaan." Ucap Boy


Nathan memijat pelipisnya,,


" Jadi berapa kerugian yang kita dapatkan karena masalah ini. "


" Lumayan besar Tuan "


Nathan terdiam,,


Siapa sebenarnya yang berani melakukan nya, bahkan selama ini dia tidak merasa memiliki Musuh di Kantornya.


" Kamu terus cari tau siapa Orang nya ."


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk dan kembali menatap Laptopnya.


Hari semakin larut,,

__ADS_1


Nathan masih berada di Kantor bersama Boy..


" Tuan "


Nathan segera menghampiri Boy dan melihat sebuah Rekaman dimana terlihat seseorang sedang masuk ke dalam ruangan nya.


" Stop " Ucap Nathan


Tangannya mulai menggeser dan menatap Wajah Laki laki itu.


Tampan terlihat jelas dan Nathan menautkan kedua alisnya.


Laki laki yang tidak dia kenal,,


" Siapa dia, apa Dia karyawan kita "


" Dia adalah Yuda Tuan, Karyawan yang baru bekerja sebulan ini "


" Cari tau siapa dia "


" Baik Tuan "


Boy segera mencari tau semua Identitas Yuda. tidak perlu membutuhkan waktu yang lama semua bisa Boy dapatkan.


" Yuda Yanuardi" Lirih Nathan.


" Kita ke sana sekarang."


Boy menutup Laptopnya dan mengikuti Nathan keluar.


Mereka akan menuju dimana Tempat Yuda tinggal selama ini.


Setelah mencari rumah Yuda dan mereka sampai, terlihat sebuah rumah sederhana.


Tok,,


tok,,


tok,,


" Permisi,, " Ucap Boy namun tidak ada jawaban.


" Kalian mencari siapa ?" Ucap Seorang Ibu ibu yang berada di rumah sebelah.


" Selamat Malam Ibu, Maaf Mengganggu.. Apa ini benar rumah Pak Yuda.. dan Apa Ada di dalam " Ucap Boy..


" Apa Ibu tau kemana perginya "


" Saya tidak tau Tuan, kalau begitu Saya permisi."


Boy menatap Nathan,,


" Bagaimana Tuan "


Nathan menghela napasnya,,


" Kita bicara di mobil."


Mereka kembali masuk ke dalam mobilnya.


" Kamu perintahkan anak buah kamu untuk mencari dia sampai ketemu."


" Baik Tuan "


Boy melajukan mobil nya..


" Sekarang kita kembali ke Hotel ,"


" Baik Tuan "


Nathan bersandar..


Rasanya begitu lelah hari ini, seharian mereka belum sama sekali beristirahat.


Di Jakarta..


Aira membuka Matanya,,


Dia tertidur karena kelelahan dan terus memikirkan suaminya.


Dia pun beranjak dan kembali melihat ponselnya. masih tidak ada Pesan dari suaminya.


Aira menghela napasnya..

__ADS_1


dia meletakan ponselnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Mungkin suaminya benar benar sibuk dan melupakan jika ada istri yang menunggu kabarnya.


Aira sengaja merendam tubuhnya,,


Dia ingin menyegarkan tubuh juga pikirannya,


Berendam air hangat sungguh membuatnya relax.


Seno yang sedari tadi terus menatap Pintu Kamar Aira merasa khawatir.


Setelah pulang sore tadi, Aira belum keluar kamar bahkan dia tidak makan apapun.


" Pak Seno, ada apa ?"


" Tidak apa,, Kamu siapkan makan malam juga susu untuk Nyonya Aira."


" Baik Pak Seno."


Derrt..


derrt,,


Seno merogoh Saku celana nya dan melihat Tuanya lah yang menghubunginya.


Dengan segera dia mengangkat nya..


" Selamat Malam Tuan "


" Dimana Istri Saya, dia baik baik saja bukan.


" Nyonya berada di kamarnya Tuan."


" Saya terus menghubungi nya namun tidak dia angkat sama sekali,


" Maaf Tuan,, Nyonya terus berada di kamarnya setelah pulang dari Rumah Tuan Bratama."


" Apa ,, Aira ke Rumah Pamannya.. Kenapa Kamu tidak memberitahu saya dan apa yang sudah terjadi."


" Seharian ini Nyonya terus menatap Ponselnya, dan terlihat murung akhirnya Nyonya meminta Saya mengantarkannya ke rumah Pamannya. Namun Sikap Nyonya semakin murung saat Nona Anggita mengatakan sesuatu."


" Anggita,, Aira bertemu dengannya..


Apa yang Anggita katakan.,"


" Maaf Tuan, tapi Saya sama sekali tidak mendengar nya karena Nona Anggita berbisik."


Tut..


Tut..


Tut..


Seno menautkan alisnya,,


Selalu saja Tuannya memutuskan telponnya sepihak.


Di dalam kamarnya,,


Aira baru saja keluar dari Kamar mandi, dia berjalan menuju meja rias dan menatap wajahnya.


Dia pun mengusap wajah cantik nya dan mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut panjang nya yang basah.


Ponselnya yang berada di atas ranjang pun terlihat menyala, Namun Aira sama sekali tidak menyadari nya dan terus saja mengeringkan rambutnya.


Nathan yang terus berusaha menghubungi Aira merasa khawatir dengan keadaan istrinya,,


Sayang,,


Angkat telpon nya..


Aku minta Maaf karena terlalu sibuk hingga sama sekali tidak mendengar pesan Atau pun telpon kamu.


Sayang,, Kamu baik baik saja Kan..


Nathan terus mencoba menghubungi Istri nya namun tidak ada jawaban.


semakin membuatnya Khawatir.


Nathan pun segera menghubungi Boy yang sebenarnya tinggal di kamar sebelah.


" Selamat Malam Tuan."

__ADS_1


" Ke kamar saya sekarang."


Nathan menutup Telponnya dengan terus memikirkan Keadaan Aira di Jakarta.


__ADS_2