
Nathan sudah lebih baik bahkan dia sudah berada di ruang kerjanya, dia bukan tipe cowok manja karena demam membuat nya hanya berada di kamar.
Derrt,,
Matanya menatap ponsel yang berada di sampingnya, sebuah Nama yang membuatnya menautkan alisnya namun Langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat nya.
" Ada Apa "
" Astaga,, Lo sakit saja masih galak ya, Benar benar " Ucap Alfi
" Saya tidak sakit. "
" Jika bukan sakit, terus kenapa badan Lo panas.. Terserah lah gue cuma ingin tau keadaan sahabat gue yang super dingin, tapi dari ucapan nya gue rasa Lo sudah sembuh "
" Cerewet seperti perempuan"
" Aish,, Tuan Nathan yang terhormat Saya ini khawatir loh dengan kesehatan Anda."
" Terima kasih, tapi Saya tidak butuh perhatian kamu."
Nathan memang lah kulkas empat pintu, Dia hanya bisa cair saat bersama Aira gadis yang menjadi istri.
" Tunggu,, Lo masih hutang dengan gue tentang Aira. Sejak kapan kalian menikah dan kenapa gue tidak tau soal ini."
" Saya sibuk " Ucap Nathan langsung menutup telponnya,,
Sementara Alfi membuka mulutnya lebar,,
Selalu saja Nathan seperti ini, memutuskan Telponnya sepihak.
Untung Lo Sahabat gue Nathan Adi Permana, Dan gue kerja di Rumah sakit Milik Lo coba tidak sudah gue tendang. Ucap Alfi menatap layar telepon nya.
Aira membuka pintu kamar nya dan tidak mendapati suami nya di sana, dia kembali keluar untuk mencari nya.
" Pak Seno, Lihat Mas Nathan ?"
" Bukan nya Tuan di kamar Nyonya." Ucap Seno yang memang tidak melihat Tuannya keluar.
Aira tidake menjawab dan langsung berjalan menuju ruang kerja suaminya,,
Ceklek,,
pintu terbuka dan benar saja, dia melihat suaminya yang sudah berada di depan Laptop.
Aira menghela napasnya dan berjalan mendekat.
" Ehem "
Nathan menoleh saat mendengar suara deheman seseorang, terlihat Aira berdiri dengan kedua tangannya bersila di dadanya.
" Sayang "
" Masih sakit Lo Mas, Istirahat dan bukan malah kerja. "
Nathan tersenyum dan memutar kursi kebesarannya untuk bisa menatap istri cantik nya.
" Sehari tidak bekerja tidak akan membuat Seorang Nathan gulung tikar." Tambah Aira membuat Nathan beranjak mendekat dan akan memeluk nya namun Aira langsung menampis kedua tangan suaminya.
__ADS_1
" Baiklah,, Maaf Sayang .. aku hanya melihat email saja "
" Apa bedanya.. "
" Oke Oke,, Aku tutup laptopnya sekarang."
Nathan menutup Laptopnya dan kembali menghampiri Aira yang masih terus menatapnya.
" Kamu sakit karena terlalu capek, Kamu terus bekerja pagi siang malam bahkan waktu yang seharusnya untuk istirahat kamu gunakan untuk bekerja juga.
Tubuh kamu butuh istirahat, kamu bukan robot Mas " Ucap Aira panjang lebar membuat Nathan semakin gemas melihat nya.
" Sayang,, Aku Minta Maaf Oke aku janji tidak akan mengulangi nya lagi."
" Kam-
Aira membulatkan matanya saat Nathan malah menarik pinggangnya dan mencium bibirnya, bahkan Nathan terus ******* nya.
sepersekian detik Aira hanya diam namun sentuhan Nathan selalu sukses membuat nya melayang dan menikmati nya .
Kedua tangan nya mulai mengalung pada leher Nathan dan matanya terpejam.
Nathan tersenyum saat melihat istrinya menikmati nya, dia pun terus menciuminya dan mengeratkan pelukan pada pinggang ramping Aira.
Nathan melepaskan ciumannya saat tau jika istri nya dan mengusap lembut bibir merah Aira.
" Jadi, Maaf aku sudah bisa di terima ?" Ucap Nathan membuat Aira tersenyum dan memalingkan wajahnya.
Aira sangat malu, Karena Nathan selalu saja membuatnya tidak marah. dengan sikap manisnya.
" Diam berarti sudah " Goda Nathan membuat Aira mendorong tubuh suaminya.
" Bagaimana jika kita melanjutkan nya di kamar " Bisik Nathan membuat Aira langsung memukul manja dada suaminya.
" Eeeh " Ucap Aira saat Nathan langsung membopong tubuh nya..
Aira tersenyum dan kembali mengalungkan kedua tangan nya,,
Nathan terus membawa Aira menuju Kamar.
Santi yang masih membersihkan lantai atas pun menatap mereka, Nathan yang membopong tubuh Aira masuk ke dalam kamarnya, Dan terlihat Aira yang tersenyum dengan menatap wajah Nathan yang juga terlihat tersenyum.
Matanya merah menahan marah menyaksikan keromantisan mereka.
Nathan membaringkan tubuh Aira pelan di atas ranjang Miliknya, tatapan mata Keduanya masih satu titik.
Senyuman masih terukir di wajah Aira.
Sorot mata sendu Nathan terlihat menginginkan sesuatu lebih dari hanya sekedar ciuman.
Ya Tuhan,,
Jika memang Sekarang Mas Nathan menginginkan haknya, Aku sudah bersedia memberikan nya karena bagaimanapun kamu sudah menikah dan sudah menjadi kewajiban ku untuk melayani nya.
" Sayang,, Apa aku boleh meminta nya sekarang" Ucap Nathan dengan suara yang sudah parau .
Aira hanya tersenyum dan mengangguk mengartikan jika dirinya sudah siap dan memberikan nya ijin.
__ADS_1
Cup,,
Kecupan lembut Nathan berikan di kening Aira, dia kembali menatap wajah Aira dan kini matanya menatap bibir mungil merah istrinya.
sesuatu yang membuat nya sangat candu untuk menyentuh nya.
Aira memejamkan matanya kala Nathan kembali mencium bibir nya, dia bahkan semakin menikmati nya.
" Sayang, ini sedikit sakit dan kamu boleh menggigit tubuh Aku juga berteriak, semua orang tidak akan bisa mendengar nya. " Bisik Nathan sebelum melakukan nya.
Aira memejamkan matanya saat merasakan sesuatu, salah jika Nathan bilang sedikit sakit namun ini sangat sakit.
" Sa- kit " Lirih Aira hingga dia meneteskan Air matanya.
Nathan mengecup bibir Aira lembut untuk menenangkan istrinya, saat Aira Sudah lebih tenang Nathan kembali melakukan nya hingga akhirnya berhasil.
bukan lagi rasa sakit dan perih yang Aira rasakan ,namun sentuhan lembut Nathan selalu membuatnya nyaman dan tenang hingga mereka terus melakukan nya.
Aira di buat melayang oleh sentuhan sentuhan suaminya, hingga rasa lelahnya membuat dirinya tertidur lelap.
Nathan tersenyum melihat wajah polos Istrinya yang terlelap dalam pelukan nya bahkan mereka masih tidak menggunakan dengan tubuh polosnya.
Terima Kasih sayang,,
Kamu sudah memberikan kepada ku, Aku janji Untul menjaga dan melindungi kamu, aku tidak akan pernah membiarkan kamu terluka juga bersedih. Gumam Nathan dengan mengecup dalam kening Aira dan memeluk nya.
Dia pun memejamkan matanya dengan dengan pelukan hangat sehangat hati nya saat ini.
Santi melempar ponselnya,,
Dia sangat kesal, marah bercampur menjadi satu melihat Nathan membopong tubuh Aira dan mereka masuk ke dalam kamarnya.
Sial,,
Gue harus segera menjauhkan wanita itu dari Tuan Nathan. Ucap Santi mencari kontak seseorang dan langsung mengetikan sesuatu.
Hari semakin larut,,
Seno merasa khawatir dengan keadaan Bos nya yang tidak keluar kamar, bahkan istrinya pun tidak terlihat.
" Maaf Pak Seno, Anda baik baik saja ?" Ucap Salah seorang Koki yang memperhatikan nya.
" Saya hanya khawatir dengan keadaan Tuan, Apalagi Tuan dan Nyonya tidak keluar kamar, mereka bahkan belum makan malam "
" Pak Seno,, Pak Seno,, Anda seperti tidak tau saja kegiatan pengantin Baru. Lagian mention ini terlalu besar jika ada tangisan seorang banyi kecil akan terlihat ramai."
Seno terdiam..
Namun kemudian tersenyum,,
Dia baru menyadari nya, benar apa yang di katakan Koki nya,,
Jika ada suara bayi, maka Mention akan ramai lagi pula sudah semestinya mereka memiliki anak.
********
Mu'uph ² telat Up lagi,,
__ADS_1
Sekali² aku minta Libur ya, Weekend kan pengin Healing bareng Ayank juga, pengin romantis romantis an seperti Nathan dan Aira 🤭😁
Jadi gak harus halu, tapi nyata gitu 😀😀