
Nathan menatap Aira yang sudah terlelap dengan ponsel yang masih berada di tangannya, seperti nya Aira tertidur saat bermain ponselnya.
Nathan mengambil ponselnya dan meletakan nya di atas Nakas dia pun duduk di sisi ranjang menatap wajah polos istrinya yang terlihat sangat cantik.
Tangannya terulur mengusap wajah cantik itu, sentuhan lembut Nathan membuat Aira membuka matanya, senyuman terukir di wajah ayu nya.
" Kenapa bangun, apa Saya membangunkan kamu Hem " Ucap Nathan lembut namun Aira menggeleng dan menggenggam tangan suaminya.
" Aku masih mengantuk, temani aku tidur " Ucapnya manja dan Nathan hanya mengangguk.
Dia beranjak dan berbaring di samping Aira yang langsung memeluknya.
Nathan mengusap lembut rambut panjang Aira dan mengecup nya dalam.
" Tidurlah Saya akan menemani kamu di sini."
" Eum "
Aira kembali memejamkan matanya, sedangkan Nathan masih belum bisa terlelap.
Dia masih memikirkan Hendra yang bisa kapan saja mencelakai Aira karena hutang hutang Bratama kepadanya.
Sementara Hingga kini Aira belum tau jika Dirinya yang membuat Perusahaan Bratama gulung tikar.
Dia pun menatap wajah Aira lekat, benih cinta sudah mulai tumbuh di dalam hatinya entah sejak kapan namun yang jelas, Nathan kini begitu mencintai dan menyayangi Aira.
Jam sudah pukul 1 dini hari, namun Nathan masih saja belum bisa terlelap membuat nya terbangun.
Dia pun beranjak keluar dan membuka pintu kamar nya,,
Dia pun melangkah menuju kamar ujung dimana selama ini tidak ada siapapun yang berani masuk kecuali dirinya juga Seno.
Ceklek,,
Pintu terbuka, Nathan menyalahkan saklar lampu.
Dia berjalan masuk, duduk di sisi ranjang dengan membuka laci lemari.
Di ambilnya sebuah foto Jessica, bahkan bukan hanya satu foto, beberapa foto terpampang di sana, Foto dirinya bersama Jesika.
Kamar dimana seharusnya sengaja dirinya siapkan untuk pernikahan mereka, semua design sesuai dengan keinginan Jessica namun takdir berkehendak lain, Jessica harus lebih dulu meninggalkan dirinya dan hanya menyisakan semua kenangan mereka.
Hai By,,
Apa kabar kamu di surga..
Aku tau kamu pasti sangat bahagia di sana,,
Aku minta Maaf karena menikah tanpa lebih dulu ijin kepada kamu, kamu pasti tau apa alasannya.
tapi kamu tetap ada dalam hati aku selamanya.
Walau sebenarnya saat ini aku sudah mencintai Aira istri aku, namun nama kamu, kenangan kita akan terus terukir jelas dalam hati aku.
Aku berharap kamu bisa menyukai Aira dan menyetujui pernikahan kami.
Nathan terus menatap foto yang masih di tangannya, entah mengapa dia merasakan kerinduan terhadap Jessica saat ini.
mungkin sudah begitu lama dia tidak mendatangi makam Jessica.
******
Keesokan Harinya,,
Aira membuka matanya kala mendengar suara kicauan burung, dia pun menatap suaminya yang masih terlelap dengan tangan yang melingkar di pinggangnya.
Perlahan dia mengangkat tangan Nathan dan beranjak bangun.
Dengan mengikat rambutnya acak, Aira berjalan turun berniat untuk menyiapkan sarapan.
__ADS_1
Namun lagi lagi dia menatap pintu kamar pojok yang tertutup rapat, dia sangat penasaran dengan apa yang berada di dalam kamar itu. Namun di saat dirinya akan mendekat, Seno langsung memanggil nya.
" Selama Pagi Nyonya " Sapa nya membuat Aira menoleh.
" Pak Seno, selamat pagi" Balas Aira tersenyum.
Aira menatap kamar itu kembali,,
" Maaf Nyonya di luar ada seseorang, mereka bilang orang suruhan Boy."
Aira mengernyit,,
untuk apa mereka datang, ini bahkan masih sangat pagi apa mereka ingin menemui Nathan.
" Dimana mereka ?" Ucap Nathan yang berjalan menghampiri.
Aira menatapnya,,
Bukannya Nathan masih terlelap tapi kini dia malah sudah bangun dan berjalan menghampiri nya.
" Pagi Sayang " Sapa Nathan mengecup kening Aira.
Aira tersenyum,,
" Mereka di ruang tamu Tuan " Ucap Seno
" Sebentar Saya turun menemui mereka dulu" Pamit Nathan mengusap wajah Aira yang mengangguk.
Aira menggeleng dan kembali berjalan menuju kamar, namun dia melihat Santi yang terus menatap suaminya tanpa berkedip.
Itu Santi liat Nathan kenapa seperti itu, dan aku ngerasa jika dia pun tidak menyukai ku. gumam Aira terus menatap Santi.
______
Aira duduk menatap Nathan yang tengah bersiap,,
Nathan menatap dan berjalan mendekat,,
" Hei,, "
" Ah ya Mas " Ucap Aira tanpa sadar membuat Nathan mengernyit.
" Kamu Panggil Saya apa tadi "
Nathan menatap Aira,,
" Maaf Bu-
" Ulang lagi sayang, Aku senang mendengar nya" Potong Nathan membuat Aira terdiam dan kemudian tersenyum.
" Mas Nathan " Ucap lirih Aira yang langsung memalingkan wajahnya malu sementara Nathan malah langsung menarik Aira dan memeluk nya erat.
" Aku sangat senang Sayang kamu panggil aku dengan sebutan itu" Ucap Nathan yang masih memeluk Aira.
Aira mengangguk dan memeluk erat suami tampannya.
Aira sebelum nya sudah memikirkan semua itu, tidak mungkin dia terus memanggil Nathan saja sementara mereka sudah menikah.
Perasaan nya pun sudah berbeda, dia sudah mulai jatuh cinta dengan suaminya.
Nathan melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Aira yang masih menyunggingkan senyuman nya.
Aira nampak mendongak karena Nathan yang lebih tinggi darinya.
Hingga wajah mereka semakin dekat, hembusan napas keduanya saling bertemu dan terasa pada kulit wajah.
Hingga Aira memejamkan matanya, saat sentuhan hangat menyentuh bibirnya.
Aira merasakan hangatnya sentuhan Nathan yang begitu lembut, membuat Aira melayang.
__ADS_1
Cukup lama mereka saling berciuman hingga Nathan melepaskannya dan mengusap lembut bibir Aira yang tampak basah olehnya.
Aira tersenyum dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Suami nya.
" I love you Aira Nadia " Ucap Nathan membuat Aira tersenyum dan semakin erat memeluk nya.
" I Love you Mas Nathan " Ucap Aira.
Nathan tersenyum dan memeluk tubuh mungil istrinya.
Pintu kamar yang sedikit terbuka membuat seseorang melihat adegan panas dari dalam kamar,,
Santi berdiri mematung menatap nya, tangannya mengepal kuat dengan hati yang sangat sesak dan pedih.
Matanya terlihat merah menahan marah,,
____
Aira membantu suaminya memakai Dasi seperti biasanya, Nathan selalu tersenyum menatap wajah Aira.
Hari ini Aira tidak ada kelas hingga dia terlihat bersiap.
" Selesai" Ucap Aira saat Dasi yang melekat di leher suaminya.
Nathan tersenyum dan menatap nya di depan Cermin,,
" Terima kasih Sayang " Ucapnya dan Aira mengangguk.
derrt..derrt,, derrt,,
Nathan menoleh saat mendengar ponsel berdering, dia berjalan mengambil nya.
" Ada Apa Boy " Ucap Natha setelah menggeser tombol hijau dalam Ponsel nya.
" Selamat pagi Tuan, Semua perintah Tuan sudah saya lakukan dan hari ini semua Karyawan sudah berkumpul di ruang Meeting "
" Saya segera ke sana sekarang."
" Baik Tuan"
Nathan menyimpan kembali Ponselnya di balik Jas hitamnya dan berjalan menghampiri Aira yang masih menyisir rambut panjangnya.
" Sayang,, hari ini Kamu tidak ada kelas bukan?"
Aira mengangguk dengan menatap suaminya dari pantulan cermin.
" Bersiaplah,, Aku akan membawa kamu ke Perusahaan."
" Loh kok tumben, Ada Apa ?" Heran Aira membalikan tubuhnya.
" Bukannya kemarin kamu ingin melihat Perusahaan. "
" Eum,, Memangnya Mas tidak sibuk nanti aku ganggu lagi jika ikut ."
Nathan tersenyum dan menggeleng,,
" Tidak akan Sayang, Malah sebaliknya Aku akan senang dan semangat bekerja nya karena ada istri aku ini yang menemani"
Nathan menarik hidung mancung Aira gemas,,
" Iya aku mau "
Aira tampak senang,,
Bak seorang anak yang di turuti permintaan nya Aira terlihat begitu senang.
" Aku ganti baju sebentar " Ucapnya berlari mengambil pakaian dan menuju ruang ganti.
Nathan menggeleng seraya tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.
__ADS_1