
Santi mencoba Kabur lewat pintu belakang, seperti seorang maling dia mengendap endap.
" Woi,, Berhenti" Teriak mereka saat Melihat nya
Santi menoleh dan langsung berlari,,
" Kejar Dia "
berbeda orang mengejarnya, Santi yang terus berlari mencoba untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran mereka.
Sialan,, mereka terus mengejar lagi,,
Gue harus segera melarikan Diri, Hendra masih bisa selamat dan gue tidak mau mereka tangkap.
Dengan terus menyusuri jalanan setapak, Santi terus berlari namun naas dia tidak melihat jika ada motor yang melaju.
Brakkk..
Santi tertabrak bahkan tubuhnya terus berguling, sementara salah seorang menoleh pengendara motor yang juga terjatuh, dan yang lain membantu Santi yang tergeletak dengan luka di kepalanya.
" Bagaimana ini "
" Kita bawa ke rumah sakit dan langsung hubungi Bos "
Mereka membopong tubuh Santi menuju mobil,
Luka yang cukup parah membuatnya tidak sadar.
_____
Nathan bersama Aira yang sedang menikmati keindahan pagi, namun ponselnya berdering dan terlihat Bos menghubungi nya.
" Halo "
" Maaf Tuan, Saya ingin melaporkan jika Santi sudah berhasil di temukan namun,-
Ucapan Boy terhenti membuat Nathan menautkan alisnya.
" Namun ,, ?
" Santi mencoba melarikan Diri dan dia tertangkap motor yang melaju cepat, namun anak buah saya sudah membawanya ke Rumah Sakit."
" Saya ke sana sekarang."
Aira yang berada di samping suaminya pun bingung,,
" Ada Apa Mas " Ucap Aira dan Nathan menghela napasnya.
" Santi sudah tertangkap tapi dia tertabrak motor dan sekarang di rumah sakit."
" Astaga,, Bagaimana kondisi nya sekarang."
" Belum tau Sayang, Aku ke Rumah Sakit dulu."
" Aku ikut Mas " Cegah Aira menahan tangan Nathan dan mengangguk..
Nathan mengandeng tangan Aira menuju mobil, mereka segera menuju Rumah Sakit.
Di rumah Sakit,,
Penjagaan ketat benar benar terlihat di dalam Rumah Sakit terutama di mana Santi sedang di periksa.
Mereka tidak akan membiarkan nya kembali kabur.
" Tuan,, Nyonya " Ucap Boy saat melihat bos mereka datang
" Bagaimana dia "
" Dokter masih memeriksa nya di dalam Tuan "
__ADS_1
Nathan mengangguk,,
Dia tidak menyangka jika Santi berani menjadi mata mata di Rumah nya.
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat Dokter yang tampak bingung Karena banyak orang di luar.
Siapa sebenarnya wanita yang baru saja dia periksa apa dia adalah seorang penjahat atau malah orang penting.
" Bagaimana keadaan nya Dok " Ucap Boy
Dokter menoleh dan tersenyum,,
" Tidak ada Luka parah dan serius, Beberapa hari di rawat dan pasien bisa pulang."
" Apa boleh kami masuk."
" Silahkan "
Nathan berjalan masuk bersama Aira Juga Boy, di lihatnya Santi yang terbaring dengan luka di kepalanya.
" Tu- Tuan " Ucap gugup Santi saat mendapati Nathan masuk dengan tatapan tajam ke arahnya sementara Aira tampak biasa, dia tau apa yang sudah Santi lakukan.
" Saya tidak menyangka kamu bisa melakukan semua itu, Jadi selama ini Kamu Bekerja sama dengan Hendra. " Tegas Nathan membuat Santi hanya bisa diam.
Aira mengusap lengan suaminya,,
" Ma'af Tuan ,, Saya benar benar Khilaf tolong maafkan saya "
Nathan menggeleng,,
Jika orang di hadapan ini bukan seorang wanita, entah apa yang bakal dia lakukan.
" Mas,, tenang " Ucap Lembut Aira.
" Semua ini gara gara wanita itu " Santi menunjuk Aira dengan tatapan penuh emosi. Jika dia tidak ada saya tidak akan seperti ini."
" Mas ,, Biar aku yang bicara dengan Santi,, " Ucap Aira
" Tapi Sayang dia bahaya,, "
Aira tersenyum dan mengangguk..
Dia berjalan menghampiri Santi yang tampak terus menatap nya tajam,,
" Jika Saya tidak datang ke Mention, memangnya apa yang akan kamu lakukan di sana. Tetap menjadi seorang pelayan bukan atau kamu berniat untuk masuk ke dalam kamar Tuan kamu."
" Kamu,- Aw.. " Rintih Santi merasakan sakit di bagian kepala.
" Atau Kamu sebenarnya menyukai Tuan kamu sendiri." Lanjut Aira membuat Nathan heran.
" Sayang,, " Ucap Nathan menghampiri Aira dan menatapnya..
Aira tersenyum,,
" Memang benar, siapa wanita yang tidak menyukai Laki laki seperti Nathan, Dia tampan, Sukses di bisnis nya, Pengusaha.. Tapi Siapa yang bisa mengubah takdir Tuhan, Saya tau kamu hanya cemburu dengan Saya karena bisa menjadi istri Nathan laki laki yang banyak di cintai kaum Hawa."
" Kamu benar Aira,, Saya memang mencintai Tuan dan Karena kamu saya tidak bisa memiliki nya." Ucap Santi.
Nathan menatap Santi,,
Bukan rasa iba ataupun senang dengan pengakuan Santi namun dia semakin emosi melihat nya.
" Sayang kita keluar, Aku sudah sangat muak melihat nya .. Boy kamu urus dia " Ucap Nathan mengandeng tangan Aira keluar.
" Tuan,, Tunggu saya minta Maaf saya khilaf." Ucap Santi berusaha bangun namun dia merintih kesakitan.
" Santi,, Sebaiknya kamu tidak banyak bergerak." Ucap Boy
__ADS_1
" Pergi kamu,, "
" Tidak Usah sombong,, Karena Nasib kamu akan seperti Hendra berada di dalam sel " Ucap Boy tegas dan meninggalkannya..
Santi terus berteriak namun Boy tetap keluar dan menutup Pintunya,,
Anak buahnya sudah menemukan Hendra dan sudah membawanya ke Kantor Polisi.
Sementara Santi akan segera menyusulnya, mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan.
*****
Nathan melajukan mobilnya namun dia terus diam, sementara Aira menatapnya heran.
Apa yang di pikirkan suaminya,apa dia sudah melakukan sesuatu yang salah.
" Mas "
" Hem "
" Kamu kenapa diam sih, Apa Aku salah ?"
Nathan menghelat napasnya dan menepikan mobilnya,,
" Kenapa tadi kamu bicara seperti itu "
" Bicara Apa sih Mas, Santi ?"
" Sayang,, Aku hanya mencintai kamu, dan cuma kamu yang aku sayang dan kenapa kamu bicara seperti itu, maksud kamu apa "
Aira tersenyum,,
Jadi karena ini suaminya diam,,
" Aku tau,, Tapi aku sengaja bicara seperti itu tadi, Aku sengaja mancing Santi untuk bicara yang sebenarnya."
" Tapi tadi bahaya Sayang, jika tadi Santi mencelakai kamu bagaimana."
" Ada Mas juga Boy di sana bukan ?, Aku tau Mas tidak akan biarin aku Celaka."
Nathan memeluk Aira,,
" Jangan pernah melakukan hal bodoh seperti itu lagi, Aku tidak akan pernah memaafkan diri aku jika kamu terluka."
Aira mengangguk,,
Padahal dia hanya bernegosiasi dengan Santi, namun Nathan terlihat sangat ketakutan jika dia terluka.
Aira melepaskan nya,,
Menatap wajah suaminya..
Cup,,
Aira mengecup singkat bibir Nathan,, Pertama Kalinya dia berinisial mencium lebih dulu.
" Sayang " Kaget Nathan namun Aira memalingkan wajahnya karena malu.
" Coba sekali lagi " Goda Nathan namun Aira menggeleng tanpa menatapnya..
" Sayang,, "
" Tidak Aku Malu Mas " Ucap Aira menutup wajahnya namun Nathan menarik tangan Aira hingga menatapnya.
Aira melihat tatapan Nathan kepada nya, jantung nya berdetak cepat bahkan walau mereka sudah sering dengan posisi seperti itu namun dia tetap saja merasa gugup.
" Lakukan sekali Lagi untuk ku " Ucap Nathan.
Aira terdiam namun dia menatap sorot Mata Nathan , entah dorongan dari mana membuat Aira mengangguk dan semakin mendekat.
__ADS_1
Nathan membiarkan istrinya untuk melakukan nya, hingga kedua bibir mereka menyatu.
terlihat Aira memejamkan matanya membuat Nathan inisiatif untuk menahan tengkuk Aira dan menciumnya lebih dalam.