
Keesokan Harinya,,
Aira sudah bersiap untuk ke Cafe karena harus berpamitan dengan Adi jika dirinya tidak lagi bekerja.
Aira membuka pintu Kamar nya, dan ternyata Nathan pun baru keluar.
" Selamat Pagi " Sapa Aira tersenyum membuat Nathan berjalan menghampiri.
" Pagi " Ucapnya mengusap pucuk rambut Aira.
Selalu saja Nathan melakukan hal seperti itu, seakan Aira adik kecil nya.
" Kita Sarapan dan setelah itu saya antar kamu ke Cafe."
" Eum "
Aira mengangguk dan mereka berjalan turun, lagi dan Lagi mereka berpapasan dengan Santi yang baru saja membersihkan lantai atas.
Santi menatap Aira dengan tatapan benci,,
seharusnya saya yang berada di samping Tuan Nathan dan bukan wanita itu.
dia pasti sengaja mendekati Tuan untuk mengambil hartanya saja.
dasar wanita jama sekarang, beraninya langsung bermain main tanpa memikirkan masa depan.
" Selamat Pagi Tuan , Nona " Sapa Seno
" Pagi Pak Seno "
Aira selalu saja menampilkan senyuman manisnya membuat semua senang dengan sikap ramah Aira.
Mereka duduk di kursi dengan Aira yang kembali mengambilkan sarapan untuk Nathan seperti saat mereka makan malam kemarin.
" Kenapa tidak makan Nasi " Ucap Nathan saat melihat Aira hanya mengambil roti.
" Tapi aku pengin Roti,, "
Nathan mengangguk dan kembali menikmati sarapan nya, sementara Aira tersenyum dan mengolesi selain strawberry.
___
Melisa sudah bersiap,
Dia akan menemui Aira hari ini, dia akan meminta Aira untuk kembali ke rumah nya dan mau menikah dengan Hendra.
Bagaimana pun dia tidak mau hidup menderita, hidup di jalanan hidup miskin.
untuk membayangkan nya saja dia sudah tidak sanggup apa lagi harus menjalani nya.
" Mama mau kemana sudah rapi pagi-pagi" Ucap Anggita
" Ketemu Aira ,,"
" Lah mau ngapain Ma, Lagian juga buang buang waktu deh, mending kita jalan yuk Ma bosen Gita kuliah terus."
" Sayang,, Untuk sekarang Mama gak bisa lain kali saja Ya , Mama jalan dulu " Ucap Melisa yang langsung berjalan keluar membuat Anggita menatapnya bingung.
Biasanya Melisa akan selalu semangat jika sudah di ajak shopping dan tidak seperti sekarang.
Anggita mengambil tasnya dan berjalan keluar, masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju Kampus nya.
Aira sampai lah di depan Cafe ,
__ADS_1
Sudah terlihat Adi di sana yang sedang bersih bersih,,
" Makasih sudah mengantar aku " Ucap Aira dan Nathan mengangguk.
" Langsung telp Saya jika mereka kembali mengganggu kamu "
" Iya,, Hati hati di jalan bye "
Nathan tersenyum dan menatap Aira yang berjalan menuju Cafe..
namun dia tidak melakukan mobilnya melainkan dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Jaga dia dan Hubungi Saya jika terjadi sesuatu " Ucap Nathan saat panggilan telpon nya tersambung
Setelah memastikan Aira masuk Cafe, Nathan baru lah melajukan mobilnya.
Dia sudah meminta beberapa orang untuk menjaga Aira tanpa sepengetahuan Aira sendiri.
" Kak Adi" Ucap Aira membuat Adi menoleh.
Aira berjalan menghampiri, terlihat wajah Adi yang berbeda.
Adi terlihat lebih diam dari biasanya,,
" Maaf ya Kak, kemarin aku pergi begitu saja tanpa pamit lebih dulu."
Adi mengangguk,,
" Gapapa Ra,, "
" Oya Ka, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan Kaka, Apa bisa kita bicara sebentar."
Adi mengangguk,,
Aira mengikuti Adi yang berjalan ke salah satu kursi, mereka duduk di sana.
" Jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan Aku Ra "
" Sebelum nya Aku berterima kasih karena Kaka sudah selalu membantu aku selama ini, menerima aku kerja di Cafe tapi Aku minta Maaf karena tidak bisa kembali bekerja mulai besok karena aku akan kembali kuliah melanjutkan kuliah yang dulu pernah aku tinggalkan."
" Maksud kamu, Kamu keluar kerja ..
kenapa Ra, kamu bisa kok kerja setelah pulang kuliah atau karena kamu akan menikah dengan Nathan."
" Kakak tau dari mana soal pernikahan itu, "
Adi menatap jalanan,,
Dia sudah berpikir jika Aira mungkin bukan jodohnya dan semua sudah di takdir kan oleh Tuhan.
sekarang dia hanya bisa berusaha menerima semuanya termasuk melepaskan Aira yang sudah mau menikah dengan laki laki lain.
Berat namun dia harus bisa berusaha melupakan nya. dan mungkin dengan Aira tidak lagi bekerja di Cafe bisa sedikit membantunya melupakan Aira.
Adi menatap Aira dan tersenyum,,
" Aku mendengar semuanya kemari saat Nathan bicara akan menikahi kamu."
Aira menatap Adi,
Dia tidak enak hati dengannya, Dia baru saja menolak perasaannya namun kini malah dia akan menikah dengan laki laki lain.
" Maaf Kak,, Sebenarnya,-
__ADS_1
" Sudah gapapa Ra, Aku lihat Nathan laki laki yang baik, dia peduli juga selalu melindungi kamu, Aku bisa lega jika kamu bersama nya paling tidak Kamu tidak akan lagi bersedih atau kembali di ganggu oleh Paman juga Bibi kamu."
Aira terdiam,,
Apa dia sudah sangat jahat hingga membuat Adi seperti ini, dia tau sebenarnya Adi terluka tapi dia berusaha tegar di hadapannya.
" Oya, Kamu jadi akan kembali kuliah kapan kamu akan aktif Ra ?"
" Besok, "
Adi mengangguk,,
" Apa semua karena Nathan, ?"
" Iya, Nathan kembali meminta aku kuliah dan sebenarnya dia tidak menuntut aku untuk mengikuti semua yang dia mau, dia masih membebaskan aku untuk melakukan apa pun semau aku."
Adi terus menatap Aira yang tampak bahagia menceritakan Bagaimana Nathan,,
Aku ikut bahagia melihat kamu bahagia Ra,
Aku bakal dukung apapun yang membuat Kamu bahagia walau aku harus memendam perasaan ini.
membuangnya sejauh mungkin.
" Terus kapan kalian akan menikah "
" Beberapa hari lagi, Nathan sudah menyiapkan semuanya."
Adi kembali mengangguk,,
" Aku harap kamu bahagia bersama Nathan "
" Eum,, Makasih Ka..
Oya hari ini aku bantu lagi di Cafe, lagian aku baru akan kuliah besok. "
" Ya Sudah terserah kamu. "
Aira mengangguk dan masuk ke dalam Cafe, dia akan bekerja sehari ini sebelum dirinya benar benar keluar kerja.
Adi terus menatap Aira,,
Nampak jelas wajah kebahagiaan di wajahnya.
Nathan memang telah sukses membuat Aira bahagia.
____
Sementara Nathan sampai di Perusahaan,,
Dia langsung menuju Ruangannya dan di sibukkan dengan berkas berkas yang sudah menumpuk.
Banyak berkas yang harus dia tanda tangan i, proposal kerja sama dari perusahaan lain pun terlihat di sana.
Boy yang juga berada di sana tak kalah sibuk, dia pun sama menatap berkas yang berisi beberapa proposal dari beberapa perusahaan belum lagi Laporan dari perusahaan nya di luar negeri.
" Bagaimana dengan semua Persiapan perniakan saya "
Boy menghentikan kerjanya dan menatap Bosnya,,
" semua sudah beres Tuan, berkas Nona Aira pun sudah masuk ke Kantor Catatan Sipil, Dan untuk kuliah Nona Aira bisa langsung kembali kuliah besok semua sudah di urus."
Nathan mengangguk,,
__ADS_1
dan mereka kembali dengan pekerjaan masing masing.