
Nathan benar benar terus menemani Aira di Rumah Sakit, bahkan dia sama sekali tidak pergi ke Kantor dan hanya Boy lah yang datang untuk memberikan berkas yang perlu dia tandatangani.
banyak Meeting bersama Klien yang dia tunda.
Aira merasa tidak enak dengan keadaan ini, tubuhnya pun sudah mulai membaik walau masih sering merasa pusing namun Aira bukan gadis yang manja, dia sudah hidup keras semenjak kepergian orang tuanya.
" Tuan,, "
" Emm "
" Apa tidak sebaiknya Anda pergi ke kantor, Saya sudah baik baik saja dan bahkan saya sudah bosan berasa di sini"
Nathan menghentikan pekerjaannya dan menatap Aira yang seperti sedang memelas kepadanya.
" Saya mohon, atau paling tidak Anda bisa ke kantor dan Saya tidak kenapa jika sendiri di sini."
" Kenapa kamu begitu keras kepala, Dokter baru saja bilang jika kamu masih butuh banyak istirahat."
Aira menghela napasnya,,
benar benar laki laki di hadapannya ini sangat aneh.
Nathan melirik dimana Aira malah membuang wajahnya, menatap jendela.
Dia pun kembali menatap Laptop yang Boy sengaja bawakan untuknya.
Sementara di Perusahaan,,
Bratama terus berpikir, kenapa Nathan bersikap begitu baik dengan Aira bahkan bisa di bilang melindungi nya.
Selama ini, Aira tidak terlihat mengenal dengan laki laki lain di luar dan hanya Adi lah yang dia tau lantas bagaimana dengan Nathan, Pengusaha muda sukses.
Tok,,
tok,,
tok,,
" Permisi Tuan,, Ini berkas yang harus Anda tangani " Ucap salah seorang Asisten Bratama.
Bratama mengangguk dan menatap berkas yang tidak lain dari Perusahaan Pratama.
" Perusahaan Pratama ?" Ucap Bratama kaget dan segera membacanya.
Sebuah Kontrak Kerja sama mereka dan bahkan dari Pihak Nathan malah memutuskan Kerjasamanya mereka secara sepihak.
Brakk.!!
" Apa Maksud mereka memutuskan Kerjasama ini."
" Maaf Tuan, Dari pihak mereka tidak menjelaskan alasannya."
Bratama langsung beranjak,,
Tidak habis pikir, selama ini hubungan mereka begitu baik bahkan dia sendiri mempunyai niatan untuk mendekatkan Nathan dengan Putrinya Anggita.
Bukan tanpa sebab, Nathan yang sangat tampan dan di gila i banyak wanita juga bisnisnya yang sangat sukses membuat siapa saja Ingin menjadikan nya menantu.
Dalam perjalanan tidak henti hentinya Bratama mengumpat, sesekali dia hampir menabrak pengendara lain.
__ADS_1
Hingga sampailah di Rumah Sakit,
Tanpa menunggu lama dia segera naik menuju ruang dimana Aira di rawat karena sudah pasti Nathan berada di sana.
" Tuan Bratama " Panggil Boy yang juga berada di sana.
" Dimana Nathan, Saya perlu bicara dengannya "
" Maaf ,, Tapi Tuan Nathan tidak bisa di ganggu saat ini."
" Panggil atau Saya masuk"
" Ada Apa Anda ingin menemui Saya " Ucap Nathan yang sudah berdiri di depan pintu.
Bratama menatapnya.
" Saya perlu bicara dengan Anda "
Nathan menatap ke dalam, dimana Aira yang sedang tidur .
dia tidak mau mengganggunya.
" Kita bicara di sana." Ajak Nathan berjalan menjauh.
" Apa maksud Anda memutuskan Kerjasama kita, bukannya semua sesuai yang Anda inginkan bahkan kami telah merevisi semuanya."
Nathan menghela napasnya,,
" Saya sudah mengeluarkan banyak biaya dan dalam hal ini saya sudah sangat di rugikan."
Nathan tersenyum dan menggeleng..
" Jadi karena hal ini Anda menemui Saya"
" Silahkan saja ,tapi Saya pun bisa menuntut balik Anda karena sudah menelantarkan keponakan Anda sendiri bahkan menyiksanya, menyuruhnya bekerja demi untuk memuaskan keinginan Anda, Istri juga Anak Anda."
Deg..
Bratama terdiam,, dari mana Nathan tau semuanya.
Apa Aira sudah menceritakan semuanya.
" Kenapa Anda Diam, bukannya Anda datang dengan sangat berani?
Tuan Bratama, Anda tau saya paling sangat tidak menyukai orang yang tidak menghargai keluarga nya."
Nathan berjalan meninggalkan Bratama yang masih berdiri mematung.
Sementara Boy pun mengikuti Nathan.
Sial,,
Nathan tau semua itu pasti dari Aira..
Semua ini tidak bisa di diamkan, Mereka harus mengganti rugi semuanya.
Bratama berjalan pergi.
Aira yang sudah bangun pun terlihat duduk dengan kaki yang menyila.
__ADS_1
Dia menoleh saat mendengar suara pintu kamar terbuka dan terlihat Nathan lah yang masuk dan berjalan mendekat.
" Kenapa bangun ?" Ucapnya dengan wajah datarnya.
" Saya akan terus pusing jika terus tidur " Kesal Aira.
Nathan tidak menjawab dan hanya kembali menatap berkas di hadapannya membuat Aira semakin kesal dengan sikap dan tingkah seenaknya Nathan.
Hari semakin senja dan malam pun tiba,,
Nathan masih berada di sana dengan masih menatap Laptopnya membuat Aira sangat kesal.
Kruyukk..
Aira membulatkan matanya menyadari jika Perutnya bunyi, di saat seperti ini kenapa perut nya tidak bisa di ajak kerjasama.
Nathan yang juga mendengarnya, dia meliriknya Aira yang tampak menutup wajahnya karena malu.
" Saya Pesan makanan, kamu tunggu sebentar" Ucap Nathan menutup Laptopnya dan beranjak.
Astaga Aira..
bodoh banget sih, Malu banget kan..
Kenapa juga cacing perut gak bisa diajak kerjasama.
jadi malu aku.
Aira terus mengumpat i dirinya karena kebodohannya,,
Nathan yang berjalan keluar pun hanya bisa menuju Kantin Rumah Sakit.
Boy sudah pulang sedari sore,, Dan dia tidak mungkin memintanya kembali hanya karena sebuah makanan.
Pemandangan yang sungguh membuat kagum banyak suster bahkan orang orang yang berada di sana dengan kedatangan laki laki tampan pemilik Rumah Sakit.
" Se- selamat Malam Tuan " Gugup salah seorang Suster yang berpapasan dengannya.
Bukan hanya karena Nathan pemilik Rumah Sakit, namun juga karena ketampanannya yang membuat Semua menatapnya kagum.
tubuh putih tinggi atletis, Mata hitam tajam bahkan hidung mancungnya sungguh ciptaan Tuhan paling sempurna.
Nathan hanya mengangguk dan memesan makanan yang cukup sehat.
Dia kembali keluar untuk membawanya kembali ke kamar .
Beberapa suster merasa iri dengan Aira yang terus di temani Nathan, bahkan Nathan sama sekali tidak meninggalkannya dari pertama Aira masuk.
"Astaga Tuan Nathan sangat tampan,
begitu bahagia nya Nona yang bersama Tuan, Selama dia di rawat sama sekali Tuan tidak pernah meninggalkan nya."
" Benar,, Selama kepergian Nona Jessica juga Nyonya Tuan sama sekali tidak pernah datang di Rumah Sakit namun sekarang, karena seorang gadis dia kembali datang."
" Andai saja aku yang berada di posisi gadis itu, sungguh sangat bahagianya."
" Apa Tuan sudah menemukan pengganti Nona Jessica, tapi jika di pikir pikir, gadis itu sangat mirip dengan Nona Jessica."
Beberapa Suster terus menggosipkan pemilik Rumah Sakit dengan Aira.
__ADS_1
Kecantikan Aira memang sangat mirip dengan mendiang Tunangan Nathan.
Bahkan salah seorang dokter yang menangani Aira pun sempat kaget dengan gadis yang di lihatnya, mereka mengira jika Aira adalah Jessica yang hidup kembali.