Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 112


__ADS_3

Melisa bersyukur karena Anggita kembali pulang bahkan bukan hanya itu, namun Anggita yang sudah berubah.


Sikap Anggita sudah tidak lagi seenaknya saja, kini Anggita lebih lembut dan sabar.


" Sayang,, Kamu sudah bangun Nak " Ucap Melisa saat melihat Anggita yang sudah berada di dapur dan sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


" Iya Ma, " Ucap Gita tersenyum.


" Kamu masak apa Sayang "


" Nasi goreng Ma, sekarang Mama tunggu di kursi dulu ya biar Gita yang siapin Sarapan untuk kita pagi ini."


Melisa mengangguk dan duduk dengan menatap Anggita yang sedang memasak di sana.


Beberapa menit akhirnya dua piring Nasi goreng terlihat di tangan Anggita.


" Makan dulu Ma, tapi Maaf ya Gita cuma bisa masak Nasi goreng saja "


Melisa tersenyum dan mengusap wajah Putri nya.


" Gapapa Sayang,, Ini kelihatan sangat enak apa. Mama boleh makan Sekarang."


" Boleh Dong Ma, tapi Mama jawab jujur ya gimana rasanya."


Melisa mengangguk dan menyendok nya,,


suapan pertama membuat Anggita tampak penasaran bagaimana rasanya.


" Ma "


Melisa terdiam beberapa detik namun akhir nya tersenyum dan mengangguk.


" Ini Enak Sayang, Hanya saja terlalu pedas "


" Bener Ma, Ya Udah Mama jangan makan ya atau Gita mau buatin lagi yang gak pedas."


" Jangan Sayang, Mama makan ini saja ya."


" Tapi Ma,-


" Gapapa Mama juga kan suka pedas"


Anggita tersenyum dan menatap Melisa yang terus menikmati nya.


Maafin Gita Ma karena selama ini hanya bisa membuat Papa juga Mama sedih.


Sikap Gita yang seperti anak kecil sudah sangat merepotkan Kalian.


Tapi Gita janji akan menebus semua nya.


Gita akan membuat Mama bahagia juga Papa bahagia di Surga sana.


Anggita tersenyum dan menikmati nya,,


********


Sementara di tempat lain,,


Aira terus meringis saat merasakan gerakan anak dalam perutnya yang semakin aktif bahkan sesekali membuat Nathan merasa khawatir.


" Ugh,, " Rintih Aira membuat Nathan langsung menoleh.


" Sayang,, Kenapa "


Aira menggeleng dengan mata terpejam, Dia tidak mau membuat suaminya khawatir karena Nathan pasti akan langsung mengajaknya ke Rumah Sakit padahal Usia Kandungan nya belum akan melahirkan.


" Gapapa Mas,, " Ucap Aira tersenyum.


Nathan mengusap wajah cantik Aira,,


Rasanya jika bisa di gantikan, Akan sangat bersedia dia mengganti semua yang di rasakan Aira selama ini.


Di kehamilan muda nya, Aira yang sering mual mual hingga tidak makan sama sekali, Hingga kini dia harus menanggung perut besar nya bahkan membuat kakinya sering bengkak.

__ADS_1


" Maafin aku Sayang " Ucapnya sendu membuat Aira bingung.


" Jika semua bisa aku gantikan, Aku tidak tega melihat kamu seperti ini "


Aira menggeleng,,


" Mas Nathan,,


Mana Ada laki laki hamil, lagian sudah menjadi kodrat perempuan hamil Mas. Lagian aku menikmatinya "


Nathan terdiam dan menarik Aira dalam dekapan nya,


Menumpahkan semua rasa kasih dan sayangnya.


Aira sendiri merasa begitu bahagia menjadi bagian dalam kehidupan Nathan.


" Makasih ya Mas selalu ada buat aku dan juga selalu mengurus aku selama ini "


Nathan mengangguk dan tangannya mengusap bibir tipis Aira.


Wajahnya mendekat membuat Aira memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut suaminya.


______


Anggita bersama Melisa berada di makam Bratama.


Anggita sangat ingin berdoa di depan makam Ayahnya.


" Papa,,


Maafin Gita Pa, Selama ini Gita sudah sangat menyusahkan Papa, Gita banyak salah sama Papa, Papa seperti ini karena Gita hingga akhirnya Papa pergi ninggalin Gita dan Mama "


Melisa terus mengusap bahu Putrinya,,


Dia sangat tau bagaimana perasaan Anggita saat ini, Anggita terlihat begitu menyesali semua perbuatan di masa lalunya.


" Gita,, Sudah sayang ..


Jangan terus menyalahkan diri kamu sendiri. Semua bukan salah kamu, semua ini sudah takdir Tuhan "


" Seharusnya Gita tidak seperti ini, seharusnya Gita bersikap baik. Seharusnya Papa masih bersama kita berkumpul tapi karena Gita kita bahkan hidup menderita, Papa Sakit hingga akhirnya meninggal"


Melisa pun tidak kuasa menahan air matanya,,


Air matanya menetes deras melihat Anggita yang begitu pilu menyalahkan dirinya.


" Sayang "


Melisa memeluk Anggita erat di depan pusaran makam Bratama.


Jika saja Bratama masih hidup sudah pasti akan sangat bahagia melihat Anggita yang sudah sadar akan kesalahannya selama ini dan mereka akan hidup bahagia seperti sebelumnya.


Hari semakin sore,,


Melisa pun akhirnya mengajak Anggita pulang,,


" Ma,, "


" Ya Sayang "


" Gita mau ketemu Aira Ma,, "


" Aira,, "


" Mama mau kan temani Gita ke rumah Aira sekarang "


" Iya Sayang " Ucap Melisa tersenyum dan mengusap wajah Putri nya.


Mereka pun masuk ke dalam Angkutan umum untuk ke rumah Aira.


Aira sendiri sedang menikmati buah yang memang sudah di sediakan untuknya bersama Nathan yang selalu setia menemani nya.


" Mas Nathan gak mau , Ini manis Loh Mas "

__ADS_1


Nathan menggeleng,,


" Buat kamu Sayang,, Karena kamu dan Anak kita butuh vitamin juga nutrisi "


Aira tersenyum dan terus menikmati nya,,


Nathan bergeser duduk mendekat,, tangannya terangkat mengusap ujung bibir Aira yang tersisa potongan buah.


Aira terdiam dengan sikap suaminya, bahkan Wajah Nathan semakin mendekat.


Matanya membulat saat Nathan malah mengecup bibirnya.


" Mas Nathan " Ucap Aira memalingkan wajahnya .


Nathan tersenyum,,


" Ini yang manis sayang "


Aira tersenyum dengan wajah yang merona, bukan hanya sikap bahkan ucapan Nathan yang selalu membuat nya melayang.


" Permisi Tuan Nyonya " Ucap Seno


" Ya ,, "


" Di luar ada Nyonya Melisa juga Nona Anggita, mereka ingin bertemu Nyonya Aira "


" Bibi , Melisa ,, Dimana mereka Pak Seno "


" Mereka masih berada di luar Nyonya "


" Mas,, Boleh kan mereka masuk " Ucap Aira dan Nathan mengangguk.


" Suruh mereka masuk " Titah Nathan


" Baik Tuan "


Seno berjalan pergi dan kembali bersama Melisa juga Anggita.


" Assalamualaikum Aira " Ucap Melisa.


" Wa'alaikusalam"


Nathan Langsung membantu Aira bangun karena perut Aira yang begitu besar.


Matanya menatap Melisa juga Anggita, namun Sorot mata Anggita terlihat berbeda, matanya berkaca-kaca.


" Ra,, Maafin Gue "


Aira kaget saat Anggita langsung berlutut dan meminta Maaf kepada nya.


" Gita,, Gita bangun "


Aira mengusap bahu Tangan Anggita untuk berdiri.


" Maafin gue Ra,


Gue banyak salah sama Lo selama ini,, Lo banyak menderita karena Gue " Ucap Anggita dengan air mata yang mulai menetes di wajahnya.


Aira menggeleng dan mengusap wajah Anggita,


Menata nanar keadaan Anggita sekarang, tubuhnya sangat kurus.


" Aku sudah maafin kamu Dari dulu karena kita saudara. Semua bukan salah Lo Git, Semua sudah takdir "


Anggita terdiam dan langsung memeluk Aira erat dengan terus mengusap kata maaf dalam bibirnya.


Anggita benar benar sudah menyadari akan kesalahannya selama ini.


Melisa mengusap bahu mereka, Air matanya kembali ikut menetes di wajahnya sementara Nathan masih berada di sana dengan terus menatap mereka.


Ini salah satu alasan kenapa aku begitu bersyukur memiliki kamu Sayang,,


Hati kamu begitu lembut, Sejahat apapun orang yang sudah berbuat kepada kamu , kamu akan memaafkannya.

__ADS_1


Kamu benar benar bidadari sayang ..


__ADS_2