Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 20


__ADS_3

Bratama sudah berada di sebuah Restoran tempat dimana Nathan menghubungi nya untuk mengajak bertemu.


Nathan sudah tau apa yang terjadi hingga membuat Aira bertingkah seperti semalam,,


Baik Boy Ataupun Seno,,


selalu bisa Nathan andalkan, mereka akan bekerja cepat sesuai dengan perintah Bosnya dan semua hasil yang mereka dapatkan benar benar fakta atas apa yang memang telah terjadi.


Nathan datang sendiri tidak bersama Boy seperti biasanya.


" Selamat datang Tuan,, " Ucap Salah seorang Pelayan


" Apa mereka sudah datang."


" Sudah Tuan, mereka sudah berada di ruang VVIP"


Nathan mengangguk dan berjalan menuju dimana dia sudah memesannya.


" Selamat Datang Tuan Nathan, Senang sekali kita bisa kembali bertemu " Ucap Bratama yang langsung beranjak dan mengulurkan tangannya.


Bratama sendiri merasa sangat senang karena Nathan mengajaknya bertemu.


Sudah pasti karena Nathan akan kembali mengajaknya kerja sama.


" Terima Kasih, Silahkan Duduk "


Nathan duduk di salah satu Kursi sementara Bratama pun mengikuti nya dengan satu Asisten.


" Saya sangat senang dan tersanjung Anda mengundang kami Tuan, Bagaimana keadaan keponakan Saya, Saya mendengar jik Aira sudah keluar rumah sakit dan dimana sekarang dia tinggal kami pun tidak tau karena Aira sendiri tidak kembali ke rumah ataupun mengabari kami selaku pengganti orang tuanya."


Nathan terus mendengar semua yang Bratama katakan, dia sangat ingin tau apa yang akan dia katakan soal Aira.


" Aira memang sedikit Bandel, Berbeda dengan Anggita yang begitu nurut dan selalu mendengar semua ucapan orang tuanya, Ya mungkin begitulah sifat anak anak berbeda. "


Nathan menggeleng,,


Bisa bisanya Bratama memutarkan fakta dengan apa yang terjadi,,


Seakan akan jika Aira adalah gadis yang tidak baik.


" Jadi apa selama ini Aira bersikap seperti itu, Dia sudah tinggal lama bersama kalian ?" Ucap Nathan


" Semenjak meninggalkan nya kedua orangtuanya, Aira bersikap seenaknya saja, sudah tidak wajar sebagai seorang gadis, setiap hari selalu pulang malam di antar seorang laki laki, dan dia di keluarkan dari Kampus karena selalu membuat ulah."


" Terus bagaimana dengan semua ini."


Nathan memberikan beberapa foto dimana semalam Bratama menemui Aira di Cafe, bahkan rekaman dimana Anggita meminta Aira menyiapkan makanan untuknya.


" Ini,, "


" Saya benar benar tidak mengerti dengan kalian, Kalian selalu menyiksa Aira tapi Kalian selalu memutarkan fakta jika Aira adalah gadis yang berperilaku tidak baik, Kalian juga sengaja menjual Aira kepada Laki laki Tua hanya demi mendapatkan uang."


Bratama terdiam,,


" Hebat sekali akting kalian,,


Saya sendiri sampai heran, Aira keponakan Kalian sendiri dan kalian tega melakukan nya seperti itu dimana hati kalian ?"

__ADS_1


Nathan semakin meninggikan suaranya,,


Rasanya begitu memalukan seorang pembisnis yang bersikap seperti itu.


" Ya Saya melakukan semua itu karena Orang Tua Aira yang meninggalkan Aira begitu saja, Jika mereka mati seharusnya Aira pun ikut Dengan nya dan tidak merepotkan saya."


Brakk..


Bratama kaget dengan apa yang di lakukan Nathan,,


" Aira Keponakan kandung Kalian, dan Anda merasa di repotkan ?"


Nathan semakin tidak mengerti dengan bratama.


" Jika kemarin Aira mau menikah dengan Tuan Hendra, sudah pasti Perusahaan saya bisa maju, Hendra menjanjikan banyak uang juga akan membatu Perusahaan Saya."


" Jadi semua itu Alasan Anda "


" Ya,, Karena Hendra selalu menepati janji dan tidak seperti Anda yang membatalkan Kerja sama secara sepihak."


Nathan tersenyum,,


" Saya pun tidak bisa berpikir apa yang akan terjadi jika semua orang tau jika Kalian pernah tinggal bersama tanpa adanya hubungan."


Bratama terkekeh,,


Dia mengira jika Nathan akan takut dengan ancaman nya, Dia tidak tau bagaimana sifat asli Nathan.


Saya yakin jika kamu akan takut dengan karir kamu Nathan..


Perusahaan yang sudah kamu bangun, bakal begitu saja hancur dengan beredarnya kabar tentang kalian.


Nathan beranjak pergi dan meninggalkan Bratama yang malah menjadi bingung.


" Tuan,, Anda serius untuk membuat masalah dengan Tuan Nathan. "


" Maksud Kamu "


" Anda tau siapa Tuan Nathan, Bahkan Perusahaan kita yang nantinya bisa hancur. "


Bratama terdiam,,


sebenarnya dia tidak serius dengan Ancaman nya, bagaimana bisa perusahaan seperti miliki nya mengancam perusahaan Besar seperti Perusahaan Permana.


" Sial,,"


Bratama beranjak keluar,,


saat ini dia sangat ketakutan dengan ucapannya sendiri.


Sementara Nathan hanya tersenyum kecut dengan ucapan Bratama yang seakan mengancamnya.


Namun bukan Nathan namanya jika bernyali ciut, selama ini dia terkenal dengan sikap tegasnya.


Dia pun melajukan mobilnya menuju Perusahaan.


Di Apartemen,,

__ADS_1


Aira keluar Kamarnya, tidak ada Nathan di sana.


semenjak malam , Aira tidak keluar kamar dia terus mengurung dirinya di kamar bukan karena ucapan Nathan yang memintanya tidak bekerja namun juga karena ucapan Bratama yang selalu saja membuat hatinya sakit.


Aira baru akan datang ke Cafe siang hari, dia sudah meminta ijin kepada Adi jika dirinya merasa tidak enak padahal Adi sendiri mengijinkan nya untuk tidak bekerja dan istirahat hari ini namun Aira tida enak, dia sudah sangat sering ijin lagi pula mengingat uang yang terus di bicarakan oleh Paman dan Bibinya membuatnya harus ekstra bekerja keras.


Aira melangkah keluar,


namun di saat melewati mini Bar, dia melihat sesuatu di meja makan.


Langkahnya mendekat, terlihat segelas susu juga sarapan di sana.


Aira mengambil kertas yang juga terdapat di sana.


...***Makan lah,,...


Semalaman kamu sama sekali tidak Makan,,


Saya Minta Maaf jika perkataan semalam membuat Kamu kesal dan Marah.


Ingat kesehatan kamu lebih penting, Kamu baru saja sembuh jadi Makan dan jangan kelelahan saat bekerja.


_Nathan***_


Aira tersenyum,,


Dia pun meminum susu dan memakannya,,


Biasanya selalu dia yang harus menyiapkan makanan untuk semua orang, namun kali ini sebaliknya dan Aira merasa senang.


Setelah menikmatinya,,


Aira berjalan keluar namun lagi lagi dia kaget adanya Seno di depan pintu.


" Selamat Siang Nona Aira "


" Pak Seno,, Astaga Apa kabar ?"


Seno tersenyum dan mengangguk..


" Baik Nona,, Bagaimana dengan Nona Aira sendiri."


" Saya juga baik,, Pak Seno sedang ,-


" Maaf Nona, Tuan meminta Saya datang untuk mengantarkan Anda ke Cafe."


" Nathan bicara seperti itu "


" Iya Nona,, Apa Anda akan pergi sekarang ?"


Aira mengangguk,,


" Silahkan Nona "


Aira berjalan keluar di ikuti Seno hingga mereka sampai di basemen.


Seno membuka pintu mobilnya dan melajukan nya pergi.

__ADS_1


Aira yang berada di kursi belakang berdiam dengan berbagai pikiran tentang Nathan yang selalu saja baik terhadap nya bahkan semua tindakannya sama sekali tidak bisa di tebak olehnya.


Sebenarnya siapa Nathan dan kenapa dia melakukan semua itu terhadapnya apa mereka pernah bertemu sebelumnya atau Nathan sengaja di kirim Tuhan untuk menolong dan melindungi nya.


__ADS_2