Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 52


__ADS_3

Aira berjalan keluar karena hari ini dia hanya ada satu kelas, sementara Nisa teman sekelas nya sudah lebih dulu pulang.


Hari ini pun Aira tidak melihat Anggita di kampus nya, bahkan dia mendengar isu jika Anggita menghilang, dia bahkan tidak mengerti dengan maksud ucapan teman teman di Kampus.


" Silahkan Nyonya " Ucap salah satu pengawal yang berada di dekat Mobil.


" Aira tersenyum dan masuk ke dalam mobil"


Mobil pun melaju menyusuri jalanan,,


dia menatap jam di ponselnya,masih jam 11 siang dan dia berniat untuk memberi kejutan untuk suaminya.


Dia berencana untuk datang ke kantor dengan membawa makan untuknya, pasti Nathan akan sangat senang.


" Pa, Kita Mampir ke Resto dekat Perusahaan ya, Saya mau ke sana antar makan untuk Nathan ."


" Baik Nyonya "


Aira sengaja tidak memberi tahu Nathan jika dirinya akan datang, padahal dia tidak tau jadwal suami nya apa di kantor atau sedang berada di luar namun dia memang berniat memberikan kejutan untuknya.


Aira berjalan turun dengan satu pengawalan sesuai perintah Nathan, jika mereka harus mengikuti Aira kemana pun.


Aira sudah memesan dan tinggal menunggu saja, hingga seorang pelayan datang dengan membawa dua bungkus makanan.


" Silahkan Nyonya " Ucapnya


" Terima Kasih "


" Biar Saya yang bawa Nyonya "


Aira memberikannya dan mereka kembali berjalan menuju Mobil.


____


sementara Nathan ,,


hari ini dia memang berada di Perusahaan dan terus bersama Boy, mereka masih mencari keberadaan Bratama yang hingga kini belum ada kabar dimana keberadaan nya.


" Kemana mereka, kenapa sepeda di telan bumi hilang tanpa jejak " Ucap Nathan


Boy mengangguk,,


" Apa Hendra juga masih mencari nya,, " Lanjutnya menatap Boy


" Masih Tuan, Orang orang suruhannya masih terus mencarinya, mereka akan menagih hutang hutang Tuan Bratama. "


" Tapi Tuan,-


Lanjut Boy menghentikan ucapannya membuat Nathan menautkan kedua alisnya,,


" Ada apa , katakan yang jelas ."


" Hendra bahkan mencari keberadaan Nyonya Aira, karena Tuan Bratama sudah menjanjikan Nyonya Aira untuk menikah dengannya."


Brakk..


Nathan mengebrak mejanya,,


Dia tidak menyangka jika Bratama masih terus saja mencari istrinya, bahkan setelah uang yang sudah dia berikan kepada nya.


" Kurang ajar Mereka, jangan biarkan mereka semua bertemu Aira. "


" Baik Tuan, Saya akan perintah kan semua orang saya untuk lebih hati hati dan waspada saat menjaga Nyonya."


Nathan mengangguk dan mengepalkan tangannya, sampai kapan pun dia tidak akan pernah membiarkan Hendra menyakiti istrinya.


Aira sampai di Perusahaan,


dia menatap kagum gedung tinggi dan megah di hadapan nya,,


Pantas saja begitu banyak wanita yang mengagumi suaminya, karena bukan hanya tampan namun Nathan berhasil dengan Bisnisnya.


Aira pun berjalan masuk dan terlihat dua orang Resepsionis yang menatapnya.


mereka seakan mengejeknya di saat Aira sudah berada di depan mereka.


" Permisi Kak " Ucap Aira ramah.


" Ya Ada apa "


" Apa Tuan Nathan ada di Kantornya sekarang."

__ADS_1


Mereka saling pandang dan akhirnya tertawa,,


" Apa sudah buat janji dengan Tuan Nathan"


Aira menggeleng,,


" Maaf ya gadis kecil, Kamu tidak bisa bertemu dengannya, karena Tuan Nathan sangat sibuk lagian kamu sendiri tidak membuat janji dengannya. "


" Tapi Saya,-


" Mending kamu pulang saja, Bukan hanya kamu yang datang dengan imbal imbal sudah mengenal Tuan, padahal kalian hanya ingin dekat dengannya saja."


Aira terdiam,,


memang benar salah dia karena tidak lebih dulu memberitahu Nathan jika akan datang, tapi ucapan mereka sedikit membuatnya kesal.


" Baiklah kalau begitu, apa saya boleh menitipkan sesuatu untuknya."


" Ya Sudah sini " Ucap mereka ketus


Aira memberikan satu bungkusan kepada mereka


" Tolong berikan ini untuk Tuan Nathan, Terima kasih sebelumnya."


" Iya, Sana sana pergi, menggangu saja kamu "


Aira menghela napasnya dan berjalan keluar dengan perasaan sedikit kesal.


Sedangkan kedua wanita resepsionis itu langsung membuka bungkusan yang Aira titipkan.


" Astaga memang gadis kecil labil, sengaja datang dan memberikan makan siang untuk Tuan Hanya untuk bisa bertemu dengannya. "


" Mending kita tidak usah memberikannya, lagian seperti nya enak makanan ini."


" Kamu benar, kita makan saja. "


Mereka pun menyimpannya dan tidak akan memberikan nya kepada Nathan.


*****


Hari pun semakin sore,,


Mending Saya pulang,,


Aira pasti sudah menunggu di rumah. Ucap Nathan beranjak bangun.


Terlihat Boy yang juga baru keluar dari ruangan,


" Tuan,, " Sapa nya menunduk.


" Kamu baru mau pulang Boy "


" Iya Tuan, Saya baru selesai"


Nathan mengangguk dan berjalan menuju lift khusus yang hanya dirinya juga Boy memakai nya.


" Bagaimana, Apa kamu sudah memberitahu orang orang kamu."


" Sudah Tuan, mereka sudah berpencar menjaga rumah Anda dan juga menjaga Nyonya dari jarak jauh."


Nathan mengangguk dan berjalan keluar saat lift terbuka.


" Selamat sore Tuan, Pak Boy " Sapa dua Resepsionis sang masih berada di sana.


Nathan tidak menghiraukan dan terus berjalan menuju Mobilnya.


" Gila,, Damage nya tidak main main"


" Bener bener laki laki idaman, pantas saja banyak yang datang hanya untuk bertemunya."


Mereka berdecak kagum menatap Ketampanan Bos mereka,,


Nathan melajukan mobilnya menyusuri jalanan sore yang sedikit macet, bagaimana tidak sekarang adalah jam pulang kantor dan banyak kendaraan yang memadati jalanan.


Nathan melirik jam di tangannya, masih sore dan dia berniat untuk memberikan sesuatu untuk istri kecilnya.


Nathan selalu menganggap Aira Istri kecil nya, bukan hanya tingkah Aira yang manja, tubuh mungil juga karena usianya yang masih muda itu lah alasan dirinya selalu menganggap nya gadis kecil .


Aira masih merasa kesal dengan sikap kedua resepsionis di kantor suaminya, mereka bersikap sangat sombong juga ucapan mereka yang tidak sopan.


bukan hanya terhadap dirinya, sudah pasti mereka akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain.

__ADS_1


Dan juga, hingga sekarang Nathan sama sekali tidak menghubungi nya setelah dia mengirim kan makan siang untuk nya.


" Di sini rupanya " Ucap Nathan yang tiba tiba langsung memeluknya dari belakang.


Aira hanya menoleh namun tidak berkata apa pun membuat Nathan mengernyit Bingung.


sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Istri nya.


" Sayang,, Suami kamu pulang kenapa tidak di sambut." Lanjut Nathan membuat Aira memutar tubuhnya.


Nathan semakin Bingung saat malah mendapati wajah Aira yang sangat kesal.


Aira hanya menjulurkan tangannya dan mengecup punggung Tangan Nathan tanpa berbicara apa pun.


" Hei,, Ada apa ,,kenapa wajah kamu seperti kesal"


" Itu karena Kamu Aku kesal " Ucap Aira berjalan berjala masuk membuat Nathan mengikuti nya.


" Sayang ,, Memang nya Saya telah membuat kesalahan apa "


Aira menatap Nathan kesal,,


" Bagaimana makan siangnya ?"


Nathan menautkan kedua alisnya, dia semakin bingung dengan sikap dan ucapan Aira.


Makan siang,,


Apa Maksud Aira, bahkan hari ini saja dirinya hanya makan siang bersama Boy di kantor karena mengerjakan sesuatu.


" Makan siang,, ?" Ulang Nathan.


" Iya Makan siang masa makan malam, ini saja masih sore."


" Sayang tunggu, Saya semakin tidak mengerti dengan ucapan kamu. "


" Kita bicara di sana Oke,, " Nathan menggenggam tangan Aira duduk di sofa kamar.


" Kamu dengar dulu,, Hari ini Saya sangat sibuk dengan Boy dan kantor bahkan kami makan pun hanya di ruangan tidak keluar, itu saja Boy meminta OB buat membelikan di Kantin Kantor. Ucap Nathan berusaha menjelaskan.


" Makanan Kantin, terus makanan yang aku kirim ?" Ucap Aira heran.


" Kamu mengirim makan ke Kantor, kenapa tidak masuk dan menemui Saya di ruangan."


" Resepsionis bilang kamu sibuk dan harus membuat janji jika ingin bertemu, akhirnya aku menitipkan makan siang untuk kamu pada mereka. padahal aku sengaja datang ke sana untuk makan siang bersama." Ucap Aira yang tampak kecewa.


Nathan menggenggam kedua tangan istrinya,,


" Kenapa kamu tidak bilang jika kamu istri Saya dan kenapa tidak menelpon"


" Mereka bilang kamu sibuk, Aku tidak mau mengganggunya"


Nathan tersenyum dan menarik Aira dalam pelukannya,,


" Maaf karena sudah membuat kamu kecewa, lain kali jika ke Kantor bilang kamu istri Saya atau menelpon dulu ." Ucap Nathan dan Aira mengangguk.


Nathan terdiam,,


Sudah sangat keterlaluan kedua karyawannya, bahkan mereka sama sekali memberitahu jika ada seseorang yang mencari nya, Makanan yang Aira bawa untuknya pun mereka makan tanpa memita ijin kepadanya.


" Ini apa ?" Ucap Aira saat melihat Paper bag yang Nathan bawa.


" Buat Istri kecil Saya,, "


Aira tersenyum dan membukanya,,


Sebuah Pancake strawberry kesukaannya.


" Sekarang makan dulu, Aku Ke ruang Kerja sebentar."


" Eum " Ucap Aira mengangguk dengan mulut yang sudah penuh.


Nathan mengusap pucuk rambut Istrinya dan berjalan meninggalkan.


*********


Mu'uph guys telat Up dua hari ini karena suatu alasan,,


Tapi Insya Allah sudah bisa kembali up di jam jam yang sama seperti sebelumnya,,


Tetap tinggalin jejak kalian ya di kolom komentar, like juga Tambah di kontak Favorit kalian dong.. 😁😁

__ADS_1


__ADS_2