Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 86


__ADS_3

Sudah dua hari Aira di rawat di rumah sakit, Kondisi nya pun sudah kembali sehat dan juga kehamilan nya yang baik baik saja membuat dokter mengijinkan untuk pulang.


Wajah penuh senyum Aira terus tampak membuat sang suami Nathan pun ikut senang melihat nya.


" Jadi,, Mau pulang sekarang?" Ucap Nathan mengusap wajah Aira.


" Eum,, Tapi Apa boleh kita ke ruangan Paman dulu sebelum pulang ?"


Nathan mengangguk membuat Aira tersenyum senang.


Boy yang sudah berada di Rumah Sakit untuk menjemput pun terlihat segera berdiri saat Nathan dan Aira keluar kamar.


" Selamat Pagi Tuan, Nyonya " Sapa nya.


" Pagi,, Saya dan Istri saya ke ruangan Bratama dulu.. "


" Baik Tuan "


" Ayo Sayang,, hati hati "


Nathan begitu menjaga Aira, bahkan dia terus mengandeng dan memapah istrinya hingga sampai di depan Kamar VIP dimana Bratama di rawat.


Ceklek,,


Pintu terbuka membuat seisi kamar menoleh,, Bratama yang sedang duduk pun tersenyum melihat kedatangan keponakan nya.


" Aira,, Masuk Nak " Ucap Melisa .


" Paman,, Gimana kabar Paman "


" Seperti yang kamu Lihat Nak, Paman sudah sangat sehat."


" Syukurlah,, "


" Hari ini Aira sudah di bolehkan Pulang, Kondisi Kesehatan nya juga sudah baik begitupun dengan kehamilan nya " Tegang Nathan membuat Melisa juga Bratama tersenyum senang.


" Syukurlah Nak,, Ingat kamu harus banyak istirahat, jaga kesehatan juga kehamilan kamu ya Sayang.. Maaf Bibi tidak bisa menemani kamu"


" Pasti Bi,, Aira akan menjaga Kehamilan Aira ini" Ucap Aira tersenyum dan mengusap perutnya


Nathan yang terus berada di samping istri nya pun tersenyum dan tangannya mengusap perut rata Aira.


" Maaf Tuan Nathan, Apa Saya bisa pulang Saya tidak enak jika terus berada di rumah sakit " Ucap Bratama.


" Asisten saya akan mengurus semuanya, Apa Kalian ada tempat untuk tinggal ?" Ucap Nathan membuat Bratama dan Melisa saling tatap.


Mereka bingung, karena memang mereka tidak lagi memiliki rumah saat ini.


" Saya akan mengurus semuanya, Yang terpenting Anda banyak istirahat" Ucap Nathan yang sangat tau apa pikiran Melisa juga Bratama.


" Terima kasih banyak Tuan, Anda sudah sangat membantu Keluarga Saya " Ucap Bratama yang merasa tidak enak dengan kebaikan Nathan.


" Semua yang Suami saya ucapan benar Tuan, Kami merasa tidak enak karena terus merepotkan Anda." Lanjut Melisa.


" Tidak masalah, Saya melakukan semuanya karena Aira. Saya tidak mau melihat nya kembali sedih "


Aira menatap suaminya,,


Nathan benar benar sangat baik dan perhatian Dengan nya..


" Baiklah,, Asisten saya akan mengurus semuanya,, Sekarang kita pulang Sayang " Ajak Nathan dan Aira mengangguk.


" Paman, Bibi,, Aira pamit pulang dulu.. Paman istirahat ya "

__ADS_1


" Iya Nak,, Kamu hati hati "


Aira mencium punggung tangan keduanya dan berjalan keluar.


Anggita yang berada di kamar mandi mendengar semuanya, dia sangat iri dengan kehidupan Aira sekarang memiliki suami yang begitu menyayangi nya, kehidupan nya sungguh sangat lengkap apalagi dengan kehamilan nya..


" Maaf Permisi Tuan , Nyonya " Ucap Boy masuk


" Semua keperluan kepulangan Anda sudah selesai di urus, dan Saya akan mengantarkan kalian pulang."


" Baik Pak Boy, Saya siap siap dulu " Ucap Melisa dan Boy mengangguk.


" Loh Ma, Mau kemana ?" Ucap Anggita yang baru saja keluar kamar mandi


" Papa Kamu sudah bisa pulang Sayang, sekarang bantu Mama beres beres semuanya."


Anggita mengangguk dan membereskan nya.


__


Nathan benar benar semakin Protektif terhadap Aira karena kehamilan nya, bahkan saat ini Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang bahkan tidak seperti biasanya.


" Mas,, Makasih ya Mas Nathan sudah membantu Keluarga aku , pengobatan Paman dan kini memberikan tempat tinggal untuk mereka "


Nathan menatap Aira dan menggenggam tangan nya,,


" Apapun itu Sayang, Akan aku lakukan demi kamu, demi kebahagiaan kamu "


Aira tersenyum dan menggenggam erat tangan suaminya..


Demi Apapun,,


Dia sangat bersyukur memiliki suami seperti Nathan, bahkan mungkin hanya ada satu dari seribu laki laki yang seperti Nathan.


Dia pun kembali menatap jalanan lurus, namun beberapa saat perutnya merasakan mual.


Aira segera menutup mulutnya,,


" Astaga Sayang ,, "


Nathan menepikan mobilnya dan menatap khawatir istri nya..


" Sayang,, "


Aira menggeleng dan menyandarkan kepalanya,, rasanya perutnya begitu mual.


" Kita Balik Ke Rumah sakit "


" Gak usah Mas,, Ini cuma mual aja Kok " Ucap Aira menahan suaminya.


Sudah terlalu bosan dirinya berada di Rumah sakit beberapa hari ini.


" Tapi Sayang,-


" Mas Ingat kan, Dokter bilang apa .. kapan pun pasti aku akan merasakan mual trisemester awal kehamilan "


Nathan menatap wajah Aira..


rasanya tidak tega melihat istrinya seperti ini, menahan mual , jika bisa di pindahkan dia akan sangat bersedia menggantikan nya.


" Sekarang kita pulang biar kamu istirahat di rumah " Ucap Nathan dan Aira mengangguk..


Nathan membiarkan istrinya bersandar, dia kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


tangannya tetap menggenggam tangan Aira yang kini tampak memejamkan matanya.


Kabar kepulangan Aira membuat semua pelayan di rumah bersiap,,


Seno yang sudah berada di depan rumah pun terus menatap jam di tangannya, dia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Tuan nya di rumah.


Tidak lama terlihat mobil masuk,, beberapa pelayan segera menyambut nya.


Nathan keluar dari dalam mobil dan berputar membuka pintu Aira..


" Hati Hati sayang " Ucap Nathan .


Aira mengangguk dan tersenyum melihat semua berada di luar dan menyambut nya.


" selamat Datang kembali di rumah Tuan , Nyonya "


Aira tersenyum tidak percaya,,


" Selama Datang Nyong,, dan selama Atas kehamilan Anda " Ucap Seno.


" Terima Kasih Pak Seno"


Nathan kembali mengandeng Aira masuk ke dalam, beberapa Pelayan segera membawa barang barang mereka.


Nathan berhenti membuat Aira bingung,,


" Ada Apa Mas " Ucap Aira.


Nathan menggeleng,,


Dia menatap Kamarnya yang berada di lantai dua, dan tidak mungkin jika Istri nya harus berjalan menaiki anak tangga di saat kehamilan nya saat ini.


" Loh Mas " Kaget Aira saat Nathan mengendong tubuhnya.


Nathan melakukannya,,


dia menggendong Aira menuju kamar mereka di lantai dua.


Seno juga beberapa pelayan tersenyum bahagia melihat keromantisan Tuannya, dan mereka sangat senang dengan kedatangan Aira di rumah membuat suasana Rumah tidak lagi sepi dan berhasil membuat Tuan nya kembali tersenyum.


Nona Aira benar benar wanita istimewa,,


Tuan terlihat begitu mencintai dan menyayangi nya,,


Apalagi dengan kehamilan Nyonya Aira saat ini sudah pasti sangat membuat Tuan bahagia dan terutama membuat Tuan lebih menyayangi dan menjaganya.


" Kalian bawa semua barang Tuan dan Nyonya ke kamarnya"


" Baik Pak Seno "


Nathan dan Aira sudah berada di kamarnya, Nathan menurunkan Aira dengan sangat hati hati.


" Mas, kan aku bisa jalan sendiri lagian malu "


" Malu,, Sayang Kamu ingat bukan dokter bicara apa jika kamu tidak boleh kelelahan. "


" Iya Aku ingat tapi juga tidak harus Mas gendong seperti tadi.."


" Permisi Tuan, Nyonya,, semua barang mau di letakan dimana "


" Kalian letakan Di sana saja "


" Baik Tuan "

__ADS_1


Nathan kembali berlutut dan mengganti Sandal yang Aira pakai.


Aira tersenyum dengan sikap suami nya..


__ADS_2