
Aira langsung berlari saat mendengar suara mobil Nathan, dia masih khawatir dengan keadaan suaminya.
" Mas Nathan " Ucapnya langsung berlari dan memeluk nya.
Nathan bingung namun dia tersenyum dan membalas pelukan istrinya, dia pun mengecup dalam pucuk rambut Aira yang selalu saja wangi membuatnya candu.
" Ada apa Hem " Ucapnya menatap wajah Ayu Aira yang hanya di balas gelengan.
" Kangen " Ucap Aira membuat Nathan sangat gemas melihat tingkah nya.
" Kita masuk, Sudah hampir magrib " Ajak Nathan yang mengandeng tangan Aira.
Beberapa Orang yang berada di sana pun hanya tersenyum melihat keromantisan mereka, Jika Nathan akan sangat tegas terhadap mereka namun berbeda jika bersama Istrinya.
Lembut seperti balok Es yang mencair.
" Jadi ngapain saja sehari "
Aira menatap suaminya dan cemberut, seharian dia hanya berada di dalam kamar bermain Laptop ataupun ponsel.
Bosan rasanya, apalagi Nathan yang melarang nya untuk masuk ke dalam Dapur.
" Kenapa ,, Ada apa " Lembut suara Nathan dengan tangan yang mengusap wajahnya.
" Aku bosan cuma di kamar, Boleh kan kalau aku ke dapur dan memasak." Pintanya lembut.
Nathan menghela napasnya,,
" Buat Sapa Sayang, Sudah ada Koki khusus yang akan memasak."
" Mas sudah menikah Loh, Masa mau terus di masakin Koki koki itu, terus aku ngapain "
Nathan tersenyum,,
" Baiklah,, Tapi dengan catatan jangan sampai terjadi sesuatu, karena aku tidak mau istri ku ini terkena pisau atau minyak panas."
" Emm,, Baiklah aku janji "
Nathan mengangguk dan kembali menggandeng Aira menuju kamarnya,,
Santi yang terus menatap mereka pun mengepalkan tangannya, dia harus segera menyingkirkan Aira hingga dia bisa kembali mendekati Nathan dan bisa menggantikan posisinya.
" Sedang apa kamu di sini " Ucap Seno membuat Santi Langsung menoleh.
" Pak Seno,, " Kaget Santi melihat Seno yang ternyata sudah berdiri di belakang nya.
" Saya Permisi Pak Seno " Ucap Santi
" Tunggu,, " Cegah Seno membuat Santi berhenti.
" Sebenarnya apa yang kamu lakukan, Kamu sering menatap Tuan jika sedang berbicara dengan Nyonya Aira. "
" Maksud Pak Seno."
" Bukannya saya sudah bilang, Urus saja semua pekerjaan kamu dan jangan ikut campur Urusan Tuan. "
Santi menunduk.
" Baik Pak Seno "
" Kembali lah bekerja "
Santi mengangguk dan berjalan pergi,,
Hampir Saja Seno keceplosan, untuk dia mengingat apa yang Aira katakan jika mereka harus lebih waspada juga mengawasi Santi.
Sial Pak Seno,,
__ADS_1
Seperti nya dia sudah tau apa yang aku lakukan, untuk berjaga jaga lebih baik aku lebih hati hati.
Santi kembali ke dapur dan menyelesaikan pekerjaannya.
Di dalam Kamar,,
Aira menyiapkan pakaian untuk suaminya, Aira sudah terbiasa dengan tugasnya sebagai seorang istri walau kenyataan nya Nathan tidak pernah menuntut.
Nathan yang baru saja selesai mandi pun berjalan mendekat,hanya dengan memakai handuk di pinggangnya dan membiarkan tubuhnya terekspos, rambut yang sengaja dia biarkan basah membuat kadar ketampanan nya bertambah kali lipat.
Aira yang menatapnya pun tidak berkedip, Menatap tubuh Suaminya yang sangat kekar membuat nya seakan melayang dengan imajinasi nya.
Fiuhh..
Aira memejamkan matanya kala Wajah Nathan sudah sangat dekat dengan wajahnya, aroma wangi sabun bahkan bau wangi mint dari mulutnya membuat Aira sangat betah dengan posisi seperti itu.
" Apa yang kamu pikirkan Hem.." Ucap Nathan membuyarkan Lamunan Aira.
Aira menggeleng dan memalingkan wajahnya,,
Nathan tersenyum melihat tingkah istrinya,,
Cup,,
Kecupan singkat Nathan berikan pada bibir mungil istrinya, dia pun mengambil pakaiannya dan memakainya bahkan bukan lagi berpindah di ruang ganti namun tepat berada di depan Aira yang membulat kan matanya.
" Mas Nathan " Ucapnya menutupi matanya dengan kedua tangan.
Nathan terkekeh namun tetap melanjutkan kegiatan nya hingga kini telah memakai kaos juga celana jeans pendek selutut yang memang Aira siapkan.
Muncul ide Jahilnya untuk mengerjainya,,
Nathan berjalan semakin dekat dengan terus menatap Aira yang masih menutupi matanya.
Aira berjalan mundur saat Nathan terus mendekat,,
Tubuh ya terbentur lemari hingga membuatnya tidak bisa kembali mundur,
Jantungnya berdetak lima kali lebih cepat, saat dia merasakan pinggangnya di tarik Nathan hingga dia langsung membuka tangannya dan reflek mengalung pada leher Nathan.
Sorot mata keduanya berada satu titik, Hembusan nafas mereka saling beradu hingga sangat terasa pada kulit wajah.
Terlihat jelas antara keduanya menginginkan hal lebih dari hanya sebatas ciuman.
" Sayang " Ucap Nathan dengan suara parau membuat jantung Aira semakin berdetak seakan ingin lompat keluar.
Nathan mendekatkan wajahnya membuat Aira memejamkan matanya, sentuhan yang tidak pernah gagal Nathan berikan membuat Aira begitu menikmati nya.
Gerakan bibinya pun mulai bisa mengikuti Nathan,,
Keduanya di buat melayang hanya dengan sentuhan Bibir hingga Nathan melepaskan ciumannya membuat Aira seakan kecewa.
Nathan terkekeh membuat Aira kesal dan memalingkan wajahnya,,
" A- aku bantu siapkan makan malam " Ucap Aira gugup dan melepaskan tangannya namun Nathan malah kembali menarik tangan Aira hingga mereka berada di posisi yang sama.
Mata keduanya kembali saling menatap.
Mereka pun kembali melakukannya, dan Nathan membopong tubuh Aira hingga sampai di ranjang dan membaringkan nya.
" Sayang,, Apa ,-
Tok,,
Tok,,
Tok,,
__ADS_1
****,,
Umpat Nathan saat mendengar ketukan pintunya..
Dia segera beranjak bangun membuat Aira tersenyum,,
" Ada Apa " Ucap Nathan saat pintu terbuka dan terlihat Seno yang berdiri di balik Pintu.
" Maaf Tuan,, Boy menunggu Anda di bawah."
Nathan mengernyit,,
Untuk Apa Boy datang ke rumah nya, sementara sebelum nya Boy tidak memberitahu lebih dulu.
" Sebentar lagi saya turun"
" Baik Tuan "
Nathan menghela napasnya dan berbalik menatap Aira yang sudah duduk menatap nya,,
Dia pun berjalan mendekat.
Cup,,
" Kita Lanjutkan Nanti " Ucapnya mengusap wajah Aira yang hanya tersenyum dengan tingkah suaminya.
Tap..
Tap..
Tap..
Suara langkah Nathan yang terdengar membuat Boy segera beranjak bangun,,
" Selamat Malam Tuan, Maaf Jika Saya menganggu." Ucap Boy mendunduk
" Tumben sekali kamu datang tanpa memberitahu Saya dulu."
" Maaf Tuan, Karena ada sesuatu yang Penting "
Nathan menatap Sekitar,,
Dia tau jika Boy seperti ini sudah pasti ada hal yang sangat penting.
" Kita Bicara di ruangan Saya " Ucap Nathan berjalan dengan ikuti Boy.
Sialan mereka malah pergi,,
Aku tidak bisa mendengar obrolan mereka. Gumam Santi saat melihat keduanya berjalan menuju ruang Kerja Nathan.
Di kamarnya,,
Aira terus tersenyum mengingat apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Nathan,
Tangannya terus menyentuh dadanya yang terus berdebar, padahal bukan hanya kali ini mereka berciuman namun rasanya ciuman dan sentuhan Nathan Kali ini sangat berbeda hingga membuat nya melayang tinggi.
Mas Nathan.. Ucapnya menutup wajahnya dan tersenyum..
****************
Guys..Guys...
Mu'uph Ken Hari ini Up telat,,
Karena Aku lagi kurang Fit jadi sedikit susah untuk menghalu😁
ijin Up cuma 1x hari ini ya,,
__ADS_1
Mudah²an badan sudah fit dan bisa kembali halu bareng kalian..