
Ceklek,,
Aira menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, dan terlihat lah suami tampannya yang datang.
" Maaf Sayang " Ucap Nathan mengecup kening Aira.
Aira terdiam menatap suaminya yang duduk di sisinya,,
Apa dia akan menanyakan nya sekarang, tapi apa ini waktu yang tepat. situasi dalam rumah sedang tidak baik baik saja sudah pasti Nathan sudah pusing memikirkan nya dan jika dia menanyakan nya apa itu terlalu egois, Tapi rasa penasaran nya begitu besar.
" Sayang,, Heii Ada Apa ?" Ucap Nathan menatap Aira yang hanya diam.
Aira masih dengan mata menatap suaminya,,
" Em,, Apa aku boleh bertanya sesuatu" Ucap Aira hati hati membuat Nathan menautkan kedua alisnya dan mengangguk.
Aira menghela napasnya,,
" Sebenarnya,,, Aku penasaran dengan ruangan Pojok itu, apa isi dalam ya dan Kenapa tidak ada satu pelayan pun yang masuk hanya untuk membersihkannya."
Nathan memalingkan Wajahnya setelah mendengar ucapan Aira,,
Tidak mungkin dia mengatakan semuanya terhadap Aira walau pun nantinya dia berniat menceritakan nya namun bukan saat ini.
" Mas "
Nathan tersenyum dan mengusap wajah Aira yang terlihat begitu penasaran.
" Bulan apa apa Sayang,, Aku janji ajak kamu pergi, kita jalan sekarang.?" Ucap Nathan sengaja mengalihkan pembicaraan.
" Mas Nathan,, "
Nathan menatap Aira ,,
Wajah Aira yang memelas membuat nya tidak tega namun dia tidak siap jika harus mengatakan sekarang.
" Sayang dengar,, itu hanya kamar biasa yang sudah lama kosong dan memang hanya Seno yang mau membersihkan nya." Ucap Nathan membuat Aira terdiam.
Aira.. kamu seharusnya lebih percaya dengan suami kamu dan bukan orang lain.
Aira mengangguk dan tersenyum,,
" Jadi pergi?" Ucap Nathan .
" Eum,, Aku siapa siap dulu." Ucap Aira beranjak.
Nathan terus menatapnya,,
Maaf Sayang Saya sudah berbohong,,
tapi Saya janji akan menceritakan semuanya tapi bukan Sekarang karena Saya sendiri belum siap untuk kembali mengingat.
semua itu hanya masa lalu Saya dan kamu masa depan Saya.
" Ayo Mas, Kau sudah siap "
Nathan mengangguk dan beranjak,,
mereka berjalan keluar dengan Aira yang memeluk manja lengan Nathan.
" Tuan,, Nyonya,, " Sapa Seno.
" Pak Seno, Beberapa hari saya dan Aira akan pergi ke suatu tempat kamu jaga rumah , dan hati hati selalu kabari saya apapun itu." Ucap Nathan.
" Baik Tuan , Anda dan Nyonya hati hati di jalan."
Nathan mengangguk dan kembali mengandeng tangan Aira keluar.
Santi yang masih menguping pun segera mengambil ponselnya dan mengetik kan sesuatu.
Beberapa pengawal langsung bersiap,,
Mereka akan mengikuti kemana Tuan dan Nyonya mereka pergi.
" Makasih Mas " Ucap Aira saat Nathan membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
Nathan tersenyum dan berjalan menuju kursi kemudi, dia melajukan mobilnya keluar mention dengan dua buah mobil yang mengikuti mereka.
Entah kemana Nathan akan membawa Aira, yang Pasti Aira terlihat sangat menikmati nya.
" Mas, Kita mau kemana ?" Ucapannya menatap Nathan yang kini sudah memakai kaca mata hitam.
" Nanti kamu akan tau Sayang " Ucapnya tersenyum dan Aira mengangguk.
Selama mereka menikah,
Nathan memang belum pernah mengajak Aira pergi ke suatu tempat dan kali ini dia akan mengajaknya sebagai Liburan juga Honeymoon mereka.
Derrt,,
Nathan menatap Ponselnya,, terlihat nomor pengawal yang menelpon nya..
" Halo "
" Maaf Tuan, Seperti nya mobil kita di ikutin dari belakang."
Nathan menatap di spion dalam, benar saja terlihat mobil yang berada di belakang Mereka.
" Kalian urus mereka, Saya akan mencari jalan lain."
" Baik Tuan."
" Sayang,, pegangan" Ucap Nathan membuat Aira nurut dengan seribu pertanyaan.
Aira menggeleng saat melihat Nathan yang begitu cepat melajukan mobilnya bahkan dini pertama kalinya baginya.
Sementara beberapa mobil berhasil menghadang mObil pengawal,, mereka keluar.
" Dimana mereka"
" Siapa yang Anda Cari, Kalian salah orang "
" Serang "
Semua saling berkelahi,,
Namun tidak lama terlihat beberapa mobil kembali datang bahkan lebih banyak membuat Mereka segera menghubungi Boy untuk meminta bantuan.
" Halo Tuan "
" Saya Tau,, "
Boy segera datang bersama semua orang nya, Nathan sudah lebih dulu memberitahu nya.
Sementara di rumah,,
Seno mencari Santi setelah tau apa yang terjadi dengan Bos nya, dia tau jika Santi merupakan salah satu komplotan mereka dan pasti mereka tau dari nya.
" Santi" Ucap Seno masuk ke dalam kamarnya namun tidak terlihat bahkan semua barang sudah tidak ada di dalam.
Seno mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nya namun tidak aktif membuat nya segera keluar.
" Kalian, Cepat Cari Santi sampai ketemu "
" Baik Tuan "
Beberapa Mobil langsung melaju keluar,,
Ya Tuhan,,
Lindungi Tuan Nathan juga Nyonya Aira..
mereka orang orang baik.
Seno berusaha tenang dan hanya bisa berdoa untuk keselamatan semuanya.
Nathan sampai di sebuah Vila,,
mereka berhasil meloloskan diri dari kejaran .
" Sayang " Ucap Nathan menatap Aira yang tampak pucat .
__ADS_1
Aira menoleh, Seluruh tubuhnya sangat dingin ,wajahnya pucat,, Nathan langsung menarik nya dalam dekapan.
Seharusnya Aira tidak mengalami hal seperti ini,,
" Maaf Kamu harus mengalami Hal seperti ini " Bisik Nathan.
Aira memeluk erat tubuh suaminya,
terasa jelas jika tubuhnya terus gemetar ketakutan.
" Kita masuk sekarang"
Aira mengangguk dan Nathan langsung membopong tubuh nya,,
Sambutan dari Penjaga Vila langsung membuat Mereka membuka pintu lebar melihat Tuan nya membopong seorang wanita.
" Tolong buatkan teh hangat dan bawa ke kamar" Titah Nathan langsung membawa Aira menuju Kamar.
Mereka bingung siapa wanita yang di bawa Tuannya, selama ini Tidak pernah ada seorang wanita yang di bawanya bahkan sudah sangat lama Tuan nya tidak pernah datang.
Terakhir kalinya saat bersama Orang tuanya.
Namun mereka langsung menyiapkan apa yang di perintahkan, membuatkan Dua cangkir teh dan membawanya menuju kamar.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Permisi Tuan, ,ini Teh yang Anda minta "
Nathan mengangguk dan mengambil nya..
" Sayang,, Kamu minum dulu Pelan pelan."
Nathan menatap Wajah Aira yang masih pucat, namun tangannya sudah tidak dingin.
" Mas,, Aku takut " Lirih Aira membuat Nathan menggenggam kedua tangan nya.
" Ada Aku di sini Sayang, Aku akan menjaga kamu "
Aira menatapnya dan mengangguk.
Apa seperti ini kehidupan suami nya, selalu di kejar oleh rekan bisnis nya,,
Aira kembali memeluk Nathan, dia menumpahkan rasa takutnya pada bahu suami nya..
Nathan membiarkan nya, dia tau jika Istrinya masih merasakan ketakutan.
******
Di tempat Lain,
Boy sudah membereskan semua orang yang menghadangnya,,
Ternyata benar jika Hendra lah Dalang dari semua ini.
" Jadi kita apakah mereka Bos "
" Tunggu perintah selanjutnya dari Tuan Nathan "
Semua mengangguk.
Boy masih mencari keberadaan Hendra yang entah dimana, semua bawahannya sudah dia bereskan Hanya Tinggal Hendra juga mata mata yang selalu melaporkan setiap kegiatan mereka.
***************
Banyak yang tanya, kok sekarang telat terus Up nya, kok cuma sekali gak kaya biasa,,
Okeii,,
Aku jawab deh,,
Aku lagi ada kesibukan dengan dunia kerja Beb, biasa Closingan akhir bulan yang belum tuntas 😀
__ADS_1
mudah²n bisa segera tuntas dan bisa kembali halu bareng kalian lagi..