
Nathan menatap Aira yang tampak diam, bahkan terasa jika Aira semakin erat menggenggam tangannya.
" Ini soal semua foto dalam ruangan itu."
Aira terdiam, bahkan dia melepas genggaman tangannya membuat Nathan kaget.
" Dia Jessica,, Tunangan aku "
Deg..
Bak tersambar petir Aira kaget, bahkan jantung nya seakan berhenti saat mendengar jika Jessica adalah tunangan Nathan.
" Tu- tunangan Mas ?" Ulang Aira dan Nathan mengangguk.
Antara sesak, perih yang saat ini Aira rasakan, bahkan matanya sudah tidak bisa lagi membendung air yang berhasil lolos begitu saja di wajah cantiknya.
" Sayang " Ucap Nathan melihat Aira menangis..
" Mas jelasin semuanya, Apa maksud semua ini Mas, Jessica Tunangan Mas dan Mas menikahi aku ?"
" Aku bisa jelasin semuanya Sayang,, Jessica hanya masa lalu aku. "
" Masa lalu tapi Mas masih menyimpan semuanya, Mas bahkan masih menyimpan cincin itu."
Nathan menghela napasnya dan mencoba menenangkan Aira yang tampak masih menangis.
" Aku jelasin semua,, Plis sayang "
Aira kembali duduk tanpa menatap wajah suaminya, sudah cukup perih hatinya mendapati kenyataan itu.
" Kami memang sudah tunangan dan berniat untuk menikah, Kamar itu yang nantinya akan kami tempati, semua yang ada dalam kamar itu semua kesukaan Jessica."
" Cukup Mas, Aku gak mau dengar semua nya lagi." Ucap Aira kembali berdiri.
sudah cukup baginya mengetahui semuanya, sudah sangat sesak hatinya.
" Tapi Jessica sudah meninggal."
Deg..
Aira terdiam,,
Apa maksud nya jika Jessica sudah meninggal,,
" Dia mengalami kecelakaan di saat kami akan fitting gaun pernikahan, Kecelakaan yang langsung merenggut nyawanya."
Nathan terus mencoba menjelaskan semuanya kepada Aira, sudah cukup dia merahasiakan semuanya sendiri dari istrinya.
Aira menatap Nathan yang tampak menunduk,,
dia tau jika semua ini tidak mudah, di saat mereka akan melangsungkan pernikahan namun Jessica malah meninggal.
" Ma,_
Nathan langsung memeluk Aira erat, menumpahkan kesedihan nya pada istri nya sekarang.
Jessica hanya masa lalunya, dan sekarang ada Aira yang menemani dirinya, membuatnya kembali bangkit bahkan memberikan warna dalam hidupnya.
" Maaf karena aku baru bisa menceritakan semuanya ini sekarang" Ucap Nathan dalam pelukan Aira.
Aira menggeleng,,
__ADS_1
Dia salah besar jika mengira Nathan masih menyimpan cintanya kepada Jessica.
Nathan melepaskan pelukannya dan menatap tajam wajah Aira yang masih menetes kan Air mata.
" Jessica hanya masa lalu aku, dan sekarang Kamu lah masa depan aku Aira.
Berjanjilah untuk tidak pernah pergi meninggalkan aku. "
Aira mengangguk dan kembali Berhambur dalam pelukan Nathan.
Nathan terus mengecup pucuk rambut Aira yang memeluknya.
Sudah lega dia bisa menjelaskan semua kepada Aira dan Aira bisa menerima semuanya.
" Aku janji akan membersihkan semua nya di kamar itu."
" Jangan "
" Tapi Sayang,,-
" Bagaimana jika Mas merindukan Jessica"
Nathan tersenyum dan mengecup singkat bibir Aira.
" Sekarang aku hanya merindukan istri ku ini " Goda Nathan menarik pinggang Aira .
Aira yang kaget Langsung memeluk tubuh suaminya dan tersenyum.
Jadi Jessica hanya masa lalunya, walau mereka sempat akan menikah namun kini semua itu hanya kenangan.
Maafin aku Mas karena sudah salah paham dengan kamu.
Di bawah langit malam dengan banyaknya bintang dan bulan yang menyinari bumi mereka terus saling memadu kasih.
Seakan bintang bintang di langit menjadi saksi cinta abadi mereka.
********
Keesokan Harinya,,
Aira membuka matanya dan menatap sekeliling, bukan di kamarnya dan bukan di rumah.
Namun dia berada di Hotel tempat merek semalam dinner.
Senyuman terukir saat mengingat apa yang terjadi semalam.
Nathan membuatnya Melayang dengan sentuhan lembutnya.
bahkan dia lupa kapan tertidur setelah melakukan olah raga malam mereka.
Namun Aira mencari keberadaan suaminya yang sudah tidak berada di sampingnya, bahkan tidak ada suara dalam kamar mandi terus kemana suaminya sekarang.
Aira menyambar kemeja Nathan yang masih tergeletak di lantai.
dia pun memakai nya dan berjalan turun.
kemeja yang besar dengan tubuh mungilnya terlihat menggemaskan.
Aira berjalan menuju balkon kamar yang sedikit terbuka, dia pun melangkah dan benar saja suaminya terlihat di sana. dengan hanya memakai celana dan membiarkan tubuhnya terekspos.
Dengan langkah pelan Aira mendekat dan memeluk nya dari belakang membuat Nathan tersenyum dan mengusap tangan Aira yang melingkar di perutnya.
__ADS_1
" Morning Baby " Ucapnya mengangkat tangan Aira dan mengecupnya.
Perlakuan kecil namun sangat membuat Aira kagum dengannya.
Nathan selalu saja lembut dan romantis terhadap nya.
" Makasih Mas, Karena Mas selalu membuatku bahagia selama ini."
Nathan tersenyum dan mengangguk.
" Karena kebahagiaan kamu adalah tanggung jawab aku sekarang. Oya aku ada sesuatu untuk kamu, " Ucap Nathan mengandeng tangan Aira masuk.
Aira menatap Nathan yang terlihat membuat laci,
" Buka lah " Ucapnya memberikan beberapa berkas Kepadanya.
" Apa ini Mas "
Nathan tersenyum membuat Aira membukanya,, matanya membulat kala melihat beberapa sertifikat rumah juga kepemilikan Perusahaan atas nama dirinya.
Nathan sudah merubah semuanya kekayaan nya atas nama dirinya.
" Aku tidak mau semua ini Mas,, " Ucapnya mengembalikan nya namun Nathan tersenyum dan berlutut di hadapan Aira yang masih terlihat bingung.
" Semua harta dan kekayaan yang aku punya semua kini atas nama Kamu Sayang yang menandakan jika aku hanya seorang bawahan kamu, kapan saja aku bertindak lalai atau bahkan menyakiti kamu, Kamu bisa mengusir aku dan aku tidak bisa membawa apapun jika keluar dari rumah."
" Engga,, Aku gak mau semua ini." Ucap Aira menyerahkan semuanya.
" Semua ini bukti jika aku sangat mencintaimu, dan hanya kamu lah yang akan selalu ada dalam hidup aku sekarang hingga nanti."
Aira menatap Nathan,,
Sorot mata yang selalu sama , sendu dan teguh bahkan setiap kali Nathan mengucapkan sesuatu sangat terlihat jika semua ucapan nya itu tidak pernah ad kebohongan di dalamnya.
" Aku pun tidak menginginkan semua ini Mas, aku hanya mau kita selalu bersama."
" Aku janji Sayang."
Aira memeluk Nathan erat..
kini dia sangat yakin jika Nathan benar benar mencintai dirinya dengan apa yang sudah Nathan lakukan untuknya.
*******
Sementara di Rumah,,
Seno tampak sibuk dengan beberap orang yang sedang membereskan semua foto juga kenangan Nathan bersama Jessica.
Nathan telah meminta untuk menyimpannya di gudang, karena dia tidak mau jika kembali membuat Aira sedih.
Baginya masa depannya sekarang adalah Aira, gadis yang begitu lugu dan menggemaskan.
Gadis yang sama sekali tidak pernah menuntut sesuatu kepadanya.
Gadis yang sangat sederhana namun sangat di cintai nya.
" Awas pelan pelan ,, jangan sampai foto juga lukisan itu sampai rusak, bawa semuanya ke dalam gudang. " Ucap Seno kepada semua yang masih membereskan nya.
" Baik Tuan "
Seno menatap ruangan itu yang kini polos dan sudah tidak ada lagi foto Jessica yang terpampang.
__ADS_1