
Aira sudah bersiap dengan pakaian rapinya, dia akan ke kampus hari ini.
Namun dia menatap Nathan yang malah masih sibuk dengan Laptopnya.
" Mas, Ayo nanti aku telat " Keluh Aira menghampiri Nathan.
" Maaf sayang,, Baiklah "
Nathan menutup Laptopnya dan beranjak bangun,
Aira tersenyum dan langsung memeluk manja lengan suaminya.
Aira menatap sekeliling tidak terlihat Seno di rumah membuat Aira heran, biasanya Seno selalu ada di rumah.
" Pak Seno kemana, tumben tidak terlihat " Ucap Aira membuat Nathan menoleh.
" Mungkin sedang di belakang Sayang,, "
Aira mengangguk dan mereka duduk di kursi makan.
Santi yang sedang membereskan sarapan pun melirik tajam ke arah Aira.
Dia pun seakan sengaja meletakan sesuatu dengan keras.
Brak..
" Maaf Tuan, saya tidak sengaja " Ucap nya .
" Hati hati jika terkana tangan istri Saya kamu bisa saya pecat." Tegas Nathan
" Maaf Tuan, Saya permisi."
Aira terus menatap Santi yang hingga kini masih bersikap seperti itu, padahal dia sama sekali tidak pernah berbuat salah atau memilik masalah dengannya.
" Sayang hei,, Ada apa ?" Ucap Nathan mengusap wajah Aira yang tampak melamun.
" Tidak Mas, sekarang mau makan apa biar aku ambilin "
Nathan menatap Aira,
dia tau jika istrinya berbohong, namun dia Akan menunggu hingga Aira menceritakan nya sendiri.
" Terserah kamu Sayang"
Aira mengangguk dan mengambilkan nasi goreng dan memberikannya.
" Makasih Sayang "
" Eum "
Mereka akhirnya sarapan bersama dengan sesekali Nathan menyuapi Aira seperti biasanya.
Santi yang akan mengantarkan minum untuk mereka pun memanas melihat kemesraan mereka, dia mencekeram erat gelas di tangannya.
" Uhuk,, Uhuk,, "
Aira tersedak membuat Nathan mencari gelas ,,
" Santi, Bawa minuman itu cepat " Ucap Nathan khawatir.
Santi mengangguk dan langsung membawanya,,
dengan segera Nathan memberikan Minum untuk istrinya,,
" Kamu gak papa sayang "
Aira mengangguk,,dan memberikan gelas nya,,
Nathan mengambil tisu dan mengusap bibir Aira.
__ADS_1
Sialan..
Aira benar benar sudah merusak rencana ku, kedatangan membuat Tuan berpaling dari aku.
Tunggu saja, aku akan segera melenyapkan nya.
Santi berjalan pergi,,
dia akan semakin panas jika berada di sana.
Aira menatap beberapa orang yang berdiri di depan Mention, bahkan mereka terlihat menunduk saat dirinya Juga Nathan berjalan.
" Mas, Siapa mereka " Ucapku sembari menatap mereka.
" Mereka orang orang yang akan menjaga kamu Sayang.":
" Sebanyak itu ?" Kaget Aira yang hanya di balas anggukan Nathan
" Tapi Mas,-
" Sayang,, Aku hanya berjaga jaga saya, karena aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu." Ucap Nathan menangkap wajah Aira.
Aira terdiam,,
Yang di lakukan suaminya demi kebaikan dirinya dan seharusnya dia beruntung memiliki suami yang sangat perhatian dengan-nya.
" Makasih ya Mas ":
Nathan mengangguk dan kembali menggandeng tangan Aira hingga masuk ke dalam mobil, diikuti beberapa pengawal.
Nathan akan selalu mengantar Aira ke kampus setiap hari, dan Aira akan pulang bersama orang suruhan nya.
______
Sementara di Kampus,,
Kabar tentang hilangnya Anggita semakin tersebar, bahkan kini bukan hanya hilangnya Aira saja namun juga beserta keluarga nya.
Aira yang baru saja sampai pun mendengarnya, dia merasa bingung dengan gosip gosip yang seakan hangat di kampus.
" Em.. sorry maksud kalian apa ya..
Anggita menghilang,terus banyak yang mencarinya." Ucap Aira
" Loh Ra, Lo gak tau.
Sudah seminggu ini Loh Anggita juga Keluarganya menghilang. " Ucap mereka dan Aira menggeleng.
" Kasihan juga sih, sudah perusahaan nya bangkrut, hutang dimana mana kini mereka entah dimana, Apa mereka sengaja bersembunyi agar tidak di temui orang orang yang akan menagih hutangnya."
" Ya sudah,, Makasih ya " Ucap Aira berjalan pergi.
Menyusuri lorong Kampus dengan masih terus memikirkan keadaan Anggita, Paman juga Bibinya .
Sejahat apa pun mereka namun tetap saja mereka adalah keluarga nya.
Dan sebenarnya Aira sendiri sudah memaafkannya dari dulu.
Brukk..
" Sorry.. Sorry.. "
Aira meringis saat seseorang menabrak nya,,
" Aira,, " Ucap Laki laki yang berdiri di hadapannya.
" Bastian " Ucap Aira saat mengenal laki laki yang menabraknya.
Bastian salah satu mahasiswa di sana yang terkenal populer karena dia sangat pintar bermain basket hingga menjadi idola kampus.
__ADS_1
" Lo dari mana selama ini Ra, gue denger Lo keluar kampus dan kini Lo,-
" Ya Gue masuk lagi ,, "
" Syukurlah,, Padahal gue khawatir dengan keadaan Lo saya Anggita bilang kalau Lo keluar. selama ini bahkan gue terus mencari Lo, No Lo juga kenapa gak aktif."
Aira tersenyum,,
" Yang penting sekarang aku balik kuliah. Dan nO yang lama sudah hilang ponsel ku. "
Bastian mengangguk,,
antara Bastian, Aira juga Nisa memang dekat.
" Ya Sudah aku masuk kelas dulu ya, "
" Okay,, nanti kita ketemu di kantin."
Aira mengangguk dan berjalan pergi,,
sementara Bastian menatap Aira lekat, Aira kini berbeda bahkan terlihat semakin Cantik.
Nisa yang sudah berada di kelas pun menatap Aira,,
" Ra, Lo lihat ini " Ucap Nisa memberikan ponselnya dimana berita tentang kebangkrutan perusahaan Bratama juga rumah mewah yang kini telah di sita Bank."
Aira terdiam,,
Dia memikirkan bagaimana nasib Paman, Bibi juga Anggita di luar sana, apa meraka baik baik saja, dimana kini mereka tinggal.
" Ra, Lo gapapa kan "
" Gapapa Nis, Kau hanya memikirkan mereka bagaimana keadaan mereka sekarang.":
Nisa mengusap bahu Aira..
dia tau bagaimana Aira, hatinya sangat lembut dan baik.
Sejahat apapun mereka, Aira sama sekali tidak pernah dendam dengannya.
" Sabar ya Ra, tapi gue yakin mereka bakal baik baik saja Ra. "
Nisa berusaha menenangkan sahabat nya.
****
Nathan berada di ruangan dan terlihat Boy yang berada di sana.
" Bagaimana kamu Boy, Apa ada luka serius "
" Tidak ada Tuan, Hanya luka kecil di sudut bibir saja."
" syukurlah,, Sebenarnya siapa mereka, dan kenapa mereka mencari istri saya."
" Maaf Tuan, Saya gagal menangkap mereka."
" Bukan salah kamu, Lebih baik untuk saat ini kita lebih hati hati, mereka bisa saja datang dan mencelakai kita."
" Anda benar Tuan, Tapi Saya sudah perintahkan Orang untuk lebih hati hati terutama saat menjaga Nyonya."
" Apa mereka salah satu pesaing bisnis kita, tapi kenapa mereka mengincar Aira dan bukan Saya."
" Bisa saja karena mereka tau jika Anda begitu mencintai Nyonya Tuan."
" Tapi pernikahan ini, Tidak banyak yang tahu."
Boy mengangguk,,
" Lebih baik sekarang kita harus lebih hati hati lagi, dan cari tau siapa sebenarnya mereka, apa motif mereka mencari istri Saya. "
__ADS_1
" Baik Tuan."
Nathan mengangguk dan terdiam memikirkan sesuatu, tidak mungkin jika orang orang itu adalah orang suruhan Bratama sedangkan kini mereka sudah bangkrut dan tidak mungkin memiliki uang untuk membayar orang.