
Kabar tentang Pernikahan Nathan dan Aira sudah sampai di telinga Hendra,,
Salah seorang memberi tahu saat dia melihat Nathan bersama Aira di sebuah tempat dan mereka terlihat sangat dekat.
Brakk..
Hendra menggebrak meja membuat semua menatap nya,,
Amarahnya meluap apalagi seharusnya Aira menjadi istrinya dan bukan Istri Nathan,,
" Jadi selama ini Aira bersama Nathan, Benar benar kurang Ajar Bratama.
Dia sudah pergi entah kemana dan sekarang Aira bahan menjadi istri orang lain."
Hendra terlihat sangat marah, matanya merah tangannya mengepal membuat semua pengawal menundukkan kepalanya.
" Kalian cepat Culik Aira dan bawa dia kemari, karena Dia lah yang akan membayar semua hutang hutang Bratama selama ini." Perintah Hendra.
" Baik Tuan "
Semua berjalan keluar,
sementara Hendra terus menerus mengatur napasnya.
Dia benar benar tidak menyangka, Aira hanya miliknya dan tidak ada yang bisa mendapatkan nya selain dirinya.
_____
Setelah menemani Nathan berkerja seharian, Nathan mengajak istrinya untuk makan malam di sebuah Restoran.
Aira menatap sekeliling, tidak ada seorang pun di sana dan hanya terlihat dua kursi dengan lilin yang menyala sungguh sangat romantis.
" Ayo sayang " Ajak Nathan mengandeng tangan Aira.
" Loh Mas, kenapa cuma hanya ada kita berdua padahal ini Restoran mewah dan selalu ramai " Ucap Aira yang terus merasa penasaran.
Nathan tersenyum dan menggenggam tangan Aira,,
" Karena aku sudah reservasi restoran ini Sayang"
Aira kaget,,
Pantas saja hanya ada mereka berdua di sana.
" Jadi Mas menyiapkan semua ini "
" Apa kamu suka ?"
" Eum,, Ini sangat indah "
Aira menatap sekeliling, bahkan dari sudut dia bisa melihat keindahan kota Jakarta dengan lampu yang menyala di sana.
gedung gedung tinggi membuatnya semakin indah.
Nathan tersenyum,,
Dia sudah berjanji jika mulai hari ini, dia akan lebih mencintai Istrinya dan akan memberikan apapun untuknya.
" Sayang,, Mau kah kamu menerima aku sebagai suami kamu saat ini dan seterusnya." Ucap Nathan yang sudah berlutut di hadapan Aira dengan sebuah cincin berlian indah di tangannya.
Aira menutup mulutnya tidak percaya,
Nathan melamar nya walau mereka sebenarnya sudah menikah.
Aira menatap nya,,
__ADS_1
Dia pun sudah mulai mencintai Suaminya,,
" Iya Aku mau " Ucap Aira mengangguk dan tersenyum.
Nathan beranjak dan langsung memasangkan cincin pada jari manis suaminya.
Saat pernikahan mereka,
Nathan hanya memberikan sebuah Kalung yang terus di pakai Aira seperti pesannya saat itu, dan kini dia memberikan sebuah Cincin Permata yang sangat cantik.
Tidak lama beberapa Pelayan datang dengan membawa sebuket bunga juga makanan untuk mereka.
Lagi dan Lagi Nathan memberikan Bunga itu Untuk Aira.
" Terima kasih Mas " Ucap Aira yang tidak bisa menahan rasa bahagia nya hingga butiran bening menetes di wajah cantik nya.
Nathan mengusapnya lembut membuat Aira Langsung memeluk nya erat, menumpahkan rasa bahagianya di sana .
Sudah hampir tengah malam,
Namun Aira masih betah berada di sana, Nathan melepas jas nya dan memakaikannya di tubuh Aira agar tidak kedinginan.
" Hari ini aku sangat bahagia Mas, terima kasih karena sudah membuat aku seperti ini."
Nathan mengangguk,,
Aira memutar tubuhnya menghadap suaminya yang masih setia memeluk pinggang rampingnya.
Suasana yang begitu romantis dengan alunan musik indah membuat keduanya saling berdansa.
Hingga Nathan mendekatkan wajahnya membuat Aira memejamkan matanya, sentuhan hangat Nathan kembali berikan untuknya.
sesuatu kenyal menempel di bibirnya , Aira membuka mulutnya untuk memudahkan Suaminya, Tanpa menunggu Nathan pun segera mengabsen seisinya.
Nathan melepaskan ciumannya, dia tau jika Istrinya hampir kehabisan oksigen karenanya..
" Terima kasih karena kamu sudah datang menjadi bidadari dalam hidup aku Aira."
Aira tersipu malu dengan Ucapan Suami nya, dia pun menutup wajahnya pada dada bidang Nathan.
****
Sementara di tempat lain,,
Boy bertemu dengan salah satu Orang suruhan Hendra saat dirinya akan pulang.
" Siapa kalian " Ucap Boy menatap mereka yang sudah menghalangi jalannya.
" Hahaha,, Kamu tidak perlu tau siapa Kami. yang jelas beritahu Saya dimana Aira. "
Boy menautkan alisnya Bingung,,
Dia mencari istri Bosnya, jadi siapa mereka sebenarnya.
" Buat Apa kalian mencari Nyonya Aira, Saya tidak tau dimana dia " tegas Boy membuat mereka langsung menyerang nya.
Boy yang memang memiliki ahli bela diri pun tidak merasa takut, walau dirinya hanya sendiri dan mereka yang terlihat berempat.
Buk..
Buk..
Buk..
Pukulan tepat Boy berikan kepada mereka hingga mereka jatuh tersungkur.
__ADS_1
" Siapa yang menyuruh Kalian " Ucap Boy mencekeram salah satu dari mereka.
Bug..
Boy jatuh tersungkur saat terkena pukulan hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.
" Sialan,, " Ucap Boy namun mereka langsung menuju motornya dan melaju meninggalkan nya.
Boy mengusap bibirnya,,
Rasa pedih dia rasakan namun dia penasaran siapa sebenarnya mereka dan kenapa mereka mencari istri Bosnya.
Boy masuk ke dalam mobil nya dan melajukan, dia akan memberi tahu Nathan namun bukan sekarang karena Saat ini Bosnya sedang bersama istrinya.
******
Aira yang seperti biasanya selalu tertidur dalam Mobil pun membuat Nathan membopongnya,
" Tuan " Ucap Seno saat melihat Tuanya datang.
Nathan mengangguk dan terus membawa masuk Aira ke dalam kamarnya.
Sebenarnya Seno sudah tau apa yang telah terjadi dengan Boy hari ini, namun dia bingung untuk menceritakannya sekarang atau nanti.
Di dalam kamarnya,,
Nathan membaringkan tubuh Aira di atas ranjang, melepas sepatu yang Aira pakai.
Dia duduk menatapnya, mengusap lembut wajah cantik Istri nya.
Dia pun teringat dengan pesan yang Boy kirimkan saat mereka masih di restoran, dia pun beranjak keluar dan bertemu Seno.
" Maaf Tuan, Apa bisa saya bicara sebentar" Ucapnya membuat Nathan mengernyit.
" Kita ke ruang kerja Saya "
Seno mengangguk dan berjalan mengikuti Nathan masuk ke dalam ruang kerjanya.
" Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan "
" Maaf Tuan, karena Saya harus mengatakan ini padahal seharusnya Anda beristirahat."
Nathan mengangguk,,
dia tau jika Seno sudah seperti ini, berarti telah terjadi sesuatu.
" Katakan."
" Setelah Boy pulang dai Restoran malam tadi, dia di hadang oleh beberapa Orang dan mereka langsung mengganjarnya.
Namun Boy sempat membawa satu dari mereka untuk menanyakan siapa yang perintah mereka, namun sayangnya Boy terkena pukulan hingga mereka kabur."
" Apa,, Terus bagaimana keadaan Boy "
" Syukurnya hanya Luka kecil pada sudut bibir Boy, Hanya saja mereka menanyakan keberadaan Nyonya Aira ."
Deg..!!
" Aira,, Mereka mencari Aira " Ulang Nathan sangat emosi.
" Seperti nya yang mereka cari adalah Nyonya Aira Tuan."
Nathan menyandarkan kepalanya,,
" Cari tau siapa mereka sampai ketemu hari ini juga." Titah Nathan membuat Seno mengangguk
__ADS_1
" Baik Tuan "
Seno berjalan keluar meninggalkan Nathan yang terlihat begitu emosi.