
Aira mengerjapkan matanya merasakan sesuatu di tubuh nya, dia merasa hawa panas hingga membuat nya terbangun.
Di lihatnya Nathan yang terlelap dengan memeluk nya namun tubuh Nathan terasa panas, bahkan dia terlihat menggigil.
" Astaga Mas Nathan " Khawatir Aira menyentuh kening suaminya namun Nathan hanya membuka matanya dan kembali tertidur.
Sementara Aira segera beranjak mengambil handuk juga Aira untuk mengompres tubuh suaminya.
" Pak Seno " Ucap Aira
" Nyonya,, Ada apa "
" Mas Nathan demam, bisa tolong ambilkan Handuk untuk mengompres juga obat demam "
" Baik Nyonya "
Aira mengangguk dan menunggu Seno,,
" Ini Tuan,, Apa perlu Saya panggil kan Dokter"
" Iya Tolong Pak Seno "
Aira kembali masuk dan mulai mengompres Nathan yang masih terlelap.
" Aku kompres ya Mas, tubuh Mas demam "
Nathan mengangguk dan terus memejamkan matanya,,
Sementara Seno masih menunggu Dokter Alfi, Dokter pribadi Nathan , namun sudah sangat lama dia tidak pernah lagi menghubungi nya.
" Pak Seno "
" Dokter, Silahkan langsung ke kamar Tuan " Ajak Seno.
Mereka langsung masuk, namun Alfi menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita di samping Nathan bahkan mereka terlihat begitu dekat, Nathan yang membiarkan wanita masuk ke dalam kamar dan menyentuh nya.
" Nyonya, Ini Dokter Alfi Dokter Pribadi Tuan " Ucap Seno
Aira menoleh dan mengangguk, dia segera bergeser dan membiarkan Dokter memeriksa nya.
" Mau apa Kamu,, " Cegah Nathan
" Sudah sakit masih saja sombong " Keluh Alfi yang memang sebenarnya adalah teman Nathan namun dia berprofesi sebagai Dokter dan baru saja pulang dari Luar Negeri untuk melanjutkan studinya.
" Mas,, Kamu tenang ya "
Aira berusaha menenangkan suaminya,,
Alfi menakutkan kedua alisnya saat melihat Temannya yang begitu dingin dan keras kepala bisa sangat menurut dengan seorang gadis kecil.
" Silahkan Dokter " Ucap Aira Dan Alfi mengangguk.
Kali ini berhasil Nathan di periksa bahkan di suntikkan vitamin dalam tubuhnya.
" Tidak perlu khawatir, Nathan Hanya kelelahan dan Saya sudah memberikan nya Vitamin. "
" Baik Dokter, Terima Kasih "
Alfi mengangguk dan masih terus bertanya tanya siapa sebenarnya gadis kecil itu, kenapa terlihat sangat dekat dengan Nathan bahkan Nathan sangat patuh juga membiarkan nya masuk ke dalam kamar.
Setau dirinya, Nathan hanya dekat dengan Jessica tidak dengan perempuan lain dan dia sangat tidak suka jika di sentuh dengan sembarang wanita apalagi membawanya ke rumah hingga masuk ke dalam kamarnya.
Apa dia sudah tertinggal banyak hal tentang sahabat nya ini, dan lagi Seno memanggil nya dengan sebuah Nyonya, apa maksud nya .
__ADS_1
" Saya Antar Dokter Alfi " Ucap Seno
Alfi mengangguk dan mereka berjalan keluar,,
" Seperti nya Saya sudah banyak tertinggal gosip tentang Nathan " Ucap Alfi
" Siapa gadis itu dan kenapa Pak Seno memanggil nya nyonya "
Alfi sangat penasaran dengan hidup Sahabat nya kali ini.
Seno tersenyum,,
" Dia adalah Nyonya Aira istri Tuan Nathan "
" Apa Istri,, ?"
" Ya Dokter, Ceritanya panjang lebih baik Nanti Anda tanyakan langsung terhadap Tuan "
Alfi menggeleng,,
Apa Nathan sudah bisa melupakan Jessica, Dia sangat tau bagaimana Cinta nya Nathan terhadap Jessica.
Namun Alfi melihat Aira jika sangat mirip dengan Jessica apa karena ini Nathan menikahinya.
" Anda terlalu lama belajar di luar Negeri " Ucap Seno terkekeh
" Lebih baik nanti Saya tanya langsung, Nathan banyak berhutang dengan Saya tentang ini,,
Oya Pak Seno, berikan obat ini kepada nya dan usahakan untuk dia minum. "
" Baik Dokter Terima Kasih "
" Saya kembali ke ruang Sakit, langsung hubungi saya jika demam Nathan belum turun."
Sedangkan Aira masih sibuk dengan suaminya yang demam,,
" Permisi Nyonya, Ini Makan juga Obat Tuan "
" Terima kasih Pak Seno "
" Saya permisi Nyonya, jika butuh sesuatu Langsung Panggil Saya.
Aira membangunkan suaminya,,
" Mas, Makan dulu juga minum obat nya "
Nathan mengangguk dan Aira membantu nya duduk.
Aira mengambil sarapan Nathan dan mulai menyuapinya,,
" Maaf Sayang,, " Ucap Nathan menatap sendu Aira.
" Jangan berpikir macam macam dulu Mas, Aku istri Mas jadi ya sudah sewajarnya aku mengurus Mas Nathan."
Nathan menatap Aira yang begitu tulus mengurus nya..
Boy yang tau Bosnya sakit Langsung datang ke ruang, Seno sudah menghubungi nya dan memberitahu nya.
" Pak Seno, bagaimana keadaan Tuan " Ucap Boy
" Masih demam dan berada di kamar bersama Nyong "
Boy mengangguk,,
__ADS_1
Tidak biasanya Bosnya Sakit, bahkan selama dia bekerja menjadi Asisten pribadi nya tidak pernah mendengar jika Bos nya sakit.
" Sebenarnya Saya heran juga, Tiba tiba Tuan Sakit padahal selama ini Tuan tidak pernah sakit." Ucap Seno dan Boy mengangguk.
Tak,,
Tak,,
Tak,,
Seno juga Boy menoleh dan terlihat Aira yang berjalan turun membawa nampan..
" Biar Saya saja Nyonya " Ucap salah satu pelayan dan Aira memberikan nya.
* Terima kasih "
Aira menatap adanya Boy di sana dia pun menghampiri.
" Pak Boy mau bertemu Mas Nathan " Ucapnya
" Tidak Nyonya, Pak Seno menelpon dan memberitahu jika Tuan Sakit jadi saya langsung datang, bagaimana keadaan Tuan. "
Aira tersenyum,,
" Masih demam tapi baru saja minum obat dan tertidur, kalau ada sesuatu yang perlu di bicarakan dengannya besok saja ya, biarkan Nathan istirahat hari ini "
" Baik Nyonya, Kalau begitu saya permisi." Pamit Boy dan Aira mengangguk.
" Maaf Nyonya, Dokter Alfi berpesan jika Tuan harus menghabiskan Obat juga Vitamin nya." Ucap Seno.
" Memangnya Mas Nathan jarang sakit Pak Seno."
" Selama Saya Bekerja, Baru dua kali ini Melihat Tuan sakit dan sakit pertama itu sudah sangat lama, bahkan Tuan terus berangkat ke Kantor saat itu. "
Aira menggeleng,,
" Tuan sangat menjaga pola makan juga kesehatan nya, Tuan bahkan sering olah raga , Mungkin karena kelelahan membuatnya jatuh sakit."
" Ya, Mas Nathan sering tidur malam dan terus bekerja "
" Ya Sudah,, Saya kembali ke kamar Dulu "
" silahkan Nyonya "
Aira berjalan menuju lantai dua,,
Seno kembali menuju dapur dan memerintahkan semua koki untuk memasak makanan sehat untuk Tuan nya yang sedang sakit.
" Pak Seno, bagaimana keadaan Tuan Nathan , " Ucap Santi yang langsung menghampiri Seno.
" Maksud Kamu "
" Saya dengar jika Tuan Nathan Sakit "
" Ya Benar, Tuan Nathan sedang sakit dan ada istrinya Nyonya Aira yang mengurus nya."
" Tapi Tuan Nathan tidak pernah sakit, namun kenapa setelah menikah Tuan malah Sakit."'
" Apa maksud kamu Santi."
" Maaf Tuan, Tapi Kita semua tau bagaimana Tuan Nathan menjaga kesehatan nya, Tuan makan makanan sehat berolahraga tapi setelah menikah Tuan malah Sakit. "
" Jaga Bicara kamu Santi, Tidak ada orang yang tau takdir Tuhan dan tidak ada orang yang mau sakit termasuk Tuan Nathan apalagi Nyonya Aira yang sangat khawatir saat tau suaminya Sakit." Ucap Seno berjalan menuju dapur dan meninggalkan Santi yang semakin aneh setiap harinya.
__ADS_1