
Anggita terus berlari keluar dengan tangannya yang terus memegang pipinya, terasa panas dan perih akibat tamparan dari Mamanya.
Dia sendiri tidak menyangka jika Melisa akan melakukan semua itu kepadanya.
Bruk.
Anggita hampir terjatuh saat menabrak seseorang, namun tangannya segera memeluk laki laki yang di tabrak nya hingga tatapan mereka saling Bertemu.
" Adi " Ucap Gita langsung melepaskan tangannya.
Ya dia lah Adi yang berjalan di rumah sakit itu, Adi sendiri sedang berada di Rumah sakit menjenguk temannya yang di rawat di sana.
" Hati hati kalau jalan " Singkat Adi yang memang tidak menyukai Anggita.
" Lo yang jalan pakai mata " Kesal Anggita kembali melangkah namun Adi menahannya.
" Kenapa Pipi "
" Bukan urusan Lo "
Adi terus menatap Gita yang kembali berlari menjauh, dia mengangkat bahunya dan kembali berjalan keluar.
Namun di saat sampai di depan Rumah Sakit dia melihat Nathan bersama seseorang.
Bukannya itu Nathan terus dia berada di Rumah Sakit ini, Apa Aira di Rawat juga ?
Adi terus menatap Nathan yang kembali masuk, dia pun berniat untuk mengikuti nya hingga sampai di depan ruangan VVIP di lantai atas dan ternyata memang benar, Aira di rawat di sana.
Aira di rawat,,
sakit apa dia ,, Andai tidak ada Nathan di dalam sudah pasti aku akan masuk.
Adi menghela napas nya dan berjalan pergi.
Di dalam ruangan ,,
Aira tengah duduk menatap suaminya yang baru saja masuk.
" Mas dari mana ?" Ucapannya membuat Nathan menoleh .
" Maaf Sayang,, Seno baru saja mengantarkan pakaian ,, Kamu kenapa bangun ?"
Aira menggeleng,,
sebenarnya dia merasakan sesuatu dengan perutnya.
Entah kenapa saat ini dirinya sangat ingin makan Nasi goreng.
" Sayang Hei,, istirahat lagi ya kamu harus banyak istirahat." Ucap Lembut Nathan mengusap wajah Ayu Istrinya.
Aira terdiam bagaimana dia bicara dengan suaminya sementara saat ini sudah malam dan tidak mungkin jika suaminya keluar untuk membelinya.
" Sayang " Ulang Nathan membuat Aira mengangguk pasrah.
Dia akan menahannya malam ini, walau sulit tapi dia tidak tega menyuruh suaminya.
Namun Nathan adalah tipe suaminya yang sangat peka, dia tau jika saat ini istrinya sedang memikirkan sesuatu.
" Ada Apa, Apa perut kamu sakit lagi" Ucap Nathan dan Aira menggeleng.
" Terus kenapa, Apa pengin sesuatu "
Aira tidak menjawab namun malah menatap suaminya dan mengangguk.
Nathan tersenyum dan menggenggam tangan Aira..
" Pengin apa Hem ?"
" Aku lapar dan pengin makan Nasih goreng "
Nathan menatap jam yang sudah pukul 10 malam,,
__ADS_1
" Ya Sudah kamu Tunggu,aku keluar untuk membelinya"
" Eum,, Mas hati hati dan cepet pulang "
" Iya Sayang "
Setelah mengecup kening Aira, Nathan berjalan keluar.
demi istri nya yang sedang hamil, Nathan bersedia melakukan apa pun.
Aira pun menunggu dengan senyuman di wajahnya, dia sudah membayangkan makan Nasi goreng yang begitu lezat.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Permisi Nyonya " Ucap salah seorang suster masuk.
" Ya Sus "
" Tuan meminta Saya untuk menjaga Anda selama Tuan keluar "
Aira mengangguk,,
Suaminya memang sangat perhatian dengan-nya,dia keluar sebentar pun memanggil suster untuk menemaninya di kamar.
Anggita berada di luar Rumah sakit, dia masih kesal dengan sikap Mama nya yang menurut nya sudah sangat berubah, tidak lagi menyayanginya dan mendukung nya.
Dia pun terus berada di sana menatap langit malam dengan dinginnya angin.
Tidak lama dia menatap Nathan yang berjalan masuk dengan membawa sesuatu di tangannya, melihat Nathan, Anggita pun segera mengikuti nya.
Dia sangat ingin tau bagaimana kondisi Aira saat ini.
Apa yang Nathan bawa, dan kenapa dia keluar di malam seperti ini.
dimana Asisten nya..
Terlihat Nathan menghampiri Aira dan menyiapkan sesuatu.
Anggita menggeleng saat melihat bagaimana Nathan yang begitu menyayangi juga peduli terhadap Aira, Nathan menyuapi Aira yang sedang sakit bahkan dia sama sekali tidak meninggalkannya.
tidak,,
Seharusnya gue yang berada di sana dan bukan Aira..
Gue tidak akan diam, kebahagiaan itu seharusnya milik gue, Gue harus merebut nya kembali.
Anggita berjalan pergi dengan semakin merasakan kesal.
Nathan terus tersenyum melihat Istrinya yang lahap makan,,
" Enak Mas " Ucap Aira dengan mulut yang penuh.
" Iya Sayang,, Pelan pelan makannya."
Aira mengangguk dan terus menikmati nya hingga hampir habis,,
" Minum dulu "
Nathan mengambil tisu dan mengusap bibir istrinya dan kembali menyuapi nya hingga habis.
Aira tersenyum dan mengusap perut nya,,
" Makasih Ya Mas, Udah beliin Nasi goreng yang enak"
" Sekarang tidur ya, kamu harus banyak istirahat."
Aira terdiam,,
__ADS_1
dia baru teringat jika dia makan banyak apalagi dengan kondisi kehamilan nya sudah pasti jika tubuh nya akan semakin berisi.
" Kenapa Hem "
" Mas sayang dan Cinta sama aku ?"
Nathan mengernyit,,
Ada apalagi dengan istrinya kenapa dia bisa menanyakan hal macam itu.
" Sayang juga cinta,, Kenapa ?"
Aira menggeleng,,
" Apa jika aku gendut Mas tetap sayang sama Aku ?"
Astaga,,
Apa yang terjadi dengan istri Saya.
apa ini yang di bilang hormon kehamilan, terkadang senang, sedih.
" Sayang ,, Jangan pernah berpikir macam macam, Yang jelas aku sangat mencintai kamu."
" Tapi tadi aku makan banyak dan pasti akan membuat tubuh aku gendut Mas "
Ingin rasanya Nathan tertawa,
namun saat ini istrinya sedang sensitif dan sebagai suami dia tidak mau melihat istrinya sedih.
" Sayang,, Apapun dan bagaimana nantinya bentuk tubuh kamu, Aku tetap akan sayang dan cinta kamu.
Jadi jangan pernah berpikir jika aku tidak menyayangi kamu lagi oke "
Aira mengangguk,,
" Sekarang istirahat ya, Kamu harus banyak istirahat,ingat karena ada Anak kita dalam perut kamu "
Aira menatap perutnya yang masih rata, dia pun tersenyum.
Rasanya ini seperti mimpi, dia menikah dengan laki laki yang begitu menyayangi nya, laki laki yang sangat baik hingga mereka mendapatkan hadiah teristimewa dalam hidupnya.
Aira membaringkan tubuhnya dengan bantuan suaminya,,
" Tidurlah,, Aku akan di sini temani kamu " Ucap Nathan mengecup kening Aira dalam.
" Selamat Malam Mas "
Nathan mengangguk dan terus menatap istrinya,
Tubuh yang terasa lelah, Nathan akhirnya menyandarkan tubuhnya dan mulai meregangkan otot tangan nya..
dia pun mulai memejamkan matanya.
Di ruangan Lain,,
Anggita masuk ke dalam ruangan,,
" Dari mana kamu " Ucap Melisa yang ternyata belum tidur.
Anggita menghela napasnya, dia masih merasa kesal dengan sikap Mama nya namun dia tidak mungkin pergi mengingat dia sendiri tidak memiliki uang sama sekali.
" Gita,, Mama bicara sama kamu "
Melisa melirik Bratama, dia tidak mau membuat Suaminya terbangun.
" Ma, Mama kenapa sih "
" Kamu yang kenapa, Seharusnya sekarang kamu merubah sikap kamu, Liat Aira yang sudah sangat baik terhadap kita."
" Aira.. Aira terus saja Mama banggain , Gita Anak kandung Mama "
__ADS_1
" Cukup Gita,, Mama tidak mau kembali mendengar kamu menyakiti Aira lagi. "
Melisa berjalan menuju tempat tidurnya dan meninggalkan Anggita yang masih berdiri menatap nya.