Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 06


__ADS_3

Di sebuah Restoran mewah Ruang VVIP terlihat Bratama juga Istrinya sudah berada di sana.


Mereka masih menunggu kedatangan Nathan yang masih berada dalam perjalanan.


sementara Anggita,,


Tidak henti hentinya dia terus menatap wajahnya di cermin kecil yang sengaja dia bawa.


" Sayang, Nathan pasti terpesona liat kamu..kamu sangat cantik " Puji Melisa


" Pokoknya kamu harus bisa menarik hati Nathan Gita, Kamu tau bukan siapa Nathan bagaimana dia berpengaruh dalam dunia bisnis tapi bukan hanya itu, Kamu Putri satu satunya Papa, Papa ingin kamu mendapatkan suami seperti nya, bisa membahagiakan kamu dan pasti nya memanjakan kamu."


Anggita tersenyum penuh percaya diri.


" Pa, Ma, Kalian jangan khawatir..


Nathan pasti akan langsung suka dengan Gita."


" Tentu saja,, Putri Mama cantik seperti ini siapa yang tidak terpikat."


Lagi lah Gita tersenyum,,


Hingga suara langkah seseorang membuat mereka langsung menolah.


Dua laki laki berjas berjalan sangat Gagah menuju dimana mereka berada.


Nathan yang memang sangat tampan ,membuat Anggita terus menatapnya tanpa berkedip.


Tubuh atletisnya, Tinggi, kulit putih bersih dengan setelan Jas hitamnya sangat membuat semua terpana.


Termasuk Anggita yang melihatnya secara dekat.


" Maaf membuat Anda menunggu" Ucap Nathan


Bratama tersenyum dan mengulurkan tangannya,,


" Tidak Tuan Nathan,, Kami saja baru sampai" Ucap Bratama


Sementara Anggita ,,


tidak dengan henti hentinya dia terus menatap Nathan.


Kali ini bukan hanya sekedar mendengar Siapa Nathan juga Ketampanan nya, Anggita bahkan bisa melihatnya langsung dengan jarak dekat.


Nathan juga Boy duduk di sana,


Tidak lama pelayan datang dengan membawa makanan yang memang sudah Bratama siapkan sebelumnya.


Anggita,,


Dia terus menatap Nathan dengan senyumannya namun jangan tanya Bagaimana sikap Nathan yang sangat cuek.


" Oya Tuan Nathan, perkenalkan ini Putri Kamu dia masih Kuliah di salah satu Universitas Ternama."


" Sayang,, Ini Tuan Nathan "


Anggita yang sudah di perkenalkan Ayahnya pun langsung menjulurkan tangannya dengan masih tersenyum.


" Bukannya Anda memiliki dua Putri, Dimana dia ?"


Deg..!!


Bratama juga Melisa saling Pandang,,


Sial,,


laki laki ini benar benar sangat dingin, bahkan dia sama sekali tidak menatap gue ..


Tapi,, gue gak akan menyerah secara dia tampan juga Kaya.


Anggita menarik tangannya kesal,,


" Anak,, Maaf Tuan putri Kami hanya Anggita dan Kami hanya punya satu Putri " Lanjut Melisa.

__ADS_1


Nathan melirik Anggita yang kembali menampilkan senyumannya.


" Mungkin maksud Anda keponakan Saya, Dia di rumah karena dia bertingkah tidak sopan jadi kami tidak mengajaknya." Ucap Bratama.


Nathan terdiam,,


Ternyata semua yang dia dapatkan tentang Aira benar.


Mereka seperti tidak menganggap Aira, bahkan bicara jika Aira tidak sopan.


" Mending kita makan saja sudah malam dan tidak enak jika malah dingin."


Nathan mengangguk dan menikmati makanan di depannya, begitu juga dengan Boy.


Sementara Aira,,


Dia berada di dalam kamarnya dengan jendela kamar yang sengaja dia buka, menatap Banyak nya bintang di langit bahkan bulan pun terlihat menerangi bumi malam ini.


Kak Adi..


mending aku coba menelpon nya, sekalian tanya deh apa aku masih boleh bekerja di sana gak.


Aira berjalan keluar,,


dia akan menghubungi Adi melalui telpon rumahnya.


Karena Ponsel juga tas nya yang masih tertinggal di hotel saat itu.


Rumah yang begitu luas namun Aira tersenyum sinis, karena dia selalu merasa sendirian adanya Paman, bibi juga sepupunya yang sama sekali tidak pernah menganggap nya ada.


Aira menghela napasnya,,


dia menyadari jika semua itu sudah menjadi takdir dan mau tidak mau dia harus tulus menjalaninya.


Dia pun menekan nomor Adi,,


Tidak lama terdengar suara sambungnya..


" Kak Adi "


Ra, Kamu dari mana saja, Kamu baik baik saja kan."


" Panjang ceritanya Kak,, Tapi yang terpenting aku gak kenapa kenapa."


" Syukurlah Ra,, Kakak sangat khawatir"


" Maaf Kak kalau malah membuat Kak Adi Khawatir,, Oya Kak, sebenarnya aku mau tanya apa aku masih boleh kerja di Cafe."


" Astaga Aira,, Masih boleh lah .."


" Alhamdulillah,, Besok aku kembali masuk ya Kak."


" Iya Ra, Sampai bertemu besok."


" Bye Kak Adi "


Aira menghela napasnya lega,,


Setidaknya dia masih bisa bekerja di Cafe Adi, apalagi Bibi nya memintanya untuk mengganti uang yang seharusnya mereka dapatkan dari Hendra.


Hari semakin larut..


Nathan menatap jam di tangannya, Boy yang mengerti pun segera ikut beranjak.


" Terima kasih Tuan Bratama untuk makan malamnya, Kami pamit pulang " Ucap Boy


" Saya yang seharusnya berterima kasih, Karena Tuan Nathan juga Tuan Boy bisa menyempatkan waktunya untuk datang padahal adanya kesibukan dari kalian "


Boy tersenyum,,


" Kami Permisi,, Terima kasih untuk semuanya." Ucap Nathan menjulurkan tangannya dan berjalan pergi tanpa menghiraukan Anggita yang masih saja terlihat tersenyum.


" Saya Permisi Tuan, Nyonya " Ucap Boy berjalan mengikuti Nathan.

__ADS_1


" Pa,, Pokoknya Gita mau bisa dekat dengan Nathan." rengek Anggita.


Bratama mengangguk.


" Iya Sayang,, Pasti..


Papa akan membuatnya dekat dengan kamu,,"


" Harus dong Pa,,


Mama juga mau lah punya menantu seperti Nathan, bukan tampan namun juga bisnisnya yang berada di berbagai kota.


Gak bisa bayangin kalau dia jadi menantu Mama."


Anggita terus menatap Nathan yang terus menghilang.


Nathan masuk ke dalam mobilnya saat Boy sudah membuka pintunya.


Boy melangkah cepat menuju kursi kemudi dan melakukan mobilnya.


Sedangkan Nathan terdiam,,


Dia masih berpikir tentang Aira, bagaimana kehidupan sehari harinya bersama mereka,


Nathan yang langsung sadar pun langsung menggeleng,, tangannya memijat pelipisnya.


" Tuan,, Anda baik baik saja ?" Khawatir Boy yang memang melihatnya dari spion mobilnya.


" Saya tidak apa Apa, kamu fokus saja dengan jalanan."


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk dan menyenderkan kepalanya.


Bayangan wajah Jesika kembali teringat, Susah payah dia berusaha untuk bisa melupakan nya namun Tuhan malah mendatangkan seorang wanita yang sangat mirip tunangannya.


Aira gadis yang sangat polos,


Berhati baik kenapa bisa mendapatkan siksaan dari keluarga nya.


Hingga mobil sampai di depan mention nya..


Dengan segera Boy berjalan memutar untuk membuka pintu mobilnya.


Nathan keluar dan langsung berjalan masuk.


" Selamat malam Tuan " Sapa Seno


Nathan mengangguk dan kembali melangkah masuk, namun dia berhenti saat mengingat sesuatu.


" Pak Seno " Panggil Nathan


" Ya Tuan."


" Apa Wanita itu sudah sampai di rumahnya."


" Maksud Tuan Nona Aira ?


Saya sudah mengantarnya sampai di rumah bahkan kami sedikit mengobrol."


Nathan mengangguk,,


" Tapi Tuan,-


Nathan menatap Seno bingung,,


" Katakan "


" Saya melihat jika Nona Aira seperti ketakutan saat akan masuk ke dalam, namun saat saya menanyakan nya Non Aira tidak mau menjawabnya."


" Kamu Cari tau semua tentang kehidupan gadis itu dan segera laporkan kepada Saya."


" Baik Tuan"

__ADS_1


Nathan kembali berjalan menuju kamarnya,, tubuhnya sangat lengket akibat pekerjaan nya seharian ini.


__ADS_2