Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 105


__ADS_3

Pagi ini Nathan baru saja sampai di Kantornya, Aira tidak lagi ikut dengannya karena Perutnya yang sudah besar membuatnya sering merasa lelah.


" Selamat Pagi Tuan " Sapa beberapa Karyawan yang melihat nya.


Nathan hanya mengangguk dan terus berjalan menuju ruangannya.


Boy yang melihat nya segera menghampiri,,


" Selamat Pagi Tuan * Sapa nya.


" Pagi ,, "


Boy terdiam,,


Dia bingung harus bicara apa terhadap Bosnya,, sementara Nathan terus menatap Asistennya yang terlihat seperti kebingungan.


" Boy,, *


" Ya Tuan *


" Apa terjadi sesuatu ?"


" Ti- tidak Tuan, Hanya Di ruangan Anda Ada Nona Anggita yang menunggu Anda ."


Nathan mengernyit.


" Anggita, untuk apa dia datang "


" Saya tidak tau Tuan, dan Saya sudah mencegah nya namun dia tetap memaksa masuk."


Nathan mengangguk dan berjalan menuju Ruang nya.


Anggita menatap ruangan Nathan yang begitu besar, bahkan Dia menatap foto di meja yang terlihat Aira bersamanya.


Seharusnya gue yang berada di sana dan bukan Lo Aira,,


Ceklek,,


Anggita meletakan fotonya kembali dan menatap pintu yang terbuka.


Nathan berjalan masuk membuat Anggita tersenyum,,


" Untuk apa Kamu ke ruangan Saya, Bukannya Saya sudah bilang jika Kamu tidak dulu kerja untuk beberapa hari "


Anggita tersenyum,,


" Aku sudah baik baik saja, Lagipula bosan jika hanya berada di rumah."


" Lalu kenapa tidak langsung bekerja "


Nathan menatap Anggita yang terus berjalan mendekatinya.


" Jaga sikap Kamu Anggita."


Anggita terkekeh,,


" Kamu tenang saja Nathan, tidak akan ada yang melihat nya. Lagi pula tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan kamu."


Anggita terus mendekati Nathan yang menautkan kedua alisnya.


Nathan langsung mencegah tangan Anggita yang akan menyentuh nya.


" Jaga sikap Kamu, Atau saya akan mengeluarkan kamu dari Perusahaan."


" Hahahaha,, Silahkan saja Nathan..


Tapi akan aku pastikan jika Aku bisa kembali bekerja karena Aira pasti akan membela aku. "


Nathan menggeleng,,


" Jangan kurang Ajar Kamu Anggita "

__ADS_1


" Kenapa Aira tidak lagi ikut ke kantor, Upss aku lupa pasti dia sudah sering lelah karena kehamilan nya yang sudah besar, Bahkan sudah pasti jika dia pun tidak bisa melayani kamu Bukan.


Aku bisa menggantikan Aira untuk melayani kamu bahkan aku bisa berbuat Lebih untuk memuaskan kamu Nathan.*


" Keluar kamu atau Saya paksa Keluar."


" Silahkan Saja,, Karena jika itu terjadi semua karyawan kamu akan tau bagaimana sikap kamu terhadap Karyawan nya."


Nathan menghubungi Boy,,


Namun Anggita malah merebut ponselnya dan melemparnya.


" Anggita" Tegas Nathan


Seakan tidak takut dengan tatapan Nathan ya terlihat mematikan, Anggita terus mendekati Nathan bahkan kedua tangannya sudah melepas dua kancing atas pakaian hingga memperlihatkan lekuk dada miliknya.


" Keluar Kamu "


Nathan menarik tangan Anggita dan membawa nya Keluar,,


Ceklek,,


Anggita segera memeluk Nathan erat,,


" Tolong Nathan, jangan bersikap seperti ini Aku Asik ipar kamu " Ucap Anggita yang terus memeluk Nathan.


" Anggita jangan Gila kamu "


" Aku mohon Nathan lepaskan aku "


Pintu terbuka dan terlihat Aira berdiri di depan pintu menatap mereka.


" Sayang " Ucap Nathan melepas tangan Anggita yang masih memeluk nya.


" Aira,, Nathan memaksa aku dan semua ini bukan salah aku " Ucap Anggita yang langsung memasang kancing pakaian nya.


Aira menatap Nathan dengan tatapan tidak percaya, kedua tangannya mengepal.


Butiran bening menetes di wajahnya.


Natha berusaha menjelaskan semuanya kepada Aira, dia tidak mau suaminya salah paham dengan nya.


" Bagaimana keadaan Kamu Gita " Ucap Aira menatap Anggita yang terdiam menunduk.


" A- aku baik baik saja * Ucapnya Langsung berlari keluar.


" Sayang,, Plis kamu salah paham.


Aku tidak tau Anggita ternyata berada di dalam ruangan aku dan dia sengaja membuka kancing pakaian nya, di saat aku memaksa nya keluar dia malah memelukku."


Aira menyeka air matanya dan menatap suaminya,,


" Kamu bilang Anggita sengaja melepas Kancing pakainya dan memeluk kamu, Tapi Kamu sendiri malah diam dan membiarkan nya Mas."


Nathan menggeleng,,


" Bu- bukan seperti itu Sayang "


" Jadi benar apa yang di katakan oleh Anggita jika kamu selalu menggodanya. Kenapa Mas, Apa karena aku yang kini hamil besar dan tidak bisa memuaskan kamu "


" Sayang,, kenapa kamu bicara seperti itu."


" Terus apa Mas, Kamu tega melakukan semua itu saat Perut aku sudah besar dan kamu tau Anggita itu Adik aku Mas "


Nathan mengusap wajah nya,,


Bagaimana lagi dia menjelaskan semuanya kepada Aira,,


" Jika aku tidak datang aku tidak akan tau yang sebenarnya"


" Sayang kamu mau kemana "

__ADS_1


Aira membalikkan tubuhnya,,


" Aku mau pulang "


" Aku antar "


" Tidak perlu, Aku bisa pulang sendiri. " Ucap Aira melenggang pergi.


Nathan mengusap kasar wajahnya,,


Dia segera menghubungi Boy untuk mengantar Aira pulang sampai di rumah.


" Kamu antar Istri saya pulang ke rumah "


Nathan mengacak rambutnya,,


Dia benar benar tidak menyangka Anggita bisa berbuat seperti ini.


Aira terus berjalan keluar,,


Boy berlari mengejar nya sesuai perintah Nathan jika harus mengantar istri Bosnya hingga sampai di rumah.


Apalagi setelah kejadian seperti ini.


" Nyonya tunggu "


Aira mengusap wajahnya dan berhenti,,


" Tuan meminta Saya mengantar Anda pulang, Mari Nyonya."


Aira mengangguk dan masuk ke dalam mobil.


Sementara Boy berjalan menuju kursi kemudi, namun Matanya menatap dimana Anggita masih berada di sana dan sedang tersenyum.


Boy segera masuk ke dalam mobil,


Untuk saat ini Aira lah yang lebih penting, dan untuk Anggita dia akan mencari tau setelah mengantar Istri Bosnya itu.


Anggita tersenyum penuh kemenangan melihat Aira yang begitu marah terhadap Nathan, Semua dia sengaja lakukan untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk Nathan.


Tidak sia sia gue meminta Aira datang ke Perusahaan hari ini hingga gue bisa melihat pertunjukan yang begitu indah. Gumam Anggita tersenyum dan menghentikan Taxi.


Flashback .


Aira baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah kepergian Nathan ke Kantor.


Namun tiba tiba ponselnya berdering, Aira menatap bingung Nomor baru yang menelpon nya.


karena terus berdering membuatnya menjawab nya.


" Halo, siapa ini "


" Ini gue Anggita"


" Gita,, Bagaimana keadaan Kamu,, Aku dengar jika kamu kecelakaan di Perusahaan."


" Gue baik baik saja Hanya ,-


Aira mengernyit,,


" Hanya Apa Gita, Kamu gapapa kan ?"


" Aira,, Lo harus tau apa yang sudah suami Lo lakuin terhadap gue selama ini apalagi setelah gue bekerja di perusahaan.


Dan gue bersyukur karena kecelakaan ini membuat gue bisa di rumah dan menghindari Nathan."


" Ma- Maksud Kamu apa ?"


" Ra, Gue tau Nathan suami Lo dan gue sudah tidak mau lagi mengejar nya . gue hanya mau bekerja dengan baik untuk pengobatan Papa tapi hari ini Nathan menghubungi gue dan meminta gue ke Kantornya.


Aira, Kalo Lo mau tau bagaimana sifat asli suami Lo. Lo datang ke kantor sekarang."

__ADS_1


Aira menutup telponnya,,


Dia pun mengambil tasnya dan segera Keluar.


__ADS_2