Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 30


__ADS_3

Bratama menatap begitu banyak barang belanjaan yang telah di beli istri juga putrinya bahkan uang yang di berikan Nathan pun habis dalam sekejam membuat dirinya pusing, belum lagi bagaimana cara supaya Aira bisa kembali ke rumah dan tekanan dari Hendra yang meminta agar segera menikah dengan Aira.


" Pa, Lihat semua yang kita beli, semua barang keluaran terbaru,, Seharian kita keliling Mall untuk membeli semua ini." Ucap Melisa bangga.


" Tapi Pah, Uangnya sudah habis padahal masih ada barang yang belum Gita beli, Papa transfer lagi ya buat Gita shoping besok." Rengek Gita


" Uang yang Papa berikan habis begitu saja hari ini ?* Ucap Bratama membuat Melisa juga Anggita mengangguk.


" Astaga,, yang itu sangat banyak dan kalian menghabiskan nya begitu saja."


Bratama memijat pelipisnya..


dirinya pusing dengan yang di lakukan mereka,,


" Papah,, Itu belum cukup lagian Papa bisa minta kembali ke Nathan atau Hendra , beres "


" Permisi Tuan, Di Luar Ada Tuan Hendra " Ucap salah satu Pelayan rumah.


" Apa Tuan Hendra,, * Kaget Bratama.


" Baik,, Saya akan segera turun."


Bratama menggeleng dengan kelakuan istri dan Putrinya, dia pun berjalan turun karena tidak mau jika Hendra menunggu nya lama.


" Selamat Malam Tuan Hendra, Saya kaget Anda datang berkunjung." Ucap Bratama.


Dengan sikap Sombongnya Hendra tetap duduk tanpa beranjak saat pemilik rumah datang.


" Anda mau minum Apa, Teh, kopi atau,-


" Kopi "


" Baik Baik, , tunggu sebentar"


Hendra menyilang kan kakinya,,


Sementara Bratama merasa khawatir akan kedatangan Hendra ke Rumah nya.


" silahkan di minum Tuan " Ucap Bratama


Dia pun duduk di sofa seberang menatap Hendra yang sedang menikmati Kopi hitamnya.


Hendra selalu minum Kopi hitam,,


" Jadi,, Bagaimana dengan Aira kapan dia akan datang ke tempat Saya."


" I- itu Saya,-


" Kamu jangan pernah macam macam dengan Saya Bratama, Kamu tau konsekuensinya jika berani berbohong kepada Saya, Hutang kamu harus kamu bayar beserta Bunganya."


" Saya janji Tuan, Aira akan segera datang ke tempat Anda."


" Saya pegang janji Kamu, Dan ingat jangan pernah berani membuat masalah dengan Saya."


" Satu Hal lagi, Jika kamu bisa membawa Aira ke tempat saya, Bukan hanya hutang hutang kamu yang saya anggap Lunas namun juga Kamu akan mendapatkan Uang yang sangat banyak."

__ADS_1


Bratama terdiam menatap Hendra yang berjalan keluar di ikuti oleh beberapa pengawalnya.


" Loh Pa, Kemana Tuan Hendra " Ucap Melisa yang baru datang.


" Sudah Pulang."


" Cepat sekali, memangnya mau apa datang ke mari, pasti memberikan uang ya, dimana uangnya ?"


Bratama menatap Melisa kesal,,


" Uang Uang terus yang kamu pikirkan " Ucap Bratama berjalan meninggalkan Melisa yang terlihat bingung.


Kenapa sih Papah,,


Marah marah gak jelas,, Padahal kan biasanya jika Tuan Hendra datang pasti akan memberikan uang.


Tunggu besok deh, Baru kembali minta Transferan lagi.


Melisa terlihat dan mengejar Bratama yang masuk ke dalam kamarnya.


Berbeda dengan Anggita yang mengangkat ke dua bahunya, dia tidak mau pusing dengan apa yang terjadi di keluarganya.


baginya selama dia bisa shoping semua bukan masalah.


Anggita masuk ke dalam kamarnya dengan membawa beberapa Paper bag yang di belinya pagi ini.


******


Di Apartemen Aira masih belum tidur,


Bahkan dia meminta Seno membelikan begitu banyak bahan makanan untuknya .


Ting,


tiba tiba ponselnya berdering,,


Aira meraihnya dan matanya membulat saat melihat sebuah pesan masuk dari laki laki yang sedang dia pikirkan nya saat ini.


Nathan mengirimkannya pesan, menanyakan keadaan nya sekarang.


Dengan segera Aira mengetik balasannya.


Senyuman mengembang kala Nathan kembali membalasnya.


Mereka pun akhirnya terus berbalas pesan, bahkan Nathan memberitahukan jika dirinya berada di Amerika untuk beberapa hari dan meminta Aira menjada kesehatan juga dirinya selama tidak ada Nathan di sana.


Derrt..


Aira mengira Jika Nathan menelponnya, namun dia salah karena Bratama lah yang menghubunginya.


dengan malas dia menggeser tombol hijau untuk mengangkat nya.


" Ya Paman "


" Astaga Aira,, Akhirnya kamu mau menerima telpon Paman , Bagaimana keadaan kamu sekarang. "

__ADS_1


" Aira baik baik Saja Paman , Paman juga Bibi sendiri bagaimana"


" Syukurlah Paman senang mendengar nya, Sebenarnya Paman sedang tidak enak badan, Paman terus memikirkan ucapan Paman kemarin, Paman minta Maaf bukan maksud Paman bicara seperti itu, Saat itu Paman sedang membutuhkan uang, Kamu tau kan setelah Nathan membatalkan Kerja sama itu membuat Paman mengalami kerugian yang sangat besar. "


" Aira mengerti Paman. "


" Aira,, Paman sangat rindu ingin bertemu kamu, Bagaimana jika Kita bertemu Besok."


" Tapi Besok Aira harus bekerja."


" Setelah Kamu selesai bekerja , Paman akan menjemput kamu dan kita bisa makan malam bersama, hanya kamu dan Paman saja, tidak dengan Bibi kamu juga Anggita."


Aira terdiam,,


" Aira,. bagaimana,, kamu bisa kan, besok Paman jemput kamu sekitar jam 7 malam."


" Iya Paman."


" Ya Sudah Kamu istirahat, jaga kesehatan kamu, Ingat makan teratur dan jangan sampai telat."


Aira memutuskan telponnya dengan masih bingung akan sikap Paman nya yang berubah begitu baik terhadap nya, selama ini Pamannya tidak pernah perhatian dengan-nya namun kali ini, Apa karena uang dari Nathan dan ancaman dari Nathan hingga membuat mereka takut dan tidak akan mengganggu nya lagi.


Akhir menggeleng dan meletakan ponselnya, dia merebahkan tubuhnya dengan selimut yang di tarik menutupi tubuh.


Matanya mulai terpejam hingga dia sampai dalam alam mimpi indah.


Sedangkan Nathan yang berada di Amerika terlihat berdiri menatap pemandangan luar dari balik jendela Kaca besar nya.


Nathan berada di salah satu Perusahaan miliki nya yang berada di Amerika.


Jika Saat Ini Aira tengah tertidur, berbeda dengan Nathan yang berada di Kantornya karena perbedaan jam diantara dua Negara itu.


Nathan baru bisa memberikan kabar terhadap Aira, karena kesibukan nya juga Laporan yang Seno berikan jika Aira makan Nasi bungkus saat dirinya datang ke Apartemen hingga Nathan memintanya membelikan bahan makanan agar Aira tidak lagi makan sembarangan.


" Permisi Tuan,, " Ucap Boy membuat Nathan menoleh,,


" Anda memanggil Saya. "


Nathan berjalan menuju kursi kebesaran nya dan memberikan sebuah berkas.


" Semua sudah saya baca dan Saya setuju untuk bekerjasama dengan Perusahaan Mereka , Kamu hubungi mereka untuk memberitahunya dan segera kita bertemu selama saya masih berada di Amerika "


* Baik Tuan, Saya akan segera menghubungi mereka."


Nathan mengangguk..


" Apa ada yang lain Tuan ?"


" Tidak kamu bisa keluar "


" Terima kasih Tuan."


Boy membawa proposal dan berjalan keluar, sedangkan Nathan kembali membuka Map yang sudah berjajar di mejanya.


Dia akan mengecek semua laporan masuk di Perusahaan nya selama berada Di Amerika.

__ADS_1


__ADS_2