
Nathan masih terus berada di dalam kamar nya menunggu Aira yang belum keluar Kamar Mandi,,
dia Terus berpikir untuk memberitahu Aira soal Pamannya yang kembali masuk Rumah Sakit.
" Mas Nathan " Ucap Aira yang malah sudah berdiri di depan suami nya.
" Sayang,, Kamu kenapa tidak manggil aku "
Aira menghela napasnya,,
" Mas mikirin apa sih, Apa tentang masalah Di Surabaya."
Nathan tersenyum dan menggeleng,,
" Tidak,, Masalahnya sudah selesai dan Orang nya pun sudah tertangkap."
" Syukurlah.. "
" Sayang sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan,, "
Aira menatap suaminya yang tampak gelisah,,
" Paman kamu masuk rumah sakit dan keadaannya Kritis."
Aira menggeleng,,
" Aku mau ke Rumah Sakit Mas "
Nathan menghampiri Istri nya dan langsung memeluk nya,,
" Kita Ke Rumah Sakit sekarang."
Sementara di Rumah Sakit,,
Melisa terus menangis dengan keadaan suaminya yang kritis..
" Bibi,, " Ucap Aira membuat Melisa mendongak.
Aira segera memeluk Bibinya erat.
" Paman Aira,, "
Aira mengangguk dan mencoba menenangkan Melisa, walau sebenarnya dia pun sedih dengan kabar itu.
Nathan mengusap bahu istrinya, dia selalu berada di dekat Aira.
Berbeda jauh dengan Anggita yang tampak biasa saja bahkan dia malah terus menatap Nathan yang terlihat semakin tampan dan membuatnya semakin ingin memiliki nya.
" Bibi yang sabar ya, Paman akan baik baik saja." Ucap Aira dan Melisa mengangguk.
Tidak lama Dokter keluar dan menatap mereka dengan tatapan sulit di artikan.
" Dokter bagaimana keadaan Suami Saya "
" Apa sebelum nya Pasien mendengar Omongan tangan membuat penyakit jantung nya kambuh."
Melisa terdiam,,
Dia berpikir apa suaminya Mendengar pembicaraannya bersama Anggita pagi tadi.
" Saya Sarankan Pasien untuk tidak mendengar kabar yang membuatnya terkejut, karena itu akan membuat jantung nya Kambuh.
Dan untuk saat ini Pasien dalam keadaan Kritis."
Melisa menggeleng,,
" Apa yang harus kita lakukan " Ucap Nathan
" Kami akan berusaha semaksimal mungkin Tuan, Tapi Kami pun berharap untuk keluarga bisa mendoakan adanya sebuah Keajaiban."
Nathan mengangguk,,
" Bibi,, Aira yakin Paman akan sembuh kita berdoa ya " Ucap Aira memeluk Melisa yang terlihat begitu terpukul.
Anggita duduk di samping Melisa dan mengusap bahunya, namun dia tetap mencuri pandang menatap Nathan yang masih berada di sana.
" Sayang,, Aku pergi sebentar " Ucap Nathan dan Aira mengangguk.
Mau kemana Nathan ,,
Aira benar benar beruntung memiliki suami tampan seperti Nathan, tapi gue tidak mau kalah bagaimana pun gue harus mendapatkan Nathan.
__ADS_1
Anggita menatap tajam Aira yang masih berada di sana.
Tidak lama Nathan kembali dengan membawa dua bungkusan di tangannya,,
" Sayang, Kamu Makan dulu.. kamu belum makan dari pagi." Ucap Nathan
" Tapi Mas, aku gak lapar "
" Tapi kamu harus makan, Anak kita juga pasti lapar di perut kamu."
" Apa yang di katakan suami kamu benar Nak, kamu harus makan , kasihan anak kamu." Melisa mengusap wajah Aira.
Aira mengangguk dan Nathan langsung membuka bungkusan yang di Beli nya.
Tanpa menghiraukan adanya Melisa ataupun Anggita di sana, Nathan menyuapi Aira seperti biasanya.
Nathan memang sangat memanjakan Aira selama ini.
Sialan Aira benar benar sangat beruntung.
Nathan begitu mencintai nya, tapi gue tidak mau menyerah.
Kebahagiaan itu seharusnya miliki gue dan bukan Aira.
" Gita kamu mau kemana ?" Ucap Melisa saat Anggita beranjak.
" Cari udara segar "
Nathan tidak menghiraukan Anggita, dia terus menyuapi Aira istrinya.
Melisa sangat senang melihat bagaimana Nathan memperlakukan Aira dengan sangat baik, dulu Aira tidak pernah mendapatkan kebahagiaan seperti saat ini.
Dia , suaminya bahkan Anggita pun selalu menyiksa nya bahkan membuat nya terus masuk rumah sakit.
" Bibi juga makan ya.. " Ucap Aira menggenggam tangan Melisa.
" Iya Nak "
Aira tersenyum namun Melisa sendiri tidak merasakan lapar sama sekali, Dia memikirkan keadaan Suaminya juga Biaya Rumah sakit.
Bagaimana dia bisa membayarkan nya sementara sudah pasti Biaya yang tidak akan sedikit.
Aira terus menatap Melisa yang berjalan pergi menyusuri Lorong Rumah sakit.
Melisa menuju ke Ruang Administrasi dan menanyakan semua Biaya suaminya.
" Maaf Sus,, "
" Iya Nyonya, Ada yang bisa di bantu."
" Saya ingin melihat Total tagihan Suami Saya "
" Maaf Atas nama Siapa ?"
" Bratama "
" Baik sebentar"
Melisa mengangguk dan menunggu nya..
" Silahkan Nyonya,ini semua total biaya yang harus di bayarkan. "
Melisa menatapnya,,
Biaya yang sangat besar, apalagi dengan Keadaan dirinya yang sama sekali tidak memiliki apapun .
Bagaimana dia bisa mendapatkan uang untuk membayar semuanya.
Dengan membawanya Melisa berjalan pergi, dia akan berpikir untuk mencari uang itu.
" Bibi,, Bibi dari mana ?" Ucap Aira saat melihat Melisa kembali."
Melisa tersenyum,,
dan segera menyimpang nya, dia tidak mau membuat Aira khawatir.
" Bibi ,, Bibi mencari Anggita Nak,, "
Aira mengangguk,,
Melisa duduk di samping Aira dan berusaha menyembunyikan semuanya.
__ADS_1
Sudah banyak yang Aira lakukan Untuk nya, selama ini Aira sudah banyak membantu nya
dan kali ini dia tidak mau kembali merepotkan Aira.
Derrt,,
Nathan merogoh jaketnya,,
" Sayang sebentar aku angkat telpon dulu " Ucap Nathan beranjak karena Boy menghubungi nya.
Anggita berada di taman Rumah sakit, Berada di antara Aira juga Nathan membuatnya kesal dan semakin iri dengan kehidupan Aira saat ini.
Menikah dengan laki lakinya tampan yang mencintai nya, tinggal di rumah mewah dan mendapatkan apapun yang dia mau adalah cita citanya dulu namun malah Aira lah yang mendapatkan semuanya.
Kenapa selalu Aira yang beruntung,
Kenapa waktu itu bukan gue yang akan di nikahkan dengan Hendra, jika Saat itu gue yang datang ke Hotel sudah pasti gue lah bertemu dengan Nathan dan bisa menikah dengan nya hidup enak di rumah mewah.
aaagrh,, kenapa selalu Aira yang mendapatkan keberuntungan.
Ini semua tidak adil, gue gak akan pernah diam dengan semua ini.
Anggita mengepalkan tangannya,,
____
Aira masih menemani Melisa di Rumah Sakit, Anggita belum juga kembali.
Nathan yang juga masih berada di sana terus menatap Aira.
Dia tidak mau Istri nya kelelahan.
" Aira,, Lebih baik kamu pulang Nak, istirahat, kamu sedang Hamil tidak baik terus bolak balik Rumah sakit." Ucap Melisa mengusap tangan Aira.
" Tapi Bi,-
" Benar Sayang, Kita pulang dan Kembali nanti , kamu harus istirahat " Ucap Nathan membuat Aira menatapnya.
" Aira pulang dulu, tapi Bibi kabari Aira jika ada kabar apapun "
" Iya Sayang, Kamu istirahat ya ,, "
Nathan menggenggam tangan Aira,,
" Ayo Sayang " Ajak Nathan mengandeng istrinya..
Melisa berada di sana untuk menunggu Suaminya yang berada di ruang ICU.
pikirannya masih dengan Biaya Rumah sakit.
**********
Hai,, Hai,, Hai,,
Di Part ini boleh dong kalo Akuh munculin Visual Aira juga Nathan,,
Ini Sih sesuatu Pikiran Akuh ya,,
Mu'uph Ken Kalo Visualnya tidak sesuai dengan Kalian..ðŸ¤ðŸ¤
*Nathan Adi Pratama *
Suami sekaligus Pengusaha sukses dengan banyak Cabang anak Perusahaan dan menjadi Idola banyak kaum hawa.
Namun hanya Aira gadis kecil nan Cantik yang sukses membuatnya jatuh cinta.
*Aira Nadira"*
Gadis Polos yang di ratukan oleh laki laki yang baru di kenalnya hingga kehidupan nya berubah total setelah menikah dengan nya.
__ADS_1