Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 18


__ADS_3

Nathan menatap Aira yang masih duduk di minum bar sembari menatapnya,


" Jadi kamu bangun karena lapar, Kenapa tidak menelpon jadi saya bisa mengirimkan makanan kemari" Ucap Nathan menghampiri Aira.


" Menelpon,, Bagaimana bisa handphone saya saja masih Anda sita."


" Astaga,, Maaf Ini ponsel kamu dan saya sudah menambah kontak saya di sana "


Aira mengernyit,,


Atau jangan jangan Nathan juga membuka dan melihat semua isi ponselnya.


" Jangan berpikir macam macam, Saya hanya menambah Nomor saja dan tidak membuka isi dalam ponsel kamu."


Aira tersenyum,,


Ternyata Nathan tau apa yang dia pikirkan, Toh memang jika Nathan membukanya tidak ada hal penting di sana.


Aira melirik jam di ponselnya, sudah tengah malam dan tidak enak jika mereka berada dalam satu Apartemen tanpa adanya hubungan.


" Em,, Ini sudah malam, Anda tidak berniat untuk tetap berada di sini bukan ?"


Nathan menautkan kedua Alisnya,,


Aira mengatakan hal semacam ini, bukannya ini adalah Apartemen miliknya.


Terserah dia juga mau menginap atau Pulang.


" Kamu lupa jika Apartemen ini milik Saya jadi kenapa malah saya yang di usir ?"


" Maaf,, Bu- bukan seperti itu maksud saya." Ucap Aira menunduk..


Nathan gemas dengan ekspresi Aira saat ini, sangat lucu.


" Karena sudah malam, Saya akan tidur di sini "


" Eh,, Tapi Hanya ada satu kamar di sini."


Nathan tersenyum dan menatap Aira,,


" Memangnya kenapa kalau hanya ada satu Hem ?"


Aira menelan Saliva nya menatap tatapan mata Nathan, Jantung nya berdetak cepat, tiba tiba tubuhnya pun berkeringat dingin.


Nathan berjalan mendekat membuat Aira semakin dibuat salah tingkah.


Hingga Sebuah bisikan membuat Aira tersadar.


" Saya Tidur di sofa "


Aira menggelengkan kepalanya dan menyadari jika Nathan telah berjalan meninggalkan nya menuju sofa.


Dia pun segera berlari masuk kamar dan langsung menutup pintunya.


Astaga Aira,,


Bodoh banget sih,, Malu kan jadinya..


Aira terus merutuki dirinya yang bersikap bodoh di depan Nathan.


Nathan sendiri terus tersenyum teringat bagaimana wajah Aira tadi sungguh membuatnya gemas.


_______


Keesokan Harinya,,


Aira mulai bekerja walaupun sebelumnya dia berdebat dengan Nathan yang tidak mengijinkan nya kembali bekerja.


Hingga akhirnya Nathan mengalah, Aira merasa senang bisa keluar dan bertemu dengan Adi laki laki yang sudah seperti kakak nya sendiri.

__ADS_1


" Selamat Pagi " Sapa Aira membuat Sang empunya Cafe menoleh.


Adi langsung tersenyum dan berjalan mendekat saat Melihat wanita yang sudah beberapa hari tidak bertemu dengannya.


" Aira " Ucap Adi


Aira tersenyum dan langsung memeluknya,,


Bagi Aira Adi lah Kakak laki lakinya,,


" Syukurlah kamu baik baik saja Ra "


Aira mengangguk dan melepaskan pelukannya, menatap sekeliling..


Cafe yang sangat dia rindukan,,


" Akhirnya aku kembali bekerja, Maaf Kak Adi selalu merepotkan"


" Bicara apa sih Ra, "


Adi mengacak gemas pucuk rambut Aira dan berjalan untuk kembali membereskan Cafe sebelum pelanggan datang.


" Jadi selama Aku di rumah sakit, Kak Adi hanya sendiri?"


" Memangnya bersama siapa?"


Aira terkekeh dan mulai membantu Adi menyiapkan semuanya.


" Oh jadi sudah sembuh kamu Ra "


Aira menoleh mendengar suara seseorang, begitupun dengan Adi.


" Gita " Ucap Aira kaget.


Anggita berjalan mendekat,,


Melihat sekeliling Cafe dan tersenyum kecut seperti meremehkan.


" Sorry Cafe belum bukan, Lo bisa baca kan " Ucap Adi yang memang tidak menyukai sikap Anggita.


" Gue gak bicara sama Lo ya, Aira gue lapar cepet buatin sarapan."


Aira mengangguk dan berjalan namun Adi menahannya.


" Gak usah Ra, Cafe belum buka dan Lo juga masih sakit."


Brakk..


Anggita berdiri kesal..


" Jadi begini cara Lo melayani pelanggan."


" Lo Lupa jika Cafe ini milik gue, Gue bos nya dan terserah gue mau melayani atau tidak bahkan gue juga bisa mengusir orang yang membuat keributan di sini."


Anggita meremas tangannya,,


Berani sekali Adi bicara seperti itu kepadanya,,


" Lo,,


" Lo tau pintu keluarnya bukan,,"


Anggita menghentakkan kakinya dan berjalan keluar,,


" Ra,, Berusaha lah kamu melawan Gita bagaimana pun kalian saudara."


" Tapi Kak, Aku gak papa kok lagian bagaimana jika malah nanti Gita berbuat sesuatu "


" Aku tidak peduli Ra,, Aku tidak mau jika Gita terus menyiksa kamu seperti itu."

__ADS_1


" Terima kasih Kak,, Selama ini Kak Adi selalu melindungi aku ."


Adi mengangguk,,


" Aku lanjut kerja lagi , sebentar lagi Cafe buka "


Adi terus menatap Aira yang kembali membersihkan Cafe,,


Andai kamu tau Ra,,


jika sebenarnya ada perasaan lain dalam hati ini, bukan perasaan seorang kakak laki laki yang melindungi adik perempuan nya.


namun aku tidak mau jika malah hubungan kita menjauh, aku tidak siap jika kamu membenci atau bahkan menjauh dari ku.


________


Anggita melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat kesal dengan sikap Adi yang seenaknya tadi.


Ini gak bisa di biarkan,,


gue harus membalasnya, Adi juga Aira harus bertanggung jawab atas semua ini.


Anggita melajukan mobilnya menuju salah satu Perusahaan.


Dimana Bratama yang sedang meeting bersama beberapa staff nya di ruangan.


" Papah ,,, " Ucap Gita yang langsung saja masuk tanpa memperdulikan semua Staff yang menatapnya.


" Sayang,, Papah sedang meeting "


" Aira pa,, dia sudah membuat Gita malu "


" Kalian semua keluar, meeting kita sampai di sini."


" Baik Tuan "


Semua Staff keluar dan meninggalkan ruangan,,


Sementara Gita sengaja di buat sedih dan menangis untuk bisa meyakinkan Ayahnya jika Aira telah melakukan sesuatu dan membuatnya malu.


" Sayang hei,, kamu kenapa menangis ,, Apa yang sudah Aira lakukan sama kamu bilang sama Papa "


" Aira Pa,, Dia sudah keluar Rumah Sakit dan mulai bekerja, Gita datang ke Cafe dan memesan makanan tapi apa mereka malah mengusir Gita."


" Apa,, Berani sekali mereka melakukan itu sama kamu Nak,, "


" Gita gak mau tau, Papah harus membalasnya Gita malu Pa, Mereka mengusir Gita dengan kata kata kasar, di sana juga banyak orang. "


"Kamu tenang saja sayang, Papah pasti akan membalasnya."


Gita mengangguk dan memeluk Bratama..


Senyuman terukir di wajahnya, sukses dirinya membuat Percaya jika dirinya telah mendapatkan perilaku tidak enak oleh Aira juga Adi.


Kalian tunggu saja apa yang bakal Bokap gue lakukan, pasti bakal membuat kalian menyesal sudah melakukan semua itu.


" Sekarang jangan menangis Oke,, Atau kamu mau Shoping.. kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan, Papa sudah mentransfer uang.. kamu bisa mengeceknya ."


Gita merogoh tasnya dan mengambil Ponselnya, benar saja terdapat transferan masuk.


" Papah memang paling sayang Gita,, "


" Pasti Sayang, Apapun akan Papah lakukan untuk kebahagiaan Putri Papa ini."


" Makasih Pa,, Gita pergi dulu ya."


" Iya Sayang,, Hati hati "


" Bye Papah.."

__ADS_1


Gita berjalan keluar dengan senyuman lebar di wajahnya,,,


__ADS_2