
Melisa sampai di Cafe,
dia langsung saja berjalan masuk untuk mencari keberadaan Aira.
Tidak peduli melihat ada nya pelanggan Cafe saat itu Melisa terus saja berjalan masuk membuat Sal juga karyawan lain bingung.
" Dimana Aira " Ucapnya tidak adanya rasa sopan.
" Aira di dalam "
Melisa berjalan masuk dan terus memanggil Aira.
" Aira dimana kamu " Teriaknya membuat Aira yang berada di dalam mendengar dan keluar.
" Bibi " Ucap Aira
Melisa menatap Aira dan menghampirinya,,
" Kamu ikut saya "
Aira di tarik paksa Melisa keluar, Adi yang melihat nya pun segera mengejar.
" Lepasin Aira Bi, sakit tangan Aira "
" Tante Melisa, Lepasin Aira " Ucap Adi menarik tangan Aira.
Aira merasa perih di pergelangan tangan nya karena genggaman Melisa yang begitu erat.
" Jadi seperti ini balasan kamu setelah apa yang sudah kami lakukan Hah, Seharusnya dulu Saya tidak mau untuk membawa kamu ke rumah dan membiarkan kamu hidup di jalanan." Ucap Melisa dengan terus menunjuk wajah Aira.
" Maaf Tante, sebenarnya ada apa ini " Ucap Adi
" Saya tidak ada urusan dengan Kamu Adi, Saya harus membawa Aira untuk menebus semuanya."
Melisa kembali menarik paksa tangan Aira .
" Lepasin Non Aira "
Semua menoleh saat mendengar suara seseorang,,
Terlihat dua orang laki laki bertubuh tinggi kekar berjalan menghampiri mereka.
" Siapa kamu, berani sekali mencampuri urusan Saya " Ucap Melisa tanpa takut sementara Aira terus berusaha melepaskan genggaman Melisa yang terasa sangat sakit juga perih.
" Lepasin tangan Nona Aira atau Anda tau akibatnya."
" Saya tidak pernah takut dengan Kalian, dia Keponakan Saya dan apa urusan kalian ."
" Bi, sakit lepasin " Aira terus merintih kesakitan membuat mereka langsung menarik Melisa hingga genggaman tangannya terlepas.
" Awas kamu Aira, Saya tidak akan pernah melepas kamu, kamu harus membayar semuanya." Ucap Melisa kembali ke dalam mobil.
" Nona Anda baik baik saja ?" Ucap Mereka dan Aira mengangguk.
" Tangan kamu Ra, tunggu sebentar."
Adi segera masuk untuk mengambilkan Air hangat, dia akan mengompres nya.
Kini Aira duduk dengan tangan yang masih dia kompres, Sementara dua laki laki itu terus berada di dekat Aira untuk menjaganya.
" Sebenarnya siapa kalian, kenapa kalian mengenal Saya " Ucap Aira mendongak.
" Kami di tugaskan Tuan Nathan untuk menjaga Anda selama Anda tidak bersama Tuan, Maaf kami lengah hingga membuat Anda terluka."
__ADS_1
" Nathan meminta kalian menjaga Saya, kenapa dia tidak bilang "
" Benar Nona "
Adi benar benar yakin Nathan adalah laki laki yang tepat bersanding dengan Aira, dia bisa melindungi Aira dari bahaya.
" Apa masih sakit Ra ?" Ucap Adi dan Aira menggeleng.
terlihat memar di pergelangan tangan Aira, Melisa terlalu erat menggenggam dan menariknya tadi.
Aira masih tidak menyangka Bibinya akan bertindak seperti itu, pasti dia akan di bawa ke rumah Hendra.
" Sekali lagi kami minta maaf atas kecerobohan kami Nona, Seharusnya anda tidak sampai terluka seperti ini."
Aira menggeleng,,
" Saya tidak apa, ini hanya luka kecil dan kalian tidak perlu terus minta maaf."
" Tapi Tuan sudah meminta kami melindungi Anda."
" Ini bukan Salah Kalian, Pasti Nathan akan mengerti."
Mereka mengangguk dan sudah bisa menebak apa yang akan terjadi jika Bos nya tau apa yang terjadi dengan Calon istrinya, apalagi melihat Aira hampir celaka tamat sudah riwayat mereka.
Melisa terus kesal dengan tindakan yang hampir bisa membawa Aira, dia sengaja akan membawa Aira ke rumah Hendra untuk segera menikah kan mereka.
Sialan karena mereka aku gagal membawa Aira, padahal sudah hampir berhasil.
Siapa sebenarnya mereka dan kenapa mereka berada di sana bahkan seperti melindungi Aira.
Melisa terus melajukan mobilnya.
______
Dia menatap jam yang ternyata sudah waktunya makan siang,,
" Kita lanjut nanti lagi, Saya keluar dulu " Ucap Nathan. yang langsung beranjak.
Sementara Boy menatap nya,,
dia tau jika Bosnya akan menemui Aira, setelah mereka akan menikah Nathan lebih sering menemui Aira dan meninggalkan pekerjaan.
Jadi seperti itu rasanya Orang jatuh Cinta,
setiap hari ingin terus bertemu.
Boy menggeleng dan kembali menatap Laptopnya,,
Nathan melajukan mobilnya menuju Cafe,
Aira tidak menghubungi nya atau mengirimkan kabar jika dia masih berada di Cafe atau pulang.
Derrttt..
Ponselnya berdering,,
" Halo " Ucap Nathan
" Maaf Tuan, kami ingin memberikan informasi jika baru saja terjadi sesuatu dengan Nona Aira "
Deg..
Nathan langsung menepikan mobilnya,,
__ADS_1
" Maksud kalian, Apa yang terjadi dengan Aira "
" Kami minta maaf karena telah lengah mengawasi dan menjaga Aira, Kami tidak tau bagaimana wanita itu datang dan menarik tangan Nona Aira untuk membawanya pergi. "
" Saya ke sana sekarang, terus jaga Aira di sana."
Nathan menutup telponnya dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, apa yang sudah terjadi dengan Aira, dia khawatir jika Aira kembali terluka.
Hingga mobil sampai di depan Cafe,
" Tuan " Sapa Mereka menunduk.
" Dimana Aira "
" Masih di dalam Tuan "
Nathan segera masuk ke dalam, beberapa pelanggan yang berada di sana Langsung menatap kedatangan Nathan laki laki yang sangat terkenal dalam dunia bisnis.
Paras tampan nya pun sungguh menggoda kaum hawa, mereka bahkan menatapnya tanpa berkedip.
" Aira " Ucap Nathan saat melihat Aira yang duduk bersama Adi.
Aira menoleh namun dia kaget saat Nathan malah langsung memeluknya,,
Rasa takut juga khawatir akan keselamatan Aira benar benar Nathan rasakan, dia tidak mau jika Terjadi sesuatu dengan Aira.
" Nathan , Kamu kenapa di sini " Ucap Aira yang masih dalam pelukan Nathan.
Nathan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Aira,,
" Syukurlah kamu baik baik Saja "
Aira menautkan kedua alisnya,
pasti mereka telah menceritakan semuanya terhadap Nathan tentang apa yang sudah terjadi.
Namun,
Nathan menyadari sesuatu dengan tangan Air, terlihat bekas kompres yang masih berada di sana.
" Astaga tangan Kamu, Kita Ke rumah Sakit sekarang"
Nathan langsung membawa Aira pergi meninggalkan Adi yang masih terus menatap nya,
Rasa sakit, sesak, cemburu menyelimuti hati Adi saat ini namun di sisi lain dia pun merasa senang dan bahagia karena Nathan yang begitu peduli sayang dan perhatian terhadap Aira.
" Kalian, Tunggu Saya di rumah " Ucap Nathan kepada kedua pengawal yang menjaga Aira.
" Nathan,, aku tidak apa ini juga hanya luka sedikit sudah di kompres "
Nathan tidak menjawab,,
dia melajukan mobilnya, Dia harus segera membawa Aira ke Rumah Sakit.
Aira menghela napasnya,,
Dan membiarkan Nathan melakukan apa yang di mau hingga mereka sampai di rumah sakit.
Lagi dan Lagi Nathan Langsung membantunya berjalan, padahal bukan kaki Aira yang sakit hanya memar di pergelangan tangannya.
" Tuan,, Biar kami yang memeriksanya" Ucap salah satu dokter.
Nathan menatap Aira yang masuk bersama Dokter, dia pun segera merogoh jas nya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1