Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 28


__ADS_3

Aira menatap keluar,


Biasanya akan ada Nathan yang menjemput nya namun hari ini berbeda, tidak ada Nathan ataupun Seno yang menjemput nya seperti sebelumnya..


Nathan tidak ada menghubungi dari semalam, tidak ada kabar seakan menghilang dari dunia.


Aira menghela napasnya panjang dan berjalan menyusuri jalanan malam.


Walaupun sebelumnya Aira sudah sering pulang sendiri,namun karena beberapa hari bersama Nathan dia mulai terbiasa dan kini rasanya sangat berbeda sepi tidak adanya orang yang menemani nya.


Langkahnya sampai di depan Apartemennya, Lagi dan lagi Apartemen yang sepi dengan lampu yang masih menyala semakin membuatnya merasa sedih.


Tanpa berniat untuk melakukan sesuatu, Aira langsung saja masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karena Cafe ramai.


Matanya menatap dimana Tasnya tergeletak, dia beranjak dan mengambil ponselnya.


Tidak ada Notifikasi dari siapa pun termasuk Nathan.


Helaan Napas kembali terdengar,,


Nathan sudah benar benar pergi darinya, setelah semua yang di lakukan nya.


Hatinya sesak, mengingat bagaimana perlakukan Nathan yang begitu baik, perhatian dengan-nya saat saat kemarin namun kini entah dimana keberadaan nya.


Aira meringkuk menatap jendela dan akhirnya dia pun tertidur.


_____


Nathan masih berada di Perusahaan,


seperti biasa dia selalu mengerjakan semua pekerjaan nya hingga selesai.


Sudah hampir tengah malam, Namun Nathan seakan tidak lelah matanya terus menatap Laptopnya.


" Permisi Tuan " Ucap Boy masuk dengan membawa secangkir Kopi.


" Kamu belum Pulang juga ?" Ucap Nathan tanpa menatapnya.


" Belum Tuan "


Ini sudah malam,


Pulanglah dan lanjutkan saja besok.


" Tapi Anda Tuan"


" Sebentar Lagi Saya Pulang, Saya harus menyelesaikan semua ini sebelum kita Pergi Lusa."


Boy mengangguk..


cukup tau bagaimana Bos-nya itu, Nathan tidak pernah menunda pekerjaan nya dan selalu menyelesaikan nya hari itu juga.


Detik demi detik, Menit bahkan Jam terus berputar..


Nathan meregangkan tubuhnya yang sudah merasa pegal, pekerjaan nya pun sudah selesai.


Nathan menutup Laptopnya dan beranjak bangun.


Kantor sudah sangat sepi,


Nathan berjalan menuju Mobilnya dan melajukan nya menyusuri jalanan malam yang sudah sepi.


Hanya beberapa kendaraan saja yang terlihat melintas.


Nathan baru terpikir dengan keadaan Aira, semenjak kemarin dia tidak bertemu dengannya membuatnya merasa Khawatir.


Dia pun berniat untuk ke Apartemen dan melihat keadaan Aira.


Dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap segera sampai di Apartemen.


Hingga Mobil sampai di depan Apartemennya, Namun di urungkan nya karena sudah tengah malam sudah pasti jika Aira telah tidur.


Nathan terus menatapnya,,

__ADS_1


Setelah beberapa menit akhirnya dia kembali melajukan mobilnya pergi.


Aira terbangun seakan mendengar suara seseorang memanggilnya..


Nathan..


Gumam nya beranjak bangun dan membuka pintu Kamar, namun semua ruangan terlihat sepi tidak seorang pun di sana.


Aira menghela napasnya dan berjalan menuju Mini Bar, mengambil minum karena terasa haus.


dia tidak kembali ke kamar namun duduk di sofa.


Nathan sendiri sampai di Mention,,


Penjaga segera membuka Gerbang saat tau jika Tuan nya datang,,


Nathan keluar Mobil dengan sudah menenteng Jas di tangannya.


terlihat wajahnya yang sangat lelah membuat mereka tidak berani bicara.


Nathan langsung masuk ke dalam kamarnya dimana melewati kamar dimana dulu Aira pernah tinggal di sana.


Dia pun berhenti dan menatapnya,,


Sementara dari sudut ruangan, terlihat seseorang terus menatapnya dengan senyuman.


Dia lah Santi salah satu Pelayan di Mention yang menyimpan perasaan terhadap Nathan bahkan dia sangat membenci Aira saat tau jika Nathan dekat dengan Aira.


Dia pun sengaja membuatkan secangkir Kopi hangat dan berniat untuk memberikan nya kepada Nathan.


Nathan kembali berjalan dan masuk ke dalam kamarnya,,


tok,,


tok,,


tok,,


Dia berjalan membuka nya dan menautkan kedua alisnya saat melihat Santi dengan pakaian tidurnya tersenyum dan membawa secangkir kopi di tangannya.


" Maaf Tuan, Saya buatkan Kopi hangat untuk Anda, Anda pasti sangat lelah setelah bekerja seharian."


" Terima kasih, tapi Saya hanya ingin istirahat kamu bawa kembali Kopi itu." Ucap Nathan dengan langsung menutup pintu kamarnya.


Santi kesal dengan sikap dingin Nathan, bahkan selama ini dia berusaha untuk bisa mengambil hati Bosnya itu, namun selalu saja Nathan bersikap dingin terhadap nya.


Sialan,,


Tapi aku tidak akan menyerahkan, aku tidak mau kalah dengan gadis itu.


Aku yang sudah lama mengenal Tuan, dan seharusnya aku yang bersanding dengannya nanti.


Santi kembali membawanya turun,,


Nathan melempar Jasnya, dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.


Dia mengambil ponselnya berniat untuk mengirimkan Pesan kepada Aira namun dia kembali menghapus nya karena takut menganggu tidur Aira.


Dia pun meletakan ponselnya dan berjalan menuju tubuhnya terasa sangat lengket.


Sama Hal nya dengan Aira yang terus menatap layar ponselnya,,


Dia berniat untuk mengirimkan pesan untuk Nathan, namun kembali dia urungkan karena tidak mau mengganggunya.


Aira menatap Jam yang sudah pukul 2 Pagi, namun dia sendiri tidak merasa mengantuk.


******


Keesokan Harinya,,


Nathan sudah bersiap dengan setelah Kerjanya, sementara di lantai bawah sudah ada Boy yang menunggu nya.


" Selamat Pagi Tuan." Sapa Boy yang beranjak bangun.

__ADS_1


" Pagi,, Semua sudah kamu Bawa."


" Sudah saya siapkan semua Tuan, dan Pesawat kita berangkat jam 10 pagi ini.


Nathan mengangguk,,


" Seno " Panggil Nathan


" Ya Tuan,,


Selama saya tidak berada di rumah,kamu jaga rumah dan selalu laporkan semuanya kepada Saya."


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk,,


" Satu Lagi,, Terus jaga Aira dari semua Hal yang membuatnya sedih terutama dari Paman dan Bibinya."


" Baik Tuan."


Nathan berjalan keluar bersama Boy,


Seno sendiri ikut mengantar Bosnya sampai di depan mObil.


Sementara Santi meremas bajunya mendengar apa yang Nathan katakan.


Walaupun Aira sudah tidak lagi tinggal di Mention namun Nathan tetap saja melindungi dan peduli dengannya sementara dirinya yang sudah berupaya membuatnya jatuh hati tetap saja tidak di anggap bahkan Nathan selalu cuek terhadap nya.


Apa baiknya gadis sialan itu,,


Kenapa Tuan bisa bertemu dengan-nya, seharusnya dia tidak pernah ada hingga tidak bertemu Tuan.


Santi menghentakkan kakinya dan berjalan pergi.


____


Nathan sudah berada di dalam mobilnya,


Mereka bersama Sopir rumah karena tidak mungkin Boy membawa mobil sendiri.


Nathan menatap keluar jendela sementara Boy terus menatap Tab di tangannya,,


" Kamu bilang Pesawat akan berangkat jam 10 bukan ?"


" Benar Tuan. "


" Pa, Kita ke Cafe sebentar"


Boy mengernyit namun dia hanya bisa mengangguk dan mengikuti apa yang Bosnya katakan.


Mobil sampai di depan Cafe,


Namun Nathan tidak keluar dan hanya membuka kaca mobilnya menatap di mana terlihat seorang gadis cantik yang tengah membersihkan Cafe.


Boy menatap Nathan dan mengikuti pandangan nya,, Aira lah yang berada di sana, Boy menggeleng.


Dia tau jika Bosnya khawatir meninggalkan gadis itu apalagi setelah apa yang sudah terjadi selama ini, Boy sangat tau Nathan sangat peduli dan selalu melindungi Aira.


" Kita Jalan " Titah Nathan menutup jendela mobilnya.


" Baik Tuan "


" Tuan tidak mau bertemu atau pamit dengan Nona Aira lebih dulu "Ucap Boy


" Dia sedang sibuk, dan Saya tidak mau mengganggunya."


Boy mengangguk dan kembali menatap Tab yang dia bawa untuk melihat semua Agenda selama di luar Negeri.


Sementara Nathan,,


Dia hanya membatin jika akan memberi tahu Aira setelah dia sampai.


Untuk saat ini, Aira sedang bekerja dan dia tidak mau mengganggunya.

__ADS_1


__ADS_2