
Semua mahasiswi di hebohkan dengan datangnya laki laki tampan dan sangat mempesona di Kampusnya, mereka pun berlarian untuk keluar.
mereka ingin melihatnya secara dekat seorang Nathan Adi Pratama yang hanya bisa mereka lihat dari cover majalah atau televisi saja namun kini dia datang secara langsung di kampus.
Anggita yang merasa bingung pun menanyakan kepada salah satu mahasiswi yang berlarian.
" Tunggu,, Kenapa semua pada lari memangnya ada apa sih."
" Jadi Lo gak tau Ta, Nathan datang ke kampus .. udah lah gue mau melihat nya "
Anggita terdiam,,
untuk apa Nathan datang ke kampus nya, tidak mungkin dia hanya sekedar datang saja tanpa alasan, secara semua tau jika Nathan sangat sibuk.
Anggita segera mengikuti mereka keluar,,
benar saja terlihat Nathan yang berada di depan mobil sport miliknya bahkan dia semakin tampan.
" Ih Lo ngapain di sini, lagian Nathan mana mau sama cewek seperti kalian" Ucap Anggita membuat semua menatapnya kesal
Anggita tersenyum,,
Bahkan di saat Nathan menatap ke arahnya..
" Pasti Nathan Dateng buat temui gue , Kalian siap siap patah hati, Secara kita udah sering dinner bareng."
" Dih apa sih Ta, Pede banget bicara Lo " kesal mereka.
Di tempat lain,,
Aira tersenyum saat menerima pesan jika Nathan sudah datang menjemput, dia pun segera berjalan keluar.
Dia menautkan alisnya saat melihat keramaian di depan Kampus.
Dia terus berjalan keluar dan terlihat Nathan yang juga sudah melihatnya.
Aira tersenyum dan berjalan mendekat,,
" Aira tunggu,, Lo mau ngapain " Cegah Anggita membuat Nathan menatapnya tajam karena Anggita yang menahan tangan Aira.
" Lepasin tangan Aku, Nathan sudah nunggu aku"
Anggita masih menggenggam tangan Aira, membuat Nathan berjalan mendekat.
" Lepasin tangan Aira " Ucap Nathan membuat Anggita segera melepaskan nya.
" Nathan,, Kita kembali bertemu.. gimana kabar kamu, Lama kita gak ketemu setelah makan malam waktu itu " Ucap Anggita membuat semua menatapnya tidak percaya.
" Tangan kamu Gak kenapa kenapa ?" Ucap Nathan yang malah melihat tangan Aira.
" Eum,, Gak papa Kok "
" Kita pulang sekarang "
Aira mengangguk dan Nathan langsung mengandeng nya keluar membuat Anggita kesal,
__ADS_1
tidak berbeda jauh dengan semua yang melihatnya mereka hanya bisa diam dan heran dengan apa yang mereka lihat sekarang.
seorang Nathan, laki laki yang banyak di gila i kaum hawa kini malah bersama Aira gadis yang tergolong biasa saja.
Nathan melajukan mobilnya dengan Aira yang sudah bersamanya.
Aira masih tampak diam, bukan karena tangannya yang sakit tapi dia masih memikirkan bagaimana keadaan Paman juga Bibinya setelah perusahaan nya bangkrut apa mereka baik baik saja ??
" Hei,, Ada apa ?" Ucap Nathan yang selalu saja peka jika Aira sedang memikirkan sesuatu.
" Apa kamu tau soal kebangkrutan Perusahaan Paman ?"
" Oh masalah itu, memangnya kenapa ?"
" Apa kamu tau kenapa bisa bangkrut, setau aku perusahaan Paman termasuk perusahaan besar. "
" Kita bicara kan setelah sampai di rumah oke "
" Eum "
Nathan mengusap rambut Aira dan kembali melajukan mobilnya.
____
Anggita masih merasa kesal karena kedekatan Nathan dengan Aira bahkan mereka seakan memamerkan kedekatan mereka.
Seharusnya dirinya lah yang berada di sisi Nathan dan bukan Aira.
Aira pasti sengaja meminta Nathan untuk datang ke kampus, dia pasti sengaja ingin pamer karena bisa dekat dengan Nathan.
Kamu lihat saja Aira , gue gak akan biarin Nathan terus dekat dengan kamu.
Anggita melajukan mobilnya,,
dengan kecepatan tinggi, hari ini sungguh membuatnya kesal, Semua orang yang menggosipkan tentang kebangkrutan keluarga nya, Dia yang di panggil Rektor untuk membayar semua biaya kuliah dan Aira , ternyata kembali kuliah di sana bahkan sengaja memamerkan kedekatan nya bersama Nathan.
Bratama terus ketakutan karena Hendra yang terus menghubungi nya, dia bahkan tidak berani pulang ke rumahnya karena takut Hendra akan datang ke sana.
" Halo Pa, Kapan Papa Pulang dan urus semuanya, Belum lagi Hendra yang pasti akan datang Pa ." Ucap Melisa di sebarang.
" Mama sabar dulu, Papa pasti pulang tapi bukan Sekarang. Hendra pasti akan datang ke rumah. mending sekarang Mama Ajak Anggita untuk keluar dari rumah sebelum Hendra datang. kita pindah dari sini Ma."
" Tapi pindah kemana Pa, papa gak mau ."
" Ma, dengerin Papa untuk sementara saja dan setelah keadaan membaik kita kembali ke sana."
" Ya Sudah Mama bersiap siap sekarang."
Bratama memutuskan telponnya, dan bersiap untuk pergi dari Hotel sebelum semua terlambat.
Orang suruhan Hendra pasti akan terus mencari nya.
*****
Aira juga Nathan sampai di Mention, Mereka berjalan masuk .
__ADS_1
" Nathan,, " Panggil Aira karena Nathan tidak juga menjelaskan.
" Kapan kamu jelasin semuanya sih,, "
Nathan menghela napasnya dan berbalik menatap gadis di belakang nya .
Aira seakan merajuk kepadanya dan membuatnya tidak tega untuk membiarkan.
" Kita duduk, aku jelaskan semuanya."
Aira duduk di sofa bersama Nathan yang tengah melepas kancing Jasnya.
" Perusahaan mereka bangkrut karena ulah mereka sendiri, Mereka selalu hidup boros selama ini, Terutama Bibi juga Sepupu kamu yang selalu berbelanja apa yang mereka inginkan, sedangkan pembatasan kerjasama itu saya tidak tau kenapa mereka bisa membatalkan nya secara sepihak. "
Aira terdiam,,
Melisa juga Anggita memang sangat boros , hampir setiap hari mereka selalu berbelanja apapun yang mereka inginkan tanpa memikirkan bagaimana Nasib Perusahaan.
" Jadi sekarang kamu tau kenapa bisa terjadi kebangkrutan itu. "
Aira mengangguk,,
" Sudah lah, jangan kamu pikirkan.
semua terjadi karena salah mereka sendiri. "
" Tapi tetap saja aku tidak tega, bagaimana pun mereka keluarga aku satu satunya."
Nathan menatap Aira yang tampak bersedih,,
" Apa kamu tidak dendam dengan mereka setelah apa yang mereka lakukan terhadap kamu ."
Aira terdiam..
Bagaimana pun mereka sudah baik untuk menampung nya setelah kepergian orang tuanya.
Namun apa yang mereka lakukan kepadanya pun membuat hatinya kembali sesak dan sakit.
Nathan tau apa yang di pikirkan Aira saat ini, dia sudah lebih tau bagaimana sifat Aira, bukan hanya wajahnya yang cantik, Aira pun memiliki hati yang sangat baik.
" Sudah tidak perlu kamu pikirkan mereka, mereka pasti punya cara untuk melewati masalah ini."
Aira mengangguk dan bersabdar pada tubuh Nathan yang berada di sampingnya.
Nathan mengusap pucuk rambut Aira, setidaknya untuk saat ini Aira tidak dulu tau jika dirinya lah yang telah membuat Perusahaan milik Pamannya bangkrut.
" Sekarang lebih baik kamu siapkan diri untuk pernikahan kita, Semua sudah siap tinggal menunggu harinya saja."
Deg..
Aira beranjak, dia lupa jika mereka akan segera menikah.
" Em,, Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu ?" Ucap Aira menatap Nathan yang juga menatap nya dalam.
" Apa yang ingin kamu tanyakan,, "
__ADS_1
Aira terdiam,,
Dia sangat ingin menanyakan hal ini terhadap Nathan sudah lama.