Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 96


__ADS_3

Aira baru saja sampai di Rumah sakit bersama Nathan.


Namun mereka berpapasan dengan Anggita yang akan keluar Rumah sakit dengan wajah terlihat kesal .


" Loh Git, Kamu mau kemana ?" Ucap Aira


Gita menatapnya namun dia melihat Aira bersama Nathan.


" Bukan urusan Lo." Ucap Anggita berjalan pergi begitu saja.


" Biarkan saja Sayang , Sekarang kita masuk " Ajak Nathan dan Aira mengangguk.


Aira berjalan masuk dan menyusuri lorong Rumah sakit.


Namun dia menatap Bibinya yang terlihat menangis dengan menatap selembar kertas di tangannya.


" Astaga Bibi " Ucap Aira segera menghampiri nya.


Melisa yang menyadari Aira datang segera mengusap air matanya dan menyimpan kertas itu.


" Bibi, Ada apa ?" Ucap Aira yang sangat khawatir namun Melisa menggeleng dengan senyuman di wajahnya.


dia tidak mau membuat Aira khawatir dengan nya.


" Gapapa Nak, Bibi hanya memikirkan Paman"


Aira mengangguk dan memeluk Melisa,,


" Sabar Ya Bi, kita berdoa yang terbaik Buat Paman, Aira yakin Paman akan kembali dan berkumpul bersama kita"


" Iya Sayang."


Nathan menatap mereka,,


" Sayang,, Aku pergi sebentar ya " Pamit Nathan dan Aira mengangguk.


Nathan segeralah menuju Ruang Administrasi, dia tau apa yang di pegang oleh Melisa saat mereka datang.


" Permisi ,,"


" Ya Tuan, Ada yang bisa di bantu."


" Berapa Total biaya Perawatan Tuan Bratama"


" Baik sebentar saya cek "


Nathan mengangguk dan menatap Ponselnya,,


boy sudah berada di Jakarta bahkan sudah berada di Perusahaan.


Untuk beberapa hari, Nathan tidak datang ke Perusahaan karena harus menjaga Aira.


" Ini semua Total biaya Penanganan juga biaya Tuan Bratama."


Nathan mengangguk dan segera mengeluarkan Black Cart miliknya.


Dia tidak mau membuat Aira cemas, Apapun akan dia lakukan jika sudah menyangkut dengan istrinya.


" Terima kasih Tuan "


Nathan kembali menghampiri Aira yang duduk bersama Melisa.


Tangannya mengusap perut membuat Nathan segera mendekat dan duduk di samping nya.


" Sayang,, Kenapa ?" Ucap Nathan khawatir.


" Aku pengin yang seger seger deh Mas "


Nathan menautkan kedua alisnya,,


Namun Melisa malah tersenyum,,


" Kamu ngidam apa Nak "


" Aira pengin rujak Buah Bi, Mas aku pengin makan itu"


Nathan tersenyum dan mengangguk .


" Kamu tunggu di sini, Aku pergi mencarinya."


Aira mengangguk,,


Nathan beranjak namun dia tidak lupa mengecup kening Aira lebih dulu.


Melisa mengusap wajah Aira dan tersenyum.

__ADS_1


Anggita berada di Luar Rumah Sakit,


Dia masih sangat kesal karena Melisa selalu membanggakan Aira dan malah terus meminta nya bekerja.


Kenapa malah gue yang harus bekerja,


Lagian juga kenapa sih Mama tidak minta kepada Aira buat bayar biaya Rumah sakit nya.


" Memang seharusnya kamu bekerja, Dan membantu Keluarga kamu."


Anggita menoleh dan terlihat Nathan berdiri di sana.


" Na-Nathan ,, "


" Bukannya kamu sudah tidak kuliah, Kenapa tidak berusaha bekerja. "


Anggita beranjak,,


" Bekerja,, Tapi aku tidak pernah bekerja sebelumnya atau Aku bekerja ditempat Kamu, Aku janji akan bekerja dengan baik dan akan menurut jika Kamu yang memintanya."


Nathan menautkan alisnya,,


" Jangan pernah bermimpi,, Lihat saja bagaimana Kamu "


Anggita menatap dirinya,,


" Nathan, Aku bahkan sangat lebih dari Aira "


" Stop,, Jangan Pernah membandingkan Aira . Dia bahkan sangat sempurna Untuk saya." Ucap Natha berjalan pergi.


Anggita menghentakkan kakinya kesal,,


Bagaimana dia bisa mendapatkan Hati Nathan, dia sudah sangat bosan hidup seperti itu.


Dia mau kehidupan seperti Aira.


______


Aira masih bersama Melisa berada di depan ruangan ICU dimana Bratama masih belum sadar, Kondisi nya pun masih sama Dan belum ada perubahan.


" Nak, Seharusnya kamu tidak perlu setiap hari ke Rumah Sakit kamu sedang hamil dan seharusnya kamu istirahat di rumah."


" Gapapa Bi, lagian Aira bosan jika terus di rumah "


" Dan juga, Bibi tidak mau merepotkan kamu membelikan kami makanan, Kami bisa mencarinya sendiri."


" Oya Bi, Ini Untuk Bibi " Ucap Aira memberikan uang kepada Melisa.


" Tidak Nak,, Bibi tidak mau."


" Bibi terima ya, Buat pegangan Bibi "


" Jangan Nak, Lagian selama ini kamu juga Nathan sudah banyak membantu Bibi "


Aira tersenyum,,


" Kita keluarga Bi, Aira mohon Bibi terima ya "


Melisa terdiam,,


Bagaimana bisa Aira begitu baik kepadanya, mengingat apa yang sudah mereka lakukan selama ini namun tidak ada sedikit pun dendam dalam diri Aira.


" Makasih Ya Sayang, Kamu sudah banyak membantu Bibi juga Paman "


Aira mengangguk dan memeluk Melisa.


" Aira,, "


Seseorang membuat Aira melepaskan pelukannya dan menoleh.


" Kak Adi " Ucap Aira saat melihat Adi yang berdiri menatap nya.


" Kamu di sini,, "


Aira mengangguk dan tersenyum..


" Paman di rawat dan aku menjaganya "


Adi mengangguk namun matanya menatap Aira yang semakin terlihat cantik,,


" Kamu apa kabar Aira, lama sekali kita tidak ketemu"


" Seperti yang Kakak Lihat , Kak Adi sendiri bagaimana."


" Aku baik ,, Oya Om bratama kenapa Tante "

__ADS_1


Melisa menjelaskan semuanya,,


" Mudah mudahan Om Bratama segera sembuh Tante."


" Terima Kasih,, Kamu sendiri ngapain di Rumah Sakit."


" Kebetulan ada Yang pesan makanan di Cafe jadi Saya yang mengantarkan nya."


Melisa mengangguk.


Namun Adi menatap perut Aira yang sudah terlihat besar.


" Gimana kandungan Kamu Ra,"


" Sehat Kak "


" Syukurlah,, Kamu jaga kesehatan ya .. jaga juga Kehamilan kamu jangan kecapekan."


" makasih kak "


Adi mengangguk,,


" Ya Sudah aku pergi dulu, harus kembali ke Cafe."


" Hati hati."


_____


Nathan terus mencari apa yang istrinya pengin hingga akhirnya dia pun menemukan nya.


dan kembali ke Rumah sakit.


Aira masih bersama Melisa di sana bahkan Anggita pun sudah kembali.


Nathan langsung menghampiri Aira.


" Sayang,, Ini Rujak yang kamu pengin "


Aira tersenyum dan segera membukanya,, matanya berbinar saat melihat buah yang sangat segar.


" Mas nyari dimana, Kok bisa tau ?"


Nathan tersenyum dan mengusap rambut Aira. .


" Kemana pun akan aku cari jika kamu mau Sayang"


" Emm,, Mas Nathan makasih "


" Sama sama Sayang,, sekarang makan pelan pelan"


Aira mengangguk dan menikmati nya,,


Melisa tersenyum bahagia melihat Aira yang begitu di sayangi Oleh Suami nya.


" Bibi tinggal sebentar ya Nak, kamu makan rujaknya " Ucap Melisa mengusap wajah Aira yang masih menikmati nya .


Anggita menatapnya kesal, bahkan dia sangat iri dengan kebahagiaan Aira saat ini.


Melisa berada di tampar Administrasi, dia akan membayar semua biaya Bratama.


" Permisi Sus,, Saya mau membayar Biaya Perawatan Suami Saya Bratama "


" Baik sebentar Nyonya. "


" Maaf Nyonya semua biaya perawatan Tuan Bratama Sudah di bayar lunas bahkan untuk penanganan penanganan setelah nya "


" T- tapi Sus, Saya belum sama sekali membayar nya "


" Di sini di bayarkan oleh Tuan Nathan "


Melisa terdiam,,


" Nathan ?"


" Benar Nyonya "


" Baik terima kasih Sus "


" Sama sama Nyonya "


Melisa tidak menyangka jika Nathan sudah membayarkan nya, bahkan Aira pun telah memberi uang kepadanya.


Ya Tuhan,,


Saya benar benar sangat beruntung bertemu dengan mereka..

__ADS_1


memiliki Keponakan seperti Aira yang begitu baik.


__ADS_2