
Nathan kembali masuk dan langsung menghampiri Aira yang masih duduk di samping Bratama.
" Sayang,, Kita pulang kamu juga harus istirahat" Ucap Nathan mengusap rambut Aira.
" Eum " Ucap Aira mengangguk..
" Paman, Bibi Aira pamit pulang besok Aira datang kembali."
" Iya Nak, Terima kasih kamu sudah datang menemui Paman dan sekali lagi Paman minta maaf." Ucap Bratama dengan tersenyum.
" Ya Sayang,, Terima kasih karena kamu sudah mau memaafkan kamu dan menemui Kami " Lanjut Melisa.
" Sama sama Paman, Bibi,, Aira pulang dulu ya"
Aira mencium punggung tangan keduanya dan dia pun berjalan keluar bersama Nathan yang terus menggenggam tangan nya.
Anggita yang masih berada di luar menatap ke arah mereka.
Gue gak akan pernah biarin Lo hidup bahagia Aira..
Gue bakal rebut semuanya termasuk Nathan sudah cukup Gue menderita selama ini.
Anggita mengepalkan tangannya menatap keromantisan Nathan terhadap Aira.
____
Aira menatap suaminya,,
Dia sangat bahagia saat ini bisa kembali bertemu dengan Keluarganya.
" Makasih ya Mas, Kamu sudah menemukan mereka.. "
Nathan menoleh dan tersenyum..
" Sama sama Sayang,, Karena bagaimana pun mereka juga keluarga ku. "
Aira bangga dengan suaminya,,
Walaupun saat itu Nathan begitu benci namun dia bisa mengalahkan rasa. itu hanya karena dirinya.
Apa yang akan terjadi jika kamu tau yang sebenarnya Sayang,,
Jika Aku lah yang membuat Perusahaan mereka bangkrut.
Apa kamu mau memaafkan aku atau malah membenciku.
Nathan masih belum menceritakan soal ini kepada Aira, Di saat seperti ini melihat Aira bahagia membuatnya menunda untuk menceritakannya.
Aira terus tersenyum dengan menatap jalanan lurus, menyusuri jalanan malam yang sedikit mendung seperti akan turun hujan.
Anggita masuk ke dalam kamar dengan wajah kesal membuat Melisa menatap nya bingung.
" Ada apa Gita, kenapa wajah kamu seperti itu "
Anggita duduk di sofa dengan menyilang kedua tangan nya..
Melisa yang baru saja membenarkan selimut Bratama pun berjalan mendekat dan duduk di samping Putri nya.
__ADS_1
" Sampai kapan sih Ma kita hidup seperti ini, Gita bosan Ma hidup miskin terus."
" Astaga Gita,, Jaga Ucapan Kamu Sayang. "
" Capek Ma hidup seperti ini, gak bisa jalan jalan shopping juga makan enak, Baju saja hanya seperti ini."
Melisa menatap suaminya yang masih tertidur,,
" Kamu lihat Papa kamu sekarang, seharusnya kita bersyukur karena kita bisa melewati semua ini begitu pula dengan Papa. Untuk berobat Papa saja kita tidak bisa dan untungnya ada Tuan Nathan dan Aira yang membantu kita, Andai jika Aira dendam kepada kita apa yang akan terjadi selanjutnya. Kamu pikirkan semua ini Anggita."
" Semua ini karena Aira, Seharusnya Gita yang berada di posisi Dia menjadi istri Nathan dan kita bisa hidup bahagia tidak seperti ini."
" Kita bicara di luar "
Melisa menarik tangan Anggita keluar, dia tidak mau jika mengganggu Suaminya yang sedang beristirahat.
" Gita dengerin Mama, Aira sudah sangat baik kepada kita, dia pasti yang meminta Nathan mencari keberadaan kita dan memintanya untuk mengobati Papa. Padahal kamu tau bagaimana dulu dia kita siksa , dia sangat menderita karena kita tapi dia sama sekali tidak memiliki dendam."
" Mama kenapa sih jadi seperti ini, Seharusnya Mama dukung Gita buat rebut Nathan dengan kayak itu kita akan kembali hidup enak."
" Mama ingatkan sama kamu, Jangan pernah kembali ganggu Aira, biarkan dia hidup bahagia bersama suaminya karena dia adalah gadis yang baik."
Melisa meninggalkan Anggita dan kembali masuk ke dalam menemani Bratama.
Kenapa Mama malah jadi bela gadis sialan itu coba, seharusnya dukung gue.
Awas aja Aira, gue gak akan pernah biarin kebahagiaan berada di posisi Lo.
Lo harus kembali seperti dulu.
*****
Aira tampak terus tersenyum senang, dan semua itu membuat Nathan bahagia.
Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan istrinya.
" Oya Mas, Aku mau tanya deh..
semua barang dalam kamar itu kamu suruh pindahkan,, ?"
Nathan hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
" Kenapa Mas ?"
Nathan menghela napasnya dan mengusap wajah Aira yang menatapnya.
" Aku tidak mau jika ada kesalahpahaman antara kita, Aku juga tidak mau membuat kamu sedih dan berpikir aku masih menyimpan perasaan terhadap Jessica.
Jessica hanya masa lalu aku, dan kamu lah masa depan aku sekarang."
" Tapi Mas,-
" Sst,, Aku hanya ingin hidup bahagia dan tenang bersama istri ku ini " Ucap Nathan menarik hidung mancung Aira.
Aira tersenyum dan langsung Berhambur memeluk suaminya.
Betapa beruntungnya dia menikah dengan laki laki seperti Nathan yang sangat dewasa dan menyayangi nya.
__ADS_1
" Sudah malam, sekarang istirahat"
Aira mendongak dan mengangguk..
" Selamat Malam Sayang " Bisik Nathan mengecup kening Aira dalam.
" Selamat Malam Mas "
Aira memejamkan Matanya dengan memeluk tubuh Nathan.
Tidak lama keduanya sama sama terhanyut dalam mimpi indahnya.
______
Di dalam Penjara,,
Hendra masih tidak bisa menerima kenyataan jika dirinya bisa masuk ke dalam Penjara, bukan hanya dirinya namun beberapa anak buahnya pun berada di sana bersama dirinya.
" Aarg,, Semua ini karena Nathan sialan itu.. Saya tidak akan diam dengan dia yang sudah membuat saya masuk penjara, Saya akan membalas semua ini."
" Bos,, "
" Diam kalian "
" Hei,, kalian jangan berisik,, Ini sudah malam lebih baik kalian istirahat." Ucap Polisi yang menghampiri mereka.
Hendra diam dan memikirkan cara untuk bisa bebas dari Penjara agar bisa membalasnya.
Ini semua karena Santi,,.
dasar wanita bodoh, dia bahkan menceritakan semuanya padahal saya sudah memberikan begitu banyak uang kepada nya.
Pantas saja dia mati mengenaskan karena ulahnya sendiri.
Kematian Santi sudah Hendra dengar,
Karena dari Santi lah semua terbongkar, padahal Hendra sudah memberikan banyak uang kepadanya untuk mencari mata mata dalam rumah Nathan.
______
Anggita masih tidak bisa tidur, dia menatap Kedua orang tuanya yang sudah tertidur pulas.
Mereka berada di Rumah sakit karena sudah tidak memiliki rumah dan harus menjaga Bratama yang masih harus mendapatkan perawatan.
Dia pun beranjak duduk,,
Pikiran nya masih terus kepada Aira dan Nathan.
Aira yang kini hidup enak dan bahagia membuatnya semakin membencinya, memiliki suami tampan dan sangat menyayangi nya bahkan bisa memberikannya apa pun yang dia mau, memiliki banyak uang dan rumah mewah.
Pakaian bagus dan branded berbeda jauh dengan dirinya kini yang tidak lagi memiliki apapun.
Terakhir dia membeli pakaian pun sudah sangat lama.
Tidak,, gue tidak bisa biarkan ini terus terjadi, bagaimana pun gue harus kembali memiliki Uang. Gue bosan hidup seperti ini.
Dia pun menatap pakaian yang hanya kaos biasa juga celana jeans, berbeda saat dirinya masih memilih segalanya.
__ADS_1
Hendra..
ya Gue harus menemuinya dia besok di penjara.