
kruyukk..
kruyukk...
Aira membuka matanya, dia memegang perutnya yang terus bunyi, cacing cacing dalam perutnya terus berdemo hingga membuatnya terbangun.
Lapar sekali aku.. gumamnya menatap jam yang sudah tengah malam, dia pun melirik suaminya yang sudah terlelap di samping nya.
Bayangan dimana mereka telah melakukan semalam membuatnya sangat malu, apalagi dia yang begitu menikmati sentuhan Nathan yang sangat lembut namun mampu membuatnya melayang tinggi.
Astaga ,, Jadi kita sudah melakukan nya..
Aira menggeleng dengan kedua tangan yang langsung menutupi wajahnya,,
Kruyukk..
Perutnya kembali bunyi, membuatnya akan beranjak..
" Aduh,, Perih " Ucap nya saat merasakan sara Nyeri perih juga sakit di area sensitif nya..
" Sayang,, Kenapa ?"
Nathan yang mendengar nya pun terbangun dan menatap Aira yang masih meringis kesakitan.
" Sayang,, Apa perut kamu sakit "
Nathan khawatir jika sakit istrinya kambuh,
Aira yang memiliki sakit Lambung hingga sempat di Rawat membuat nya selalu waspada dengan apa yang di makan juga selalu mengingatkan nya makan tepat waktu.
Aira menggeleng,,
Dia tidak mungkin menjawab jika di bagian sana lah yang terasa sangat nyeri, terlalu malu untuk memberitahunya apalagi mereka telah melakukan nya, bahkan saat ini Pun Aira tidak berani menatap wajah Nathan.
Nathan beranjak hingga terekspos tubuh polosnya namun untungnya bagian pinggang ke bawah masih tertutup Selimut.
Aira membulatkan matanya,,
Tunggu,,
Astaga,, Jadi kamu masih belum memakai Pakaian..
Aira semakin malu, dia langsung menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya dan hanya terlihat wajahnya yang masih berpaling dari Nathan.
Jantung nya masih berdebar cepat Apalagi Nathan yang terus menatap nya dengan tubuh kekar nya.
Terpesona, terpana sebenarnya saat ini yang Aira rasakan, namun dia harus menutupinya.
Kruyukk..
Aira memejamkan matanya saat Perutnya kembali bunyi,,
Aduh,, Kenapa sih gak bisa di ajak kompromi,,
" Kamu lapar, tunggu sebentar " Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Aira.
Tangannya menyambar kaos juga celana yang masih berserakan di lantai dan langsung memakai nya.
Aira meliriknya,,
Dan terlihat Nathan langsung berjalan keluar, sementara tidak ada suaminya Aira beranjak..
Aw,, Perih banget .
sambil meringis menahan rasa perih, Aira memakai pakaian nya.
__ADS_1
Mention yang sudah sepi, bahkan semua lampu sudah padam,
Nathan berjalan turun menuju Dapur, dia akan mengambil kan makanan untuk istrinya.
Mereka belum makan Dari sore.
Dengan mengambil beberapa bahan makana, Nathan membuat sesuatu .
setidaknya dulu saat kuliah di luar negeri, Dirinya pernah belajar memasak dan saat ini dia kembali melakukan nya setelah sekian lama tidak bergulat dengan peralatan dapur.
Uhukk..
uhukk..
Santi meraba meja samping ranjang nya untuk mengambil gelas, namun ternyata kosong membuatnya bangun untuk mengambil minum.
Saat dia membuka pintu kamar nya, terdengar suara dari dapur, bahkan bau masakan sangat tercium membuatnya penasaran siapa malam malam begini Memasak.
Dengan Langkah pelan, dia menuju dapur dan matanya membulat kala melihat punggung laki laki lah yang sedang memasak.
Santi tau jika dia adalah Nathan,,
Seulas senyum menatap nya,,
bahkan dia bisa membayangkan jika saat itu Nathan sedang memasak untuknya,,
" Ehem "
Santi tersadar saat Nathan menatapnya tajam,,
" Tu- Tuan ,, Apa yang Anda lakukan tengah malam di dapur "
" Kamu punya mata bukan, " Ucap Nathan dengan mode dingin yang sudah mendarah daging.
" Kamu bereskan semuanya, Istri Saya sudah menunggu " Ucap Nathan berlalu dengan piring di tangannya.
Santi terdiam,,
Jadi, Nathan sengaja bangun tengah malam dan memasak hanya karena Perempuan itu kelaparan.
Aira yang sudah memakai semua pakaian nya duduk bersandar pada tepi ranjang, Dia masih menikmati rasa nyeri akibat olah raga mereka sore tadi.
Ceklek,,
Pintu terbuka membuat Aira mengangkat tangannya, dia tidak mau jika Nathan tau soal ini,alu rasanya.
Nathan tersenyum dan menghampiri serta duduk di samping Istrinya,,
" Maaf Lama , Kamu pasti sudah sangat lapar ya " Ucap Nathan mulai menyendok nya.
Aira menggeleng dan membuka mulutnya,,
" Jadi Mas membangunkan Para Koki tadi " Ucap Aira dengan mulut berisi makanan namun Nathan menggeleng.
" Terus siapa yang masak ini " Lanjut nya..
" Aku "
" Hah,, Mas Nathan bisa masak dan ini sangat enak loh Mas "
Nathan tersenyum dengan masih terus menyuapi istrinya.
" Dulu aku pernah belajar memasak saat kuliah di Luar, Di sana aku kost jadi sesekali memasak untuk makan." Ucap Nathan berusaha menjelaskan dan Aira mengangguk dengan menikmati nya.
Suapan demi suapan Nathan lakukan hingga makanan yang berada di piring habis tanpa sisa membuat Nathan tersenyum.
__ADS_1
" Minum dulu " Ucapnya memberikan gelas berisi air dan Aira Langsung meneguknya.
" Aku kenyang sekarang,, Makasih Mas Nathan "
" Sama sama Sayang "
Nathan meletakan piring di atas Nakas, biarkan besok pagi para pelayan yang akan mengambil dan membersihkan nya.
Nathan kembi menatap Wajah Aira ,,
" Apa masih sakit " Ucapnya membuat Aira menatapnya kaget.
Jadi Nathan tau jika dirinya menahan rasa sakit juga Perih di bawah sana.
Aira mengangguk,,
Nathan menghela napasnya dan menggenggam kedua tangan istrinya,,
Rasanya sangat bersalah dia telah membuatnya kesakitan, namun dia tidak bisa menahan diri nya untuk tidak menyentuh Aira apalagi status mereka yang sudah menjadi Suami _istri.
" Aku minta Maaf karena membuat kamu kesakitan"
Aira menggeleng,,
Semua bukan salah Nathan suaminya, Semua sudah menjadi hak dan kewajiban mereka sebagai sepasang suami istri.
" Kan sudah menjadi kewajiban aku melayani suami aku, dan sudah menjadi hak Mas buat memintanya, Kita sudah menikah ." Ucap Aira tersenyum.
Dia tidak mau membuat suaminya merasa bersalah, apalagi Nathan yang selalu menjaga dan melindungi nya.
" Ta-,
Cup,,
Aira mengucap singkat bibir suaminya dan tersenyum,,
" Jangan pernah salahkan diri Mas Oke, besok pasti sudah tidak perih lagi. "
Nathan tersenyum dan mengangguk,,
dia langsung memeluknya,, Dan mengecupnya berulang kali.
Aira tersenyum dan memejamkan matanya,,
Nathan adalah suami yang sangat bertanggung jawab, suami yang sangat sayang terhadap istri nya, suami yang begitu melindungi istrinya.
sebagai seorang istri,, dia sangat sangat beruntung bisa memiliki suami seperti Nathan.
" Masih Malam, Sekarang istirahat lah " Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Istri.
Aira menatap jam yang sudah pukul 2 Pagi,,
" Eum,, " Mas juga istirahat.
Nathan mengangguk dan beranjak,,
Aira langsung masuk ke dalam dekapannya dan mendongak menatap wajah tampan suami nya.
" Good night My Husband" Ucap Aira tersenyum.
" Good Night my wife " Balas Nathan kembali mengecup kening Aira.
Aira mengangguk dan memejamkan matanya,
sementara Nathan masih setia menatap wajah cantik istri nya, kini mereka sudah menjadi suami istri sepenuhnya, dia tidak boleh menyakiti Aira dan harus terus menjaga dan membuatnya terus bahagia sebagai seorang suami.
__ADS_1