
Semua telah berkumpul di sana termasuk Santi yang terlihat tidak senang dengan keberadaan Aira di rumah itu,
Beberapa dari pelayanan lainnya tampak cemas, mereka takut jika sudah melakukan kesalahan hingga membuat Bos nya marah.
Nathan menatap seluruh pelayan di sana, tidak ada satu orang pun yang menatapnya semua menundukkan kepalanya.
Sebenarnya apa yang akan Nathan lakukan, kenapa semua berkumpul seperti ini dan kenapa mereka malah menunduk.
Aira terus heran banyak pertanyaan yang terus berputar di otaknya.
" Jadi semua sudah berkumpul di sini, Saya hanya akan mengumumkan jika mulai saat ini Aira akan tinggal di rumah ini karena Saya dan Aira akan menikah beberapa hari lagi, Jadi Kalian harus memperlakukan Aira dengan sangat baik dan jika Saya tau dari kalian membuat kesalahan kalian sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya."
Aira menatap Nathan,,
Untuk apa dia mengumumkan semua itu dan masalah pernikahan beberapa hari lagi,,
Nathan bahkan belum membicarakan dengannya masalah ini.
Apa,,
Mereka akan menikah, tidak itu tidak bisa terjadi..
siapa wanita itu berani sekali dia..
Saya tidak akan pernah Sudi untuk memperlakukannya seperti bos di rumah ini.
Santi mengepalkan tangannya, dia menatap Aira dengan tatapan tidak suka.
" Kalian bisa kembali bekerja sekarang"
" Permisi Tuan "
Aira menatap semua yang langsung pergi, dia pun menatap Nathan yang malah dengan santainya menikmati makannya.
" Kenapa ,-
" Makan dulu Oke, setelah selesai Saya jelaskan semuanya." Potong Nathan yang tau Aira akan menanyakan masalah pernikahan mereka.
Aira menghela napasnya dan mulai menyendok makanan, sementara Nathan sedikit menyunggingkan senyuman di wajahnya selalu saja Aira tampak menggemaskan.
Seno yang masih berada di sana ikut merasakan bahagia, bagaimana pun dia sangat tau bagaiman kehilangan dan keterpurukan Nathan saat kehilangan Ibu juga Calon istrinya.
Namun kini, Aira hadir dan merubah semuanya merubah Nathan yang kembali hangat.
******
Bratama sampai di Rumah dengan terlihat sangat kelelahan,,
Melisa yang melihat nya pun tidak menanyakan keadaan nya seperti itu namun dia malah langsung meminta uang untuk membeli berlian yang sudah temannya tawarkan.
" Pa,, Lihat ini Cantik bukan ?" Ucap Melisa memperlihatkan sebuah cincin berlian yang melingkar di jarinya.
" Baru lagi ?" Ucap Bratama dan Melisa mengangguk.
" Papa transfer ya, Mama belum bayar berlian ini murah cuma 100juta kok "
" Apa Ma 100juta cuma, Kemarin Mama baru saja membeli Berlian bukan, dan sekarang Mama membeli lagi uang dari mana ?"
__ADS_1
" Astaga Pa,, Yang ini keluaran terbaru Loh masa semua Teman Mama pada beli Mama engga sih."
Bratama menghela napasnya dan langsung duduk di sofa,,
" Apa Mama tau jika Nathan akan menikahi Aira"
Deg..!!
Melisa kaget dan langsung duduk di samping suaminya,,
" Maksud Papa, Mereka akan menikah terus bagaimana dengan Hendra Pa ?"
Bratama memijat pelipisnya,,
" Pa, ini tidak bisa di biarkan .. jika mereka menikah Hendra pasti akan menagih uang uang itu, Mama gak mau ya kalo jadi miskin apalagi tinggal di jalanan." Ucap Melisa yang langsung meninggalkan Bratama yang masih duduk.
Melisa masuk ke dalam kamarnya,,
dia tidak bisa membiarkan semua ini terjadi, Aira sumber uang untuknya..
Jika Aira menikah dengan Hendra, maka dia akan terus mendapatkan uang darinya namun jika menikah dengan Nathan, bagaimana dia bisa membayar hutang hutangnya, belum lagi ancaman dari Hendra yang akan membuatnya tinggal di jalanan.
Tidak,,.Aku tidak mau tinggal di jalan.
Aira harus menikah dengan Hendra bagaimana pun caranya.
Melisa mengambil ponselnya dan menghubungi Aira namun tidak ada jawaban membuatnya kesal dan malah langsung melempar ponselnya..
____
Setelah makan malam, Aira duduk di sana sementara Nathan masih bersama Seno.
" Di sini rupanya " Ucap Nathan duduk di samping Aira.
Aira menatap Nathan yang sudah berganti pakaian santainya.
Berbeda jauh saat Nathan memakai setelan Jasnya, walau tetap sama terlihat tampan namun ketika memakai Pakaian Santai, Nathan terlihat lebih santai.
Aira hanya tersenyum dan kembali menatap film yang sedang dia tonton.
" Bukannya ada yang ingin kamu tanyakan, Apa itu saya akan menjawab semuanya."
Aira menghela napasnya dan beralih menatap Nathan yang masih setia menunggunya.
" Kenapa,-
" Masalah Pernikahan yang bakal di lakukan beberapa hari lagi ?" Potong Nathan
" Kenapa sih seneng banget Potong ucapan Aku " Kesal Aira membuat Nathan tersenyum dan mengusap pucuk rambutnya.
" Maaf Maaf,, Tidak akan lagi.. "
" Terus kenapa tadi bicara seperti itu, bahkan Anda Belum membicarakan semua ini dengan aku."
" Kamu Aira ,, Panggil Kamu Atau Nathan dan jangan Anda lagi."
" Pernikahan itu kabar baik dan juga Niatan baik, lebih cepat di lakukan bukannya lebih baik, lagian mau menunggu apalagi, Nunggu Kamu selesai Kuliah ??"
__ADS_1
" Ya memang benar, cuma A- em Kamu belum membicarakan ini sebelumnya."
" Baiklah,, sekarang kita bicarakan masalah Pernikahan kita..
Apa kamu menginginkan sebuah Pesta pernikahan seperti apa ?"
Aira menatap Nathan yang juga tengah menatapnya, bahkan mereka kini duduk begitu dekat tidak ada jarak di antara keduanya.
Wajah tampan, mulus, hidung mancung, mata hitam tajam alis tebal sungguh ciptaan Tuhan yang paling sempurna .
Aira menggeleng dan mengalihkan wajahnya,,
dia tidak mau terus menatap wajah tampan laki laki di samping nya.
Jantungnya pun berdetak cepat,,
Nathan tersenyum dan bersandar, menatap layar Televisi yang sangat lebar.
Entah film apa yang sedang Aira tonton, karena dirinya pun sangat jarang menonton film.
Santi meremas baju yang di pakainya,,
Dia marah dan kesal melihat Aira dengan Nathan, Bahkan Nathan begitu terlihat menyayangi Aira.
Usahanya selama ini untuk mendekati Nathan sia sia, bahkan semua yang dia lakukan sama sekali tidak di anggap oleh Nathan.
Brukkk
" Santi,, hati hati kalau Jalan " Ucap Seno Karena Santi menabraknya.
" Maaf Pak Seno " Ucapnya Langsung pergi menuju kamarnya.
Seno menggeleng,,
Santi salah satu Pelayan di rumahnya yang terbilang masih muda di banding pelayan lainnya.
hingga sikapnya masih sering labil, Namun di luar semua itu Santi bekerja baik di rumah itu.
Seno kembali berjalan dan langkahnya terhenti menatap dimana Nathan sedang bersama Aira di sana. bahkan mereka terlihat mengobrol dan sesekali Aira tertawa.
Seno ikut merasakan kebahagiaan mereka terutama Nathan yang terlihat berbeda.
Semenjak bertemu Aira, Nathan tidak selalu bekerja sampai Malam, sikapnya yang tegas berubah Lebih lembut.
Nathan pun sangat terlihat lebih menyayangi dan memanjakan Aira terlihat jelas dari sikap dan tingkah yang Nathan lakukan.
Usia mereka memang terpaut beberapa tahun.
" Sudah malam, Istirahat besok kamu jadi menemui Adi bukan ?" Ucap Nathan
" Eum,, Aku harus bicara dengan Kak Adi bagaimana pun selama ini Kak Adi sudah baik "
Nathan mengangguk,,
Dan menatap Aira yang tampak tersenyum,,
walau dalam hatinya belum ada Cinta antara mereka namun mereka merasakan saling nyaman satu sama lain.
__ADS_1