
Pagi ini sesuai janji Nathan jika Aira sudah bisa kembali kuliah, mengejar yang ketertinggalan karena Aira harus keluar setelah kematian kedua orangtuanya.
Bratama dan Melisa sebagai pengganti Orang tuanya sama sekali tidak mau membiayainya padahal semua kekayaan peningkatan jatuh ke tangan Mereka.
Nathan menatap Aira yang tampak semakin cantik, hanya dengan balutan celana jeans hitam dengan atasan putih, rambut panjang nya pun sengaja dia gerai.
" Ada apa, Apa aku salah pakai baju ?" Ucap Aira membuat Nathan menggeleng.
" Kita berangkat sekarang." Titah Nathan membuka pintu mobilnya.
Aira masuk ke dalam mobil di ikuti Nathan juga kedua pengawal yang akan menjaga Aira selama di kampus sesuai perintah Nathan.
" Loh, mereka juga ikut ?" Ucap Aira saat melihat sebuah mobil mengikutinya.
" Mereka akan menjaga kamu selama tidak bersama Saya."
" Harus juga di Kampus ??"
" Hem,, dimana pun."
Aira menghela napasnya,
Belum saja mereka menikah, namun Nathan sudah posesif terhadap nya Bagaimana nantinya jika mereka menikah, apa yang akan kembali Nathan lakukan untuknya.
Sampai akhirnya mereka di depan Universitas, Nathan menatap Aira yang masih tampak cemberut.
tentunya karena dirinya menempatkan orang untuk menjaga dirinya.
" Ada apa , Kenapa cemberut seperti itu "
Aira menatap Nathan kesal,,
" Mereka juga bakal masuk ke dalam kelas saat aku belajar ?"
Nathan mengangguk,,
Tentu saja apa pun akan Nathan lakukan untuk menjaga Aira,,
" Nathan, Ini kampus bolehlah mereka menjaga aku saat di luar."
" Oke,, Mereka akan menjaga kamu dari luar tapi ingat hati hati, kabari Saya jika terjadi sesuatu jangan seperti kemarin kamu tidak sama sekali memberitahu saya."
" Iya "
Nathan mengacak pucuk rambut Aira dan menatapnya saat Aira berjalan keluar.
Tok,,
Tok,,
" Permisi Tuan " Ucap Salah satu pengawal mengetuk kaca jendela mobil Nathan.
" Jaga Aira, jangan biarkan dia kembali terluka dan segera hubungi saya jika terjadi sesuatu."
" Baik Tuan ":
Nathan mengangguk dan melajukan mobilnya, sementara kedua orang suruhan nya mengikuti Aira namun tetap saja ada jarak.
Aira berjalan masuk,
Lorong Kampus yang dulu sering dia lewati, kampus yang sudah lama dia tinggal kan. kini dia kembali datang untuk kuliah dan itu sangat membuatnya bahagia.
" Astaga Aira " Ucap Salah seorang mahasiswi yang langsung menghampiri nya.
__ADS_1
" Nisa " Ucap Aira yang langsung memeluknya.
Nisa adalah salah satu teman sekelas Aira, mereka cukup dekat namun di saat Orang tua Aira meninggal Nisa sedang berada di luar Negeri bersama orang tuanya yang berobat di sana.
Kini mereka kembali bertemu membuat keduanya saling mengobati rindunya.
" Gimana kabar kamu Ra, aku dengar jika Orang tua kamu meninggalkan, Maaf Karena aku tidak ada saat itu. aku bahkan baru pulang ke Indonesia Minggu lalu."
Aira tersenyum,,
" Engga Papa Nis, Oya gimana kabar Orang tua kamu, mereka baik baik saja bukan ?"
" Mereka baik Ra, pengobatan di sana membuahkan hasil, tapi tetap saja harus cek up tiap bulannya."
" Sabar ya,, Pasti sembuh kamu jangan pernah menyerah. "
" Makasih Ra, Tapi aku dengar bukannya kamu sudah keluar terus kabar tentang kamu yang,-
Nisa menghentikan ucapannya, dia tidak enak untuk menyatakan semuanya kepada Aira.
" Panjang ceritanya, Yang pasti mulai sekarang aku kembali Kuliah."
" Serius kamu Ra,, "
" Ya,, "
Nisa kembali memeluk Aira,,
akhirnya dia bisa kembali bertemu Aira setelah lama mereka berpisah, Aira yang harus menjalani Hidupnya sendiri tanpa kedua orang tuanya, Nisa yang sibuk mengurus pengobatan Orang tuanya.
Sementara Anggita,,
Dia berjalan masuk ke dalam kampus, tatapan dari beberapa mahasiswa/si yang berpapasan dengannya membuatnya heran.
Apalagi dengan bisikan bisikan yang entah apa mereka bicarakan tentangnya.
ini pasti karena kabar Perusahaan Papa yang bangkrut, mereka jadi membicarakan gue.
" Guys. ,, "
Anggita berteriak saat melihat teman temannya,,
Mereka menikah dan menatap malas ke arah Anggita,,
" Loh Ta, Lo masih kuliah ?"
" Iya lah, memangnya kenapa,?"
" Perusahaan Bokap Lo kan udah bangkrut, memang bisa mereka membayar biaya kuliah."
" Maksud Lo gimana ?"
" Secara biaya kuliah di sini mahal Loh Ta , Terus Lo bayar pakai apa ?"
" Sudah Lah,, Gita sekarang bukan selevel dengan kita, mending kita ke kelas deh."
Mereka berjalan begitu saja meninggalkan Anggita yang terlihat emosi.
Baik Aira ataupun Gita tidak satu Universitas, mereka berbeda jurusan membuat Mereka belum saling bertemu hari ini.
______
Aira terus bersama Nisa juga pengawasan dari orang suruhan Nathan yang sama sekali tidak lengah menatap Keberadaan Aira.
__ADS_1
" Kurang ajar banget sih Paman Lo Ra, dasar bukan manusia dia, Kenapa gak Anggita aja coba yang menikah dengan laki laki tua Bangka itu."
Nisa sangat kesal setelah tau apa yang sudah terjadi dengan Aira selama ini,,
Aira terdiam dan menatap dimana teman teman Anggita menggosipkan Keluarga Anggita yang kini jatuh bangkrut.
" Apa maksud mereka ya, terus Dimana Gita kenapa tidak bersama mereka." Ucap Aira
" Astaga Ra, aku lupa ..
Jadi kamu belum tau kalo Perusahaan Paman kamu gulung tikar, beritanya sudah menyebar Loh."
Aira menggeleng..
" Pastinya mereka gak mau lagi temenan bareng Anggita, secara Kamu tau mereka hanya mau berteman dengan orang yang sama seperti mereka. padahal sih kekayaan orang tua tapi sombong banget mereka."
Aira tidak mendengar kan semua celotehan Nisa, dia hanya masih bertanya tanya kenapa Perusahaan Pamannya bisa sampai gulung tikar, tidak mungkin hanya karena sejumlah uang yang dulu mereka minta kepadanya, lagipula bukannya Nathan Sudah memberikan nya bahakan lebih banyak.
" Sebenarnya Nis" Ucap Aira beranjak, dia akan mencari keberadaan Anggita untuk menanyakan kebenaran masalah ini.
____
Anggita berada di ruang Rektor,
semua menatapinya, mereka menanyakan tentang biaya Kuliah yang belum Orang Tuanya bayar.
" Terus bagaimana Anggita, kapan Orang tua kamu akan membayar nya ?"
" Pasti Mereka bayar, Saya yakin ."
" Tapi kabar kebangkrutan perusahaan Ayah kamu sudah tersebar, apa mereka bisa membayar semua Biaya kuliah kamu."
" Kalian tenang saja, mereka pasti bisa bayar Kok."
Semua menggeleng dengan sikap Anggita yang sama sekali tidak memiliki sopan santun, bahkan dia tetap saja bersikap sombong dengan keadaannya yang seperti ini.
" Sudah kan pertanyaan, Saya keluar dulu "
Anggita begitu saja keluar tanpa menghormati semua yang berada di dalam.
Aira yang masih mencari keberadaan Anggita pun akhirnya melihatnya,
dia langsung berlari menghampiri nya..
" Gita tunggu" Ucapnya membuat Anggita menoleh.
" Aira,, ngapain dia di sini " Lirihnya saat melihat Aira berjalan menghampiri nya.
" Lo ngapain di sini " Ulangnya.
" Ta, Kabar soal Perusahaan Paman benar, terus bagaimana keadaan Paman ?"
Anggita tersenyum sinis,,
" Jadi Lo sudah tau semuanya,, Pasti Lo seneng kan liat Papah jadi menderita."
" Bukan begitu Ta, Aku Hanya,-
" Lo pasti cuma mau ketawain gue kan karena ini. "
" Bu- bukan begitu..
Gita tunggu "
__ADS_1
Aira menghela napasnya,,
Masih saja Anggita bersikap seperti itu, padahal Aira merasa kasihan dengan kabar mereka walau apa yang sudah mereka lakukan kepadanya selama ini.