Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 62


__ADS_3

" Jadi apa yang akan kamu katakan " Ucapan Nathan saat mereka sudah berada dalam ruangan.


" Orang Suruhan Hendra mati , Saya minta maaf Tuan " Boy menjawab dengan tertunduk.


Mereka belum mendapatkan semua informasi dari nya tentang Hendra, namun dia malah sudah lebih dulu Mati.


Nathan mengusap wajahnya,,


" Tapi ada yang tidak beres dengan kematian nya, Mulutnya berbusa seperti telah di racun " Lanjut Boy membuat Nathan menautkan alisnya.


" Racun,, "


" Benar Tuan,, padahal selama ini Saya selalu memerintahkan untuk tetap memberikan nya makan juga minuman. "


Nathan terdiam,,


" Kamu selidiki semuanya, dan ingat tetap waspada juga hati hati karena musuh kita bukan orang biasa."


" Baik Tuan,, Kalau begitu saya permisi."


" Tunggu,, " Cegah Nathan membuat Boy kembali duduk.


" Lebih baik kamu pulang dengan pengawalan, Sudah dua kali kamu di serang. "


" Baik Tuan "


Boy berjalan keluar,,


Sedangkan Nathan masih berada di tempat nya dengan memikirkan apa yang sudah terjadi dan apa jalan yang akan dia lakukan selanjutnya.


_____


Boy berjalan keluar namun dia melihat Santi yang berjalan turun, rasanya sangat aneh karena Santi berjalan cepat.


Padahal seharusnya Santi bekerja di bawah mengingat semua pelayan sibuk dengan semua pekerjaan nya.


" Boy,, " Panggil Nathan saat melihat asisten nya masih berada di sana.


" Ya Tuan "


" Kamu masih di sini, Saya kira sudah pergi."


" Tidak Tuan baru saja Saya melihat Santi, Saya merasa aneh ."


Nathan menatapnya,,


tidak ada siapa pun di sana,,


" Mungkin hanya perasaan Saya saja Tuan, Saya Permisi."


Nathan mengangguk dan menatap Boy yang melangkah pergi,,


dia pun melangkah menuju kamarnya,,


Namun dia tidak melihat adanya Aira di dalam,,


kemana dia pergi..


Nathan kembali menutup pintu dan berjalan turun, dia mencari keberadaan istrinya dan terlihat Aira yang tengah berada di dapur.


" Sayang " Ucap Natha menghampiri membuat Aira menoleh dan tersenyum.


" Kamu ngapain di sini Hem "


" Lihat ini "


Nathan melihat roti gulung selai strawberry yang Aira buat, bahkan terlihat begitu enak.


" Kamu buat semua ini "

__ADS_1


" Eum "


Aira tersenyum dengan masih menata nya,,


Dia sengaja membuat nya untuk cemilan mereka, dan pastinya akan membuat yang lain karena sudah mendapatkan ijin suami nya.


" Sebentar" Ucap Aira mengambil dua cangkir.


Dia membuat teh hangat untuknya juga Nathan.


" Selesai"


Nathan mengusap pucuk rambut nya dan membantu membawa nya,,


" Tuan, Nyonya " Sapa salah satu Pelayan


Aira tersenyum dan kembali berjalan Keluar,,


Mereka duduk di ruang tengah dengan secangkir teh juga cemilan yang Aira buat.


" Mas Coba deh "


Aira mengambil dan menyuapi suaminya,,


Biasanya dia lah yang selalu Nathan suapi, namun kali ini berbeda.


" Enak " Ucap Nathan membuat Aira tersenyum.


" Sekarang kamu Makan "


Nathan bergantian menyuapi Aira.


_____


Boy sampai di markas,,


dan semua telah berkumpul di sana sesuai perintah Boy sebelum nya.


" Apa sudah di makam kan mayatnya "


" Sudah Bos "


Boy mengangguk,,


Benar benar aneh rasanya padahal markas mereka berada di tempat yang sepi dan tidak ada sama sekali penduduk di sana bagaimana bisa keracunan, sedangkan kejadiannya sangat cepat.


Boy baru bertemu dengan Nya dan di saat dirinya kembali, dia mendapatkan kabar jika meninggal.


" Sesuai perintah Tuan Nathan kita harus cari tau semuanya, ini benar benar sangat aneh, Dia mati tiba tiba dan karena keracunan sedangkan di sini tidak ada penduduk sama sekali, Satu Hal lagi kita harus waspada juga jaga jaga karena musuh kita tidak sembarangan"


" Siap Tuan "


Boy mengangguk dan terdiam,,


Mereka akan mulai mencari tau malam ini, mereka akan lebih dulu menyelidiki kematian nya.


____


Hari semakin larut,,


Nathan menggeleng saat melihat Aira yang sudah terlelap di samping ya, padahal mereka sedang menonton film padahal Aira sendiri yang meminta Nathan menemani nya namun malah dia tertidur.


Kamu boleh tidur seperti ini namun saat bersama aku dan jangan saat bersama orang lain.


Nathan membopong nya dan membawanya ke dalam kamar.


" Eheem,, Eheemm,, "


Dia merasakan tenggorokan nya sangat kering, dia pun kembali berjalan turun.

__ADS_1


Sudah terlihat sepi, semua sudah beristirahat karena sudah larut,,


Tap,,


Tap,,


Nathan berjalan menuju dapur dan mengambil minum,,


Glekk,,


Glekk,,


Glekk,,


Nathan terus meneguk nya,,


Santi yang melihat nya pun terpana, Di Lihat nya tubuh atletis Nathan, tinggi putih membuat nya mempesona.


Nathan meletakan gelasnya dan akan kembali menuju Kamarnya, namun dia mengernyit saat Melihat Santi masih berdiri di sana.


" Kamu ngapain " Ucap Nathan menatap nya


" Ti- tidak Tuan, Saya hanya akan mengambil minum "


Nathan tidak lagi menjawab dan melewati nya begitu saja membuat Santi mendengus kesal.


saat ini silahkan saja kamu cuek, tapi lihat suatu saat kamu pasti akan bertekuk lutut meminta cinta dariku. Gumam Santi tersenyum menatap kepergian Nathan.


Nathan berbaring di samping Aira yang sudah berdamai dengan mimpi indahnya.


Di tatapnya wajah Aira yang sangat Ayu, wajah polos tanpa make up dan saat tertidur.


Senyuman terukir mengingat bagaimana awal pertemuan mereka bahkan dia hanya menolong nya saat itu namun malah kini mereka menikah.


Nathan mengernyit saat melihat butiran bening menetes di sudut mata Aira padahal istri nya sedang tertidur pulas.


" Sayang,, " Bisik Nathan lembut.


dia tau jika istri nya sedang mimpi buruk, karena bukan hanya saat ini saja Aira seperti itu.


Cup,,


Nathan mengecup lembut Kening Aira untuk menenangkannya, hingga Aira sudah lebih tenang dan langsung Nathan peluk.


Seakan merasakan kenyamanan, Aira kembali terlelap.


Berbeda dengan Nathan yang masih belum bisa terlelap, dia masih memikirkan bagaimana bisa melindungi Aira juga orang orang yang berada di dekat nya.


Persaingan bisnis bisa saja salah satu alasan mengapa seseorang dendam terhadap nya dan mengincar orang orang terdekat nya, namun Aira..


Dia tidak bakan membiarkan nya terluka, apapun akan dia lakukan untuk melindungi istrinya itu.


Aira sudah cukup menderita selama ini, dia tidak mau jika Istri nya kembali merasakan sakit juga kesedihan.


Sudah jam 1 malam, namun Nathan masih belum terjaga, rasanya sama sekali tidak mengantuk.


Tubuh nya sangat lelah karena kesibukan nya seharian ini namun entah kenapa matanya sangat sulit untuk di ajak tidur.


dia pun beranjak duduk, bersandar pada tepi ranjang menatap wajah Aira yang berada di samping nya.


Sementara Santi,,


Dia kembali berjalan keluar, dia mengendap endap keluar dari kamarnya,,


Dia berjalan dan menatap keluar rumah untuk memastikan keadaan luar namun terlihat orang orang masih menjaga di sana.


dia pun berbalik.


Sial,, mereka masih terjaga,,

__ADS_1


Bagaimana aku bisa keluar malam ini. Ucapannya kembali menatap dari balik gorden jendela.


__ADS_2