Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 24


__ADS_3

Aira mengerjakan matanya, dia kaget saat dirinya kini berada di kamar.


Dia segera beranjak dan mengingat jika sebelumnya berada di taman bersama Nathan namun kini sudah berada di kamar dan sudah pagi pula jadi semalam dia tertidur dan Nathan menggendongnya.


Aira menggeleng dan menutup wajahnya, namun dia kembali kaget saat mencium bau berbeda dengan parfum nya.


Aira membulatkan matanya saat melihat jika dirinya memeluk Jas milik Nathan.


Astaga..


Ini bukannya Jas Nathan, terus kenapa berada di sini dan,-


Aira beru teringat jika semalam Nathan memakai Jas itu untuknya.


Aira semakin malu dengan sikapnya sendiri semalam.


Nathan yang berada di sofa masih terlelap, mungkin karena rasa lelahnya hingga belum terbangun.


Aira berjalan mengendap, dia masih merasa malu dengan kejadian semalam.


Apalagi masih adanya Nathan di sana.


Dengan perlahan, dia berjalan keluar dan menuju Mini Bar untuk mengambil minum,,


" Ehem "


Aira terhenti dan memejamkan matanya saat mendengar suara deheman seseorang.


" Kenapa kamu jalannya seperti itu "


Nathan heran saat melihat Aira yang berjalan mengendap seperti maling di Apartemennya.


Aira memutar tubuhnya dan tersenyum seraya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal melihat Nathan yang sudah duduk..


" Maaf jika aku membangunkan Anda" Ucap Aira


Nathan memijat pelipisnya dengan wajah bantalnya, namun tetap saja terlihat tampan hingga membuat Aira sedikit terpesona.


Ting_Tong


" A- aku buka pintu dulu"


Aira segera berlari membuka pintu,,


Sementara Nathan meregangkan ototnya yang terasa pegal akibat tidur di sofa.


" Selamat Pagi Nona " Ucap Seno berdiri di balik pintu.


" Pak Seno,, Silahkan masuk Pa "


Seno mengangguk dan berjalan masuk,,


" Selamat Pagi Tuan " Sapanya saat melihat Nathan berada di sana.


" Pagi "


" Ini semua yang Tuan minta "


Nathan mengangguk,,


Sementara Aira berjalan masuk,,


" Pak Seno mau minum Apa ?"

__ADS_1


" Tidak perlu Nona, Saya hanya mengantar Pakaian Tuan juga Sarapan untuk Tuan juga Nona "


Aira menerima paper bag yang di bawa Seno,,


" Terima Kasih ,, Kamu bisa kembali ke rumah "


" Baik Tuan Saya permisi, Mari Nona "


Aira mengangguk dan menatap Seno yang berjalan keluar.


" Aku siapkan makanannya dulu"


Aira segera menuju Mini Bar dan menyiapkan sarapan pagi mereka.


Nathan membawa pakaian dan menuju salah satu Kamar mandi di sana.


Aira menoleh dan menghela napasnya,,


Dia masih merasa malu dengan Nathan karena kejadian semalam.


Menangis dalam pelukan Nathan hingga tertidur dan di gendongnya sungguh sangat memalukan.


Nathan yang sudah rapi dengan setelan Jas hitamnya berjalan keluar,,


Sudah siap sarapan di sana dengan Aira yang tengah duduk menunggu nya.


Nathan duduk di sana dan meneguk secangkir coffee.


seperti sepasang suami istri yang terlihat menikmati sarapan pagi mereka, kini Nathan dan Aira pun tengah berada di sana dengan masing masing menikmati sarapan mereka.


tidak ada obrolan seperti biasanya,hingga Akhirnya Aira membuka obrolan.


" Maaf sudah merepotkan Anda, dan terima kasih atas semuanya, Aku minta maaf karena sikap Paman yang seperti itu dan masalah uang itu aku akan segera menggantinya."


Aira kaget saat Nathan meletakan sendok.


" Kenapa kamu tidak cerita jika kamu harus membayar uang itu "


" A- aku tidak mau terus merepotkan Anda dan,-


" Apa dengan kamu bekerja pagi hingga malam kamu bisa mengumpulkan uang itu dan memberikannya kepada mereka."


Aira terdiam,,


" Aira,, Semua yang mereka lakukan sudah sangat keterlaluan dan kenapa kamu masih mau memberikan uang itu, semua itu bukan salah kamu."


" Itu karena aku tidak mau menikah dengan laki laki itu."


Aira pun akhirnya membuka semuanya,,


Nathan menghela napasnya,,


" Lupakan lah,, Yang terpenting sekarang kamu tidak akan lagi mereka ganggu. "


" Tapi uang Itu,-


" Apa ada Ucapan Saya untuk kamu mengembalikannya."


Aira menggeleng..


" Tidak perlu memikirkan nya, yang terpenting mulai sekarang cerita lah semuanya kepada Saya, Dan satu hal lagi bekerjalah tapi jangan sampai membuat tubuh kamu kelelahan, Saya berangkat dulu lebih baik hari ini kamu istirahat dan jangan bekerja , semalam tubuh kamu sedikit demam " Ucap Nathan beranjak bangun.


" Nathan tunggu,- Ucap Aira membuat Nathan menoleh.

__ADS_1


" Jas itu, Aku akan mencucinya dulu dan Hati hati "


Nathan mengangguk dan berjalan keluar, sementara Aira tersenyum malu dengan apa yang sudah dia katakan.


Dia kembali menikmati sarapan paginya.


______


Bratama sampai di Perusahaan namun dia kaget saat malah Hendra sudah berada di sana.


" Tu- Tuan Hendra " Ucap Bratama Kaget.


Hendra menatapnya,,


terlihat pula dua pengawalnya yang berdiri di belakang.


" Bagaimana apa kamu sudah menemui Aira ."


" Be- belum Tuan, tapi Anda tidak perlu khawatir karena Aira pasti akan menurut dengan ucapan saya."


" Apa kamu yakin, Aira kini bersama Nathan. "


" Saya yakin Tuan, Anda hanya tinggal menunggu kabar baik dari saya."


" Baiklah,, Saya akan menunggu kabar baik itu dan ingat Jika Aira tidak mau makan hutang hutang kamu semakin besar bersama bunganya." Ucap Hendra berjalan pergi meninggalkan Bratama yang berdiri mematung di sana.


Hendra terkenal sebagai Pengusaha tua yang sering memperistri Wanita muda dengan selalu mengandalkan kekayaan nya.


Dia akan memberikan banyak uang juga apapun yang mereka mau asal mereka mau menemaninya dan menjadi istrinya.


Namun berbeda dengan Aira yang sama sekali tidak mau seperti mereka, dan itulah yang membuatnya semakin penasaran juga sangat ingin memilikinya.


Bratama sudah berada di ruangannya,,


Dia kembali memikirkan bagaimana bisa bertemu Aira dan membujuknya untuk kembali pulang ke rumah dengan begitu makan semua akan bisa berjalan dengan lancar namun saat ini, Aira pasti sangat marah setelah kejadian semalam dan juga Aira masih bersama Nathan membuatnya semakin susah untuk bisa bertemu.


___""


Sementara Nathan baru sampai di Perusahaan, Kali ini wajahnya tampak berbeda membuat beberapa karyawan merasa heran.


Biasanya semua akan merasa tegang dengan kedatangan Bos mereka namun hari ini sangat berbeda, Nathan terlihat begitu santai bahkan tampak tersenyum saat mereka menyapanya.


" Selamat Pagi Tuan " Sapa Boy


" Ya Pagi,, Apa saja jadwal Saya hari ini."


Boy segera menatap Tab yang di bawanya, dan membacakan semua Agenda bosnya hari ini, mulai bertemu dengan Klien mereka hingga undangan makan malam.


Nathan mengangguk..


" Kamu bisa keluar "


" Baik Tuan "


Boy berjalan keluar dengan merasa heran akan sikap Bosnya,,


Ada apa dengan Tuan Nathan hari ini terlihat begitu bahagia tidak seperti biasanya atau jangan jangan telah terjadi sesuatu antara Tuan Nathan dengan Nona Aira, secara Tuan Nathan begitu melindungi Nona Aira selama ini.


Boy menggeleng dan kembali ke dalam ruangannya.


Nathan sendiri kembali sibuk dengan Laptop di hadapan nya, dia akan profesional jika sudah berada di Perusahaan.


Dia akan sangat teliti dengan semua berkas yang masuk.

__ADS_1


__ADS_2