
Aira sampai di rumah nya dan sudah ada Melisa juga Anggita di sana.
" Bibi sudah lama " Ucapnya masuk
" Tidak Sayang, Baru saja sampai,,
Gita bilang kamu Dari Bandara, memangnya siapa yang pergi Nak "
" Mas Nathan Bi,, Ada yang harus di urus di Amerika."
Melisa mengangguk,,
" Ya Sudah, Kamu belum makan bukan..
Bibi sudah masak makanan kesukaan kamu "
Aira mengangguk dan mereka berjalan menuju meja Makan,,
Kali ini Melisa juga Anggita sudah dengan mudah ya. Datang ke rumah dan bertemu Aira karena perubahan sikap mereka berdua.
" Ini semua Bibi yang Masak "
" Tidak Nak, Anggita juga bantu "
" Kamu sudah bisa masak sekarang Git, "
" Masih belajar Ra, lagian masih pintar kamu "
Aira tersenyum dan mereka pun menikmati nya,,
Untuk saat ini Aira tidak merasa kesepian setelah kepergian Nathan.
Dan dia pun berencana untuk mengajak mereka tinggal di sana selama Nathan belum Kembali.
" Oya Bi, Bibi tinggal di sini ya bareng Anggita "
" Jangan Sayang, Bibi tinggal di rumah saja ya tapi Bibi janji bakal datang setiap hari temani kamu."
" Bener Ra, lagian kami juga gak enak sama Nathan "
" Aku yakin Mas Nathan tidak keberatan, Lagian Aku merasa kesepian di rumah sebesar ini . "
Melisa menatap Aira,,
Tidak tega jika meninggalkan nya sendiri apa lagi dengan kondisi Hamil besar.
" Lebih baik Nanti kamu ijin dulu dengan suami kamu Ya Nak "
" Iya Bi "
Air pun mulai menikmati nya,,
__ADS_1
Masakan yang sudah lama tidak dia rasakan.
Benar benar terasa sangat lezat.
*******
New York Amerika Serikat.
Nathan baru saja sampai dan dia berada di dalam mobil untuk langsung menuju Perusahaan miliknya di sana.
Namun dia lebih dulu mengambil ponselnya untuk menghubungi Istrinya serta menanyakan kabar Aira Di Indonesia.
Tut,,
Tut,,
Tut,,
" Halo ". Terdengar suara yang begitu dia rindukan padahal baru beberapa jam saja tidak bertemu.
" Halo Sayang,, "
" Mas Nathan,,
Mas sudah sampai "
" Ya Baru saja sampai,
Bagaimana kabar kamu Sayang, Baik baik saja bukan, Anak kita tidak rewel kan ?"
Anak kamu tau jika Papanya sedang tidak ada "
" Syukurlah,,
Apa sudah makan, minum vitamin "
" Sudah semua,,
Bibi juga Anggita pun ada di rumah temani Aku Mas"
" Em, Minta mereka untuk tinggal di sana untuk menemani kamu Sayang,, "
" Serius Mas "
" Iya Sayang..
Ya Sudah sayang, Ingat semua pesan aku Oke..
Jangan terlalu lelah dan langsung hubungi aku jika terjadi sesuatu."
" Iya Mas,,
__ADS_1
mas juga jaga kesehatan dan cepat kembali.. Aku mau Mas ada di samping aku saat aku melahirkan nanti."
" Pasti Sayang. "
Nathan menutup telponnya,,
Dia pun turun saat sudah sampai di depan sebuah Bangunan yang tak kalah megah dengan Perusahaan miliknya di Indonesia.
Beberapa Karyawan terlihat menunduk dengan kedatangan nya, wajah mereka seakan pucat pasi .
Nathan berjalan seperti seorang Iblis dengan Aura yang begitu menakutkan.
" Apa semua sudah berkumpul " Ucapnya
" Sudah Tuan, mereka berada di Ruang meeting."
Nathan berjalan menuju ruangan besar, beberapa Staff Perusahaan berada di sana.
Mereka menunduk tanpa ada yang berani menatap wajah Bos mereka.
Nathan menatap mereka satu persatu, Masalah yang begitu besar bahkan sampai merugikan Perusahaan.
" Apa yang Kalian kerjakan selama ini " Ucapnya dengan lantang saat melihat berkas di hadapannya.
Tidak ada yang berani menjawab dan mereka hanya diam menunduk.
Nathan melihat satu persatu Karyawannya,
Tidak menyangka setelah semua di percayakan kepada mereka namun malah dia rugi besar.
" Jadi ini yang Kalian lakukan selama Saya tidak datang, semua bekerja dengan seenak kalian Saja."
" Maaf Tuan, Kami bisa perbaiki semuanya. " Ucap Salah satu Manager Produksi.
" Perbaikan setelah semua rugi besar "
Nathan menggeleng,,
" Saya minta hari ini tidak ada yang bisa pulang sebelum semua memperbaiki semuanya." Ucap Nathan membuat semua saling pandang.
Nathan tidak akan bohong dengan ucapannya, jika dia sudah memerintahkan maka itulah yang harus di lakukan.
" Permisi Tuan "
Nathan diam di sana,,
Memijat pelipisnya yang benar benar pusing.
Hampir 1m kerugian nya saat ini karena Gagal Produksi.
Padahal selama ini, Semua berjalan lancar dan semua pekerjanya bekerja dengan sangat baik.
__ADS_1
Dia pun beranjak,,
Beberapa Karyawan tampak fokus , Nathan terus melangkah dan tujuannya terhadap Gudang dan akan melihat langsung produksi.