
Aira masih memikirkan Ucapan Anggita kepada dan dia sudah memutuskan untuk membantu nya mencari pekerjaan agar bisa membantu Melisa dalam mencukupi kehidupan mereka sehari hari.
" Sayang,, Kamu di sini ternyata" Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Aira yang duduk di taman samping rumah.
Aira mendongak dan tersenyum,,
" Mas gak ke kantor hari ini "
Nathan duduk di samping Aira dan tersenyum,,
" Kenapa Hem,, Apa Kamu ingin pergi ke suatu tempat."
Aira menggeleng,,
" Oya Mas boleh aku tanya sesuatu?"
Nathan menatap Aira ,,
" Apa sayang "
Aira menghela napasnya dan menatap wajah Suaminya,,
" Apa di Kantor Ada lowongan pekerjaan Mas "
Nathan mengerutkan keningnya,,
" Buat siapa , Memangnya siapa yang akan bekerja"
" Anggita "
Nathan langsung memalingkan wajahnya, dia malas jika berurusan dengan wanita seperti Anggita.
" Mas, Aku tau bagaimana Sifat Anggita tapi semua ini untuk membantu Bibi Melisa. Biaya pengobatan Paman , Kehidupan mereka sehari hari dari mana mereka mempunyai uang sementara Bibi hanya di rumah dan hanya Anggita yang bisa membantu mereka." Ucap Aira mencoba memberikan penjelasan kepada Suaminya.
" I Know Sayang,, Tapi Dia bisa mencari kerja di tempat lain dan bukan di perusahaan kita."
" Anggita sama Sekali tidak ada pengalaman apapun, dan selama ini dia hanya di manja Paman dan Bibi."
" Tapi Sayang,,
" Pliss,, semua ini demi Bibi Melisa.
Aku tidak tega melihat Bibi yang selalu bingung dengan semua masalah dalam keluarga nya."
Nathan menatap Aira yang terus memohon, Inilah salah satu sifat Aira yang selalu membantu siapapun tanpa adanya dendam dari apa yang sudah mereka lakukan terhadap nya.
" Mas Pliss "
Nathan mengusap wajah Aira dan mengangguk,,
" Jika kamu sudah meminta seperti ini apa yang bisa aku lakukan Sayang, bahkan bukannya Perusahaan itu milik Kamu sekarang."
Aira tersenyum dan langsung memeluk suaminya,,
" Makasih ya Mas ,,"
" Iya Sayang "
Nathan mengusap bahu Aira yang masih memeluk nya,,
______
Di Perusahaan Boy sibuk dengan semua pekerjaan, Nathan yang tidak datang ke Perusahaan beberapa hari membuat nya menghandle semua nya.
Derrt,,
Ponselnya berdering dan langsung dia mengangkat nya saat melihat jika Nathan yang menghubunginya.
__ADS_1
" Selamat Pagi Tuan "
" Pagi,, Bagaimana dengan Perusahaan apa ada sesuatu?*
" Untuk selama ini semua baik Tuan "
" Bagus lah,, Siang Ini Saya akan ke Kantor dan membicarakan sesuatu dengan Kamu."
" Baik Tuan"
" Dan siapkan berkas yang sudah saya minta , Semua sudah saya kirimkan."
" Baik Tuan "
Boy membuka pesan singkat yang Nathan kirimkan, Matanya membulat saat membaca jika Nathan menanyakan posisi yang kosong di dalam Perusahaan untuk Anggita.
Tuan menanyakan Posisi Yang Kosong di perusahaan untuk Nona Anggita, apa Nona Anggita akan bekerja di Perusahaan.
Boy menggeleng,,
Dia sangat tau bagaimana sikap Anggita dan kenapa Malah akan bekerja di Perusahaan.
Boy menggeleng dan segera menghubungi Bagian HRD untuk menanyakan apa yang Tuannya mau.
_____
Di rumah,,
Aira sudah bersiap untuk ke Rumah Sakit, sebenarnya Nathan sudah melarang nya namun Itulah Aira yang selalu ingin melihat keadaan Pamannya dan bagaimana pun di larang nya Aira tetap akan terus memaksa.
" Sayang ingat yang aku bilang, Jika kamu jangan terlalu capek kehamilan kamu sudah membesar dan aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu ataupun Anak kita."
" Iya Mas,, Aku janji gak bakal kecapekan dan menjaga anak kita."
Nathan tersenyum dan mengusap wajah Aira,,
" Sekarang kita Jalan "
Nathan mengandeng tangan Aira turun dan terlihat satu pelayan yang menunggu mereka.
" Loh Mba Kinan,, " Ucap Aira
" Tuan ,, Nyonya "
" Sayang,, Selama di Rumah sakit dan selama aku tidak bersama kamu,, Aku meminta Kinan juga satu Bodyguard buat jaga kamu dan bantu kamu."
" Tapi Mas,-
" Sayang ,, Kamu tidak boleh kelelahan dan dengan adanya mereka bisa membantu kamu Oke "
Aira menghela nafas nya dan mengangguk,,
Itulah suaminya yang sangat protektif terhadap nya, namun di sisi lain Aira merasa bahagia dengan sikap Nathan yang selalu melindungi nya dan menyayangi nya.
" Kita Jalan sekarang "
" Baik Tuan "
Nathan dan Aira berada dalam satu Mobil, sementara Kinan bersama Satu Bodyguard yang mengikuti mobil Nathan dari belakang.
Di Rumah Sakit,,
Melisa baru saja mendapatkan kabar tentang Kondisi Bratama.
Dokter sudah menyerah dengan Kesembuhan Bratama dan hanya sebuah mukjizat saja yang bisa membantunya.
" Tidak mungkin,, Papa tidak boleh ninggalin Mama Pa,, Mama tidak bisa hidup sendiri apalagi dengan Anggita yang sama sekali belum bisa dewasa."
__ADS_1
Melisa terus menangis di depan ruang ICU , dia menatap Bratama yang terbaring lemah dengan banyak selang di tubuh nya.
Anggita sendiri tidak terlihat menemani Melisa di sana.
Aira baru saja sampai di rumah Sakit bersama Nathan.
" Bibi,, * Ucap Aira membuat Melisa menoleh.
Melisa segera menghapus air matanya dan menghampiri Aira.
" Loh sayang kenapa kamu Ke Rumah Sakit, Kamu harus istirahat Nak "
" Aira gapapa Bi, Bibi kenapa menangis apa yang terjadi Bi. "
Melisa terdiam menatap Aira,,
dia tidak mau membuat Aira kepikiran apalagi dengan kehamilan nya, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan Keponakan nya itu.
" Bibi hanya merindukan Paman kamu Nak "
Aira memeluk Melisa,,
" Bibi sabar ya, Kita berdoa agar Paman segera sembuh dan kembali berkumpul bersama kita semua."
" Iya Sayang "
Aira menatap tidak adanya Anggita di sana,,
" Anggita dimana Bi "
Melisa menggeleng,,
Memang Anggita jarang sekali menemani nya di sana dan selalu pergi entah kemana.
" Memang Anggita, seharusnya dia menemani Bibi dan bukan malah pergi." Kesal Aira
" Biarkan saja Dia Nak,, "
Nathan masih berada di sana,,
" Sayang,, Aku tinggal sebentar ke kantor dan segera telpon aku jika ada sesuatu."
" Eum,, Mas Hati hati ya "
Nathan mengangguk dan mengecup kening Aira sebelum pergi meninggalkan Rumah Sakit.
Melisa menatap dua orang yang berada di belakang Aira.
" Mas Nathan meminta mereka untuk menjaga aku Bi ." Ucap Aira .
" Bibi bersyukur Nak, Kamu bisa bersama Tuan Nathan yang begitu menyayangi dan menjaga kamu."
Aira tersenyum,,
" Kita duduk di sana ya,, "
Mereka menuju kursi dan duduk di sana,,
Nathan berjalan dengan tangan yang memainkan ponselnya, dia sedang mengirimkan pesan untuk Boy jika dirinya akan segera ke Kantor dan memintanya untuk menyiapkan semua yang dia minta sebelum nya.
" Nathan " Ucap seseorang membuat Nathan menghentikan langkahnya dan menoleh.
Anggita berlari menghampiri nya membuat Nathan menggeleng.
" Kenapa buru buru , Biasa Kamu selalu berada di Rumah Sakit ."
" Bukan urusan kamu, Saya sibuk " Ucap Nathan kembali berjalan.
__ADS_1
Anggita mengepalkan tangannya kesal, kapan Nathan akan bersikap manis kepada nya.
Dia pun berjalan masuk untuk kembali menghampiri Melisa yang berada di dalam.