
Aira merasa tenang dan Lega setelah tau semua cerita Jessica, siapa itu Jessica dan apa hubungannya dengan Nathan.
Semua rasa penasaran nya sudah terungkap dan bukan dari orang lain namun dari suaminya sendiri.
Walau sebenarnya ada rasa pedih saat tau bagaimana Nathan terhadap Jessica dulu, bagaimana Nathan begitu mencintai nya namun semua itu hanya masa lalu dan setiap orang pun memiliki masa lalu termasuk Nathan suaminya.
Terus,, Apakah dia sendiri akan menceritakan jika Sebenarnya dia sudah tau isi kamar itu dan sebelumnya dia pun sudah tau karena Santi telah menceritakan semuanya.
Apa dia harus menceritakan semua terhadap Nathan.
Aira pun tampak diam dan melamun,,
Nathan yang sedari tadi menatap istrinya pun berjalan mendekat.
Saat ini mereka masih berada Di Hotel.
" Sayang,, " Ucapnya membuat Aira menoleh dan tersenyum.
" Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan, Apa masih ada yang ingin kamu tanyakan." Lanjut Nathan membuat Aira menautkan kedua alisnya.
Apa suaminya pun berprofesi sebagai seorang dukun yang selalu saja menebak pikiran nya.
" Apa Mas juga berkerja sebagai seorang dukun ?" Ambigu Aira membuat Nathan bingung.
" Hah,, Maksud kamu Sayang."
" Mas selalu saja menebak isi hati dan pikiran ku, Ya siapa tau memang dulu Mas pernah bekerja sebagai seorang Dukun"
" Ada ada saja Kamu,, Mana Ada Dukun tampan seperti aku Sayang." Ucap Sombong Nathan membuat Aira menggeleng.
" Sombong nya tiada dua "
Aira tertawa lepas membuat Nathan menatapnya,,
Untuk pertama kalinya Aira bisa tertawa lepas seperti saat ini, dan Nathan merasa sangat bahagia bisa melihat nya..
" A- ada Apa kenapa Mas melihat ku seperti itu."
Nathan menggeleng dan menggenggam kedua tangan Aira yang masih dengan mode bingung.
" Aku sangat bahagia bisa melihat kamu tertawa lepas seperti tadi Sayang.. Maaf karena aku belum bisa membuat kamu bahagia selama ini."
Aira menggeleng,,
Salah jika Nathan berpikiran seperti itu, Selama ini bahkan dari pertama mereka bertemu Nathan selalu membuatnya bahagia, Nathan selalu ada dan selalu melindunginya.
" Terima kasih karena Mas sudah selalu melindungi aku selama ini."
" Karena itu semua adalah tugas dan kewajiban aku sayang.."
Aira memeluk suaminya,,
Nathan selalu meratukan dirinya.
" Sebenarnya aku sudah melihat isi kamar itu dan Santi sudah menceritakan semuanya. " Ucap Aira membuat Nathan melepaskan pelukannya dan menatap Aira yang terlihat menunduk.
" Maafin aku Mas "
Nathan tersenyum dan menyentuh dagu Aira untuk kembali menatap nya
" Seno sudah menceritakan semuanya, Aku minta Maaf karena baru saat ini menceritakan semuanya. Maaf Sayang "
__ADS_1
" Mas sudah menceritakan semuanya dengan jujur aku sudah sangat lega , dan semua itu hanya masa lalu Mas."
Nathan tersenyum dan mengangguk,,
" Terima kasih karena kamu tidak marah "
" Asal tidak ada kebohongan dalam rumah tangga kita Mas, karena aku paling tidak suka dengan kebohongan."
Deg..
Nathan terdiam,,
Bagaimana jika Aira tau apa yang sudah dia lakukan terhadap Bratama hingga mereka kini entah dimana keberadaan nya apa Aira akan memaafkan nya seperti saat ini atau bahkan membencinya.
" Ya Sayang,, Kita Pulang sekarang ?" Ajak Nathan menggandeng tangan Aira.
Aira tersenyum dan mengangguk berjalan mengikuti suami,,
Beberapa Staf dan Karyawan terlihat menunduk saat melihat mereka berjalan keluar.
Hingga mereka masuk ke dalam mobil dan Nathan melajukan mobilnya Keluar.
______
Kabar buruk Boy terima tentang keadaan Bratama juga keluarga nya yang sudah berhasil di temukan oleh anak buahnya.
Bratama tinggal di sebuah kontrakan kecil dan kumuh bersama Istri juga Anaknya namun saat ini kondisi Bratama begitu memprihatinkan dia sakit dan hanya bisa terbaring di ranjang kayu sementara Anggita dia selalu saja berteriak dan tidak bisa menerima kenyataan tentang kehidupan nya saat ini.
" Jadi apa kita harus memberitahu Tuan Besar Bos ?"
" Jangan dulu,, Tuan sedang berlibur bersama Istrinya dan Saya tidak mau mengganggunya."
Boy mengangguk dan bersandar pada kursi kerjanya,,
Nathan sudah memberitahu dirinya jika hari ini akan telat datang ke Perusahaan karena sedang bersama istrinya.
Nathan yang baru saja sampai di rumah pun segera menuju kamarnya,,
Dia akan berganti pakaian dan kembali ke Kantor.
Aira membantu merapikan jas juga dasi yang sudah melekat di leher suaminya.
" Aku ke kantor dulu, Kamu baik baik di rumah dan langsung telpon aku jika terjadi sesuatu." Ucap Nathan memeluk pinggang Aira yang masih dengan Merapikan dasi.
" Eum,, Mas juga hati hati di jalan, semangka kerjanya."
Nathan mengecil kening, kedua pipi, mata dan Bibir Aira.
" Bye sayang "
Aira tersenyum dan menatap suaminya yang berjalan keluar, sementara dirinya berjalan mengambil beberapa berkas yang Nathan berikan kepada nya.
Berkas mengalihkan saham dan semua kekayaan Nathan atas nama dirinya,, Entah apa yang sudah Nathan lakukan padahal Aira sama sekali tidak mengharap semua itu.
Aira pun membuka lemari brankas dan menyimpan nya di dalam
Tok,,
Tok,,
Tok,,
__ADS_1
" Permisi Nyonya"
Aira menoleh dan menutup Brankas nya,,
" Ya Masuk Pak Seno."
Seno berjalan masuk dengan sebuah Nampan di tangannya.
" Tuan meminta Saya untuk mengantarkan Susu hangat ini Nyonya.,"
Aira menerima dan meletakan di atas Nakas di samping tempat tidur nya.
" Terima kasih Pak Seno."
" Sama sama Nyonya, Saya Permisi"
Ting,,
Aira menoleh ke arah ponselnya yang dia letakkan di atas Ranjang.
Matanya memicing saat melihat Nathan yang mengirimkan pesan untuk nya padahal baru saja suaminya itu keluar.
My Husband
Langsung di minum mumpung masih hangat , dan jangan lupa istirahat juga jangan telat makan.
I love you My Wife
Sungguh betapa bahagianya Aira mendapatkan suami seperti Nathan yang sangat baik, peduli juga menyayangi dirinya.
Dia pun meneguknya setelah membalas pesan dari suaminya.
_____
Di Perusahaan Nathan baru saja sampai yang langsung masuk ke dalam ruangan.
Sementara Boy yang memang sudah menunggu segera mengikuti nya masuk.
" Apa yang terjadi" Ucap Nathan duduk di kursi kebesarannya.
" Ini Tuan " Boy menyerahkan sebuah foto dimana tempat tinggal Bratama selama ini juga bagaimana kondisi mereka.
" Mereka tinggal di desa terpencil sekarang, dan Kondisi Bratama sungguh memilukan, beliau tidak bisa turun dari tempat tidur karena penyakit yang mulai menyerang tubuh nya. "
Nathan menyandarkan tubuhnya,,
Miris melihat keluarga istri sampai seperti itu, namun semua itu karena kesalahan mereka sendiri, tapi bagaimana jika Istrinya tau soal ini.
Aira yang sangat peduli dengan mereka sudah pasti akan merasa sedih.
" Di mana mereka sekarang.. "
" Desa Xx Tuan "
Nathan mengangguk dan segera beranjak..
" Kita ke sana sekarang."
" Baik Tuan "
Boy mengikuti langkah Nathan yang berjalan keluar, mereka akan melihat langsung bagaimana kondisi Bratama saat ini walau sebenarnya sudah ada Anak buah Boy yang mengawasi nya di sana.
__ADS_1