Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 69


__ADS_3

Santi sudah berada di dalam Bus dengan memakai masker juga kaca mata hitam, dia sengaja menyamar untuk menutupi wajahnya.


Dia tau jika saat ini semua orang mencari nya apalagi semua anggota Hendra sudah berada di tangan Boy.


Sialan Hendra,,


Dia bilang jika tidak akan membawa nama gue, tapi semua anak buahnya tertangkap begitu saja.


Santi harus segera pergi, Seno bahkan sudah tau jika dirinya ikut campur dalam masalah ini dan jika dia tertangkap tamat riwayatnya.


____


Nathan terlihat sibuk dengan benda pipih di tangannya, kabar tentang Perginya Hendra juga Siska sudah dia dengar, namun untuk saat ini dirinya tidak bisa ikut mencari sementara harus menjaga istri nya Aira yang masih syok dengan kejadian siang tadi.


" Kalian cari mereka jangan sampai banyak lagi korbannya."


Ucap Nathan menutup telponnya,,


Dia memijat pelipisnya, Dimana Hendra juga Santi sekarang.


" Siapa yang Mas cari ?"


Nathan menoleh saat mendengar suara seseorang dan benar Saja Aira berjalan menghampiri nya.


" loh Sayang,, Sudah bangun .. gimana sudah lebih baik ?" Ucap Nathan dan Aira mengangguk.


" Mas Telpon sama siapa sih, terus siapa yang di cari "


Nathan mengandeng tangan Aira untuk duduk di pangkuan nya,,


Aira menurut dan menatap wajah tampan suaminya.


" Hendra dan Santi Sayang "


Aira mengenyit bingung,,


" Memang hubungan mereka ?"


" Ternyata Santi telah bekerja sama dengan Hendra, dia terus mata mata semua kegiatan juga kemana kita pergi. "


" Terus Maksud Mas Cari mereka, memangnya kemana mereka ?"


" Santi kabur dari Mention saat tau jika Pak Seno mencarinya bahkan orang orang yang menghadang di jalan semua adalah orang suruhannya Hendra, tapi Boy bersama anak buahnya berhasil menangkap nya namun Hendra berhasil lolos sekarang."


" Tapi Kamu jangan Khawatir, penjagaan akan di perketat.. Boy sudah meminta anak buahnya untuk penjagaan di Mention juga di sini."


Aira mengangguk,,


namun jika dia bisa jujur, sebenarnya dia sangat ketakutan sekarang.


Apa Hendra akan menemukan nya dan mencelakai nya.


Dia pun tidak mau jika Suaminya Celaka.


Cup,,

__ADS_1


Kecupan singkat membuat Aira tersadar,,


Nathan tersenyum dan menarik hidung mancung istrinya.


" Kenapa melamun Hem,, Apa kamu tau alasan aku mengajak kita ke Vila ini ?" Ucap Nathan dan Aira menggeleng.


" Honeymoon " Bisik Nathan membuat Aira Langsung mendorong tubuh suaminya dan tersenyum malu.


" Apa sih Mas, kaya pengantin Baru deh "


" Sayang apa kamu lupa jika kita termasuk pengantin baru. "


Aira tersadar dan memalingkan wajahnya,,


Nathan sudah membuatnya malu, apalagi mengingat jika mereka sudah melakukan kemari malam.


" Jadi,, Selama kamu harus menikmati Honeymoon ini. " Ucap Nathan menarik dagu Aira dan mengecup bibirnya.


Aira memejamkan matanya dan menikmati ciuman yang suaminya berikan, Bahkan Nathan menekan tengkuk Aira untuk mempermudah nya mengabsen seisi dalam mulut Aira.


Aira yang menikmati nya pun mengikuti gerakannya, bahkan mereka saling berbalas.


" Kita lanjutkan di kamar " Bisik Nathan mengusap bibir Aira dan membopong tubuh Aira menuju kamar.


Nathan membaringkan tubuh Aira di atas ranjang dan kembali mencium bibirnya.


Keduanya seakan di mabuk cinta, tanpa memikirkan sesuatu yang telah terjadi mereka terus saja menikmati sentuhan demi Sentuh yang sama sama Mereka berikan.


Karena rasa lelah dengan olah raga malamnya hingga membuat Aira terlelap, Nathan yang masih belum puas pun kembali melanjutkan aksinya dengan Aira yang terlelap namun dia sangat hati hati untuk tidak menganggu tidur istri nya.


Terdengar lenguhan dari bibir mungil Aira saat merasakan sentuhan kembali Dari Nathan.


Hingga sudah hampir subuh,,


Nathan menghentikan olahraga nya, menatap wajah Damai Aira dan mengecup nya dalam.


" Maaf Sayang,, Aku terlalu bersemangat." Bisik nya dan memeluknya.


*******


Santi baru saja sampai di sebuah desa terpencil,,


Dia harus kembali di tempat dimana dulu dia tinggal, dimana dia hidup dengan serba kekurangan.


Berangkat ke Jakarta adalah cara dia untuk mengubah hidup nya hingga bisa di terima kerja di Mention Nathan dengan gaji yang lumayan besar membuatnya bisa mengubah hidupnya bisa membeli sesuatu yang dia mau.


gara gara Hendra gue jadi harus balik lagi ke rumah ini,, Kesal Santi saat membuka pintu reot rumahnya.


Banyak debu di dalam , karena sudah sangat lama dia tidak pernah pulang.


Dia Bingung untuk pergi kemana saat ini, tidak mungkin dia berada di kota karena sudah pasti Nathan akan menemukan nya dan mau tidak mau dia kembali ke rumah nya di desa.


Derrt..


Ponselnya bergetar,,

__ADS_1


Santi menatap nomor yang tidak di kenal terus menghubunginya padahal nomor yang dia pakai sekarang tidak ada seorang pun yang tau.


Sebelum dirinya keluar dari mention, Santi sudah lebih dulu mengganti nomornya.


Ting..


terlihat Pesan masuk, membuat Santi penasaran siapa yang terus menghubungi nya dan kini malah mengirimkan pesan untuknya.


+628-6678-XXXX


Santi angkat ini saya Hendra .


Santi menghela napasnya,,


dan tidak lama terlihat Telp masuk.


" Bodoh ,, Lama sekali kamu mengangkatnya." Ucap Hendra di seberang.


" Jaga mulut kamu,, gara gara kamu aku jadi harus bersembunyi sekarang."


" Hahahaha,, Sekarang kamu dimana."


" Bukan urusan kamu, Sekarang kamu urus mereka untuk tidak bisa menemukan ku, Semua ini karena salah kamu yang begitu sombong bisa mengalahkan Nathan."


Santi menutup telponnya dan melempar di sembarang,,


Jika dulu dia tidak percaya dengan Ucapan Hendra yang bisa merebut Hati Nathan bahkan bisa menjauhkan Aira dari nya dia tidak mungkin bernasib seperti ini.


Dia akan tetap bisa tinggal dan bekerja di Mention, dia bisa membeli apapun yang dia mau, bisa dekat bahkan melihat laki laki yang dia sangat kagumi dan yakin jika bisa menarik Perhatian Nathan tanpa bantuan Hendra yang hanya menyesatkan.


Namun semua sudah percuma, kini Semau orang sudah mencari nya bahkan dia tidak bisa lagi keluar rumah untuk sementara.


Aargh...


Santi melempar sesuatu dan meremas rambutnya kesal.


Sialan,,


Sedangkan semua anak buah Boy sudah di turunkan untuk mencari keberadaan Hendra juga Santi, mereka harus bisa menemukan mereka, kedua orang itu sangat licik.


Jika mereka tidak ketemu, Mereka bisa kembali mengganggu Bos mereka bahkan istri dari Bos Besar Mereka.


" Kita terus menyusuri jalanan ini, bahkan jangan hanya di Kota saja , Sudah pasti mereka akan pergi ke desa untuk bersembunyi."


" Oke,, "


Ya Kini beberapa anak buah Boy sudah sampai di Desa dimana Santi tinggal, dulu Santi pernah bercerita jika dia tinggal di sebuah Desa namun tidak menyebutkan jelas rumah nya.


Seno sudah memberitahu Boy tentang hal ini dan membuat Boy segera meminta orangnya pergi ke sana.


Santi membulatkan matanya saat melihat orang Asing di sana, dia segera masuk dan menutup pintunya.


Dengan hanya melihat dari balik korden rumah nya Santi yakin jika orang orang itu adalah suruhan Seno yang mencari nya.


Mereka bisa sampai di sini,,

__ADS_1


Aku harus bersembunyi.


__ADS_2