
Nathan sudah berada di depan Cafe, dia sengaja akan menjemput Aira.
Dia masih merasa tidak enak dengan sikapnya semalam yang meminta Aira untuk tidak bekerja, seharusnya dia tidak bisa bersikap seperti itu.
Hak nya Aira untuk kerja atau tidak dia tidak bisa memaksanya.
Nathan menatap dimana Aira yang keluar bersama Adi, terlihat senyum dan tawa di wajah Aira membuat Nathan terus menatapnya.
selama bersama nya, Aira tida pernah tersenyum puas seperti itu.
" Aira kita Harus bicara " Ucap Bratama yang ternyata juga berada di sana.
Nathan menautkan alisnya saat melihat Bratama di sana, dia akan mendekat namun di urungkan nya karena dia ingin tau apa yang akan di lakukan Nathan terhadap Aira.
" Paman " Lirih Aira.
Sementara Adi,
Dia berada di samping Aira, dia sangat tau jika selama ini Aira selalu di siksa oleh Paman juga Bibinya.
" Saya hanya perlu bicara dengan Aira" Ucap Bratama melirik Adi.
" Aku duluan Kak "
" Ta- tapi Ra,, "
Aira tersenyum dan berjalan lebih dulu masuk ke dalam mobil Bratama.
Bratama sengaja akan mengajak Aira ke suatu tempat untuk membicarakan soal Perusahaan nya.
Aira diam, dia menunduk dan pasrah saat Bratama membawanya.
Dia hanya berharap jika kembali membawanya ke laki laki hidung belang seperti saat itu.
" Pa- Paman mau bawa aku kemana ?"
Aira mencoba memberanikan diri walau ucapan nya terbata bata, namun dia tidak mau kejadian tempo waktu terulang.
Tidak ada jawaban hingga mereka sampai di sebuah Taman, sepi dan hanya ada cahaya dari Lampu yang berada di sana.
" Turun " Titah Bratama membuat Aira menurut.
Bratama menatap Aira yang terus menunduk, bahkan sama sekali tidak menatapnya dari pertama mereka bertemu.
" Apa sebenarnya hubungan kamu dengan Nathan "
Deg..!!
Aira mendongak dengan ucapan yang keluar dari mulut Pamannya.
" Maksud Paman ?"
Bratama tersenyum,,
" Tidak usah menutupinya Aira, Saya tau bagaimana Nathan begitu baik juga peduli terhadap kamu. Dia bahkan memutuskan kerjasama kita hanya karena kamu."
Aira menggeleng,,
__ADS_1
semua yang Bratama katakan sungguh dia tidak mengerti.
" Kamu tidak perlu berpura pura bodoh Aira, siapa saja yang melihatnya pun tau persis jika ada sesuatu antara kalian."
" Tapi kita tidak ada hubungan apa pun, Aira hanya mengenal nya saja dan tidak lebih."
" Dasar kamu gadis kurang Ajar Aira, setelah menemukan laki laki kaya dan kamu akan melupakan Paman kamu, Apa kamu lupa siapa yang menghidupi mu setelah kematian kedua orang tua kamu, siapa yang selalu membantu kamu selama ini, bagaimana jika tidak ada Saya, bagaimana nasib kamu dulu. "
Aira mengepalkan tangannya,,
Matanya mulai berkaca Mendengar semuanya, Mereka memang sama sekali tidak pernah menyayangi dirinya.
" Maaf jika selama ini Aira menyusahkan Paman juga Bibi, Aira juga berterimakasih kalian sudah sangat baik menjaga dan merawat Aira selama ini." Ucap Aira dengan butiran yang menetes di wajahnya.
" Jadi hanya ucapan terimakasih yang bisa kamu lakukan setelah semuanya ?"
" Aira janji untuk bisa segera memberikan uang 100juta itu secepatnya Paman."
" Hahahaha,, Uang 100juta memang harus kamu berikan karena itu memang kesalahan kamu, terus bagaimana kamu membalas kebaikan kami hanya ucapan Maaf juga terima kasih semua itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kami berikan Aira."
Aira menggeleng,,
Sungguh keterlaluan Pamannya, Dia keponakan kandungnya dan mereka malah menginginkan timbal balik dari kebaikan mereka.
" Kamu harus merayu Nathan Untuk kembali mau bekerjasama dengan Perusahaan Saya, dan setelah itu tinggalkan kota ini."
" Apa Yang Anda katakan Tuan Bratama,,"
Deg..
" Jadi seperti ini perlakuan Anda terhadap Aira keponakan Anda sendiri." Lanjut Nathan berjalan menghampiri Aira.
Sekilas Nathan melihat Aira yang tengah menangis, entah membuat hatinya ikut perih melihat nya.
Aira menyeka air mata nya saat Nathan berdiri di sampingnya.
" Bu- bukan seperti itu Tuan, Anda salah paham."
Nathan menggeleng,,
" Uang 100juta,, Sebenarnya Apa yang telah Aira lakukan kenapa dia harus mengganti rugi akan hal itu."
" Aira jelaskan kepada Saya, kenapa kamu harus menggantinya." Lanjut Nathan menatap Aira yang tampak masih menahan tangisnya.
Aira melirik Bratama yang menatapnya,,
" Katakan Ada Saya di sini."
" Sebenarnya uang itu,-
Aira berhenti dan kembali menatap Bratama yang menggelengkan kepalanya untuk tidak Aira melanjutkan ucapannya.
Nathan menatap Bratama yang langsung menunduk.
" Karena Aku sudah menolak menikah dengan Handra." Lanjut Aira membuat Nathan kembali menatap Bratama.
Benar benar sungguh keterlaluan,,
__ADS_1
Aira bahkan harus memberikan uang sebanyak itu.
" Itu karena Aira tidak mau menikah dengan Hendra, Hendra menjanjikan uang sebesar itu Jika Air menikah dengannya."Ucap Bratama
" Bukannya Anda juga memiliki Putri, kenapa tidak Putri Anda saja yang menikah dengannya bukannya itu lebih baik, Anda bisa mendapatkan uang semakin banyak."
" Anggita Putri saya Tapi Aira,-
Bratama tidak lagi melanjutkan nya, dia sadar dengan siapa dia bicara saat ini.
" Apa Salah Aira selama ini, Kenapa Paman begitu membenci Aira, Apa selama ini Aira selalu berbuat salah."
Akhirnya kesabaran Aira memuncak,
selama ini dia terus di siksa dan di perlakukan dengan tidak adil.
Nathan menatap Aira yang seakan menahan emosi, air matanya terus menetes di wajahnya.
" Jika Saja Aira bisa memilih, Aira sangat ingin bersama dengan Papah juga Mamah, Aira sangat ingin menyusul mereka, seharusnya Aira juga meninggal bersama mereka jadi tidak pernah merepotkan kalian."
Nathan menahan tangan Aira,,
Dia tidak tega melihat Aira seperti ini, hatinya terasa sesak dan teriris.
" Memang seharusnya Kamu meninggal bersama mereka Aira."
Aira semakin sesak hatinya,,
" Dan tentang Uang 100juta itu, segera berikan kepada Saya karena kamu sendiri sudah berjanji."
" Saya sudah mengirimkan semua uang itu kepada Anda." Ucap Nathan menunjukan sebuah bukti di ponselnya.
Aira menautkan alisnya,,
Sementara Bratama Langsung tersenyum saat melihat notif masuk di ponsel miliknya.
" Dan mulai sekarang jangan pernah mengganggu Aira, Ayo Aira " Lanjut Nathan menarik tangan Aira pergi.
Bratama tersenyum dengan uang yang sudah dia terima, bahkan Nathan bukan saja memberikan 100juta namun lebih.
Aira melepaskan genggaman tangannya, membuat Nathan menatapnya bingung.
" Kenapa Anda mengirimkan uang itu "
" Bukannya uang itu yang mereka inginkan dari kamu"
Aira menangis,,
memang benar selama ini hanya tenaga juga uang yang mereka butuhkan darinya.
Nathan menggeleng dan menarik Aira dalam pelukannya, Aira tidak menolak karena memang saat ini hanya pelukan yang dia butuhkan untuk memberikan ketenangan.
menumpahkan semua rasa sedih, kecewa yang bercampur dalam hatinya.
" Menangis lah Aira, Jika semua itu akan membuat kamu lebih tenang." Bisik Nathan yang terus memeluk Aira.
Tangisan Aira semakin menjadi bahkan tangannya meremas jas yang Nathan kenakan.
__ADS_1