
Boy berada di depan rumah Melisa,
Dia sudah tau semua nya jika Anggita sengaja memfitnah Nathan dari Aira.
" Pak Boy,, Silahkan Masuk Pa " Ucap Melisa dan Boy mengangguk.
" Tumben sekali Pak Boy datang, Apa ada sesuatu"
" Maaf Nyonya, Apa Saya bisa bertemu dengan Nona Anggita"
" Anggita ,, Ada apa lagi dengan anak itu .. Apa dia kembali melakukan kesalahan."
" Tidak Nyonya, Saya datang atas nama Perusahaan dan untuk melihat keadaan Nona Anggita pasca kecelakaan saat itu."
" Baik,, Sebentar saya panggil Anggita dulu "
Boy mengangguk dan duduk di sofa,,
Di dalam Kamar nya,,
Anggita baru saja merebahkan tubuhnya,,
Namun kedatangan Melisa membuat nya kembali terbangun.
" Kamu belum tidur kan Nak, di luar ada Pak Boy datang ingin bertemu kamu "
Gita mengernyit,,
" Boy,, untuk apa dia datang Ma.. bilang saja Gita sedang tidur."
" Gak boleh gitu Nak, Temui dulu sebentar"
Anggita mencerbik kesal dan beranjak keluar.
Boy yang melihat kedatangan Anggita langsung beranjak.
" Ada apa "
" Apa kita bisa bicara di luar "
" Bicaralah,, Kepala saya masih pusing dan ingat apa kata Dokter jika Saya harus banyak istirahat."
Boy menghela napas nya,,
" Baiklah,,
Saya datang kemari atas perintah Tuan Nathan.
Sebenarnya apa mau Anda dan apa tujuan Anda melakukan hal itu."
Anggita kaget,,
" Melakukan apa,, Maksud nya apa sih "
" Anda sengaja datang ke Kantor hanya untuk merencanakan semua itu Bukan, dan karena ulah Anda Tuan juga Nyonya bertengkar bahkan sekarang Nyonya Aira masuk Rumah Sakit. "
Anggita menggeleng,,
" Bukan urusan Saya, Jadi Kamu datang hanya untuk bicara seperti ini."
" Silahkan Anda ikut saya jelaskan semua terhadap Nyonya Aira atau masalah ini Tuan akan membawanya ke Pihak kepolisian "
" Polisi,, ?" Ucap Melisa yang datang dengan membawa Minuman.
" M- mamah,, " Kaget Anggita.
" Pak Boy, sebenernya apa yang terjadi dan siapa yang akan di bawa Ke Kantor Polisi."
Boy menatap Anggita yang hanya diam,,
" Bukan siapa siapa Ma, Mama masuk ya "
" Tidak Gita, Mama ingin tau apa yang terjadi . Silahkan Pak Boy tolong jelaskan Semuanya."
Boy pun mulai menjelaskan semuanya,,
Jika Anggita datang ke Perusahaan dan memaksa masuk ke ruangan Nathan bahkan dia sampai membuat keributan di sana hingga membuat Aira salah paham.
" Astaga Anggita,, Kenapa kamu seperti ini Nak.. kamu tidak sadar apa yang sudah Aira lakukan terhadap keluarga kita. bagaimana jika Tidak ada Aira apa jadinya keluarga Kita " Ucap Melisa yang sudah sangat frustasi dengan sikap Putrinya itu.
" Aira,. Aira,, Aira,, terus,, Semua menyayangi Dia, semua berpihak sama dia dan tidak sama sekali melihat Gita."
__ADS_1
Prang..
Melisa menoleh,,
Dia pun segera berlari masuk , terdengar suara dari dalam kamar Bratama.
" Papa " Teriak Melisa saat Melihat Bratama terkulai lemah di lantai bahkan terlihat pecahan gelas juga obat yang berserakan di sana.
Bukan hanya itu, Bratama terus memegang Dadanya.
" Kita Bawa Tuan ke Rumah Sakit " Ucap Boy
******
Di Rumah Sakit,,
Aira sudah di pindahkan di ruang rawat Inap biasa.
Nathan sama sekali tidak meninggalkannya dan terus menemani Aira yang terbaring lemah.
" Aku dimana " Ucap Lemah Aira membuka tangan nya..
" Sayang,, Syukurlah kamu sudah sadar "
Aira menoleh dan Terlihat suaminya yang berada di sana.
Dia pun segera memalingkan wajahnya,
Rasanya masih terlalu sesak mengingat apa yang sudah Nathan lakukan terhadap nya.
" Untuk apa kamu di sini Mas, "
" Aku minta Maaf,, Kamu salah Paham Sayang aku bisa jelasin semuanya."
" Tidak ada yang perlu di jelasin Mas, aku mau sendiri. "
Nathan menggeleng,,
" Tidak sayang,,
Derrt,,
Nathan menghela napasnya dan mengambil ponselnya, terlihat Boy yang menghubunginya..
" Aku angkat telpon dulu " Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Aira dan berjalan keluar.
Aira terus menatap Nathan yang berjalan keluar, rasanya begitu aneh tidak pernah Nathan menerima telepon menjauh dan kali ini malah dia menjauh.
kamu tidak pernah menjawab telepon jauh dari aku Mas, Siapapun yang menelpon kamu pasti akan menjawab nya di samping aku.
Apa itu dari Anggita hingga kamu menjauh..
Batin Aira menyeka Aira matanya,,
Nathan berjalan keluar dan menjawab nya,,
" Halo, Ada Apa "
" Maaf Tuan ,, Semua sudah terbukti jika Nona Anggita sengaja membuat Nyonya Aira Salah Paham. "
" Bagus,, Bawa dia untuk menemui Aira sekarang "
" Tapi Tuan, Tuan Bratama mendengar semuanya dan keadaannya malah Kritis "
" Astaga,, " Ucap Nathan mengusap wajahnya..
" Dan saat ini kami sudah berada di Rumah Sakit "
" Kamu urus semuanya dulu "
" Baik Tuan "
Nathan mengacak rambut nya,,
Bagaimana dia harus kembali memberitahu Aira soal ini.
Nathan menghela napasnya dan kembali masuk, Namun dia melihat Aira yang tertidur.
Langkah nya pelan mendekatinya, di tatapnya wajah Aira yang terlelap dengan begitu damai.
Dia pun tidak mau mengganggu nya.
__ADS_1
Di ruangan Lain,,
Melisa terus menangis dengan Kondisi suaminya yang kembali kritis.
" Ma,, Bagaimana dengan Papa * Ucap Anggita namun Melisa menghindari nya.
" Semua ini karena kamu Gita, Kenapa kamu tidak bisa merubah sikap kamu ."
" Ma,-
" Maaf Nyonya, Lebih baik kita berdoa untuk Tuang Bratama " Ucap Boy yang tidak mau ada keributan di sana.
Melisa terdiam dengan terus menangis,,
Sementara Anggita dia terus semakin menyalahkan Aira dengan semua yang terjadi.
_____
Hari semakin sore,,
Aira mengerjapkan matanya,,
Nathan langsung berjalan mendekat saat melihat istri nya terbangun.
" Sayang,, "
Aira memalingkan wajahnya membuat Nathan sedih,,
Tok,,
Tok,,
" Permisi Tuan, Nyonya " Ucap Seorang Dokter yang masuk.
" Maaf Tuan, Saya akan mengecek keadaan Nyonya Aira "
Nathan mengangguk dan beranjak, namun dia masih berada di samping Aira yang sedang di periksa.
" Keadaan Nyonya Aira masih lemah, Nyonya Harus lebih banyak istirahat dan juga,-
Ucapan Dokter terhenti saat melihat makanan Aira yang masih utuh.
" Nyonya harus banyak makan dan minum Vitamin nya, Karena Kondisi Anak dalam kandungan Nyonya masih sangat membutuhkan asupan makanan."
" Baiklah kalau begitu, Saya Permisi..
Jika ada sesuatu Bisa langsung panggil saya saja Tuan."
Nathan mengangguk dan kembali duduk di samping Aira.
" Kamu dengar Sayang,, Sekarang kamu makan ya "
" Aku tidak Lapar "
" Tapi anak kita butuh Makan, Kamu boleh marah dengan aku tapi aku Mohon untuk memikirkan Anak kita."
Aira terdiam,,
Nathan mulai menyuapinya, dan kali ini Aira pun akhirnya nurut.
Nathan sedikit merasa lega karena Aira mau makan dan juga minum Obat ya.
" Sudah " Ucap Aira ,,
" Minum dulu "
Nathan membantu Aira bangun dan membantu nya minum.
Nathan mengambil obat dan juga Vitamin untuk Aira.
" Sekarang Istirahat, Aku akan temani kamu di sini"
Aira terdiam dan memejamkan matanya,,
Nathan mengusap pucuk rambut Aira dan menatapnya,,
Derrt,,
Ponselnya kembali bergetar, dia pun menjawabnya,,
" Apa,-
__ADS_1