Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 82


__ADS_3

Anggita baru saja sampai di rumah sakit, namun di saat akan masuk ke dalam ruangan Melisa memanggil nya.


Melisa sengaja menunggu putrinya di luar.


" Dari mana saja kamu Gita " Ucap Melisa membuat Gita menoleh dan melepaskan hendel pintu.


" Mama, Mama ngapain di Luar "


Melisa berjalan menghampiri putrinya,,


" Jawab Mama, Dari mana kamu seharian ini. Kamu tidak menemui Aira bukan ?"


" Astaga Ma, Buat apa Gita menemui Aira lagian juga kita tidak tau dimana rumah nya sekarang."


" Terus kemana kamu seharian ini."


Gita terdiam,,


tidak mungkin dia bicara sebenarnya jika dia telah menemui Hendra dan juga Ke Perusahaan Nathan pasti Mama nya akan sangat marah.


" Ke rumah teman Ma, lagian Tadi pagi Gita sudah pamit ke Mama kan."


Melisa menatap tajam wajah Anggita yang langsung mengelak..


" Mama ingatkan, Kamu jangan lagi mengganggu Aira dia sudah bahagia bersama suaminya." Ucap Melisa yang langsung berjalan meninggalkan Anggita dan masuk ke dalam ruangan.


Anggita mengernyit,,


Apa yang sudah terjadi dengan Mamanya, dulu mereka sangat kompak untuk menyiksa Aira namun kini, kenapa malah menghalangi nya.


Tidak lama Anggita masuk ke dalam dan melihat Papanya yang tertidur, Bratama memang harus lebih banyak istirahat karena kondisinya.


Sementara Melisa hanya diam tanpa berbicara lagi kepadanya.


*********


Aira berada di sebuah Taman Kota dimana banyak jajanan kaki lima di sana, mulai dari somai, batagor, soto hingga jajanan lainnya.


melihat semua itu ingin rasanya Aira membeli semua nya.


" Mas,, Aku pengin itu " Tunjuk Aira saat melihat Orang Jual Arumanis.


" Tunggu di sini, Aku ke sana membeli nya."


" Eum "


Nathan tersenyum dan mengusap pucuk Rambut Aira dan berjalan meninggalkan nya..


Aira duduk dengan menatap sekeliling,, banyak yang datang di sana mulai dari anak remaja, keluarga kecil.


Aira tersenyum saat melihat seorang anak kecil yang sedang bermain.


sangat lucu apalagi rambut yang di kuncir dua, di saat tertawa terlihat dua gigi yang baru tumbuh.


Gadis kecil itu begitu Lucu dan menggemaskan,,


Kapan aku dan Mas Nathan bisa memiliki anak seperti itu.


Aira menutup mulutnya,,


Dia tidak sadar dengan ucapan nya,,


" Sayang,, Kenapa ?" Ucap Nathan yang sudah kembali dengan Arumanis berwarna pink.


Aira menggeleng namun matanya masih menatap gadis kecil yang kini berlarian bersama Ayah nya.


Dia pun membayangkan jika itu adalah suami dan anaknya, sungguh sangat bahagianya.


Nathan mengikuti pandangan mata Aira, dia mengernyit saat tau apa yang Aira pandang.


Namun sedetik kemudian dia tersenyum, Dia pun berharap jika mereka bisa segera di berikan Kepercayaan seperti mereka.

__ADS_1


" Hei,, " Ulang Nathan mengusap wajah Aira.


" Loh Mas,, kapan ke sini "


Nathan menghela napasnya,,


" Sudah dari tadi sayang, saat kamu melihat gadis kecil itu."


" Lucu ya Mas "


Nathan menggenggam tangan istrinya,,


" Semoga kita juga bisa segera seperti mereka, memiliki anak anak yang lucu dan menggemaskan."


Deg,,


Aira kaget dengan ucapan Suaminya, dia pun merasa malu dan segera memalingkan wajahnya yang sudah pasti terlihat merah.


" Oya,, ini Arumanis nya "


" Eum,, Makasih Mas "


Nathan mengangguk dan menatap Aira yang tampak menikmati nya, seperti anak kecil Aira saat ini.


" Pelan pelan makannya sayang, " Ucap Nathan mengusap sudut bibir Aira yang belepotan.


Aira tersenyum dan kembali menikmati nya,,


sementara Nathan mengambil ponselnya, Pesan masuk dari Boy yang mengatakan jika Anggita datang ke Perusahaan untuk mencari nya.


Untuk apa dia mencari ku.. lirih Nathan namun berhasil di dengar Aira.


" Kenapa Mas, siapa yang mencari Mas ?"


Nathan tersenyum dan menyimpan kembali Ponselnya,,


" Bukan siapa siapa ,, Apa mau membeli sesuatu lagi ?"


karena memang saat ini dia belum ingin membeli apapun, matanya masih terus menatap gadis kecil yang berlarian di tengah taman.


Nathan berniat tidak menceritakan tentang Anggita yang datang ke Perusahaan, dia tidak mau jika istri nya kepikiran.


" tahu gejrot,, Tahu gejrot Mba " Ucap seorang penjual menawarkan jajanan kepada Aira.


" Mau,, " Ucap Aira semangat.


" tunggu,, Makanan apa itu apa itu bersih untuk di makan ?" Ucap Nathan yang memang baru tau dan melihat nya.


" Itu Tahu gejrot Mas, enak kok mas juga cobain deh.,, Pesen dua ya dan Pe_"


"Jangan Pedas " Potong Nathan yang tau jika Istrinya akan memesan pedas.


Aira menghela napasnya,,


" Ingat perut kamu Sayang, Kamu tidak bisa makan makanan pedas ."


Aira mengangguk namun terlihat wajahnya kecewa, padahal dia membayangkan nya.


Nathan mencari warung untuk membeli minuman,,,


" Sayang,, Aku ke sana Untuk membeli minum sebentar." Ucap Nathan dan Aira mengangguk.


Nathan melangkah pergi membuat Aira tersenyum licik,,


" Pa, pedas ya " Ucap Aira


" Baik Mba "


Aira tersenyum dan menatap Suaminya yang masih membeli minuman.


Nathan sendiri sebenarnya baru datang di tempat seperti itu, dia tidak pernah tau jika ada taman dan jajanan di sana.

__ADS_1


namun karena istri nya lah yang meminta mau tidak mau dia pun akhirnya menurutinya.


Aira menikmati nya dengan lahap, bahkan terlihat keringat yang bercucuran di wajah cantik nya.


" Minum Mas " Ucap Aira saat Nathan baru saja datang.


Nathan menautkan alisnya dan segera membuka tutup botol minum dan memberikan nya kepada Aira.


" Kamu tidak pesan Pedas kan?" Ucap Nathan .


Aira menggeleng dan terus meneguk minuman nya,,


Nathan mengambil sapu tangan di saku celananya dan mengusap keringat di wajah istrinya..


" Tidak Mas,, ini sangat enak,, Mas coba deh "


Nathan mengangguk dan mengambilnya,,


Dia menatap nya, bentuk yang menurutnya sangat aneh namun melihat istrinya begitu lahap membantu nya penasaran..


Akhirnya dia pun mencoba nya, Rasa pertama yang di rasakan adalah bawang merah yang begitu menyengat namun setelah di rasakan memang enak dan membuatnya kembali menikmati nya.


" Enak bukan ?" Ucap Aira saat melihat suaminya begitu menikmati nya.


Nathan tersenyum dan mengangguk..


Hingga tanpa sadar malam semakin larut, angin mulai bertiup kencang membuat Rambut panjang Aira menari.


Nathan menyeka anak rambut yang menutupi wajah cantik istri nya, untuk saat ini Aira masih tidak mau pulang dan terus berada di sana.


Namun Nathan tidak mau membuat istrinya sakit, dia pun kembali mengajaknya Pulang.


" Sayang,, sudah malam kita pulang " Ajaknya


Aira menoleh namun kemudian mengangguk..


Nathan tersenyum dan mengandeng tangan istrinya ke parkiran dimana mObil nya berada.


Beberapa orang terlihat sedang mengambil foto mobil sport miliknya, mungkin kali pertama mobil semewah itu berada di Taman kota.


Nathan mengernyit melihat nya,,


" Makanya Mas kalo ke taman biasa jangan pakai mobil mewah, yang ada bakal seperti itu " Goda Aira terkekeh.


Nathan menggeleng dan kembali melangkah,,


" Ma'af semua " Ucap Nathan dan membuka pintu Mobilnya.


*Jadi mobil ini milik mereka,,


Pantas saja Mobil nya begitu bagus, yang punya saja tampan juga cantik*..


Banyak yang terus membicarakan mereka, namun Nathan dan Aira tidak mendengar kannya dan masuk ke dalam mobil.


Nathan memberikan uang selembar 100rb an untuk parkir mobil nya,, dan melaju meninggalkan taman.


Aira mengandarkan tubuh nya,,


Dia merasakan sesuatu yang tidak biasa dengan perutnya.


dia pun meringis dengan tangan yang memegangi nya..


" Sakit .." Rintihnya


" Sayang kenapa ?"


" Perut aku Sakit Mas "


" Kita ke rumah sakit "


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi apalagi melihat Istrinya yang terus meringis kesakitan membuat nya khawatir.

__ADS_1


__ADS_2