
Pagi ini Anggita terus menatap dirinya di depan Cermin, dia dandan begitu lama dengan Pakaian yang dia beli kemarin.
Hari pertama nya bekerja dia ingin semua orang menatap nya takjub terutama Nathan .
rok span pendek, dengan Kemeja Putih ketat menampilkan lekuk tubuh nya di padukan dengan sepatu Hak tinggi.
Rambut yang sengaja dia urai, warna merah pada bibirnya sungguh membuat nya malah terlihat lebih dewasa di banding dengan Usianya saat ini.
Ada yang kurang.. Gumamnya mengambil parfum dan menyemprotkan pada leher juga pergelangan tangannya.
Dia pun tersenyum dan menyambar tasnya,
______
Sementara di Rumah,,
Nathan masih bersiap dengan kemeja warna biru, Aira berjalan dengan membawa dasi dan membantu nya untuk memakainya.
Nathan terus menatap wajah Cantik Aira, bahkan semenjak kehamilan nya Aira tampak semakin cantik tanpa polesan di wajahnya.
Karena memang Aira tidak terlalu menyukai Make Up.
" Apa kamu mau ikut ke Kantor " Ucap Nathan membuat Aira berhenti dan menatap wajah suaminya yang selalu tersenyum saat bersamaan nya.
" Apa boleh, Tapi apa malah tidak menggangu Mas bekerja"
" Sayang,, Aku bahkan sangat senang kamu menemani Aku di sana ."
Aira tersenyum dan mengangguk,,
" Tapi dengan satu Syarat " Ucap Nathan membuat Aira cemberut.
" Kamu tidak boleh lelah, dan jika mengantuk kamu tidur ."
" Iya Mas,, "
Nathan tersenyum dan mengusap pucuk rambut Aira.
" Oya Sebentar,, " Ucap Aira melangkah untuk mengambil tasnya.
Nathan menunggu nya, dan segera menggenggam tangan nya.
*******
Di Perusahaan Boy sudah menunggu Anggita yang belum juga datang.
Padahal sebelumnya Anggita sudah di ingatkan untuk sampai di Kantor jam 8 pagi, namun hingga Pukul 08.15 Anggita bum juga terlihat.
Boy menghela napasnya dan akan berjalan masuk, namun terdengar suara Motor dan terlihat Anggita yang datang dengan memakai Ojek Online.
Boy mengerutkan keningnya menatap penampilan Anggita saat ini, bahkan Jika di lihat sangat tidak pantas bersanding dengan Istri Bosnya yang kenyataan adalah Saudara.
Boy menatap jam di tangannya saat Anggita mendekat,
" Telat 15menit Kan, lagian Jalanan Macet dan sebenarnya terserah gue sih ini Perusahaan juga Milik Suami Adik gue " Ucap Anggita.
" Sekarang kamu ikut Saya."
Anggita menatap Bangunan tinggi Bonafit, semua Karyawan bahkan terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan masing masing.
" *Eh,, siapa dia dandanan nya menor banget "
" Iya bener, terus pakaian nya kayak kurang bahan gitu*."
__ADS_1
Beberapa karyawan saling berbisik membicarakan penampilan Anggit.
" Kamu tunggu di sini, Tuan Nathan belum datang " Ucap Boy dan Anggita mengangguk.
Dia duduk di salah satu ruang meeting, Benar benar bangunan yang sangat mewah dan bagus.
Anggita menatap satu jendela besar yang langsung memperlihatkan pemandangan kota.
Nathan benar benar sangat kaya,
Gue gak bakalan melepaskan nya, Ini kesempatan gue bisa mengambil hatinya dan setelah itu melempar Aira ke jalanan.
Anggita tersenyum dan mengambil kaca di dalam tasnya, dia sengaja membawa Kaca juga bedak di sana.
Nathan dan Aira baru saja Sampai,,
beberapa Karyawan langsung menunduk dan menyapa mereka datang.
Nathan yang terlihat sangat posesif terhadap Aira pun membuat kagum semua Karyawan apalagi sikap yang selalu Nathan perlihatkan kepada istri nya.
Apalagi mereka tau jika saat ini Aira sedang Hamil.
" *Pesona Nyonya Aira benar benar membuat kagum, bahkan di kehamilan nya saat ini malah semakin membuat nya terlebih sangat cantik."
" Pantas saja Tuan begitu mencintai nya, Nyonya Aira sangat cantik dan juga sangat baik."
" Penampilan Nyonya Aira selalu menjadi inspirasi berbeda dengan Penampilan wanita tadi yang malah lebih mirip ondel-ondel*."
Selalu saja semua merasa kagum dengan Aira , mulai dari pertama Aira datang hingga kali ini bukan hanya karena memiliki wajah cantik, namun dengan kebaikan dan sikap ramah dan tidak sombong nya membuat semua kagum dan menyukai Aira.
" Selamat Pagi Tuan, Nyoba " Sapa Boy menunduk.
" Pagi Pak Boy " Ucap Aira tersenyum.
" Baiklah,, Ayo Sayang "
Nathan membawa Aira menuju ruang dimana Anggita menunggu, tidak Lupa Boy mengikuti nya.
Ceklek,,
Pintu terbuka dan membuat Anggita Langsung menoleh bahkan tersenyum saat Nathan masuk ke dalam.
" Se,-
Ucapan nya terputus saat melihat Aira yang malah ikut Dengan nya.
Anggita menatap Nathan yang menarik kursi untu Aira.
" Sebentar Sayang " Ucapnya dan Aira mengangguk dengan tersenyum manis.
Aira menatap Anggita yang juga tengah menatap nya,,
" Maaf Nona Anggita, Ini Kontrak Kerja Nona selama di Perusahaan." Ucap Boy memberikan sebuah Map ke hadapan Anggita.
* Kontrak Kerja, Maksud nya ?"
" Selama satu bulan ini Anda tetap akan di dampingi oleh seseorang, dan selama itu pula Anda harus mematuhi apa yang nantinya leader Anda perintahkan."
" Tapi,-
" Gita sudah lah,, Perusahaan mana pun pasti akan seperti itu." Ucap Aira membuat Anggita mengepalkan tangannya.
" Kontrak Kerja Anda untuk awal hanya selama 6 bulan, dan jika Kamu bersikap baik kontrak akan di perpanjang satu tahun tapi tetap Kami akan terus memantau kinerja Anda."
__ADS_1
Anggita menatap Kontrak Kerjanya,,
Dia benar benar tidak menyangka jika dia di anggap sama seperti Karyawan lain, padahal dia dan Aira adalah Saudara.
" Silahkan Anda tanda tangan di sini untuk menyetujui semua syarat bekerja di Perusahaan ini."
Dengan kesal Anggita Langsung menandatangani nya.
" Jadi semua sudah Boy jelaskan, Selamat bergabung di perusahaan dan selamat bekerja." Ucap Nathan beranjak.
" Ayo Sayang kita ke ruangan."
" Sebentar Mas " Ucap Aira yang berjalan menghampiri Anggita.
" Rubah penampilan kamu besok pagi, Pakailah pakaian yang sopan, dan Make yang tidak setebal itu. Kamu di sini untuk bekerja dan bukan bermain." Ucap Aira .
" Ayo Mas "
Aira mengandeng tangan Nathan Keluar dan meninggalkan Anggita yang tampak m
menahan emosi nya.
" Silahkan Nona Anggita ikut Saya " Ucap Boy berjalan keluar.
Sialan Aira..
Awas saja gue bakal balas Lo dengan lebih, dan Lo bakal hidup di jalan setelah gue mendapatkan Nathan juga semua Kekayaan nya.
" Nona Anggita,, Silahkan " Ulang Boy saat Anggita tetap duduk.
" Iya,, Biasa aja kali . Lo gak tau siapa gue."
Boy menggeleng dan berjalan menuju gudang produksi di bagian belakang.
Anggita mengernyit kenapa Boy malah mengajak nya ke bagian belakang hingga sampai di depan sebuah Ruangan.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Amelia ,, Ini Anggita Karyawan baru . Tuan Nathan meminta Kamu untuk mengajarinya." Ucap Boy.
" Baik Pak Boy,, *
Boy mengangguk dan berjalan pergi membuat Anggita menatapnya.
Bukan sebagai Sekretaris namun dia bekerja di dalam sebuah gudang produksi.
Amelia menatap Anggita tajam, dia heran melihat penampilan nya.
" Kenapa Lo liatin gue "
" Lucu Aja sih, Lo mau kerja apa mau mangkal gitu banget dandanan Lo "
" Sialan,, Seharusnya gue jadi Sekretaris Nathan dan ini pasti salah, Pasti Boy sengaja kan nempatin Gue di sini. Gue bakal bilang sama Nathan." Ucap Anggita pergi meninggalkan Amelia yang tampak kebingungan.
Sialan Aira..
Dia pasti sengaja menempatkan Gue di bagian itu.
gue harus bicara Dengan nya.
__ADS_1