Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 26


__ADS_3

Dengan menahan Kesal Adi berusaha memberikan pelayan terbaik Untuk Anggita juga Melisa yang seakan terus saja meminta sesuatu.


" Ini Kok manis sih, Tadi kan aku pesan Pedes " Ucap Anggita sengaja menaikan suaranya membuat beberapa orang yang berada di Cafe menoleh.


Adi menghela napas dan berjalan mendekat.


" Gimana sih, Anak Saya pesan Pedas kenapa malah kalian berikan manis, Seperti ini pelayan di Cafe. " Melisa sengaja menambah kan.


" Maaf mungkin kami salah dengar, Biar Saya ganti " Ucap Adi membuat Anggita juga Melisa tersenyum.


Mereka sengaja datang di Cafe siang ini, berniat untuk bisa bertemu Aira namun sedari tadi Aira malah sama sekali tidak menampakkan wajahnya.


" Sayang, Kok Mama sama sekali tidak melihat gadis sialan itu ."


" Iya Ma, Kemana dia "


" Coba kita tanya sama dia "


" Pesanan Anda " Ucap Adi meletakan nya.


" Oya, Kenapa Lo terus sih yang datang dimana Aira atau dia di dapur. "


" Aira tidak ada di Cafe, "


" Jangan menyembunyikan dia , Pasti dia tidak berani keluar bukan karena ada kami."


" Silahkan jika Kalian mau mencarinya, Memang hari ini Aira tidak datang karena dia Sadang sakit."


" Astaga, Memang perempuan yang menyusahkan.. sengaja sakit sakit an dan malas bekerja."


" Apa ada yang Kalian butuhkan lagi "


Adi malas berada di sana,,


" Oya,, Lo tau kedekatan Aira dengan Nathan ." Ucap Anggita membuat Adi berhenti.


" Kalau memang Lo suka kenapa diem aja sih, Kejar dong kalo memang cinta. lagian sih menurut gue Aira tidak sebanding dengan Nathan secara kita tau siapa Nathan dan Aira, dia hanya gadis miskin tidak sejajar dengan Nathan."


Adi menoleh,,


" Aira sepupu kamu Ta, kenapa Kamu selalu menyakitinya. "


" Gue gak pernah ya punya sepupu seperti dia, gadis miskin yang selalu menyusahkan."


" Astaga,, Lo gak punya hati.. Dia anak dari Tante Lo dan Lo,-


" Diam kamu,, Seenaknya saja membentak anak saya." Ucap Melisa.


" Dengar ya, Jika kamu memang menyukai Aira Rebut dia dari Nathan, Kamu laki laki masa hanya diam melihat wanita yang di sukai bersama laki laki lain. "


" Rebut Aira atau Lo akan menyesal " Ucap Anggita beranjak.


Melisa pun mengikuti nya keluar..


Sementara Adi, dia hanya berdiri mematung.

__ADS_1


" Sudah Pasti Adi akan berpikir apa yang kita Katakan Ma, Paling tidak kita bisa menjauhkan Aira dari Nathan dan setelah itu kita bisa membawa Aira ke dalam pelukan Hendra."


" Kamu memang pintar sayang,, "


Anggita tersenyum,,


Dia akan melakukan apa pun untuk bisa membuat Aira menikah dengan Hendra karena dengan itu Dia akan mendapatkan banyak uang dari Hendra dan yang lebih utama dia bisa kembali mendekati Nathan dan merebut Hatinya.


Anggita melajukan mobilnya keluar dari parkiran Cafe.


_______


Aira baru saja selesai mandi, karena memang sudah sore.


Seharian hanya berdiam dalam Apartemen membuatnya bosan, nonton tv, tidur juga membuka semua aplikasi di ponselnya hanya itu yang dia lakukan.


Mending aku masak deh,,


lagi pula mau apa lagi coba, Siapa tau Nathan kembali ke Apartemen dan kita bisa makan bersama.


Aira tersenyum dan berjalan menuju Mini Bar, namun langkahnya dia urungkan kala mengingat kembali Ucapannya.


Tunggu,,


Aira siapa kamu,, Lagian kamu bukan siapa siapa Nathan,,


Gak usah deh berharap Nathan bakal balik ke Apartemen secara dia sendiri sudah punya rumah juga sibuk.


Aira menghela napasnya dan hanya mengambil minum.


Setelah meneguknya,


sudah lama dia tidak memasak setelah keluar dari rumah membuatnya sangat ingin kembali mengasah kemampuannya.


Dengan mengambil beberapa sayur juga daging dia mulai mengolahnya.


Aira memang pandai memasak, dia sering membantu Ibunya dulu.


Dan selama tinggal bersama Paman juga Bibinya Aira selalu di minta masak untuk sarapan juga makan mereka.


Dengan tangan lihai semua sayuran sudah terpotong, daging yang juga sudah diolah membuat harum yang tercium sangat enak.


Beberapa masakan telah tersaji di meja,


Senyuman Aira mengembang,,


Entah buat siapa masakan itu yang pasti Aira sangat senang memasak padahal di rumah hanya ada dirinya sendiri.


Nathan yang sibuk dengan Kliennya bahkan tidak menyadari jika malam sudah larut,


mereka menikmati Makan malam dengan obrolan mengenai kerjasamanya yang berada di Luar Negeri.


Pertemuan yang memang sudah terus di tunda Nathan saat Aira berada di Rumah Sakit karena harus menemaninya dan hari ini pertemuan mereka pun di lakukan.


Hingga tanpa terasa Malam semakin larut dan itu membuat Nathan menatap jam.

__ADS_1


" Terima kasih atas semuanya, Dan sekali lagi Saya minta Maaf karena terus menunda pertemuan kita kemarin."


" Tidak Sama sekali Tuan, Kami yang seharusnya berterima kasih karena Anda bisa meluangkan waktu bertemu dengan kami."


Nathan tersenyum dan menjulurkan tangannya,,


Dia pun berjalan keluar bersama Boy yang juga ikut dengannya.


" Kamu antar saya ke rumah, Mobil kamu Pakai dan besok pagi jemput saya kembali."


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk dan duduk di kursi belakang menyandang kepalanya, dengan tangan memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Bagaimana tidak,,


Hari ini Nathan benar benar sangat sibuk, Bertemu dengan Klien, rapat dengan semua Staff kantor hingga makan malam.


Tubuhnya terasa sangat lelah, pegal dan sangat ingin segera sampai di rumah.


Tidak terasa mobil masuk ke dalam sebuah halaman rumah mewah,,


Mention yang begitu besar nan mewah.


Boy segera membuka pintu mobilnya untuk Bosnya.


" Terima kasih Boy, Jangan lupa besok kembali jemput saya."


" Baik Tuan "


Nathan berjalan masuk ke dalam sedangkan Boy kembali masuk ke dalam mobil dan melaju keluar.


Rumah yang sudah beberapa hari tidak dia kunjungi, masih sama dengan keadaan sepi.


Nathan berjalan langsung menuju kamarnya , melepaskan jas dan melingkis kemeja panjangnya


Dia pun merebahkan tubuhnya di atas Ranjang King size dan memejamkan matanya namun tiba tiba bayangan di mana Senyuman Jessica kepadanya kembali terbayang.


Dimana Jessica menatapnya dengan senyuman manis, wajah cantiknya sangat terpancar.


Jessi..


Ucap Nathan membuka matanya,,


Dia mengusap wajahnya, mungkin karena kelelahan dia tertidur hingga memimpikan Jessica.


Matanya melirik dimana Meja yang terletak tidak jauh dari ranjang.


Perlahan dia mendekat dan membuka laci, tangannya menyambar dimana terlihat sebuah foto wanita cantik di sana.


Di tatapnya peluh kasih sayang,


Perasaan yang masih sama, Sayang dan Cinta Nathan terhadap Tunangan Jessica.


Dia pun duduk di kursi dengan terus menatap foto Jessica, Rasa lelah yang dia rasakan seakan hilang begitu saja.

__ADS_1


Senyuman mengembangkan, jari yang mengusap lembut gambaran Wanita cantik dalam foto.


Andai Jessica masih hidup saat ini, mungkin kebahagiaan Nathan semakin lengkap dengan hidup bersama wanita yang dia cintai.


__ADS_2