
Aira masih menemani Nathan di Perusahaan, bukan hanya saat ini saja namun Aira kini memang lebih sering ikut Nathan.
Nathan bahkan semakin semangat dan sangat senang dengan adanya Aira yang menemani nya.
" Sayang,, Apa kamu lapar ?" Ucap Nathan menghampiri Aira yang tengah memainkan ponselnya.
" Em,, lumayan sih Mas "
Nathan tersenyum dan mengusap wajah Cantik Aira.
" Kita makan sekarang."
" Ayo "
Aira mengambil tasnya dan beranjak bangun, mereka berjalan keluar dengan Nathan yang selalu sigap menggandeng tangan Aira.
Anggita baru saja selesai kerja, tubuhnya terasa begitu pegal terutama tangannya.
Karena memang sudah jam makan siang, semua karyawan beristirahat termasuk Anggita yang berjalan keluar dan menuju Cafe yang berada di depan Perusahaan.
Namun langkahnya terhenti saat melihat Aira dan Nathan yang berjalan keluar.
Tangannya mengepal melihat Kehidupan Aira sekarang, jauh lebih enak darinya.
Memiliki Suami tampan dan kaya raya hingga menjadikannya seperti Ratu.
Brakk..
Tiba tiba seseorang menabraknya,,
" Jalan pakai mata dong, Gak liat apa ada orang " Kesal Anggita.
" Ye lagian Lo berdiri di jalan "
" Eh, Lo gak tau siapa gue "
" Lo anak baru bagian gudang Kan, terus kenapa "
" Asal Lo tau,, Gue Asik Ipar Nathan dan jika Nathan tau soal ini gue bisa Pastikan Lo di keluarkan dari sini." Ucap Anggita berjalan pergi
Pede banget dia..
Adik ipar, mana mungkin Nyonya Aira memiliki Adik seperti dia.
Anggita berjalan keluar dengan terus menggerutu,,
" Anggita " Ucap Boy yang baru saja membeli makan siang.
" Apa Lo panggil Gue barusan "
Boy menghela napas nya,,
" Harusnya Lo panggil Gue Nona atau Nyonya, Gak sopan banget panggil gue nama "
Boy menggeleng,,
Dia sudah sangat tau bagaimana sifat Anggita dan ini sebabnya dia akan terus mengawasinya selama bekerja di sana.
Di tempat lain,,
Nathan membawa Aira makan di sebuah Restoran mewah..
Aira tampak menyukai tempat nya, mereka duduk di salah satu kursi.
" Apa kamu suka dengan tempatnya "
" Eum,, Bagus Mas "
__ADS_1
Nathan tersenyum,,
Memang mereka baru ke sana saat ini, dan Nathan sendiri pun baru tau tempat itu.
Tidak lama pesanan mereka datang,,
Aira tampak tersenyum saat melihat makanan yang tersedia di depan matanya.
Selama kehamilan nya Aira memang semakin bertambah makan.
Dan itu lah yang membuat Nathan senang dan selalu memberikan apapun yang Aira ingin makan.
" Mau aku suapin ?"
" Em,, " Ucap Aira menggeleng membuat Nathan semakin gemas terhadap istrinya.
Aira menikmati nya sementara Nathan malah lebih sering menatap Aira.
Ting,,
Nathan mengambil ponselnya dan terlihat sebuah pesan masuk dari Boy yang menceritakan semua tingkah Anggita di hari pertamanya Bekerja bahkan, menurut Amelia jika Anggita bekerja seenaknya saja dan tidak mau mendengar ucapan nya.
Nathan membalas nya ,,
" Kenapa Mas " Ucap Aira
" Boy Sayang,, Dia bilang Anggita bekerja seenaknya sendiri "
Aira menghela napasnya,,
Dia membantu Anggita bekerja di Perusahaan Suaminya itu hanya karena Orang tuanya dan untuk membuat nya berubah.
" Jangan di pikirkan, makan lagi,, Aku suapin ya "
Aira malah kini tersenyum dan mengangguk membuat Nathan menggeser kursinya untuk lebih dekat dengan istrinya.
Di Rumah Sakit Bratama sudah sadar dan sudah kembali pindah di ruang inap.
Melisa mengambil piring berisi makanan,,
" Ma,, dimana Anggita " Ucap Bratama yang memang belum tau jika Anggita bekerja di Perusahaan Nathan.
Melisa tersenyum,,
" Anggita sedang bekerja Pa, Alhamdulillah Semua karena Aira yang membantu keluarga kita sampai membuat Anggita bekerja di perusahaan Tuan Nathan."
" Tapi Ma, Papa takut jika Anggita malah akan membuat masalah."
Melisa pun terdiam,,
Benar apa yang Suami nya katakan ,namun melihat Anggita yang hanya diam dan tidak bekerja malah membuatnya pusing apalagi kebutuhan rumah dan juga untuk bisa membuat Anggita dewasa dengannya bekerja.
" Mudah - mudahan tidak Pa, apalagi setelah apa yang sudah Aira juga Nathan lakukan terhadap kita."
Bratama mengangguk,,
" Sekarang Papa makan dan minum obatnya, Jangan banyak pikiran dulu " Ucap Melisa mulai menyuapi Suaminya.
Sebenarnya ingin rasanya dia menghubungi Aira untuk menanyakan bagaimana Anggita di Perusahaan, Apa Anggita bertingkah baik atau bahkan masih bersikap seenaknya saja.
namun bagaimana dia bisa menanyakan semua itu sementara dirinya pun tidak memiliki Handphone.
_______
Hari pun semakin sore,,
Semua Karyawan terlihat berjala keluar, semua bagian termasuk Staff gudang.
__ADS_1
Anggita menghela napas nya, hari pertamanya Bekerja membuatnya begitu lelah.
padahal dalam bayangannya jika dia akan bekerja sebagai Sekretaris Nathan dan akan bekerja dalam satu ruangan dengan Bosnya.
menatap wajah tampan nya saat bekerja, namun semua itu salah.
dia bekerja di dalam gudang, dengan ruangan yang panas dan hanya ada kipas angin.
" Nathan " Panggil Anggita saat melihat Nathan berjalan keluar.
Anggita berlari mengambil Nathan.
Setelah selesai makan siang,
Nathan mengantar Aira pulang ke rumahnya, karena Aira harus istirahat dan dia pun baru kembali ke Perusahaan setelah Aira tidur.
" Kamu mau pulang ?" Ucap Anggita saat berada dekat Nathan.
Nathan mengalihkan wajahnya dan menggeleng,,
" Aku ikut ya, Hari pertama kerja semua tubuh aku begitu pegal tidak mungkin aku pulang pakai angkutan umum."
" Aira sudah menunggu di rumah, dan satu hal lagi panggil saya Tuan Nathan sama seperti yang lain." Ucap Nathan berjalan meninggalkan Anggita yang masih berdiri mematung di sana.
Oke kali ini Lo seperti ini Nathan, tapi gue pastikan setelah itu Lo bakal jatuh dalam pelukan gue.
Anggita tersenyum dan berjalan keluar.
Nathan melajukan mobilnya dan teringat dengan sikap Anggita yang menurut nya begitu menjijikan. sebenarnya dia tidak mau membuat nya bergabung dalam Perusahaan namun karena permintaan Aira membuatnya setuju.
Derrt,,
Derrt,,
Nathan menepikan mobilnya saat Ponsel ya terus berdering, senyuman nya terukir saat melihat jika Aira lah yang menghubunginya.
" Mas,, Kenapa belum pulang ". Suara lembut Aira saat Nathan sudah mengangkat telpon nya.
Nathan tersenyum,,
" Kenapa Hem,, Apa istri aku sudah begitu merindukan Suami nya "
" Kenapa tadi tidak membangunkan aku, Bibi bilang Mas kembali ke kantor setelah aku tidur."
" Maaf Sayang, Kamu tidur begitu pulas dan terlihat kelelahan jadi aku tidak mau membangunkan kamu "
" Sekarang mas dimana, apa masih di kantor "
" Tidak Sayang, sudah di jalan Ada apa atau kamu mau sesuatu ?"
" Aku mau mas segera pulang, Aku kangen Mas "
Nathan benar benar gemas dengan tingkah Aira, apa karena kehamilan nya Aira malah bersikap manja seperti ini.
namun Nathan malah semakin suka.
" Sabar ya,, aku bakal segera sampai di rumah "
" Baiklah,, tapi jangan ngebut yang penting Mas sampai di rumah. "
" Ya Sayang,, "
" Bye Mas hati hati,, I love you Mas "
" I love you Sayang "
Nathan menutup telponnya dan kembali melajukan mobilnya.
__ADS_1
dia melajukan dengan kecepatan tinggi untuk bisa sampai di Rumah nya.