
Nathan masih sibuk dengan beberapa pekerjaan nya, bahkan rencana untuk pulang cepat pun seakan tidak mungkin melihat Banyak berkas yang berada di depannya.
Matanya menatap fokus layar Laptopnya, tangannya sangat lihat bermain keyboard hingga dia tanpa sadar sudah jam makan siang.
" Astaga Aira,, " Ucap Nathan dan segera menyambar ponselnya.
Tidak lama terdengar suara lembut dari seberang telpon membuat senyuman nya terukir jelas.
" Sayang,, Bagaimana kamu hari ini, semua baik baik saja kan ?"
" Yah,, hari ini Anak kita sangat nurut mungkin dia tau Jika Papanya sedang bekerja" Ucap Aira terkekeh.
Nathan bersabda dan merasa sangat bahagia,,
" Syukurlah,, Apa Kamu sudah makan, minum vitamin susu juga buah nya."
" Mas,, Jika Terus seperti ini aku akan semakin gendut nanti. "
" Tapi akan tetap cantik Sayang,, "
Nathan terus mengobrol asik dengan istrinya, menghilangkan rasa lelahnya setelah meeting hari ini.
" Ingat kamu jangan lupa Makan, minum Vitamin juga istirahat oke.. "
" iya Mas,, sudah berapa kali Mas bilang soal itu hari ini."
" Ya Sudah Aku lanjut dulu supaya bisa pulang cepat hari ini."
" Semangat kerjanya Mas,, Cepat pulang "
" Pasti sayang "
Nathan menutup ponselnya dan menggeleng, benar benar sangat menggemaskan Aira sekarang apalagi dengan Kehamilan nya.
Aira bahkan kadang bersikap manja, dan itu semakin membuat Nathan sangat senang.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Ya Masuk "
" Permisi Tuan,, Di luar Ada Nona Anggita ingin bertemu Anda " Ucap Boy
" Anggita,, Mau apa dia datang."
" Selamat siang Tuan Nathan ,, Maaf maksud Saya Kak Nathan " Ucap Anggita yang langsung nyelonong masuk ke dalam ruangan Nathan.
" Kamu bisa keluar Boy "
" Baik Tuan saya permisi."
Nathan mengangguk dan kembali menatap layar laptopnya, mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk di Depannya.
Sementara Anggita berjalan mendekat dan duduk di depan Nathan tanpa di persilahkan.
" Untuk apa kamu Datang, Saya tidak ada waktu hari ini."
Anggita tersenyum,,
Dia sengaja duduk di depan Nathan untuk menggoda nya.
" Ini sudah jam makan siang lewat Loh, kenapa Belum istirahat. Atau mau aku pesan makanan dan kita makan di sini bersama."
Nathan menghela napasnya,,
" Jika tidak ada yang ingin kamu bicarakan, silahkan keluar karena Saya sangat sibuk hari ini." Tegas Nathan.
__ADS_1
" Oya,, Kayaknya lebih enak jika aku panggil Mas Nathan saja ya,, Sama seperti Aira "
Nathan menghentikan kegiatan nya dan menatap tajam Anggita.
" Keluar atau Saya panggil Sekuriti. "
" Astaga Mas,, Aku hanya datang ingin menemui kamu Loh, Kita kan sekarang Sudah menjadi keluarga dan pastinya aku bisa melakukan sesuatu untuk kamu, Bukannya Aira saat ini sedang hamil muda sudah pasti tidak bisa melayani kamu bukan."
Brak..
Anggita kaget, bahkan dia tidak berani menatapnya..
Nathan benar benar seperti akan memangsanya..
" Keluar sekarang."
Kali ini Anggita langsung beranjak dan berjalan keluar.
Nathan memijat pelipisnya,,
Anggita sudah sangat keterlaluan. Dia benar tidak tahu diri setelah apa yang sudah dia lakukan.
****.. Umpat Nathan menghubungi Boy..
" Ya Tuan." Ucap Boy yang langsung masuk ke dalam ruangan.
" Sudah berapa kali Saya bilang, jangan pernah ijinkan Wanita itu masuk. "
" Maaf Tuan, Tapi Nona Anggita memaksa masuk."
" Lain kali Langsung tahan dan usir dia"
" Baik Tuan. Saya permisi."
Boy melangkah keluar,,
Untuk pertama kalinya Nathan kembali terlihat sangat emosi.
____
Anggita berjalan keluar dengan terus mengerut.
Percuma rasanya dia datang karena malah di usir oleh Nathan.
Sebenarnya dia sengaja'datang untuk bisa lebih dekat dengan Nathan dan bisa merebut hatinya.
Sialan,,
Harus seperti apa lagi gue mendekati Nathan,,
Tapi gue gak akan pernah menyerah, Nathan milik gue dan semua yang Aira miliki sekarang harus menjadi milik gue.
Anggita langsung masuk ke dalam angkutan Umum dan meninggalkan Perusahaan Permana.
Nathan beranjak,,
Dia harus bertemu Aira untuk meredakan emosi nya setelah bertemu Anggita.
Aira adalah obat untuk saat ini baginya.
Dia pun segera melangkah pergi meninggalkan semua pekerjaan yang belum dia selesaikan.
Aira berada di dalam kamarnya setelah makan siang juga minum obat, sudah bermain ponselnya dan membuka semua Aplikasi dalam gedget nya dan membuatnya merasakan kantuk.
Dia pun meletakan ponselnya dan memejamkan Matanya.
Tidak butuh waktu lama dia pun terlelap .
Nathan yang baru sampai rumah pun segera berjalan masuk, beberapa pelayan juga Penjara di luar hanya menunduk saat melihat wajah Bos nya yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Nathan terlihat sangat emosi membuat mereka tidak berani untuk berbicara apapun.
Tap,,
Tap,
Tap,,
Langkahnya terdengar begitu lantang menaiki tangga menuju kamarnya.
" Pak Seno, Apa ada masalah kenapa wajah Tuan Seperti itu."
" Kalian bekerja lah, jangan semakin membuat Tuan marah."
Semua mengangguk dan kembali bekerja.
Ceklek,,
Pintu Kamar terbuka, Nathan melihat istrinya yang terbaring di tempat tidur membuatnya langsung menutup kembali pintu kamar dan berjalan mendekat.
Tangannya melepas kancing Jasnya.
Aira merasakan sesuatu di tengkuk lehernya, seseorang yang terus mencium nya.
Hingga dia membuka Matanya.
Dilihatnya Nathan yang tersenyum menatapnya.
" Mas,,- Eum "
Nathan langsung mencium dan ******* bibir tipis Aira.
Aira memejamkan matanya merasakan sentuhan hangat dari suaminya.
Bahkan kedua tangan nya mulai memeluk leher Nathan .
" Sayang " Lirih Nathan mengusap lembut bibir Aira.
Aira tampak tersenyum hingga Nathan kembali menciuminya..
seakan kedua nya menginginkan lebih, dan melupakan jika Aira sedang hamil muda saat ini Nathan membuka baju Aira dan semua pakaian nya hingga kini mereka tidak lagi memakai apapun.
" Aku janji akan melakukan nya dengan sangat pelan dan hati hati " Bisik Nathan tepat di telingan Aira .
Aira mengangguk dan membiarkan suaminya melakukan apa yang di inginkan nya.
Sesuai dengan janji Nathan jika dia akan melakukan nya dengan sangat lembut dan hati hati, Aira begitu menikmati nya hingga napas keduanya saling beradu.
Setelah Olah raga yang sangat membuat keduanya kelelahan, Nathan membaringkan tubuhnya di samping Aira yang terlelap akibat ulahnya.
Nathan tersenyum dan mengecup dalam kening Aira.
Maaf Sayang aku tidak bisa menahannya saat melihat keindahan tubuh kamu.
Semua yang ada dalam diri kamu sungguh membuat Candu.
Nathan menarik Aira ke dalam pelukan nya dan dia mulai menyusun Aira ke dalam alam mimpi indahnya.
Hingga siang berganti sore dan malam, namun kedua pasangan suami istri ini masih sangat betah berada di dalam kamarnya.
Semua penghuni rumah bingung untuk menyiapkan makan malam atau tidak, karena baik Nathan ataupun Aira mereka tidak ada yang keluar.
" Maaf Pak Seno, Apa kita harus menyiapkan makan malam ?"
Seno menatap pintu kamar yang masih tertutup rapat.
" Seperti nya Tuan dan Nyonya tidak ingin makan malam, jadi lebih baik kalian tidak usah menyiapkan nya."
" Baik Pak Seno., Saya permisi "
__ADS_1
Seno mengangguk,,
Dia yakin jika telah terjadi sesuatu di dalam kamar itu hingga membuat keduanya belum keluar.